Fiqh Pendidikan Anak dan Sebagian Nasehat Para Dokter (Bag 2)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Ustadz Arief Budiman, Lc-Kitāb Fiqhu Tarbiyatu Al-Abnā wa Thāifatu min Nashā’ihi Ath-Athibbāi
Halaqah 06| Para Nabi Tidak Memiliki Hidayah Taufiq (bagian 04)
bit.ly/TarbiyatulAbna-06
Halaqah 05| Para Nabi Tidak Memiliki Hidayah Taufiq (bagian 03)
bit.ly/TarbiyatulAbna-05
Halaqah 04| Para Nabi Tidak Memiliki Hidayah Taufiq (bagian 02)
bit.ly/TarbiyatulAbna-04
130 AUDIO MP3 Fiqh Pendidikan Anak-Ust.Abdullah Zaen
https://archive.org/details/UstAbdullahZaen-PendidikanAnak
Penjelasan Dua Macam Hidayah Oleh Ustadz Abu Salma Muhammad
https://radiomuslim.com/download/7831/
Dua Macam Hidayah Oleh Ustadz Abu Salma Muhammad
https://radiomuslim.com/download/7513/
Bukti Hidayah di Tangan Allah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.15Mb
https://app.box.com/s/bhvu85nv2de4vkq53v03kyss58rfbtg6
Ketika Hidayah Menyapa – Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin,Lc 24Mb
https://app.box.com/s/7vfhat22p9f6cylvlczrdtrkipuji3ug
Faktor Yang Menghalangi Seseorang Dari Hidayah-Ust.Harist Abu Naufal.mp3
Bag1:https://app.box.com/s/l5mjut42dm2iqmmv6fbu2i2uojttn7e4
Bag2:https://app.box.com/s/owfkcnp4tphrt13h6cu6yh6oz6rseinz
Bag3:https://app.box.com/s/qy1d4oo2oynwebzd96qanul6lvy2v5rc
Mahalnya Hidayah – Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A..webm
https://app.box.com/s/0ikfuqziqyjl16gqslob8y5u6wui7yyu
Berikanlah aku Hidayah Ust. Syariful Mahya, Lc MA
Bag1:https://app.box.com/s/v65oss4s4ovap4a5v0sotzif8j4hzhmv
Bag2:https://app.box.com/s/34my2fj5yoseiyctc7sflaw8twwe6xdf
=…
Mahalnya Hidayah
https://www.box.com/s/102dc1f962a8d16f8c3e
Istiqomah Setelah Mendapat Hidayah

Klik untuk mengakses 62-istiqamah-mendapatkan-hidayah-pdf.pdf


Berjalan Meraup Hidayah [52Hlm]
https://drive.google.com/file/d/1LcxC-lvJbEqPbedMt4tNOfdqxYNv2Ytz/view?usp=drive_open
Meniti Jalan Hidayah’(80Hlm)

Klik untuk mengakses meniti-jalan-hidayah.pdf


.
Ebook
*MENDIDIK ANAK DENGAN BERTANYA JAWAB* karya Fadhilatusy Syaikh Salim Sa’ad athThawil
http://bit.ly/ebook-ajar-tauhid
*Mengajarkan Anak Tauhid-Syaikhul Islam dan Muhammad bin ‘Abdil Wahhab(58Hlm)*
https://drive.google.com/file/d/10_G_oVaAi8BKqRuUaMWz6MZGnPHWg7Af/view
BIMBINGAN PRAKTIS MENDIDIK ANAK-Karya Syaikh Yusuf Muhammad Al-Hasan-PDF 143 Halaman
https://drive.google.com/file/d/11vQ45CwfiIpN0Mg9qE1SUawPNZ5iPfav/view
Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi-Syaikh Abdussalam as Sulayman223Hlm
https://app.box.com/s/ww1gkf2ferxv4hthc7b9frxn0uv4lph7
Doa-Doa Mustajab Orang Tua Untuk Anaknya – Aulia Fadhli (174Hlm)

Klik untuk mengakses indu08.pdf


dasar-dasar Tauhid dan Fikih bagi Anak-Anak-Yahya Bin Ali Al Hajuri 78Hlm
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQdnFTRmV3Qk5yTlE/view
Konsep Pendidikan Anak 71Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2013/12/78-konsep-pendidikan-anak-pdf.pdf

~~~~~~~~~~~~
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

PARA NABI TIDAK MEMILIKI HIDAYAH TAUFĪQ (BAGIAN 02)
.

بسم اللّه الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، ولا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا باللَّهِ، أَمَّا بَعْدُ

.
‼ Kita lanjutkan pembahasan kitāb Fiqhu Tarbiyatul Abnā wa Thāifatu min Nashā’ihi Al Athibbāi tentang fiqih mendidik atau membimbing anak-anak karya Syaikh Musthafa Al Adawi Hafīdzahullāh.
.
‼ Pada sesi yang lalu, kita sudah sampai pada pembahasan yang artinya bahwa para nabi sekalipun mereka tidak memiliki hidayah taufīq bagi seorangpun.
.
Hidayah taufīq artinya hidayah yang sifatnya Allāh lapangkan dada seseorang untuk menerima petunjuk dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla (petunjuk Islām).
.
‼ Karena hidayah ada dua macam, yaitu:
.
➡ ⑴ Hidayah Dalālah wal Irsyād.
.

Hidayah yang dimiliki nabi dan rasūl serta orang-orang yang berdakwah untuk mengarahkan manusia kepada kebaikan (sekedar menunjukkan saja).
.
‼ Ini dimiliki oleh setiap kita yang berusaha untuk berdakwah (mendakwahi) orang lain.
.
✅ Adapun perkara nanti hasil dari dakwah tersebut belum bisa ditentukan, bahkan para nabi sekalipun.

.
➡ ⑵ Hidayah Taufīq.
.
✅ Hidayah ini hanyalah dimiliki Allāh semata, hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Ia kehendaki dengan rahmat-Nya.
.

‼ Kita sebelumnya sudah membahas sebagian hadīts dan ayat dalam surat Al Qashshash: 56. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
.
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
.
‼ “Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allāh memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”
.
✅ Maksud dari ayat, “Engkau tidak dapat memberikan petunjuk kepada orang yang engkau kasihi,” yang dimaksud adalah paman Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang bernama Abū Thālib. Paman yang sangat sayang kepada Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam semasa hidup beliau.
.
‼ Bahkan ketika pamannya (Abū Thālib) meninggalpun Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak bisa memberikan hidayah taufīq, karena hidayah taufīq dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla saja.

.
Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
.
وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِين
.
‼ “Akan tetapi Allāh lah yang memberi petunjuk (memberi taufīq ) siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

.
✅ Dan sudah kita bahas tentang kisah kematian paman Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Abū Thālib) di dalam Shahīh Bukhāri dan Muslim.
.
Demikian pula para nabi yang lainnya. Kita bisa lihat misalnya Nabi Nūh ‘alayhishālatu wa sallām, bagaimana beliau ingin sekali anaknya mengikuti beliau. Sebagaimana disebutkan didalam surat Hūd: 42.
.
 يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
.
‼ “Wahai anakku ! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kāfir.”
.

Namun Allāh Subhānahu wa Ta’āla  berkehendak lain, Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menghendaki hidayah untuk putra Nabi Nūh ‘alayhissallām. Bahkan putranya membantah dengan mengatakan:
.
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
.
Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!”
.
✅ (Nūh ) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allāh pada hari ini selain Allāh yang Maha Penyayang.”
.
‼ Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.” (QS Hūd: 43)

.
Walaupun begitu Nabi Nūh ‘alayhissallām tidak putus asa, pada ayat berikutnya beliau berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.

وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
.
Dan Nūh memohon kepada Tuhannya sambil ‼ berkata, “Yā Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.” (QS Hūd: 45)
.
Tetapi Allāh Subhānahu wa Ta’āla menegur nabi Nūh ‘alayhissallām (padahal beliau ingin agar putranya mendapatkan petunjuk).
.

‼ Dalam hal ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla  mengatakan:
.
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
.
Dia (Allāh ) berfirman, “Wahai Nūh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, karena perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.” (QS Hūd : 46)
.

Akhirnya Nabi Nūh ‘alayhissallām menerima nasehat ini dan beliau mengatakan:
.
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
.
Dia (Nuh) berkata, “Yā Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” (QS Hūd: 47)
.
✅ Contoh lain, Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām, dalam Al Qur’ān banyak disebutkan tentang kisah beliau, in syā Allāh nanti kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang.
.
‼ In syā Allāh, yang bisa ambil kesimpulan dari penjelasan di atas bahwa nabi sekalipun bahkan beberapa nabi (in syā Allāh nanti akan dijelaskan) hanya bisa berusaha, adapun hidayah dikembalikan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla .
.
✅ Hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla  yang memberikan hidayah kepada hamba-Nya.
=…
➡ PARA NABI TIDAK MEMILIKI HIDAYAH TAUFĪQ (BAGIAN 03)

.
✅ Pada sesi yang kelima ini kita masih melanjutkan tentang pembahasan yang artinya bahwa para nabi sekalipun mereka tidak memiliki hidayah taufīq bagi seorangpun. Hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla saja yang menetapkan hidayah taufīq kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.
.
Kita lihat kisah Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām sebagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla  abadikan didalam surat Maryam: 42-45.
.
✅ Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengisahkan perkataan Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām ketika beliau mendakwahi ayahnya.
.
‼ Dipertemuan sebelumnya telah kita jelaskan bagaimana Nabi Nūh ‘alayhissallām mendakwahi putranya akan tetapi beliau (alayhissallām) tidak berhasil.
.
‼ Pada pertemuan kali ini kita akan menceritakan bagaimana Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām mendakwahi ayahnya.
.
✅ Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan perkataan Nabi Ibrāhīm alayhissallām kepada ayahnya
.
.
 يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
.
‼ “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun ?”
.
✅ Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām kembali mengatakan:
.
يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا
.
‼ “Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.”
.
✅ Kemudian Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām mengatakan kembali:
.
يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا
.
‼ “Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah syaithān. Sungguh, syaithān itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.”
.
✅ Kemudian Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām mengatakan:
.
يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا
.
‼ “Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi syaithān.” (QS Maryam: 42-45)

.

✅ Lihat disini! Nabi Ibrāhīm ‘alayhissallām merengek, meminta ketika beliau mendakwahi ayahnya, meminta dengan tulus kepada ayahnya agar ayahnya mengikuti hidayah (petunjuk) beliau dari Allāh Subhānahu wa Ta’āl
a.
.
✅ Dengan mengucapkan:
.
يَا أَبَتِ……. يَا أَبَتِ…… يَا أَبَتِ…… يَا أَبَتِ
.
Hingga empat kali beliau alayhissallām mengucapkanya (Yā Abatiy…. adalah pangilan dari anak yang shālih kepada ayahnya).
.

Tetapi ayahnya menolak, dengan penolakan yang begitu keras bahkan mengancam putranya dengan mengatakan:
.
قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا
.
Dia (ayahnya) berkata, “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrāhīm ? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.” (QS Maryam: 46)
.
Nabi Ibrāhīm alayhissallām diusir bahkan diancam oleh ayahnya jika beliau (alayhissallām) tidak berhenti berdakwah.
.
‼ Lihat ! Nabi Ibrāhīm alayhissallām berdakwah kepada ayahnya dan ayahnya tidak mau mengikuti dakwah beliau (alayhissallām).
.
✅ Tapi lihat, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berikan yang lain, ketika Nabi Ibrāhīm alayhissallām mengajak putranya yang bernama Ismāil alayhissallām, Allāh sebutkan dalam Al Qur’ān surat Maryam 54: صَادِقَ ٱلْوَعْدِ , janji yang sangat benar.
.
‼ Ketika Nabi Ibrāhīm alayhissallām diperintah oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menyembelihnya putranya Ismāil alayhissallām sebagaimana diceritakan didalam surat Ash Shāffāt: 102. Allāh Subhānahu wa Ta’āla
  berfirman:
.
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
.
‼ “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”
.
✅ (Nabi Ismāil pun menjawab,) “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allāh) kepadamu, in syā Allāh engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS  Ash Shāffāt : 102)
.

Perhatikan jawaban Nabi Ismāil alayhissallām sangat berbeda dengan ayah Nabi Ibrāhīm alayhissallām. Lihat ! Hidayah hanya ditangan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.
✅ Benarlah janji Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bahwasanya Nabi Ibrāhīm dan Nabi Ismāil adalah orang-ora yang sabar, dan termasuk nabi dan rasūl yang sangat mulia.
.
‼ Oleh karena itu, para ayah dan ibu betapa pun anda memiliki kemahiran, memiliki ilmu, memiliki kemampuan dalam mendidik anak-anak.
.
✅ Sehebat apapun anda, Ingat !  Anda hanya sekedar melakukan dan menjalankan sebab dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.
‼ Di antara sebab-sebab yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla perintahkan untuk kita lakukan adalah menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.
.
‼ Lakukanlah sebab itu, adapun hidayah kita kembalikan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.
✅ Sekali lagi, kita hanya meniti dan menempuh jalan, cara, syari’at.
.
‼ Siapapun anda, jangankan hanya orang tua biasa, seorang shālih atau ulamā, bahkan seorang nabi dan rasūl pun hanya sekedar menjalankan perintah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla, yang menentukan hidayah kepada anak keturunan kita hanyalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.
✅ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman bahwasanya di antara keturunan para nabi sekalipun ada yang berbuat baik dan berbuat zhālim.
.

وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌۭ وَظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌۭ
.
‼ “Dan di antara anak cucunya (nabi Ibrāhīm dan nabi Ishāq) ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zhālim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.” (QS Ash Shāffāt : 113)
=…

_______ Lanjut ke Halaman 2 ________