HOAX, SALAFI ANTI SHALAWAT DAN MEMBID’AHKAN SHALAWAT,Serta Contoh shalawat Ajaran Rasulullah
=…

Negeriku Bershalawat-Ust.Syafiq Basalamah

Jika Engkau Cinta Rasul-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm
https://app.box.com/s/erebunildtvlsdc32zegaixaned5l7vk
Bukti Cinta Kepada Rasulullah – Ustadz Anas Burhanuddin, MA
https://app.box.com/s/ikb5kn37ccs9skq3x7fxu4csfqqmex94
Hakikat Kecintaan Kepada Rasulullah-Ust Yazid Jawas 20Mb
https://drive.google.com/file/d/1ELXrneSrfFnUQnOCZrKwUlhOmefVYr_2/view?usp=drivesdk

Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah-Ust.Ahmad Zainuddin

Indahnya Bersholawat Sesuai Sunnah Ust.Ahmad Zainuddin

Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama Ust.Ahmad Zainuddin

Keutamaan Bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – Kitab Adz- Dzikr wa Ad-Du’a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

==
Tanda-Tanda Cinta Kepada Nabi Muhammad-Dr Fadhl Ilahi Zahir (51Hlm)
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-17.pdf
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDM0RhWktiUGFCUDg
Konsekuensi Cinta Kepada Rasulullah

Klik untuk mengakses 4-konsekuensi-cinta-kepada-rasulullah1.pdf


Beginilah MENCINTAI RASULULLAH

Klik untuk mengakses mencintai-rasulullah-dengan-benar.pdf


Cinta Sejati kepada Sang Nabi Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-sidawy 32Halaman
https://app.box.com/s/4cg4nt8w0n0lxziphfwd4y0i8jx8pn72
Shalawat Nabi, Faidah dan Keutamaannya

Klik untuk mengakses id_Shalawat_Keutamaan_Serta_Faidahnya.pdf


=…

HOAX, SALAFI ANTI SHALAWAT DAN MEMBID’AHKAN SHALAWAT
.
Ahlul bid’ah, termasuk Syiah di dalamnya menuduh bahwa orang-orang salafi (yang mereka katakan wahabi) membid’ahkan shalawat dan anti shalawat. Tuduhan ini tidak bisa dibuktikan sampai detik ini.
.
Lihatlah kajian-kajian ustadz salafi yang bisa di saksikan langsung, baik di televisi, youtube, daurah-daurah dan lain sebagainya, mereka senantiasa membuka kajian setelah membaca hamdalah, mereka membaca shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
.
Lihat pula dibuku-buku yang mereka tulis, senantiasa menyertakan shalawat di mukadimahnya. Lihat juga ditulisan para ustadz salaf di website mereka, di facebook dan lain-lain tentang motivasi untuk bershalawat. Ini salah satu bukti mementahkan tuduhan mereka..
Bagaimana mungkin orang yang mengikuti salaf dengan baik tidak mengamalkan perintah Allah dan RasulNya tentang shalawat dan anti shalawat, ini igauan orang yang benci dengan dakwah salaf.
.
Salafi ahlussunnah wal jamaah senantiasa bershalawat karena mentaati perintah Allah dan RasulNya.

.

Allah Ta’ala berfirman :
.
إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الأحزاب : 56 ).
.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab : 56).
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا. (رواه مسلم)..
.
Bershalawat kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim dari Abdullah bim Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu).
.
Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
.
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً وَاحِدَةً، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ. (رواه النسائي قال الشيخ الألباني : صحيح).
.
Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah bershalawat atasnya sepuluh kali, menghapuskan sepuluh kesalahan dan mengangkat sepuluh derajat (HR. An Nasai dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Berkata Syekh Al Albani: Hadits Shahih).
.
Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
.
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ. (رواه ابو داود قال الشيخ الألباني : صحيح).
.
Sesungguhnya yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari jumat maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu (HR. Abu Daud dari Aus bin Aus radhiyallahu anhu. Berkata Syekh Al Albani Hadits Shahih).
.


Cuma bedanya shalawat salafi ahlussunnah wal jamaah dengan ahlul bid’ah wa dholaalah, mereka (salafi) bershalawat sesuai dengan yang Nabi shallallahu alaihi wa sallam ajarkan dan para sahabat amalkan, tidak mengarang-ngarang membuat versi baru atau menambah-nambahnya. Bershalawat dengan suara yang lembut, tidak mengeraskan suara dan tidak pula berjamaah beramai-ramai.
.
Diantara shalawat yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan dipraktekkan para sahabat adalah shalawat yang ada di dalam riwayat Imam Bukhari dibawah ini.
.
Diceritakan, suatu ketika, Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam ditanya oleh salah seorang sahabatnya Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu mengenai bacaan shalawat.
.

يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ قَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد. (رواه البخاري).
.

Ya Rasulullah, bagaimana kami bershalawat kepadamu dan kepada keluargamu. Sesungguhnya Allah telah mengajarkan kami bagimana memberi salam kepadamu. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Katakanlah oleh kalian :
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد. (رواه البخاري).
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala ibrohim wa ‘ala aali ibrohim innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrohim wa ‘ala aali ibrohim innaka hamiidum majiid.
.
Inilah shalawat yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alai wasallam kepada shahabatnya dan untuk kita semua sebagai ummatnya. Bukan shalawat-shalawat yang di buat oleh tangan-tangan manusia, walaupun dengan mengatas namakan habaib, syekh, wali, tuan guru, kyai dan lain sebagainya.
.
Kesimpulannya, orang-orang yang mengatakan bahwa salafi anti shalawat dan membid’ahkan shalawat itu hanya HOAX semata.
AFM
=…

UNGKAPAN CINTA PADA RASUL shallallahu’alaihiwasallam
.
✅ Cinta merupakan sesuatu yang membutuhkan pembuktian dan memiliki pertanda, agar cinta tersebut tidak menjadi klaim dan pengakuan kosong belaka. Di antara pertanda besar kecintaan seseorang kepada sesuatu, ia akan sering menyebut dan memujinya.
.
‼ Cinta kepada Rasul shallallahu’alaihiwasallam adalah merupakan salah satu amalan yang diwajibkan dalam agama kita, bahkan kecintaan tersebut harus mengalahkan kecintaan kepada seluruh insan selain beliau, siapapun ia.
.
✅ Cinta Rasul shallallahu’alaihiwasallam ini membutuhkan pembuktian dan memiliki pertanda. Baik itu melalui lisan, hati maupun amalan keseharian seorang hamba. Di antara pertanda terbesarnya dalam lisan, seorang insan tidak akan membiarkan hari-harinya lewat begitu saja tanpa menyebut nama beliau, mendoakan dan memujinya. Doa serta pujian tersebut, lazim diistilahkan dalam bahasa syariat dengan shalawat.

.
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
.
“إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”
.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada beliau”. QS. Al-Ahzab: 56.

.
✅ Maksud ayat ini, kata Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya[1], “Allah ta’ala memberitahu para hamba-Nya akan kedudukan Rasulullah di sisi-Nya di hadapan para malaikat. Di mana Allah memuji beliau di hadapan mereka, begitu pula mereka bershalawat kepada beliau. Lalu Allah ta’ala memerintahkan kepada para penghuni bumi untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau; agar berpadu pujian para penghuni langit dan para penghuni bumi semuanya untuk beliau”.
.
‼ Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati
.
✅ Sebagaimana telah maklum, berdasarkan dalil dari al-Qur’an dan Sunnah juga keterangan para ulama Islam, bahwa setiap ibadah, agar diterima di sisi Allah jalla wa ‘ala harus memenuhi dua syarat. Yakni; menjalankannya secara ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.[2]
.
‼ Berhubung shalawat merupakan ibadah dan amal shalih, maka supaya amalan tersebut diterima oleh Allah ‘azza wa jalla; harus pula terpenuhi dua syarat tersebut di atas, yakni ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasul shallallahu’alaihiwasallam.
.
✅ Ikhlas dalam bershalawat berarti:
.
➡ 1. Semata-mata mengharapkan dari amalan tersebut ridha Allah ta’ala dan pahala dari-Nya. Bukan dalam rangka unjuk gigi kekuatan massa atau menonjolkan fanatisme golongan.
.
➡ 2.Redaksi shalawat yang dilantunkan tidak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan prinsip ikhlas. Atau dengan kata lain: tidak berbau kesyirikan dan kekufuran, semisal istighatsah kepada selain Allah, menisbatkan sesuatu yang merupakan hak prerogatif Allah kepada selain-Nya dan yang semisal. Aturan kedua ini tentunya diterapkan atas redaksi shalawat buatan selain Rasul shallallahu’alaihiwasallam.
.
✅ Adapun jika redaksi shalawat itu bersumber dari sosok yang maksum shallallahu’alaihiwasallam, maka ini di luar konteks pembicaraan kita; sebab tidak mungkin Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengajarkan sesuatu yang berisi kesyirikan.
.
➡ Adapun meneladani Rasul shallallahu’alaihiwasallam dalam bershalawat maknanya adalah:
.

✅ –  Mencontoh shalawat yang diajarkan beliau dan tidak melampaui batas sehingga memasuki ranah ghuluw (sikap ekstrim) dan lafaz syirik.
.
✅ –  Bershalawat pada momen-momen yang beliau syariatkan.[3]
.
✅ – Memperbanyak membaca shalawat semampunya, dalam rangka mengamalkan firman Allah ta’ala dalam QS. Al-Ahzab: 56 dan sabda Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, tersebut di atas.
.
✅ –  Tidak menambahkan aturan-aturan baru dalam pembacaan shalawat, yang sama sekali tidak ada landasannya dari al-Qur’an maupun hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam.

.
✅ Ibn Hajar al-Haitamy rahimahullah (909-974 H) menasehatkan, bahwa pengagungan terhadap Nabi shallallahu’alaihiwasallam hendaknya dengan sesuatu yang ada dalilnya dan yang diperbolehkan, jangan sampai melampaui batas tersebut.[4]

➡ Beberapa Macam Bacaan Shalawat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai lafal bacaan shalawat. Sikap yang tepat adalah berusaha menghafal semuanya dan mengamalkannya secara bergantian, sehingga kita tergolong orang yang melestarikan ajaran Beliau. Berikut beberapa diantara bacaan shalawat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
➡ Lafazh bacaan shalawat yang paling ringkas yang sesuai dengan dalil-dalil yang shahih adalah:

.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
.
✅ “Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad”
.
Ya Tuhan kami, limpahkanlah shalawat ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.” (An Nasa’i: 1292, shahih)
.
➡ Kemudian terdapat riwayat-riwayat yang shahih yaitu:
.
➡Dari Ka’ab bin ‘Ujrah Radhiyallahu ‘Anhu
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
.
✅ Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala ibrohim wa ‘ala aali ibrohim innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrohim wa ‘ala aali ibrohim innaka hamiidum majiid.
.
‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR Al Bukhari 4/146 no.3370)
.
➡ Dari Amr Bin Hazm,Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِوَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala ahli baitihii, wa ‘ala azwaajihii wa dzurriyatihii, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid.
.
‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada ahli baitnya (keluarganya) dan isteri-isterinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkatilah Muhammad dan kepada ahli bait-nya,isteri-isterinya, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (Dalam Musnad Imam Ahmad 38/238.no.2300)
===…
➡Dari Abi Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘Anhu
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ.
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad ‘abdika warosulika kamaa shallaita ‘ala ibrahim wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrahim
.
‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim.” (HR Al Bukhari 6/121 no.4798)
.
✅ atau
.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad ‘abdika warosulika kamaa shallaita ‘ala ali ibrahim, wa baarik ‘ala muhammad ‘abdika warosulika wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrahim wa ‘ala aali ibrahim
.
‼ “Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim dan berilah karunia kepada Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.”[HR. Bukhari Nasa’i, Thahawi, Ahmad, Ismail al-Qadhi dalam kitab Fadhlush Shalah ‘alan Nabiyyi halaman 28.]
==…
➡Dari Abu Mas’ud Al-Anshari Radhiyallahu ‘Anhu
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِي
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim. Wa baarik ‘ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, fil ‘aalamiina innaka-hamiidum majiid.
.
‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, nabi yang ummi, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad, nabi yang ummi, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” ( HR. Ahmad 28/304 No.17072)
==…

➡ 2.Dari Abu Humaid As Sa’di Radhiyallahu ‘Anhu

.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid
.
“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”
(HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/407 dan Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitabnya 1/306. Lafal hadits tersebut menurut riwayat Muslim.
)
.
atau
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, innaka hamiidun majiid
.
‼ “Ya Allah Azza Wa Jalla, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (Muwattho Al-Imam Malik Pada Riwayat Muhammad Ibn Al-Hasan Asy Syaibani 1/104 292)
==…
➡ Dari Abi Mas’ud Al Anshari Radhiyallahu ‘Anhu

.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala aali ibrahim wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim, fil‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
.

‼ “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim atas seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” ( HR. Malik dalam Al-Muwatha, Ahmad, Nasai, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth). )
==…
➡Dari Abu Thalha Radhiyallahu ‘Anhu
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ وبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita wa baarakta ‘ala ibrahim wa aali ibrahim, innaka
hamiidum majiid.

.
‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (HR. Nasai, At-Thahawi, dan sanadnya shahih.)
.
atau

.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَفِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِي
.
Allahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala ibrahim wa aali ibrahim, fil ‘aalamiina innaka-hamiidum majiid”
.
‼ “Ya Allah berilah shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan Semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana tercurah kepada ibrahim dan keluarga Ibrahim di alam semesta sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (HR. Al Bihaqi 2/529 no.3966, HR.Ahmad dalam Musnadnya 28/299 no.17067)
.
➡ Dari Thalhah bin ‘Ubaidullah Radhiyallahu ‘Anhu
.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
.
Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa shallaita ‘ala ibrahim innaka hamiidum majiid. wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad, kamaa baarakta ‘ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid.
.

‼ “Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.” (HR Imam Ahmad, shahih).

Hadits Ka’ab bin Ujroh yang diriwayatkan Ahmad

.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

.

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa
alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

.
“Ya Allah, bersholawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agun
g“
==…
.[1]  (VI/457).
.
[2]  Baca antara lain: Tafsîr ar-Râzy (XX/180) dan Tafsîr Ibn Katsîr (I/385).
.
[3] Dalam kitabnya Jalâ’ al-Afhâm (hal. 380-520) Ibn al-Qayyim menyebutkan 41 momen disyariatkannya membaca shalawat kepada Rasul shallallahu’alaihiwasallam.
.
[4] Periksa: Al-Jauhar al-Munazham fî Ziarah Qabr an-Nabi shallallahu’alaihiwasallam wa Karram (hal. 64) dinukil dari Ârâ’ Ibn Hajar al-Haitamy al-I’tiqâdiyyah ‘Ardh wa Taqwîm fî Dhau’I ‘Aqîdah as-Salaf karya Muhammad bin Abdul Aziz asy-Syayi’ (hal. 450).