Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Gambaran Surga dan Semangat Masuk Surga -Ust.Abu Yala kurnaedi

Kenikmatan dan Tingkatan Surga-Ust.Badrusalam

Kenikmatan Terbesar Disurga – Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
https://bit.ly/NasihatSingkatBIAS-36
JALAN KE SURGA -Ustadz Muhammad Halid Syar’ie 22Mb
https://app.box.com/s/nk308mzj5tqr6m3ecespwvipzghrh6kd
Pembendaharaan Allah Yang sangat Mahal Adalah Surga-Nya –Ustadz Farhan Abu Furaihan (23Mb)
https://app.box.com/s/f02wn5qij36imabswz279q7b2vuln43z
Masihkah Aku Di Rindukan Surga-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1xFp0AthSUmfKqduisUriqlZwU1u9AcSj/view?usp=drivesdk
Kiat-Kiat Meraih Surga-Ust Khaidir
SESI 1: https://drive.google.com/file/d/10Zly3_xcXbsop7Xs8PMLRHIn25Zk_431/view?usp=drivesdk
SESI 2: https://drive.google.com/file/d/10XWCbkAJnUxKvooQScWTOTOXl8MO1eRb/view?usp=drivesdk

بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
.
Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga
.
✅ Segala puji kita bagi Allah Rabb semesta atas berbagai macam nikmat yang telah dianugerahkan pada kita semua. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit.
.
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

.
Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad)
.
Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah.
.
‼ Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita.
.

✅ Rasulullah bersabda

.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ

.
نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتأ
.
النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
.
Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab, telah bercerita kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dan Humaid, dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang tidak menyenangkan dan neraka dikelilingi dengan syahwat.” (HR Muslim)
.
Nabi mengabarkan kepada kita bahwa jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang umumnya tidak disukai oleh manusia. Siapapun yang ingin mendapatkan Jannah mesti siap menempuh jalan yang penuh onak dan duri, jalan perjuangan yang melelahkan, pengorbanan harta, tenaga, usia dan bahkan nyawa, kendati hawa nafsu menentangnya. Terpampang pula di hadapannya seribu satu rintangan yang tak diingini oleh nafsu yang cenderung rehat dan berfoya-foya.
.
✅ Sebaliknya, neraka terselubungi oleh sejuta pesona yang menggiurkan orang untuk menjamahnya, serasi dengan selera nafsu dan angkara. Sehingga banyak manusia terkecoh oleh jerat dan perangkapnya.

.
‼ Teraihnya jannah hanyalah apabila manusia sanggup bermain dengan aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Sang Pemiliki Jannah (Allah) berupa perintah dan larangan. Mengikuti rambu-rambu tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan pengorbanan yang luar biasa.

.
✅ Karena umumnya perintah adalah sesuatu yang berat diterima oleh selera hawa nafsunya. Adapun wujud larangan biasanya justru sesuatu yang diingini oleh syahwatnya. Namun inilah harga yang telah ditentukan oleh Pemiliknya.

.
✅ Allah mensifatkan keadaan penghuni jannah dengan firman-Nya:
.
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾
.
‼ “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya jannahlah tempat tinggal (nya).” (QS An-Nazi’at 40-41)

.
Mush’ab bin Umair, rela meninggalkan segala kemewahannya ketika diboikot orang tua sejak masuk Islam. Dari pemuda yang paling keren, paling halus bajunya, paling wangi minyaknya bagaikan photo model dan paling didamba gadis-gadis di Mekah. Akhirnya beliau tinggalkan semuanya karena Islam. Bahkan tatkala syahid di medan perang, hanya burdah yang dimilikinya untuk menutup tubuhnya, jika ditutpkan kakinya kelihatan kepalanya dan jika ditutupkan kepalanya terlihat kakinya.
.
‼ Beliau tahu, itulah alat tukar untuk meraih jannah.
Demi melihatnya nabi bersabda, “Sungguh di Mekah dahulu aku tidak melihat orang yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu.
.
Namun sekarang rambutmu kusut masai dan tubuhmu hanya ditutup dengan sehelai burdah.” Lalu beliau bersabda perihal Mush’ab dan pahlawan lain yang gugur:

.
نَّكُمُ الشُّهَدَاءُ عِنْدَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ يَشْهَدُ أ
.
اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
.
‼ “Sungguh Rasulullah (aku) bersaksi bahwa kalian adalah syuhada di sisi Allah pada hari kiamat.”
.

Jannah tidaklah disediakan bagi mereka yang tak mau membayar harga, bakhil dalam mengorbankan apa yang dimilikinya untuk mendapatkannya. Bukan pula untuk manusia yang berangan untuk meraihnya namun tak sudi menempuh jalannya. Allah menceritakan perihal orang-orang yang tidak turut serta dalam perang Tabuk:
.
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚوَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴿٤٢﴾
.
‼ “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” (At-Taubah 42)

.
Maka adakah pantas bagi seseorang telah mengaku cinta kepada Allah, berangan ingin mendapat jannah, namun ia enjoy dengan maksiat, foya-foya, dan tidak memiliki perhatian terhadapp urusan agamanya?
.
‼ Hamba Allah yang tulus ingin mendapatkan jannah akan berupaya memahami ilmu menuju jannah, mengamalkannya dan bersabar atas gangguan yang dihadapannya serta berpaling dari pantangan-pantangan Jannah adalah bukti konkrit manusia yang ingin mendapatkan jannah.

.
✅ Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “enam perkara, apabila ada pada diri seseorang maka ia betul-betul mencari jannah dan menjauh dari neraka, yakni mengenal Allah kemudian mentaatinya, mengenal setan kemudian memusuhinya, mengenal kebenaran kemudian mengikutinya, mengenal kebathilan kemudian menjauhinya, mengenal dunia kemudian mengesampingkannya menggunakannya untuk kepentingan akherat) dan mengenal akherat kemudian memburunya..”
Jika para pemburu jannah harus mencurahkan pengorbanan segala yang dimilikinya, bukan berarti para calon penghuni neraka tidak butuh pengorbanan untuk mendaftar menjadi penghuninya.

.
Musuh-musuh Islam pun mencurahkan segala tenaga, bersusah payah dan mengorbankan apa yang mereka punya untuk menukarnya dengan neraka. Allah berfirman:
.
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٠٤﴾
.
Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (QS An-Nisa’ 104)
.
Begitupula dengan para pemburu yang melalaikan akheratnya. Belum ada ceritanya para penggandrung dunia merasa puas dengan apa yang telah di tangannya.
.
‼ Dia akan senantiasa berjuang, berkorban dan bekerja keras untuk memburu keinginan nafsunya yang mustahil akan didapatkannya
. Akan tetapi:
.
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿ ٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً
.
“Bekerja keras lagi kepayahan, (lalu) memasuki api yang sangat panas (neraka).” (QS Al-Ghasiyah 3
-4)

.
Siapapun manusia sesungguhnya ia akan menuai hasil perbuatannya di dunia. Yang kafir ataupun yang mukmin, yang shalih maupun yang thalih, yang kaya ataupun yang papa. Hasil yang diperoleh tergantung dengan besarnya pengorbanan dan tujuan ia berkorban.
.
‼ Jika para pemburu neraka berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebinasaannya, tentulah pengorbanan kita untuk mendapatkan kenikmatan Jannah harus lebih dituntut.
.
✅ Hendaknya kita tidak segera merasa bangga dan merasa cukup dengan amal yang telah kita usahakan, karena kenikmatan jannah yang disediakan untuk kita terlampau besar bila dibandingkan dengan upaya kita
. Imam Syafi’i berkata, “jika anda takut ujub, maka ingatlah tiga perkara, yakni ridha siapa yang dia cari, kenikmatan apa yang dia inginkan dan kebinasaan mana yang hendak dia jauhi.
.
‼ Barangsiapa yang merenungkan ketiganya, niscaya akan merasa kecillah apa yang telah dia usahakan
.
=…

_________ Lanjut ke Halaman2 __________