Kitab Syamail Muhammadiyah Sifat dan Akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Bag.1)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Kitab Syamail Muhammadiyah-Ustadz Ratno,Lc
Halaqah 01| Muqaddimah
https://bit.ly/SyamailMuhammadiyah-01
Halaqah 02| Hadits 1
https://bit.ly/SyamailMuhammadiyah-02
Halaqah 03| Hadits 2
https://bit.ly/SyamailMuhammadiyah-03
Halaqah 04| Hadits 3
https://bit.ly/SyamailMuhammadiyah-04
Halaqah 05 | Hadits 4
https://bit.ly/SyamailMuhammadiyah-05
.
Zikir dan Sunnah Harian Nabi shallallahu alaihi wasallam-Dr.Abdullah bin Hamod Al-Forih 173Halaman
https://app.box.com/s/s8qh0awonemdq5spgdued67y5zc9io1
=…

➡ Kitab Syamail Muhammadiyah Sifat dan Akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Bag.1)
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
➡ KITĀB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, MUQADDIMAH*
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد
.
✅ Segala puji kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah mengutus Nabi-Nya dengan petunjuk yang jelas. Dan dengan agama yang benar supaya agama tersebut menghapus dan menyempurnakan syari’at agama yang telah lalu walaupun orang-orang musyrik tidak suka dengan hal itu.
.
✅ Dan segala puji bagi Allāh yang telah mengutusnya sebagai rahmatan lil ālamīn , sebagai teladan bagi kaum mukminin, sebagaimana firman Allāh:
.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
.
‼ _”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasūlullāh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allāh dan (kedatangan) hari kiamat lagi banyak berdzikir mengingat Allāh.”_
(QS. Al Ahzāb: 21)

.
✅ Berkata Ibnu Katsīr di dalam Tafsir beliau, bahwa ayat ini adalah pondasi dasar, dan dalīl yang kuat untuk menjadikan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai teladan, uswah hasanah pada setiap ucapan, perbuataan dan akhlak.
.
‼ Sahabat yang dimuliakan oleh Allāh.
Makna ayat ini adalah : “Tidakkah kalian mencontoh Nabi pada sikap-sikapnya?!”
.
Mencontoh Nabi tidaklah mudah, hal itu sulit, kecuali bagi orang-orang yang mengharapkan pahala dari Allāh dan pertemuan pada hari kiamat lagi seorang yang banyak berdzikir mengingat Allāh, sebagaimana yang Allāh sebutkan dalam ayat.
.
✅ Ketika kita memahami hal ini, maka kita tidak mungkin bisa untuk merealisasikan firman Allāh untuk mengikuti beliau dalam tindak-tanduk dan sikap yang beliau contohkan kecuali dengan mengetahui sunnah-sunnahnya.
.
‼ Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pengertian sunnah adalah segala yang diriwayatkan dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, baik itu berupa perkataan, perbuatan, izin pelaksanaan, dan akhlak serta fisik beliau.
.
‼ Sehingga mengetahui akan akhlak dan sifat-sifat beliau menjadi suatu hal sangat pentin
g. Dan untuk merealisasikan hal ini, Imām Abū Īsā At Tirmidzī murid Imām Al Bukhāri yang meninggal pada tahun 279 H menulis sebuah kitāb yang berjudul Asy Syamail Al Muhammadiyah.
.
Asy Syamail memiliki arti “sifat dan akhlak”. Sehingga jika kita artikan secara bebas, kitab Asy Syamail Al Muhammadiyah, memiliki makna: Sifat dan Akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Kitāb ini merupakan kitāb yang mendapatkan rekomendasi dari beberapa ulamā, diantara adalah Abdurrauf Al Manawiy dan Mula Ali Qari, sebagaimana tertulis dalam buku-buku syarah kitāb ini.
.
Kitāb ini terbagi menjadi 56 bab yang mengandung 415 hadīts. Pada awalnya beliau akan menyampaikan kepada kita hadīts-hadīts yang berkaitan dengan :
.
✅ ⑴ Ciri-ciri fisik Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) tentang tinggi, warna kulit, rambut, wajah dan semisalnya,
.
✅ ⑵ Akan menyebutkan alat atau barang-barang yang Beliau miliki (seperti) pedang Beliau, bagaimana pakaian Beliau.
.
✅ ⑶ Akan menyebutkan akhlak dan adab yang Beliau miliki.
.
✅ ⑷ Akan menyebutkan bagaimana ibadah Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam)
.
✅ ⑸ Dan ditutup tentang hal-hal yang berkaitan dengan mimpi melihat Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam
)
.
➡ Ketika kita mempelajari kitāb ini, akan ada banyak manfaat yang bisa kita ambil, diantaranya:
.
✅ ⑴ Kekuatan Imān kepada Rasūl akan semakin kuat dan bertambah, karena tidak ada imān kecuali dengan pengengetahuan, dan setiap kali pengetahuan itu bertambah, imān pun semakin kuat.
.
‼ Ketika imān dan pengetahuan tentang Beliau telah menguat, maka jalan untuk mengikuti Beliaupun semakin mudah, dengan izin Allāh .
.
✅ ⑵ Dengan mempelajari kitāb ini akan tumbuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. yang mana rasa cinta kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam merupakan suatu kewajiban yang Allāh wajibkan bagi kaum muslimin, dan sebagaimana kata pepatan tak kenal maka tak sayang.
.
➡ ⇒ Tidak mungkin seseorang mencintai orang yang tidak ia kenal.
.
✅ Dalam hal ini Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda :
.
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
.
‼ _”Kalian belum dikatakan beriman sampai aku menjadi orang yang lebih ia cintai dari pada orangtua, anak dan manusia semuanya.”_
.

✅ Dan seseorang di akhirat nanti akan bersama dengan orang yang ia cintai sebagaimana dalam suatu hadīts :
.
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
.
✅ ⑶ Dengan mempelajari kitāb ini kita bisa mengikuti petunjuk dan mencontoh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
.

‼ Dan hal itu merupakan hal yang Allāh wajibkan, bahkan itu adalah konsekuensi dari syahādat kita.
.
✅ Ketika kita mengatakan :
أشهد أن محمدا عبده رسوله
.
✅ Dimana Allāh berfirman :
.
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
.
_Katakanlah wahai Muhammad: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allāh, ikutilah aku, niscaya Allāh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_
(QS. Āli-Imrān: 31)

.
✅ Pada Ayat ini, Allāh jadikan tolak ukur kecintaan kepada Allāh dengan mengikuti Nabi. Siapa yang mengikuti beliau, berarti ia benar-benar mencintai Allāh dan barang siapa yang tidak mengikuti Nabi, maka diragukan kecintaannya kepada Allāh.
.
✅ ⑷ Dengan mempelajari kitāb ini kita akan tahu ciri-ciri fisik Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
.
‼ Dan dengan mengetahui ciri-ciri fisik Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam seorang akan tahu, mana mimpi seseorang yang benar-benar bertemu Nabi, dan mana mimpi seseorang yang bertemu syaithān yang mengaku Nabi muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
.
✅ Karena Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) pernah menyampaikan:
.
مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي
.
‼ _”Siapa yang melihatku dalam mimpi (dengan ciri-ciri yang aku miliki) maka ia benar-benar telah bermimpi melihat ku, karena syaithān tidak bisa menyerupaiku.”_
.

✅ Itulah beberapa manfaat ketika kita mempelajari kitāb ini.
Kali ini kita akan masuk pada judul pertama yaitu :
.
[باب ما جاء] في [خَلْقِ] رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
.
Yaitu bab yang menyebutkan tentang riwayat-riwayat mengenai ciri-ciri fisik Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam
.
‼ Pada bab ini penulis akan membawakan sekitar lima belas hadīts yang berkaitan dengan sifat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam secara fisik, dari tinggi badan, warna, sampai rambut beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
.

✅ Dan Allāh telah menganugrahkan kepada Beliau dengan bentuk fisik yang indah, dan sifat yang sempurna, bahkan Syaikh Islām mengatakan dalam kitāb Al Jawab Ash Shahīh : “Dan fisik Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam merupakan fisik yang sempurna, dan mengumpulkan berbagai keindahan.”
.
➡ KITAB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, HADITS 1*
.
حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِالطَّوِيلِ [الْبَائِنِ]، وَلَا بِالْقَصِيرِ، [وَلَا بِالْأَبْيَضِ الْأَمْهَقِ، وَلَا بِالْآدَمِ]، وَلَا بِالْجَعْدِ الْقَطَطِ، وَلَا بِالسَّبْطِ، بَعَثَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى رَأْسِ أَرْبَعِينَ سَنَةً، فَأَقَامَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ، وَبِالْمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ، وَتَوَفَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى رَأْسِ سِتِّينَ سَنَةً، وَلَيْسَ فِي رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ عِشْرُونَ شَعْرَةً بَيْضَاءَ»
.
_(Imam At Tirmidzi membawakan hadist ini lengkap dengan jalur periwayatannya hingga Anas bin malik)_
✅ _Beliau berkata :_
_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang sosok yang memiliki tinggi ideal. Tidak terlalu tinggi namun juga tidak pendek. Kulit Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak putih murni, juga tidak coklat. Rambutnya tidak keriting juga tidak murni lurus. Allah mengutusnya ketika telah berumur empat puluh tahun. Tinggal di Mekah selama 10 tahun, dan dimadinah juga 10 tahun. Dan Allah wafatkan pada umur enam puluh tahun. Dan uban yang di kepala dan jenggot Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melebihi dua puluh rambut.”_
Hadist ini merupakan hadist yang disepakati kesahihannya oleh Imam Bukhari(3548, 5900) dan Muslim (2
347).
.
✅ Dan yang perlu dicatat, bahwa penyebutan tentang ciri-ciri fisik Beliau ini bukan berarti seorang tercela ketika memiliki ciri-ciri fisik yang tidak sama dengan Nabi. Ketika menyebutkan hadist-hadist ini, para shahabat dan ulama ingin menyampaikan kepada umat akan kesempurnaan Beliau.
.
➡ Beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadist ini :
✅ 1. Bahwa Nabi adalah sosok yang memiliki tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek, namun lebih dekat kepada ketinggian.
✅ 2. Warna kulit beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah putih kemerah-merahan sebagaimana disimpulkan oleh para ulama setelah mengumpulkan lafazh-lafazh hadits yang berkaitan dengan warna kulit Beliau, walaupun pada riwayat lain diibaratkan dengan kata yang berbeda.
✅ 3. Rambut Beliau tidak keriting dan tidak juga lurus 100 % namun tengah-tengah diantara keduanya, bergelombang.
✅ 4. Bahwa Beliau diutus setelah mencapai umur empat puluh tahun. Jika kita telisik lebih lanjut, bahwa Al Qur’an itu turun kepada Beliau ketika bulan Ramadhan. Dan Beliau dilahirkan pada bulan Rabi’ul Awwal.
.

➡ Jika demikian, seharusnya saat menjadi nabi, Beliau berumur 39 tahun enam bulan, atau 40 tahun enam bulankarena antara Ramadhan dan Rabi’ul Awwal terpaut enam bulan ?
.
✅ Dalam mengkompromikan hal ini, sebagian ulama berkata, bahwa Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal, namun belum diturunkan Al Qur’an kepadanya. Wahyu saat itu hanya berupa mimpi yang nyata. Ketika melihat mimpi dimalam harinya, keesokan harinya mimpi itu menjadi kenyataan. Begitu terus selama enam bulan hingga diturunkan wahyu di gua Hira’.
.
Sehingga tidak salah jikalau dikatakan bahwa Beliau menjadi nabi ketika umur 40 tahun. Karena mimpi merupakan salah satu dari bagian dari kenabian sebagaimana Nabi sampaikan :
.
رُؤْيَا المُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
.
_“Mimpi seorang mukmin merupakan salah satu dari 46 bagian kenabian,”_
.
✅ 5. Dan Beliau tinggal di Mekah selama 10 tahun sebagai seorang rasul, atau sejak beliau berdakwah secara terang-terangan. Karena setelah diangkat menjadi nabi, Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun. Sehingga setelah menjadi nabi, Beliau berada di Mekkah selama 13 tahun sebagaimana hal tersebut kita ketahui bersama dalam pelajaran-pelajaran sirah rasul.
✅ 6. Bahwa Beliau tinggal di Madinah selama 10 tahun, yaitu sejak dari hijrah hingga meninggal.
✅ 7. Dan Allah wafatkan Beliau pada umur 60 tahun, dengan anggapan bahwa rawi hadist ini menghilangkan angka pecahannya, karena sebagaimana kita ketahui bersama, Beliau meninggal pada umur 63 tahun.
✅ 8. Uban yang ada pada kepala dan janggut Beliau yang mulia tidak banyak, hanya sedikit, kurang lebih hanya dua puluh helai. Bahkan dalam sebagian hadist disebutkan hanya 17 atau 18 helai.
=…

➡ KITAB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, HADITS 2
.
 حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ الْبَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبْعَةً، لَيْسَ بِالطَّوِيلِ وَلَا بِالْقَصِيرِ، حَسَنَ الْجِسْمِ، وَكَانَ شَعْرُهُ لَيْسَ بِجَعْدٍ وَلَا سَبْطٍ أَسْمَرَ اللَّوْنِ، إِذَا مَشَى يَتَكَفَّأُ»
.
(Imam At Tirmidzi membawakan hadist ini lengkap dengan jalur periwayatannya hingga Anas bin malik radhiyallāhu ‘anhu)
.
_Anas bin malik radhiyallāhu ‘anhu berkata :

“Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah seorang yang memiliki tinggi ideal, tidak terlalu tinggi juga tidak pendek, memiliki tubuh yang optimal. Rambut Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak keriting juga tidak lurus. Kulit Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam berwarna coklat [putih kemerah-merahan] Jika berjalan relatif condong kedepan karena langkah kaki yang lebar.”_

✅ Hadist ini diriwayatkan oleh imam At Tirmidzi dalam Kitab Jami’ beliau dengan nomor 1754, dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadist ini.

.
Dalam hadist ini, ada beberapa faedah yang telah lalu penyebutannya, diantaranya tentang tinggi, rambut, warna kulit beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Hanya saja pada hadist ini kulit beliau diibaratkan dengan kata “أسمر” yaitu coklat, namun sebagian ulama mengatakan bahwa kata Asmar juga memiliki arti putih kemerah-merahan.

.
➡ Adapun pelajaran baru yang bisa kita petik kali ini adalah  :
.
✅ 1. Tinggi rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah ideal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sebagaimana hadist yang telah lalu,
.
✅ 2. Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah seorang yang memiliki tubuh yang ideal.
.
✅ 3. Rambut Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak lurus dan tidak keriting, pertengahan diantara keduanya.
.
✅ 4. Kulit Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam berwarna putih kemerahan, karena kata: أسمر  juga dipakai untuk mengibaratkan makna tersebut.
.
✅ 5. Cara berjalan beliau relatif cepat, dengan badan agak condong kedepan, dengan langkah kaki yang cukup lebar.

.

=_________ Lanjut ke Halaman 2 _______=