KIAT KEDUA: MEMOHON ILMU YANG BERMANFAAT KEPADA ALLAH -Tabaaraka Wa Ta’aalaa-
.
✅ Setiap hari kita meminta kepada Allah untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Demikian juga Allah perintahkan kepada Nabi-Nya:
.
{…وَقُلْ رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا}
.

Robbi zidnii ‘ilma
n.
.
‼ “…dan katakanlah: “Wahai Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ” (QS. Thaahaa: 114)
.
Bukan tambahan harta.
.
✅ Di antara doa yang diucapkan setiap hari -pada dzikir pagi-:

.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
.

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.

.
‼ “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu: ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” [HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya]
.
✅ Demikian juga Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- berdo’a.
.
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا
.

Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, wa zidnii ‘ilman
.
.
‼ .“Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa yang engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepada
ku.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.]
.
✅ Ilmu yang bermanfaat adalah seperti yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali -rahimahumallaah-:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullaah- (wafat th. 728 H) mengatakan: ”Ilmu adalah apa yang dibangun di atas dalil, dan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibawa oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Terkadang ada ilmu yang tidak berasal dari Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- namun dalam urusan duniawi, seperti ilmu kedokteran, ilmu hitung, ilmu pertanian, dan ilmu perdagangan.” [“Majmuu’ Fataawaa”]
.
✅ Imam Ibnu Rajab -rahimahullaah- (wafat th. 795 H) berkata dalam “Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘Alal Khalaf”:
‼ ”Ilmu yang bermanfaat akan menuntun kepada dua perkara:
.
➡ PERTAMA: mengenal Allah -Tabaaraka Wa Ta’aalaa- dan segala apa yang menjadi hak-Nya; berupa: nama-nama yang indah, sifat-sifat yang tinggi, dan perbuatan-perbuatan yang agung. Hal ini mengharuskan adanya: pengagungan, rasa takut, cinta, harap, dan tawakkal kepada Allah, serta ridha terhadap takdir, dan sabar atas segala musibah yang Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berikan
.
.
KEDUA: mengetahui segala apa yang diridhai dan dicintai Allah -‘Azza Wa Jalla-, serta mengetahui segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya; berupa: keyakinan, perbuatan yang lahir dan bathin, serta ucapan. Hal ini mengharuskan orang yang mengetahuinya untuk bersegera melakukan segala apa yang dicintai dan diridhai Allah -Jalla Wa ‘Alaa-, dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya.
.

Apabila ilmu itu menghasilkan hal ini bagi pemiliknya; maka inilah ilmu yang bermanfaat. Kapan saja ilmu itu bermanfaat dan menancap di dalam hati; maka sungguh, hati itu akan merasa khusyu’, takut, tunduk, mencintai dan mengagungkan Allah -‘Azza Wa Jalla-, dan jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit yang halal dari dunia, dan merasa kenyang dengannya sehingga hal itu menjadikannya qana’ah dan zuhud di dunia.”
.
‼ Mestinya dalam kita menuntut ilmu:
kita tambah takut kepada Allah, tambah dekat kepada Allah,
-kita tambah beribadah dan ta’at kepada Allah,
– kita tambah takut dari maksiat
.

✅ Imam Ibnu Hazm -rahimahullaah- berkata dalam kitabnya “Al-Akhlaaq was Siyar fii Mudaawaatin Nufuus”:
.
أَجَلُّ الْعُلُوْمِ مَا قَرَّبَكَ مِنْ خَالِقِكَ، وَمَا أَعَانَكَ عِلَى الْوُصُوْلِ إِلَى رِضَاهُ
.
‼ “Ilmu yang paling mulia adalah yang bisa mendekatkanmu kepada Penciptamu (Allah) dan apa yang membantumu untuk sampai kepada keridhaan-Nya.
.
Ilmu bukan untuk berbangga-bangga. Ilmu harusnya menjadikan hati bertambah takut kepada Allah, tambah ta’at, tambah Birrul Walidain, tambah sedekah dan amalan-amalan Sunnah, serta tambah takut maksiat.
.
‼ Maka hal ini harus diulang-ulang, jangan sampai ilmu hanya lewat saja karena rutinitas.
Seorang berdo’a meminta ilmu yang bermanfaat kepada Allah; maka harus disertai usaha: dengan menghadiri kajian, dan membaca, juga disertai amal. Dan juga harus bersih hatinya dari penyakit-penyakit: hasad, dengki, serta tamak kepada dunia. Dan dengan bertambahnya ilmu juga harusnya tambah baik akhlak kita, bukan justru tambah kasar
.

✅ Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
سَلُوا اللهَ عِلْمًا نَافِعًا، وَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
.
‼ “Mintalah ilmu yang bermanfaat kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.” [HR. Ibnu Majah dan lainnya]
.

Banyak kaum muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat; seperti: mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam, ilmu hukum sekuler dan lainnya. Maka kita memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat.
.
✅ Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- pernah berdo’a:
.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ، الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
.

Allaahumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal bukhli, wal haromi, wa adzaabil qobri,Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa-yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.

‼ “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, bakhil (kekikiran), pikun, dan dari adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, sebab Engkau adalah sebaik-baik Rabb yang menyucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah puas, serta dari do’a yang tidak dikabulkan (oleh-Mu).” [HR. Muslim]
Maka, antum hafalkan do’a ini! Agar dijauhkan dari hal-hal jelek dan diberikan hal-hal baik yang disebutkan dalam hadits ini. Dan do’a ini bisa dibaca ketika sujud -setelah dzikir sujud-, antara adzan dan iqomah. dan bisa juga pada sepertiga malam terakhir.

.
-ditulis dengan ringkas oleh: Ahmad Hendrix.
2 jam · Publik

.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_