Gus Baha, Antara Kemaksiatan dan Keimanan

.
Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Dampak Maksiat Bagi Pribadi & Masyarakat – Syaikh Dr. Abdurrahman Al-Qahtani 25.8Mb
https://app.box.com/s/e9db0q0e89ugzcyvwjht1kl2r6h0yz04


Sebab – sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman-Ust.Abu Haidar


Sebab – sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman-Ust.Abdurrahman Thayyib


Bab Berkurangnya Iman Akibat Maksiat Ust. Badrusalam


Audi Kajian Ustadz Khalid Basalamah


Bagaimana cara mempertahankan iman yangnaik turun.mp3


Bagaimana Cara Istiqomah dan MeningkatkanKeimanan.mp3


Kehilangan Manisnya Iman Karna Futur .mp3


Ketenangan orang beriman menghadapicobaan.mp3


Agar memiliki iman seperti para sahabat-Ust.Syafiq Basalamah


Iman Bisa Bertambah dan Berkurang-Ust.Usamah Mahri


Ust.Amrullah Akadhinta -Asbab Ziyaadatil Iman Wa Nuqshoonihi (Sebab Bertambah DanBerkurangnya Iman)
https://archive.org/details/AsbabZiyaadatilImanWaNuqshoonihi


Pengaruh Dosa dan Maksiat-Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas


Jangan Remehkan Maksiat – Ustadz Mizan Qudsiyah 7Mb
https://app.box.com/s/x6ay7npeiglsz80u9gimi5z6t5f65kjj
Meremehkan Maksiat – Ustadz Firanda
Andirja.m4a
https://app.box.com/s/miy1mpggt0p35jglhgwd2og3b6j8bk6f


Meratapi Dosa dan Maksiat-Ust.Zainal Abidin Syamsudin


=…
Kumpulan Ebook

Ebook
Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ (Macam-macam Penyakit Hati yang.Membahayakan dan Resep Pengobatannya) -Karya : Ibnu Qayyim Al Jauziyah-566Halaman
https://app.box.com/s/dfnvyzv4xyzwxk14a9e5i1w0gmx4ygxx 
Ringkasan Pokok Aqidah Salafiyah Tentang Perkara Keimanan Masyaikh Markaz Imam Al Albani (40hlm )
https://bit.ly/e-pokok
Dosa – Dosa Besar-Imam Adz-Dzahabi
Link1:https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDbmxMN3M2bjlwRms
Link2:https://archive.org/download/DOSAMAKSIATZINA/Imam%20Adz-Dzahabi%20-%20Dosa-dosa%20Besar.pdf
Berhentilah Saudaraku Dari Perbuatan Maksiat(34Hlm)

Klik untuk mengakses Berhentilah%20Saudaraku%20!.pdf


Meninggalkan Maksiat karena Allah

Klik untuk mengakses id_Meninggalka_Maksiat_Karena_Allah.pdf


HUBUNGAN DOSA, KEMAKSIATAN DAN AKHLAK DENGAN Aqidah

Klik untuk mengakses id_islam_qa_84299.pdf


Dampak Negatif Kemaksiatan

Klik untuk mengakses id_shoom_alm3sia.pdf


Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix
https://drive.google.com/file/d/0B3FT6ui1GzNVRW9XeGNaMGFTOTQ/view?usp=drivesdk
Syarh Prinsip Dasar Keimanan-Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Klik untuk mengakses SyaikhIbnuUtsaimin-Prinsip2DasarKeimanan.pdf


Apa Itu Iman
https://www.box.com/s/28b8c9abcafd543faaf1
Penjelasan Tentang Pembatal Keislaman-Sulaiman bin Nashir bin Abdullah al-Ulwan
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDb0xJRXRaWXBfVlk
Aqidah Imam Syafi’i dalam Masalah Keimanan& Manhajnya Dalam Menetapkan Keimanan

Klik untuk mengakses Manhaj-Aqidah_Imam-Syafi’i-bab-II.pdf


.
Sebab – sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman

Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman


Iman Bertambah Sempurna dan Berkurang ?

Iman Bertambah Sempurna Dan Berkurang?


Iman Bisa Bertambah dan Berkurang

Iman Bisa Bertambah dan Berkurang


Apakah Iman Bertambah dan Berkurang ?

Apakah Iman Bertambah dan Berkurang?


.
MAKSIAT Tidak Bisa Mengganggu KEIMANAN | Gus Baha
https://m.youtube.com/watch?v=g1Oeki42_dA

=…
➡ Gus Baha, Antara Kemaksiatan dan Keimanan

.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
Mbah Haha, antara kemaksiatan dan keimanan
—–
✅ Saya perhatikan dengan seksama rekaman suaranya mbah haha, dari pengantarnya sampai kesimpulannya.
‼ Ternyata benar, melalui lisannya sendiri dia berkata dua point pokok yang berbahaya :

1. Kemaksiatan tidak mengganggu keimanan.
2. Keimanan itu adalah hal yang permanen.

Hwarakadah….
.
Padahal yang namanya keimanan itu naik dan turun. Bisa bertambah hingga imannya tinggi menjulang seperti gunung, dan juga bisa berkurang hingga tidak tersisa sedikitpun.
Iman bertambah karena ketaatan, dan juga berkurang karena kemaksiatan.
.
‼ Sekarang jika dikatakan kemaksiatan itu tidak bisa mengganggu keimanan, karena iman itu adalah hal yang permanen. Maka kenapa kok Iblis bisa berubah menjadi kafir dan dilaknat?

.
Padahal kan harusnya Iblis itu dianggap tetap keimanannya, dan kemaksiatannya ngeyel lagi sombong tidak mau sujud kepada Nabi Adam itu, tidak akan mempengaruhi keimanannya karena iman itu dianggap tetap lagi permanen.
Tapi kan ternyata faktanya tidak.

***
.
Iblis itu sebelumnya makhluk yang sangat beriman lho.
.
‼ Dia itu salahnya hanya bermaksiat saja kepada Allah. Ngeyel dan sombong nggak mau nurut ketika diperintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam
.
.
Walau begitu, Iblis tetap mengakui Allah sebagai Rabb-Nya (Tuhannya). Mana ada riwayat yang mengatakan Iblis menganggap ada sosok Tuhan lain selain Allah? Nggak ada.
.
‼ Mengajak orang untuk Kafir, syirik, menganggap ada tuhan lain selain Allah, mengajak orang bermaksiat, dan menyesatkan manusia. Maka ini
iya.
.
Akan tetapi Iblis menganggap ada sosok Tuhan lain selain Allah? Maka ini nggak ada dalilnya.
.
‼ Dan Iblis sendiri ketika bersumpah akan menyesatkan manusia itu, dia bersumpah atas nama kemuliaan Allah.
.
✅ Padahal harusnya kalau dia kafir karena menganggap ada Tuhan selain Allah, maka harusnya dia bersumpah atas nama selain Allah. Yang mana ini adalah kesyirikan. Tapi nyatanya tidak
.
.
✅ Di dalam Al Qur’an, disebutkan bahwa Iblis berkata
.
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
.
“Iblis menjawab, ‘Demi kemuliaan kekuasaan-Mu! Aku akan menyesatkan mereka semuanya.’” [QS Shod : 82]

.
Dhomir “ka” (ك) atau “Kamu” itu kembalinya kepada Allah. Nggak pernah ada mufassirin yang mengembalikannya kepada selain Allah, dalam artian Iblis bersumpah dan menganggap ada Tuhan selain Allah.
.
Ya nggak mungkin. Wong ayat itu konteks nya Iblis sedang berbicara kepada Allah secara langsung.
.

Atau mungkin masih ada yang ngeyel dengan berkata, Iblis kafir karena mempertuhan dirinya sendiri selain Allah?
.
Ah, mosok?

Kalau benar Iblis mempertuhan dirinya sendiri, dan menganggap dirinya itu Tuhan tandingan selain Allah. Maka harusnya ayat Nya itu berbunyi Fabi’zzatii ( فَبِعِزَّتِي) “Demi kemuliaan kekuasaan diriku sendiri”, dan bukan Fabi’zzatika ( فَبِعِزَّتِكَ) “Demi kemuliaan kekuasaan Mu (Allah)”. Dhomirnya berubah.
Tapi kan faktanya nggak.

.
Iblis tetap mengakui Allah sebagai satu satunya Tuhan yang menciptakannya dan yang Maha berkuasa atas segala sesuatu. Iblis tidak pernah mempertuhan selain Allah ataupun mempertuhan dirinya sendiri.
.
✅ Walau begitu hal ini tetap tidak menyebabkan Iblis dianggap tetap beriman, karena dia kafir dengan bermaksiat ngeyel sombong lagi menentang perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam.

.
Jadi intinya kemaksiatan itu mempengaruhi keimanan. Baik itu mengurangi keimanan hingga menjadi sedikit. Ataupun bisa sampai hilang sama sekali.
.
✅ Iman itu bukan hal yang permanen sebagaimana yang dikatakan mbah hah
a.
Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman,
.
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
.
Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.” [QS. Shod : 73-74]
.***
Lalu sekarang bagaimana dengan argumentasi argumentasi yang dikatakan oleh mbah Haha, mengenai perkataannya kemaksiatan tidak akan bisa mengganggu keimanan, dan kemaksiatan itu adalah hal yang permanen?
.
‼ Jawabnya, bahwasanya saya lihat ada 3 jenis argumentasi yang dia gunakan. Tiga macam jenis argumentasi itu adalah sebagai berikut :
.
✅ 1. Jenis argumentasi kisah kisah opini
.
‼ Seperti misal, kisah pengalaman pribadinya bahwa ada orang yang jumatan di kapal, lalu ada juga golongan yang tidak jumatan di kapal.
Yang tidak jumatan itu ada yang merasa terganggu dengan orang jumatan, dan melecehkannya.

.
Dan ada juga yang walaupun tidak jumatan, namun dia tidak terima serta marah jika yang sholat jumatan itu dihina.
.

Ini gimana, nggak jumatan tapi marah jika ada orang sholat jumatan dihina? Demikian kurang lebih penggiringan opininya.
.
Opini yang kedua adalah dua orang pemabuk yang bertengkar masalah foto seorang tokoh yang dianggap wali.
.
Yang mana walaupun dia pemabuk, tukang maksiat, tapi dia tidak terima jika foto walinya itu dilecehkan.
.
Dari dua kisah ini dia hendak menggiring opini. Bahwa walaupun orang bisa bermaksiat, namun sembari bermaksiat, dia juga bisa cinta dan suka dengan orang orang sholeh lagi taat.
.
Dengan kata lain, kecintaan dan kesukaan nya terhadap orang yang beriman itu, walaupun dia pemaksiat, adalah bukti keimanannya.
.
Dan kemudian terus digiring bahwa kemaksiatan tidak akan bisa mengganggu keimanan, dan kemaksiatan itu adalah hal yang permanen
.

‼ Kita jawab :
.
Bahwasanya semata mata hanya karena mencintai orang Sholeh lagi taat, maka itu tidak bisa menjadi bukti secara mutlaq bahwa dia adalah seorang yang beriman. Apalagi itu dianggap sebagai bukti bahwa iman itu permanen, tetap, dan tidak bisa berkurang.
Tidak bisa itu.
.

‼ Ini karena buktinya, Abu Tholib itu sosok orang yang sangat mencintai Rasulullah. Dia tidak rela Rasulullah dihina hina. Bahkan dakwah Rasulullah pun juga didukung dan dilindungi oleh Abu Tholib.
.
Akan tetapi tetap Abu Tholib itu Kafir dan masuk neraka, walau dia sangat mencintai Rasulullah dan membela dakwah nya. Kecintaannya sama sekali bukan bukti bahwa dia adalah orang yang beriman.
.
Bukti sanggahan lain, bahwasanya Rasulullah menafikan sebutan keimanan kepada orang-orang yang melakukan kemaksiatan dosa besar sebagai hukuman.
.
Ini dalam artian bahwa orang-orang yang melakukan kemaksiatan dosa besar itu, sedikit lagi berkurang imannya. Maka dari itu dinafikan sebutan iman kepadanya sebagai hukuman dan pengingkaran. Sebagaimana orang miskin tidak dikatakan berkecukupan, walaupun sebenarnya dia juga memiliki harta walau sedikit. Iman ada, namun sedikit atau sedang turun lagi berkurang.
.
✅ Rasulullah shalalloohu alaihi wa sallam bersabda,
.
لاَ يَزْنِيْ الزَّانِيْ حِيْنَ يَزْنِيْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلاَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِيْنَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلاَ يَسْرِقُ حِيْنَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
.
‼ “Tidaklah seorang pezina itu berzina dalam keadaan dia seorang Mukmin, tidaklah peminum minuman keras itu minum minuman keras dalam keadaan dia seorang Mukmin, dan tidaklah seorang pencuri itu mencuri ketika dalam dia dalam keadaan Mukmin” [Muttafaq ‘alaihi]
***
.
✅ 2. Jenis argumentasi riwayat riwayat palsu, nggak jelas, plus ngapusi.
.
Sebagaimana dia sebutkan riwayat yang berasal dari Ihya ulumuddin. Bahwasanya ada seorang fasiq lagi maksiat suka kepada dengan para hawariyun pengikut Nabi Isa yang Sholeh.
.
Dia suka dan mencintai orang orang Sholeh, walaupun dia bukanlah seorang yang taat dan suka bermaksiat.
.
Sehingga karena kecintaan dan kekagumannya itu, orang fasiq itu suka untuk mengikuti para hawariyun dalam perjalanan.
.
Ada satu hawariyun yang merasa sombong dan tinggi hati, merasa tidak suka diikuti oleh orang fasiq itu. Sehingga dia sengaja berjalan lebih dulu di depan dan agak menjauh.
.
Atas hal ini kemudian Nabi Isa mendapatkan wahyu. Bahwasanya karena kejadian itu, maka seluruh hawariyun dihapuskan seluruh amal ketaatannya menjadi nol, dan demikian juga orang fasiq itu dihapus kemaksiatan nya menjadi nol.
.
Sehingga kedudukan hawariyun dan orang fasiq itu menjadi sama dan sejajar di hadapan Allah.
.
Kisah hawariyun ini kemudian dijadikan penggiringan opini, bahwasanya kemaksiatan itu tidak bisa mengganggu keimanan, dan keimanan itu adalah hal yang permanen.
.

Penggiringan opini kisah hawariyun ini juga memberikan pengaruh pemahaman bahwasanya antara orang yang taat dan orang yang bermaksiat itu sebenarnya tidak ada bedanya. Maka dari itu jangan sombong.
.
‼ Maka dari itu kita jawab bahwasanya kisah ini jelas ngapusi, palsu, ngawur, bin nggak jelas.

.
Ihya ulumuddin memang terkenal suka meriwayatkan hadits hadits lemah dan palsu, yang sama sekali tidak bisa dijadikan pegangan dalam beragama.
.
‼ Apalagi kisah ini sebenarnya bertentangan dengan Al Qur’an.

.
✅ Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman,
.
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ
.
‼ “Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? (Tidak) Mereka tidak sama” [QS As Sajdah : 18]
.
Bagaimana mungkin kisah yang tidak jelas itu bisa mengalahkan Al Qur’an?
.***
✅ 3. Jenis argumentasi hadits hadits yang shohih, namun diselewengkan pemahamannya atau salah dalam memahaminya.
.
Ini seperti kisah seorang sahabat yang bernama Abdullah, yang karena saking suka maksiatnya minum Khomr sampai dijuluki Himar (sejenis binatang keledai).
.
Yang mana karena si Himar ini bolak balik minum Khomr dan dita’zir hukum cambuk oleh Rasulullah. Sampai ada sahabat yang gemes dan melaknat Abdullah si Himar sang pelaku maksiat itu.
.
‼ Rasulullah pun mencoba melerai dan berkata, “Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul Nya”.
.
✅ Di sinilah mbah haha mencoba menggiring opini dengan berdasarkan hadits shohih ini, bahwasanya orang itu walaupun bermaksiat dia tetap bisa mencintai Allah dan Rasul Nya.
.
‼ Yang mana kemudian berujung kepada penggiringan opini bahwa kemaksiatan itu tidak bisa mengganggu keimanan, dan
keimanan itu adalah hal yang permanen.
.
Buktinya ya sahabat yang bermaksiat dan suka minum Khomr itu sampai dibelain oleh Nabi dengan berkata, “Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul Nya”
..
‼ Hal ini kita jawab, bahwasanya Rasulullah melakukan itu hanya semata demi hikmah mashlahat madhorot, agar sahabat itu tidak terjebak di dalam maksiat yang lebih dalam karena dihina dan dilaknat.
.
✅ Dalam artian dia sebenarnya masih bisa dirangkul dan diajak untuk bertaubat. Maka dari itu Rasulullah berkata, “Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul Nya”.

.
Perkataan ini sama sekali bukan dengan maksud menganggap bahwa kemaksiatan itu tidak bisa mengganggu keimanan, dan keimanan itu adalah hal yang permanen.
.
Yang namanya kemaksiatan itu ya mengganggu iman, dan harus dihilangkan dengan cara bertaubat. Dan keimanan itu bukan hal yang permanen. Iman itu bisa naik karena ketaatan dan turun karena kemaksiatan.
.
Ini terbukti dalam riwayat lain yang juga shohih, sama berkaitan dengan masalah sahabat yang suka bermaksiat suka minum Khomr yang dikasih julukan Himar ini. Yang kemudian ada sahabat lain yang melaknat dan mencacinya.
.
✅ Dalam riwayat ini Rasulullah shalalloohu alaihi wa sallam bersabda,
.
لا تكونوا عونا للشيطان على أخيكم
.
‼ “Janganlah kalian menjadi pembantu Syaitan dalam menjerumuskan lebih dalam saudara kalian ini” [Hr. Al Bukhari]
.
Jadi inilah sebenarnya maksud dari perkataan Rasulullah “Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul Nya” itu.
.
‼ Yakni perkataan itu bermaksud untuk berusaha merangkul agar mau bertaubat dan tidak merasa dikucilkan.

.
Hadits ini bukan bermaksud bahwa kemaksiatan itu tidak akan bisa mengganggu keimanan, dan keimanan itu adalah hal yang permanen.
.
Ngawur it
u.
Inilah bahayanya memahami hadits sepotong sepotong walaupun shohih. Dan tidak disandingkan dengan hadits shohih yang lain, yang mana sebenarnya hadits shohih itu saling menafsirkan antara satu sama lain.
Ini hal yang bahaya sekali.

.*
Jenis argumentasi hadits shohih yang lain namun diselewengkan pemahamannya, atau salah dalam cara memahaminya adalah hadits Rasulullah shalalloohu alaihi wa sallam,
.
من قال لا إله إلا اللهُ دخل الجنَّةَ
.
‼ “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallooh, maka dia masuk s
urga”
.
Dalam artian hadits yang Shohih ini difahami, pokoknya kalau sudah berkata laa ilaaha illallooh maka berarti aman. Dia pasti masuk surga.
.
Kemaksiatan bagi orang yang sudah mengucapkan perkataan laa ilaaha illallooh itu tidak akan bisa mengganggu keimanannya.
.
✅ Keimanan itu adalah hal yang permanen yang tidak bisa berubah karena kemaksiatan.

.
Jadi konsekuensinya, ya bebas bebas aja mau melakukan kemaksiatan kayak apapun. Aman Gan…..
.
‼ Kita jawab,
.
Bahwasanya kalimat laa ilaaha illallooh itu tidak hanya asal ucap saja, maka langsung aman. Pasti masuk surga. Kemaksiatan tidak akan berpengaruh.
.
‼ Buktinya orang orang munafik pada zaman Rasulullah itu juga mengucapkan Laa ilaaha illallooh. Akan tetapi mereka tetap dianggap kafir dan masuk neraka. Dan ini dalilnya jelas. Ini sebagaimana orang Munafiq yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul, yang turun wahyu Rasulullah dilarang untuk mensholatinya ketika meninggal.
.

Ucapan laa ilaaha illallooh itu tidaklah bisa menyelamatkannya, jika itu hanya sekedar ucapan semata.
.
‼ Jadi bagaimana yang benar
?
.
✅ Yang benar adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh seorang Ulama Salaf yang bernama Wahb bin Munabbih, yang diriwayatkan secara mu’allaq oleh Imam Al Bukhari di dalam Shohih Bukhari nya.
.
Wahb bin Munabbih pernah ditanya,
“Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?”
.
‼ Wahb menjawab:
.
‼ “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu!”
.

✅ Jadi dari penjelasan Wahb bin Munabbih tadi, dalam memahami hadits tersebut bahwasanya yang namanya kalimat laa ilaaha illallooh itu tidak hanya sekedar dilafalkan saja.
.
‼ Akan tetapi perlu difahami dan diamalkan juga maknanya, rukunnya, syaratnya, dan juga berikut konsekuensinya juga.
.
✅ Jadi tidak hanya asal sembarangan memasukkan kunci ke pintu surga dengan cara mengucapkan Laa ilaaha illallooh secara formalitas saja, agar pintu surga terbuka. Akan tetapi perlu juga memasukkan kunci dengan gerigi kunci yang tepat agar pintu tersebut terbu
ka.
.
Sebab jika tidak, maka tentu orang orang Munafiq yang bagi mereka mengucapkan Laa ilaaha illallooh itu hanyalah sekedar formalitas belaka, tentu akan masuk surga juga. Tapi kan faktanya tidak
..
‼ Sekali lagi,

Inilah bahayanya memahami hadits sepotong sepotong walaupun shohih. Dan tidak disandingkan dengan dalil Al Qur’an dan hadits shohih yang lain, yang mana sebenarnya dalil dalilitu saling menafsirkan dan menjelaskan antara satu sama lain.
.
‼ Ini hal yang bahaya sekali.
Nggak pernah Islam mengajarkan, asalkan mengatakan laa ilaaha illallooh, apalagi sambil dzikir kencang kencang dan menggoyang goyangkan kepala, maka kemaksiatan itu aman baginya.
.
✅ Kemaksiatan itu tidak akan pernah bisa mempengaruhi keimanannya, karena keimanan itu sudah menjadi permanen di dalam dirinya.
Silakan bermaksiat, orang beriman mah bebas…..
‼ Nggak pernah Islam mengajarkan hal yang seperti itu.

***
✅ Demikian kiranya tulisan kritikan dan bantahan dari saya.
.
‼ Semoga bermanfaat dan mudah untuk difahami.
Kautsar Amru