NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (9)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.
➡ NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (9)
.

SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
Bag1: https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy
Bag2: https://app.box.com/s/ot85f6swi7eoo5gq8xo7zbf4dmv3yr09
Bag3: https://app.box.com/s/ndenms4oo8eoc5m9vwev6hp7l2rbv5hj
Bag4: https://app.box.com/s/e2jnye0vbtk2gzqhwo92f8ul0by13n1c
Bag5: https://app.box.com/s/3ybtmcj8o4wtbkwvlny9j1v8ca8ljc8q
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu – Ustadz Dr. Fauzi Basulthona, Lc.,(29Mb)
https://app.box.com/s/mdfghk5enuckul3y6g6akxbxyd44rnc7
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’i USTADZ YAZID BIN Abdul Qadir Jawas
https://app.box.com/s/vcu5ek824mafd9f2apojihewzm2brvzq
KISAH DERITA PENUNTUT ILMU-USTADZ ABDUL QODIR ABU FA’IZAH LC
https://drive.google.com/file/d/14oEBXyWqb1GaYpGu8g_ZDWsKgcbqqBPh/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU – Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/10CjrWWXzKRDkTASRYj5KoBIX_IzhQV41/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Merasa Berilmu – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah 27Mb
https://app.box.com/s/30zim7zzrygmmcigryi54vea0p6qc7d8
Adab Penuntut Ilmu – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 20Mb
https://app.box.com/s/bczr2bp2ex0hzr2yqpilx5w2ugtj1g9a
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH-Ust Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqeqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb
https://app.box.com/s/bfjevs60k2zz33h6isfw426qzsnvnwqv
KIAT SUKSES PEMUDA DALAM MENUNTUT ILMU-Ust.Dzulqarnain M. Sunusi Hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1CzKomhwXWAtMdblO4cfJAJeGhOK78q7j/view?usp=drivesdk
=…
Ebook
Al-Quran Sumber Segala Ilmu-Nor Kandir 144Hlm
http://bit.ly/2m6OLGC
Arbain 40Hadits Penuntut Ilmu

https://norkandirblog.files.wordpress.com/2017/03/arbain-penuntut-ilmu.pdf


Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Ilmu-275Halaman
https://app.box.com/s/188cm7siyo5w238mx308u0nlhb9kggld
Nasehat Bagi Penimba Ilmu (26Hlm)
https://app.box.com/s/brnnulkqjclbz9zxvzjnbc96mci3b1tj
Sekelumit Catatan dan Nasihat Bagi Pencari
Ilmu [51Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1me1-9tCYf5MTKw5u6sTEvC7snBdfPK1D
Langkahkan Kakimu Tuk Menimba Ilmu [26Hlm]

https://archive.org/download/kultum_201604/langkah.pdf


Kewajiban Menuntut Ilmu Agama-Muhammad bin al-Husain alAjurri
https://drive.google.com/file/d/1rEg00gXPKEQhbCiZ696JNvLPUZ1kskBf/view
Menuntut Ilmu Agama(Syar’i)
https://www.box.com/s/a9ef1724d376f0b28b22
Adab Menuntut Ilmu 24Halaman

https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/35-adab-penuntut-ilmu.pdf


Lentera Penuntut Ilmu 73Halaman
https://app.box.com/s/gw1ba62ifiy10ld4uwa17slefjn5a1pf
10 Pilar Meraih Ilmu
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
Sejuta Keutamaan Ilmu Agama
https://www.dropbox.com/s/y4equlfqy8vyi9e/buletin-dakwah-jumat-edisi-17.rar?dl=1
Prinsip Prinsip Mengkaji Ilmu Agama
https://www.box.com/s/66d0df41b03435d50c62
(Perjalanan Menuntut Ilmu)

https://archive.org/download/FaidahRihlahAlKhathibAlBaghdadi/Faidah%20Rihlah%20Al%20Khathib%20Al%20Baghdadi.pdf


40 hadits tentang keutamaan ilmu dan
keutamaan menuntut ilmu
https://archive.org/download/ArbaunFiThalibAlIlm/Arbaun%20Fi%20Thalib%20Al%20Ilm.pdf 

بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
➡ NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (9)
Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah-
(Masjid Nurul Iman)
.
KIAT-KIAT MERAIH ILMU SYAR’I
.

Ada dua jalan untuk bisa meraih ilmu syar’i:
.
PERTAMA: Mengkaji dari kitab-kitab terpercaya yang dikarang oleh para ulama yang ilmunya, amanahnya dan keselamatan akidahnya dari bid’ah dan khurafat: memang telah dikenal. Akan tetapi ada dua rintangan dalam menuntut ilmu dengan cara ini: (1)lamanya waktu, dan (2)umumnya ilmu orang yang mengambil ilmu dari kitab itu lemah: karena tidak dibangun diatas kaidah dan landasan yang kuat, dan ilmunya lemah: karena tidak ada yang membimbingnya untuk menguasai kaidah-kaidah. Dan banyak orang yang baca kitab tapi tidak menguasai kaidah-kaidah; karena tidak ada arahan dari guru. Seperti perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah- dalam “Nuuniyyah”-nya:
.
وَالْجَهْلُ دَاءٌ قَاتِلٌ وَشِفَاؤُهُ … أَمْرَانِ فِي التَّرْكِيْبِ مُتَّفِقَانِ
نَصٌّ مِنَ الْقُرْآنِ أَوْ مِنْ سُنَّةٍ … وَطَبِيْبُ ذَاكَ الْعَالِمُ الرَّبَّانِي
.
‼ “Kebodohan adalah penyakit yang mematikan dan obatnya ada dua perkara yang bersepakat dalam susunannya.
Nash dari Al-Qur-an atau dari Sunnah, dan dokternya adalah ‘alim rabbani.”

.
Maka, harus ada bimbingan terlebih dahulu dari guru, dan tidak bisa seorang penuntut ilmu langsung membaca kitab secara autodidak.
.
✅ Seperti perkataan Imam Asy-Syafi’i -rahimahullaah-:
.
أَخِيْ لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ … سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَان
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَبُلْغَةٌ … وَإِرْشَادُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَان
.
‼ “Saudaraku, engkau tidak akan mendapat ilmu melainkan dengan enam perkara,
aku beritahukan kepadamu rinciannya dengan jelas:
‼ Kecerdasan, kemauan keras, bersungguh-sungguh,bekal yang cukup, bimbingan ustadz, dan waktu yang lam
a.”
.
Membaca kitab-kitab itu bagus tapi harus ada yang membimbing, kecuali kalau penuntut ilmu itu sudah menguasai kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah kemudian ia membaca kitab sendiri; maka tidak masalah.
.
‼ Adapun kalau seorang penuntut ilmu belum memiliki kaidah-kaidah; maka ia harus belajar kepada guru terlebih dahulu, dan dia harus memilih-milih dalam mencari guru.
.

KEDUA: Mengkaji ilmu dari seorang guru yang terpercaya dalam ilmu dan agamanya; seperti perkataan Ibnu Sirin -rahimahullaah-:
.
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ، فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ
.
‼ “Ilmu ini adalah agama; maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
.

Maka, sebelum kita mengambil ilmu dari seorang guru; kita harus mengetahui ‘aqidah, manhaj, kebaikan akhlak, amanah dalam agama dan kejujurannya. Akan tetapi yang ada sekarang: banyak orang yang belajar dari guru-guru yang tidak jelas, bahkan dari orang yang tidak berilmu; sehingga terjadi kesesatan.
.
‼ Jika penuntut ilmu menggabungkan kedua cara di atas (belajar dari guru dan juga membaca buku); maka itu lebih baik dan lebih sempurna.
.

✅ Syaikh Bakr Abu Zaid -rahimahullaah- berkata:
Barangsiapa belum menekuni dasar-dasar ilmu; niscaya tidak akan bisa menguasai ilmu yang diinginkan. Dan barangsiapa ingin mendapatkan ilmu sekaligus; maka ilmu itu akan hilang darinya secara sekaligus pula. Ada sebuah ungkapan mengatakan: ‘Penuh sesaknya ilmu yang didengarkan secara berbarengan; akan menyesatkan pemahaman’.”
.

Dasar-dasar ilmu itu seperti: Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam istidlal (berdalil), dan termasuk juga bahasa Arab, dan lain-lain.
Dan tidak bisa seorang bisa baca satu kitab kemudian ingin langsung habis. Dan tidak bisa juga kita membaca kitab secara berbarengan; seperti baca kitab ini kemudian kitab itu.
.
✅ Demikian juga antum ngaji di sini kemudian pulang; maka harusnya dimuraja’ah lagi, bukan langsung ngaji di tempat lain. Maka ilmunya akan penuh sesak.
.

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:
.
{وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيْلًا}
.
‼ “Dan Al-Qur-an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.” (QS. Al-Israa’: 106)
.

{وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيْلًا}
.
‼ “Dan orang-orang kafir berkata: “Mengapa Al-Qur-an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).” (QS. Al-Furqan: 32)
.
{ الَّذِيْنَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُوْنَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ }
.
‼ “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah: 121)
.

Maka, Al-Qur-an diturunkan secara bertahap, dan kita diperintahkan untuk membacanya, mentadabburinya dan mengamalkannya.
.
‼ Berikut ini beberapa perkara yang harus kita perhatikan pada setiap disiplin ilmu yang hendak kita pelajari:
.
1. Menghafal kitab ringkasan tentang ilmu tersebut.
2. Menguasainya dengan bimbingan guru yang ahli di bidangnya.
3. Tidak menyibukkan diri dengan kitab-kitab besar yang panjang lebar merinci permasalahan sebelum menguasai pokok permasalahannya.
4. Tidak pindah dari satu kitab ke kitab lainnya tanpa ada sebab (tuntutan), karena ini termasuk sifat bosan.
5. Mencatat “fawaa-id” (faedah-faedah) dan kaidah-kaidah ilmiah.
6. Membulatkan tekad untuk menuntut ilmu dan meningkatkan keilmuannya serta penuh perhatian dan mempunyai keinginan keras untuk bisa mencapai derajat yang lebih tinggi sehingga bisa menguasai kitab-kitab besar dan panjang lebar dengan sebuah dasar yang
kokoh.
.
Seorang penuntut ilmu ketika membaca suatu kitab; maka harus selesai, kemudian diulang lagi. Dan “tikraar” (mengulang-ulang) dalam ilmu adalah suatu hal yang dituntut. Para ulama dalam membaca kitab; mereka ulangi berkali-kali, bahkan sampai puluhan kali, bahkan ada yang sampai ratusan kali .
.
KIAT PERTAMA: MENGIKHLASKAN NIAT DALAM MENUNTUT ILMU
.

✅ Niat ini sangatlah penting. Allah memerintahkan kita untuk beribadah dengan ikhlas. Allah berfirman:
.
{وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ}
.
‼ “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan Shalat dan menunaikan Zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah:5)
.
Menuntut ilmu syar’i adalah ibadah yang paling agung dan mulia di sisi Allah -‘Azza Wa Jalla-, karena itu wajib ikhlas dalam menunut ilmu semata-mata karena Allah -‘Azza Wa Jalla-.
‼ Menuntut ilmu syar’i adalah perkara yang mulia; karenanya penuntut ilmu dikelilingi oleh malaikat yang meletakkan sayapnya karena ridha dengan apa yang dilakukan oleh penuntut ilmu. Majlis-majlis ilmu adalah taman-taman Surga; maka kita berusaha untuk mendatanginya.
.
✅ Ilmu lebih utama dari harta, maka kita harus ikhlas dalam menuntut ilmu. Ilmu tidak bisa dibandingkan dengan harta, orang yang mengajarkan ilmu jika dibayar dengan 10 juta atau bahkan 100 juta; maka itu kecil, karena ilmu adalah jalan menuju Surga. Sehingga para ulama sangat memuliakan ilmu: ketika diminta para pejabat atau orang kaya untuk datang mengajarkan ilmu di rumah mereka; maka para ulama tidak mau.
.
‼ Berbeda dengan sebagian da’i pada zaman ini yang mau diminta datang ke orang kaya; maka akan hilang keikhlasannya, karena ada yang dia cari; yaitu harta. Imam Malik -rahimahullaah- tidak mau datang ke penguasa, demikian juga Imam Al-Bukhari. Harusnya penuntut ilmulah yang datang ke majlis ilmu. Dan kalau mereka datang; maka alhamdulillah. Adapun jika mereka tidak mau; maka tidak masalah, dan walaupun yang datang hanya satu orang; maka tidak mengapa.

.
✅ Rasulullah -shallallaaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ؛ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا؛ فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
.
‼ “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya; maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya; maka hijrahnya sesuai dengan tujuan hijrahnya itu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.

Kita melaksanakan apa saja; maka niat kita harus jelas. Seperti antum datang ke majelis ilmu ini: niatnya bukan untuk jalan-jalan, bukan ketemu teman, atau sedang cari makan kemudian cuma mampir ke masjid, atau cuma mau dagang. Demikian juga ketika kita mengajarkan ilmu, ketika sedekah, Shalat, Haji, dan ‘umrah; maka juga harus ikhlas. Oleh karena itulah ketika di awal kajian ini diingatkan: harus ikhlas. Dan hal ini harus diulang-ulang, karena sangat disayangkan kalau ibadah dilakukan tidak dengan ikhlas sehingga tidak diterima oleh Allah.
.
‼ Dan menuntut ilmu yang bukan karena Allah: termasuk dosa besar, dan penyebab tercegah dari aroma Surga, dan Allah menyediakan adzab yang pedih bagi orang yang meniatkannya bukan karena Allah
. Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ، لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا؛ لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
.
‼ “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi; maka ia tidak akan mendapatkan aroma Surga pada hari kiamat.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lain-lain]
.

Mencari wajah Allah yaitu: ingin melihat wajah Allah, dan ini terjadi di Surga. Tapi kalau dilakukan karena keuntungan duniawi, uang, kedudukan dan jabatan; maka akan rugi, dan tidak mendapatkan apa-apa, bahkan termasuk dosa besar; karena dalam hadits di atas disebutkan: tidak mencium aroma Surga.
.
✅ Dan lebih jelas lagi: sabda Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:
.
…وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ…
.
‼ “…Dan seseorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur-an, ketika dihadapkan dan diberitahukan nikmat-nikmat Allah kepadanya dan ia mengakuinya, lalu ditanyakan kepadanya: ‘Apa yang kau lakukan padanya (nikmat-nikmat tersebut)?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur-an karenamu.’ Allah berfirman: ‘Engkau dusta! Akan tetapi engkau mempelajari ilmu agar disebut orang yang berilmu, dan engkau membaca Al-Qur-an agar dikatakan sebagai qari’, dan hal itu sudah engkau dapatkan.’ Kemudian wajahnya diseret hingga dimasukkan ke dalam Neraka…” [HR. Muslim dan lainnya]
.
Dalam hadits ini juga disebutkan ada orang yang berjihad dijalan Allah -yang merupakan puncaknya agama-, tapi bukan karena Allah, hanya supaya disebut pemberani; maka ia disereti ke Neraka. Dan yang ketiga: bersedekah supaya disebut dermawan; maka ia juga diseret ke Neraka.
.
‼ Sekarang orang bisa berkata: ‘Saya ikhlas.’ Tapi Allah mengetahui isi hatinya. Karena ada penyakit-penyakit tersembunyi; seperti riya’.
.

✅ Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat th. 161 H) -rahimahullaah- berkata: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat untuk aku obati daripada niatku.”
.
‼ Imam Hasan Al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- berkata: “Siapa yang mencari ilmu karena mengharap negeri akhirat; maka ia akan mendapatkannya, dan siapa yang mencari ilmu karena mengharap kehidupan dunia; maka kehidupan dunia itulah bagian dari ilmunya.”
.
✅ Abu ‘Abdillah Ar-Rudzabari (wafat th. 369 H) -rahimahullaah- berkata: “Ilmu tergantung amal, amal tergantung keikhlasan, dan keikhlasan mewariskan pemahaman tentang Allah -‘Azza Wa Jalla-.”

.
Maka dalam menuntut ilmu harus ikhlas karena Allah, jangan ingin terkenal, jangan ingin tampil.
.
✅ Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
يَا نَعَايَا الْعَرَبِ! يَا نَعَايَا الْعَرَبِ! (ثَلَاثًا)، إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ: الرِّيَاءُ وَالشَّهْوَةُ الْخَفِيَّةُ
.
‼ “Wahai bangsa Arab! Wahai bangsa Arab! (tiga kali). Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian adalah: riya’ dan syahwat khafiy (yang tersembunyi).” [Lihat: “Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah” (no. 508)]
.
✅ Imam Ibnul Atsir (wafat th. 606 H) -rahimahullaah- mengatakan: “Makna syahwat yang tersembunyi dalam hadits ini adalah: keinginan agar manusia melihat amalnya.”
.
Maka, seorang menuntut ilmu karena ingin terkenal, ingin dihormati, dipuji, disanjung, dan semisalnya: ini tidak boleh, ini syahwat khafiyy.
.
✅ Dan tidak boleh juga menuntut ilmu dengan niat berbantah-bantahan, membantah ulama, membantah orang-orang bodoh, atau agar bisa terlihat hebat di majelis.
Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوْا بِهِ الْعُلَمَاءَ، وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ، وَلَا تَخَيَّرُوْا بِهِ الْمَجَالِسَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ، فَالنَّارُ النَّارُ
.
‼ “Janganlah kalian mencari ilmu dengan tujuan untuk berbangga-bangga di hadapan para ulama, membantah orang-orang bodoh, dan janganlah kalian memilih majelis untuk mencari perhatian orang. Barangsiapa yang melakukan hal itu; maka tempatnya di Neraka, di Neraka.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lain-lain]
.
✅ Motivasi dalam menuntut ilmu ini harus ikhlas karena Allah.
.
‼ Israil bin Yunus (wafat th. 160 H) -rahimahullaah- berkata: “Barangsiapa menuntut ilmu ini karena Allah; maka ia mulia dan bahagia di dunia, dan barangsiapa menuntut ilmu bukan karena Allah; maka ia merugi di dunia dan di akhirat.”
.
✅ Al-Khathib Al-Baghdadi (wafat th. 463 H) -rahimahullaah- berkata: “Kemudian aku wasiatkan kepadamu wahai penuntut ilmu! Luruskanlah niat dalam menuntut ilmu dan bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkannya. Karena ilmu syar’i ibarat pohon, dan amal itu ibarat buahnya. Dan seseorang tidak dianggap sebagai orang yang berilmu selama ia belum mengamalkan ilmunya.”
.
✅ Hisyam bin ‘Abdillah Ad-Dustuwa-i (wafat th. 152 H) -rahimahullaah- berkata: “Demi Allah! Aku tidak akan sanggup mengatakan bahwa aku pernah pergi pada suatu hari untuk mencari satu hadits semata-mata mengharap wajah Allah.”
.
‼ Imam Adz-Dzahabi -rahimahullaah- berkata mengomentari perkataan beliau: “Demi Allah! Tidak juga.”
.

Maka, para ulama sudah berusaha ikhlas; akan tetapi mereka tetap tidak berani untuk mengatakan bahwa mereka telah ikhlas.
.
‼ Ibnu Jama’ah (wafat th. 733 H) -rahimahullaah- berkata: “…Dan janganlah ia (penuntut ilmu) bertujuan -dengan menuntut ilmu itu-: untuk memperoleh keuntungan duniawi; seperti: kepemimpinan, jabatan, kehormatan dan harta, berbangga di hadapan teman-temannya, diagungkan manusia, menjadi pemimpin di majelis, dan yang sepertinya…”
.

______ Lanjut ke Halaman 2 ______