Ikut Serta Merayakan dan Mengucapkan Selamat Hari Raya Orang Kafir
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Merayakan dan Mengucapkan Selamat Hari Raya Orang Kafir-Ust.Yazid Jawas

Hukum Menerima Hadiah dari Orang Kafir di Hari Raya Mereka-Ust.Farhan Abu Muadz

Muslim yang Kehilangan Jati Diri di Musim Natal & Tahun Baru Ust.Sofyan C.Ruray
https://app.box.com/s/ux8gfuiyzsylwu7h0o2240yhu6uaffs6
PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI DALAM TIMBANGAN SYARIAT UST. Abu Hanifah J. Yasin
https://app.box.com/s/y8yfp1qgj72mign89lkfxpe46bdgpgy9
KERUSAKAN PERAYAAN TAHUN BARU Masehi DAN ANJURAN MUASABAH UST. Wira Bachrun
https://app.box.com/s/v54dmrgs6gh9wp5d8d6pqk85nyuzq2jb
BAHAYA BERTASYABBUH ATAS AMALAN NON MUSLIM”
SESI 1 “Nasihat kepada Kaum Muslimin tentang Perayaan Malam Tahun Baru” Oleh Ustadz Abd. Qohhar Daeng Labbang Hafizhahullah Ta’ala
https://drive.google.com/file/d/10KepxlRCBo5k1Y-61-cORijNaOAmlkrV/view?usp=drivesdk
SESI 2 “Indahnya Toleransi, Jauhi Menyerupai”
Oleh Ustadz Abu Abdirrahman Thoriq
https://drive.google.com/file/d/1xjkCYbzkVJIG02B9HY0E_vO49l1dqBHb/view?usp=drivesdk
Sambungan Sesi 2
https://drive.google.com/file/d/1-JYxWrCRwuaBO50DhdgZllMZrj5pk1g4/view?usp=drivesdk
Tauhid Dalam Surat Al-Fatihah – Ustadz
Abdurrahman Thoyyib, Lc.
https://drive.google.com/file/d/1oQ9qCocqFuD-lhJJWKtmkqkGxVBNcAPC/view?usp=drive_open
Di Balik Kandungan Surah Al-Fatihah-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/
d/13Rsiogx_YHYhpTpJRhB8HsO7Mw2rtOHN/view?usp=drivesdk
MUTIARA SURAH AL FATIHAH – USTADZ FAUZAN ABU MUHAMMAD AL-KUTAWY
https://drive.google.com/file/d/1UIbSeM65C2Rley2SRIHFYSInWqByWVBB/view?usp=drivesdk
Inilah Rahasia Keutamaan Surat Al-Fatihah – Ust.Mizan Qudsiyah
https://app.box.com/s/e9bo4aaqpp2mwdewnv9bh07ttsezwjh1
Menyingkap Tabir Surat Al-Fatihah-Ust.Mizan Qudsiyah.webm
https://app.box.com/s/uczsalbl5fi6f39rmvhz4so3zqmdefbx
Menyingkap Tabir Surat Al-Fatihah-Ust.Zainul Fikri.webm
https://app.box.com/s/0f774qh1v2fn7pioxa7pvje1l4zoyz2k
Toleransi dalam Islam – Ustadz Fakhruddin Abdurrahman.3Mb
https://app.box.com/s/wjt1pzbsoi45j3fuhg0psw59kjz97ep6
Ust. Syariful Mahya, Lc MA Konsep Toleransi dalam Islam Part 1.webm.
https://app.box.com/s/bycp16vtcg58230m1wqybrdjvnb75msc
Ust. Syariful Mahya, Lc MA Konsep Toleransi dalam Islam Part 2.webm
https://app.box.com/s/qpfh9chagqdawce11tfp3w85gukcg3x9
Ust. Syariful Mahya, Lc MA Permusuhan Nasrani Hingga Hari Kiamat.webm.
https://app.box.com/s/juc38nshfeu8a0zvybqzqpn8vtdirxgr
Mutiara Faedah Surah Al Kafirun-Jangan Campur Adukan Agama-Ust Darul Falihin
https://drive.google.com/file/d/1D8BWExCdJU4ddadteDT5Gcs_JU7DLh_s/view?usp=drivesdk
Kemungkaran di Akhir Tahun Ust.Sofyan Chalid Ruray
Pembatal Keislaman yang Tidak Disadari (01) 9Mb
https://app.box.com/s/y8mwcmwqr6nw5kxc3qfv3wwa9wcwgd4z
Salah Kaprah Makna Toleransi (02) 7Mb
https://app.box.com/s/5vmgqgqnvds38gqnrxun9lscxqmvmwbj
Bersikap Latah Merayakan Tahun Baru -(03) 6Mb
https://app.box.com/s/c1l7qkiy76e6xhvmr2uygck13atvtlhs
Haramnya Mengucap Selamat Natal Ust. Abu Hanifah Yasin
https://app.box.com/s/i7kmocb91wfxug9xjivasc27yyjetbtg
HARI RAYA NATAL, HARI RAYA SIAPA ? – Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi -Hafizhahullah-
http://bit.ly/2k5jNwN
ISLAM DAN TOLERANSI Ust. Dahrul Falihin
https://app.box.com/s/uvlw571zx8tl2awzyd1fuuru2z9l5bwl

Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku – Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.mp3

Perlukah Kita Bertoleransi”, Ustadz Harits Abu Naufal,

“Mutiara Surat Al Kafirun dan Surah Al Ikhlas” Oleh Ustadz Khidir M.Sanusi
https://app.box.com/s/mpwmwu60kj6eyepydbh8

Tafsir Surah Al-Kafirun-Ust Firanda Andirja

=…
Ebook
Pelajaran dan Hikmah yang Terdapat Dalam Tafsir Surat Al-Fatihah-Abu Haidar 85Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-05.pdf
Tafsir Surat Al-Fatihah 41 Hlm

https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2015/03/103-tafsir-surat-al-fatihah-pdf.pdf


Petikan Faidah Surat Al-Fatihah

https://archive.org/download/PetikanFaidah/Petikan%20Faidah.pdf


Rahasia Indah Surat-Al-Fatihah Meluruskan Penyimpangan Aqidah dan Ibadah-Asy Syaikh Sholeh Bin Fauzan

https://archive.org/download/KumpulanTafsir/rahasia-indah-al-fatihah.pdf


Seorang Mukmin Tidak Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir

https://imnasution.files.wordpress.com/2016/12/muslim-tidak-ikut-hari-raya-kafir.pdf


Haram Merayakan Natal dan Tahun Baru

https://archive.org/download/KumpulanArtikelIslami-BuletinVol.11/HaramMerayakanNatalDanTahunBaru.pdf


Perayaan Natal dan Tahun Baru Simbol Kaum Kuffar

https://archive.org/download/KumpulanArtikelIslami-BuletinVol.11/PerayaanNatalDanTahunBaruSyiarAgamaOrangKafir.pdf


Toleransi Semu Natal dan Tahun Baru

https://archive.org/download/KumpulanArtikelIslami-BuletinVol.11/ToleransiSemuNatalDanTahunBaru.pdf


Perayaan Tahun Baru itu Syiar Kaum
Kuffar.pdf

https://archive.org/download/BULETINVol3/Perayaan%20Tahun%20Baru%20itu%20Syiar%20Kaum%20Kuffar.pdf


Tahun Baru Masehi 52Hlm
https://archive.org/download/BULETINVol3/TAHUN%20BARU%20MASEHI.pdf

Tasyabbuh (Barangsiapa Menyerupai Suatu Kaum Maka Dia Termasuk Golongan Mereka) Dr Nashir Bin Abdul Qarim

https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/TASYABUH.pdf


Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh
Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir
https://www.box.com/s/30b88770ca9335834095
“Belajar Loyal” (Tiga Prinsip Akidah dari BahasanTsalatsah Al-Ushul) – Ust.M.Abduh Tuasikal 72Hlm
https://www.dropbox.com/s/di3yoneatbygdqf/Buku%20Gratis%20-%20Belajar%20Loyal.pdf?dl=1 
=…

.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

Ikut Serta Merayakan dan Mengucapkan Selamat Hari Raya Orang Kafir
.
✅ Selalu saja berulang setiap tahun pembahasan tentang : bolehkah ikut serta merayakan dan mengucapkan hari raya orang kafir ? Seakan-akan telah menjadi agenda tahunan kaum muslimin membicarakannya. Dan memang hanya kaum muslimin yang menaruh perhatian terhadap kemurnian ‘aqidah mereka. Meskipun orang-orang kafir dan para penjilat dari kalangan munafiqin sangat getol menjajakan kolak basi mereka yang meracuni umat Islam, alhamdulillah, senantiasa ada orang-orang yang berdiri menjelaskan dan membela agama-Nya, sepanjang masa, hingga kelak menjelang kiamat tiba.
.
‼ Para ulama telah semenjak dulu menjelaskan keharaman dua perkara tersebut bagi kaum muslimin.

.
Allah ﷻ berfirman:
.
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ  
.
‼ “Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka” [QS. An-Nisaa’ : 140].
.

Al-Qurthubiy rahimahullah menjelaskan:
.
فدل بهذا على وجوب اجتناب أصحاب المعاصي إذا ظهر منهم منكر ؛ لأن من لم يجتنبهم فقد رضي فعلهم، والرضا بالكفر كفر، قال الله عز وجل: ﴿إنَّكُمْ إذًا مِّثْلُهُمْ﴾ فكل من جلس في مجلس معصية ولم ينكر عليهم يكون معهم في الوزر سواء، وينبغي أن ينكر عليهم إذا تكلموا بالمعصية وعملوا بها، فإن لم يقدر على النكير عليهم فينبغي أن يقوم عنهم حتى لا يكون من أهل هذه الآية. وإذا ثبت تجنب أصحاب المعاصي كما بينا فتجنب أهل البدع والأهواء أولى
.
‼ ”Ayat tersebut menunjukkan wajibnya menjauhi para pelaku kemaksiatan apabila nampak pada diri mereka kemunkaran, karena orang yang tidak menjauhi mereka berarti meridlai perbuatan mereka, sementara ridla terhadap kekufuran merupakan kekufuran. Allah ’azza wa jalla berfirman : ”Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka”. Maka setiap orang yang berada di dalam majelis kemaksiatan sedangkan ia tidak mengingkari perbuatan mereka, maka ia akan menanggung dosa yang sama bersama mereka. Jadi seharusnya ia mengingkari perbuatan mereka ketika mereka berbicara dan melakukan kemaksiatan. Apabila ia tidak sanggup mengingkarinya, hendaknya ia meninggalkan mereka sehingga ia tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini. Apabila ditetapkan dalam syari’at Islam sikap menjauhi para pelaku maksiat sebagaimana telah kami jelaskan, maka menjauhi ahlul-bid’ah dan pengikut hawa nafsu lebih layak lagi” [Tafsir Al-Qurthubi 5/418].
.

Kemunkaran perayaan hari besar orang kafir berupa kesyirikan, kekejian, dan kemaksiatan bukan sesuatu yang samar. Bagaimana kita – kaum muslimin – bisa ridla hadir dalam majelis perayaan mereka yang berisi penuhanan selain Allah, pengagungan terhadap dewa dan setan, atau penampakan syi’ar-syiar kekufuran yang sangat dicela dalam syariat Islam ?.
.
✅ Ketika menjelaskan tentang ‘ibaadurrahmaan’ (hamba-hamba Ar-Rahmaan yang shalih),
Allah ﷻ berfirman tentang salah satu diantara ciri-ciri mereka:
.
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً
.
‼ “Dan orang-orang yang tidak menghadiri ‘az-zuur’, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” [QS. Al-Furqaan : 72].
.
Tidak menghadiri az-zuur, diantara maknanya adalah tidak menghadiri perayaan hari raya orang kafir atau majelis-majelis kesyirikan, kemaksiatan, dan kedustaan. Telah menjadi pengetahuan yang pasti dalam ‘aqidah kaum muslimin bahwa perayaan hari raya orang kafir mengandung berbagai kemaksiatan mulai kelas plankton hingga paus biru.
.

✅ Abi Ja’far Ath-Thabariy rahimahullah berkata:
.
وَأَصْلُ الزُّورِ تَحْسِينُ الشَّيْءِ، وَوَصَفُهُ بِخِلافِ صِفَتِهِ، حَتَّى يُخَيَّلَ إِلَى مَنْ يَسْمَعُهُ أَوْ يَرَاهُ أَنَّهُ بخِلافَ مَا هُوَ بِهِ، وَالشِّرْكُ قَدْ يَدْخُلُ فِي ذَلِكَ ؛ لأَنَّهُ مُحَسَّنٌ لأَهْلِهِ، حَتَّى قَدْ ظَنُّوا أَنَّهُ حَقٌّ، وَهُوَ بَاطِلٌ
.
‼ “Asal makna dari az-zuur adalah menganggap baik sesuatu dan mensifatinya dengan sifat yang berlainan, hingga orang yang mendengar atau melihatnya beranggapan sesuatu tersebut berlainan dengan yang sebenarnya. Dan kesyirikan kadang termasuk dalam hal tersebut, karena ia dinampakkan baik bagi pelakunya sehingga dirinya menyangka kesyirikan itu adalah kebenaran, padahal kebatilan” [Jaami’ul-Bayaan, 17/523].
.

✅ Al-Farraa’ rahimahullah saat menafsirkan ayat di atas berkata:
.
لا يحضرونَ مجالسَ الكذب والمعاصي ويُقال: أعياد المشركين لا يشهدونها لأنها زُور وكذب، إذ كانت لغير الله
.
‼ “(Yaitu), tidak menghadiri majelis-majelis kedustaan dan kemaksiatan. Dan dikatakan juga (maknanya) : ‘Hari raya orang-orang musyrik (‘iedul-musyrikiin), yaitu mereka mereka tidak menghadirinya karena hal tersebut merupakan kepalsuan dan kedustaan, serta diadakan untuk selain Allah” [Ma’aanil-Qur’aan, 2/273-274].
.
✅ Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:
.
وهذه أيضا من صفات عباد الرحمن، أنهم: { لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ } قيل: هو الشرك وعبادة الأصنام. وقيل: الكذب، والفسق، واللغو، والباطل.
وقال محمد بن الحنفية: [هو] اللهو والغناء.
وقال أبو العالية، وطاوس، ومحمد بن سيرين، والضحاك، والربيع بن أنس، وغيرهم: هي أعياد المشركين.
وقال عمرو بن قيس: هي مجالس السوء والخنا.
وقال مالك، عن الزهري: [شرب الخمر] لا يحضرونه ولا يرغبون فيه، كما جاء في الحديث: “من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يجلس على مائدة يدار عليها الخمر”
.
‼ “Dan ini juga diantara sifat ‘ibaadurrahmaan, bahwa mereka ‘tidak menghadiri az-zuur’. Dikatakan : ‘Az-zuur adalah kesyirikan dan peribadahan terhadap berhala’. Dikatakan maknanya adalah kedustaan, kefasikan, obrolan sia-sia, dan kebatilan. Muhammad bin Al-Hanafiyyah berkata : ‘Az-zuur adalah omongan sia-sia dan nyanyian’. Abul-‘Aaliyyah, Thaawus, Muhammad bin Siiriin, Adl-Dlahhaak, Ar-Rabii’ bin Anas, dan yang lainnya berkata : ‘Itu adalah hari raya orang-orang musyrik’. ‘Amru bin Qais berkata : ‘Itu adalah majelis-majelis yang berisi kejelekan dan omongan keji’. Telah berkata Maalik dari Az-Zuhriy : ‘Minum khamr, mereka tidak menghadirinya dan tidak juga ingin (hadir) padanya, sebagaimana dalam hadits : ‘“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk di meja yang dihidangkan padanya khamr (minuman keras)” [Tafsiir Ibni Katsiir, 6/130]..
.

Jika Nabi ﷺ melarang kita hadir dalam majelis yang padanya dihidangkan khamr (tanpa ikut meminumnya), lantas bagaimana dengan majelis yang padanya terdapat aktivitas pengagungan terhadap selain Allah ﷻ ?.
.
أَخْبَرَنَا أَبُو يَزِيدَ الْقَرَاطِيسِيُّ فِيِمَا كَتَبَ إِلَيَّ، أنبأ أَصْبَغُ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ زَيْدٍ، فِي قَوْلِ اللَّهِ: ” وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ، قَالَ: وَالزُّورُ قَوْلُهُمْ لآلِهَتِهِمْ وَتَعْظِيمُهُمْ إِيَّاهَا مَا كَانُوا فِيهِ مِنَ الْبَاطِلِ، وَقَرَأَ: وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ ”
.
Telah mengkabarkan kepada kami Abu Yaziid Al-Qaraathiisiy dalam surat yang ia tuliskan kepadaku : Telah memberitakan kepada kami Ashbagh, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahmaan bin Zaid tentang firman Allah ﷻ : ‘Dan orang-orang yang tidak menghadiri ‘az-zuur’ (QS. Al-Furqaan : 72), ia berkata : “Az-zuur adalah perkataan mereka kepada tuhan-tuhan mereka (dalam peribadahan) dan pengagungan mereka terhadapnya yang itu merupakan kebatilan”. Dan kemudian ia membaca ayat : ‘Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta’ (QS. Al-Hajj : 30)” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Haatim dalam Tafsiir-nya no. 15461; shahih].
.

Dosa kesyirikan jauh lebih besar daripada dosa minum khamr, korupsi, atau pembunuhan jiwa tanpa hak, sehingga larangan menjauhi majelis berisi kesyirikan lebih keras daripada berisi kemaksiatan lainnya. Allah ﷻ berfirman:
.
إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
.
‼ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 48].
.
حدثني هارون بن سعيد الأيلي. حدثنا ابن وهب. قال: حدثني سليمان بن بلال، عن ثور بن زيد، عن أبي الغيث، عن أبي هريرة؛ أن رسول الله ﷺ قال : اجتنبوا السبع الموبقات” قيل: يا رسول الله! وما هن؟ قال: “الشرك بالله. والسحر. وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق. وأكل مال اليتيم. وأكل الربا. والتولي يوم الزحف. وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات
.
‼ Telah menceritakan kepadaku Haaruun bin Sa’iid Al-Ailiy : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Sulaimaan bin Bilaal, dari Tsaur bin Zaid, dari Abul-Ghaits, dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah ﷺ pernah bersabda : “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan”. Dikatakan : “Wahai Rasulullah, apakah itu ?”. Beliau menjawab : “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh wanita mukminah baik-baik lagi suci telah berbuat zina” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 89].

.
✅ Ibnul-Qayyim rahimahullah menukil:
.
وقال أبو الحسن الآمدي لا يجوز شهود أعياد النصارى واليهود نص عليه أحمد في رواية مهنا واحتج بقوله تعالى والذين لا يشهدون الزور قال الشعانين وأعيادهم
.
‼ “Abul-Hasan Al-Aamidiy berkata : ‘Tidak boleh menghadiri peringatan hari-hari raya (‘Ied) orang Nasrani dan Yahudi. Hal tersebut dikatakan oleh Ahmad dalam riwayat Muhannaa dan ia berhujjah dengan firman Allah ﷻ : ‘Dan orang-orang yang tidak menghadiri ‘az-zuur’ (QS. Al-Furqaan : 72), ia berkata : ‘asy-sya’aaniin[1] dan hari raya mereka” [Ahkaamu Ahlidz-Dzimmah, 3/1249. Lihat juga Al-Aadaabusy-Syar’iyyah oleh Ibnu Muflih, 3/416].
.
✅ Ibnu Hajar Al-Haitamiy rahimahullah berkata:
.
ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر ما يوافق ما ذكرته فقال : ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون وقد قال صلى الله عليه وسلم { من تشبه بقوم فهو منهم } بل قال ابن الحاج لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانيا شيئا من مصلحة عيده لا لحما ولا أدما ولا ثوبا ولا يعارون شيئا ولو دابة إذ هو معاونة لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك 
.
‼ “Kemudian aku melihat sebagian imam kita dari kalangan muta’akhkhirin menyebutkan pendapat yang berkesesuaian dengan apa yang telah aku sebutkan. Ia berkata : ‘Dan termasuk bid’ah yang paling buruk adalah persetujuan kaum muslimin terhadap orang Nasrani dalam hari raya mereka dengan tasyabbuh melalui makanan mereka, memberikan hadiah kepada mereka, dan menerima hadiah dari mereka pada hari raya mereka itu. Dan kebanyakan manusia yang menaruh perhatian terhadapnya adalah penduduk Mesir. Padahal Nabi ﷺ bersabda : ‘Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka’. Bahkan Ibnul-Haaj berkata : ‘Tidak halal bagi seorang muslim menjual sesuatu kepada orang Nasrani untuk maslahat (penyelenggaraan) hari raya mereka, baik berupa daging, kulit, maupun pakaian. Dan tidak boleh pula meminjamkan sesuatu walaupun berupa hewan tunggangan apabila itu mendukung mereka dalam kekufuran mereka. Dan wajib bagi penguasa melarang kaum muslimin dari hal tersebut” [Al-Fataawaa Al-Fiqhiyyah Al-Kubraa, 4/238-239].

.
Bahkan ‘Abdullah bin ‘Amru radliyallaahu ‘anhuma telah memperingatkan dengan sangat keras, jauh sebelum barisan satpam dangdutan itu ada wujudnya mencemari dunia. Ia (‘Abdullah bin ‘Amru radliyallaahu ‘anhumaa) berkata:
.
مَنْ بَنَى فِي بِلادِ الأَعَاجِمِ، وَصَنَعَ نَيْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهُمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ، حَتَّى يَمُوتَ، وَهُوَ كَذَلِكَ حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
.
‼ “Barangsiapa yang tinggal di negeri orang ‘Ajam, lalu ikut merayakan hari Nairuuz dan Mihrajaan mereka serta tasyabbuh dengan mereka hingga ia meninggal dalam keadaan seperti itu (belum bertaubat – Abul-Jauzaa’), maka kelak ia akan dikumpulkan bersama mereka di hari kiamat” [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 9/234; shahih].
.

✅ Adz-Dzahabiy rahimahullah berkata:
.
قال العلماء : ومن موالاتهم التَّشبُّه بهم، وإظهارُ أعيادهم، وهم مأمورون بإخفائها في بلاد المسلمين، فإذا فعلها المسلم معهم، فقد أعانهم على إظهارها
.
‼ “Para ulama berkata : ‘Dan termasuk perbuatan ber-walaa’ kepada mereka (orang kafir) adalah tasyabbuh dengan mereka dan menampakkan hari raya mereka, sementara kaum muslimin diperintahkan untuk menyembunyikan/tidak menampakkannya di negeri kaum muslimin[2]. Maka apabila ada seorang muslim melakukannya bersama mereka, sungguh ia telah menolong mereka dalam menampakkannya[3]” [Tasybiihul-Khasiis bi-Ahlil-Khamiis, hal. 23].
.

Para ulama di atas berdalil dengan larangan tasyabbuh bil-kuffaar (penyerupaan terhadap orang kafir) sebagaimana dalam hadits:
.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
.
Dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4031, Ahmad 2/50 & 2/92, dan yang lainnya; shahih[4]].
.

✅ Ash-Shan’aaniy rahimahullah berkata :
.
وَالْحَدِيثُ دَالٌّ عَلَى أَنَّ مَنْ تَشَبَّهَ بِالْفُسَّاقِ كَانَ مِنْهُمْ أَوْ بِالْكُفَّارِ أَوْ بِالْمُبْتَدِعَةِ فِي أَيِّ شَيْءٍ مِمَّا يَخْتَصُّونَ بِهِ مِنْ مَلْبُوسٍ أَوْ مَرْكُوبٍ أَوْ هَيْئَةٍ ، قَالُوا : فَإِذَا تَشَبَّهَ بِالْكَافِرِ فِي زِيٍّ وَاعْتَقَدَ أَنْ يَكُونَ بِذَلِكَ مِثْلَهُ كَفَرَ فَإِنْ لَمْ يَعْتَقِدْ فَفِيهِ خِلَافٌ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ مِنْهُمْ مَنْ قَالَ : يَكْفُرُ وَهُوَ ظَاهِرُ الْحَدِيثِ وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ : لَا يَكْفُرُ وَلَكِنْ يُؤَدَّبُ
.
‼ “Hadits tersebut menunjukkan bahwa barangsiapa yang menyerupai orang-orang fasiq, maka ia termasuk golongan mereka. Atau menyerupai orang-orang kafir atau mubtadi’ (pelaku bid’ah) dalam hal apa saja yang menjadi kekhususan mereka dengannya dalam gaya berpakaian, berkendaraan, atau gaya/tata cara yang lainnya. Mereka (para ulama) berkata : Barangsiapa yang menyerupai orang kafir dalam pakaian mereka dan berkeyakinan dengan hal tersebut semisal dengannya, maka ia kafir. Namun apabila ia tidak berkeyakinan, terdapat pebedaan pendapat di kalangan fuqahaa’. Diantara mereka ada yang berpendapat ia kafir, dan itu sesuai dhahir hadits. Sementara yang lain berpendapat ia tidak kafir, akan tetapi ia harus dididik” [Subulus-Salaam, 4/347].
.

_________ Lanjut ke Halaman 2 _________