HOAX, SALAFI MELARANG MENINGGIKAN KUBURAN
.

=…


MENINGGIKAN KUBURAN-Ust.Abu Haidar As Sundawy


Menghias dan Memperindah KUBURAN-Ust.Abu Haidar As Sundawy


MENINGGIKAN KUBURAN-Ust.Abu Muawiyah


Penyimpangan-Penyimpangan seputarKubur – (Ustadz Arman Amri,Lc.)Bag1: Bag2:


MENINGGIKAN dan Menembok KUBURAN-Ust.Abu Haidar As Sundawy


Kuburan Bisa Menjadi Berhala – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.(20Mb)
https://app.box.com/s/jd2xqnb10ipin9e1k3s741xvaf5pzhqb
Laknat bagi yang Beribadah di Kuburan – Ustadz Lalu Ahmad Yani,Lc.(20Mb)
https://app.box.com/s/f2bwlu73bciycdokjz9wc1rmuo128axl
Akibat Berlebihan Kepada Kuburan Orang Sholeh – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.(16Mb)
https://app.box.com/s/3iyfwoavl773kcj9ovyza2uyb7csldag
Makna Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid – Ustadz Lalu Ahmad Yani-24Mb
https://app.box.com/s/tpkiaxyopaxuj9wldggu9ylnbpo65nqn
Buruknya Membangun Masjid di Atas Kuburan – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 17.5mb
https://app.box.com/s/pjlc2ozq3iy4f10lp6dzbvw22xhlvkbv
Kuburan Yang DiperTUHANkan . Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 15.6Mb
https://app.box.com/s/s5p6ne9nhtrv1xuei6hdy6lbz35jovle


.


Di Alam Kubur Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm
https://app.box.com/s/hmamdvs931ug4jrnbifdbq0i20q5fxhk
Himpitan Alam Kubur – Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A.webm
https://app.box.com/s/piucjio6ezlgjw8dfvybm7bag5te48mw
Azab Atau Nikmat(Alam Kubur) – Ustadz Ahmad Bazher 37Mb
https://drive.google.com/file/d/1jPWhlKm0tW2buhatMI53nT5AUTcQj47A/view?usp=drivesdk
Adzab Kubur Pasti Ada-Ust Mizan Qudsiyah 18Mnit3Mb
https://app.box.com/s/lis0fwxtv1tq6tacqnph87v3uoaz75p6
Kubur Rumah Pertama Antara Azab dan Nikmat-Ust Nizar Saad Jabal 18Mb
https://app.box.com/s/cch1zn8cl3uplj70ou5f0fd99qvz1fhl
Ust. Nizar Saad Jabal Lc. MA – Selamatkan Aku dari Siksa Kuburmu 15Mb
https://app.box.com/s/slrd8imqh5xcoynfoy0jyzza3jpjbfg5
ALAM KUBUR Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud
https://radiomuslim.com/download/8427/
Terminal Akhirat-Ust.Zaid Susanto MP3

Fitnah Kubur Itu Lebih Dahsyat Dari Fitnah Dajjal – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 13.8Mb
https://app.box.com/s/auv8f8gba8d01zsv75vhkxr5dapvx5bs
•••
KEHIDUPAN ALAM KUBUR 42HLM

Klik untuk mengakses KEHIDUPAN%20ALAM%20KUBUR.pdf


Pengakuan Mantan Pemuja Kubur-Abdul Mu’nim Al Jaddawi 44Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-46.pdf
Ada Apa Setelah Kematian-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDUzhlWXN5U2N0NjQ
Permasalahan Adzab Kubur-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDMzZGWlNXNHRkV3M 70 Pertanyaan Seputas Jenazah -Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDRkJRc1V2dWdZbGM
Menggunakan Kuburan Sebagai Masjid

Klik untuk mengakses Peringatan%20Penting%20%20Menggunakan%20Kuburan%20Sebagai%20Mesjid%20(Tahdzirus%20Sajid)%20–%20al%20Albani.pdf


=…
HOAX, SALAFI MELARANG MENINGGIKAN KUBURAN
.


Kalangan ahlul bid’ah menuduh salafi ahlussunnah wal jamaah (yang mereka gelari wahabi) melarang meninggikan kubur dan memerintahkan untuk membongkarny.
.
Padahal yang melarang dan memerintahkan untuk meratakan kuburan yang dibangun adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan amalan para salaf.
.
Salafi ahlussunnah dari zaman ke zaman hanya mengikuti sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan sunnah para khulafaur rasyidin, termasuk dalam perkara kuburan. Mereka tidak
membangun kubur, menembok dan mengkramiknya. Cukup hanya gundukan tanah semata sekitar setinggi satu jengkal.
.
Berkata Jabir bin Abdillah rad
hiyallahu ‘anhuma:
.
ﻧَﻬَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﻳُﺠَﺼَّﺺَ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮُ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﻘْﻌَﺪَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺃَﻥْﻳُﺒْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ).
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim).
.
Dan berkata Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:
.
ﻧَﻬَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃَﻥْ ﺗُﺠَﺼَّﺺَ ﺍﻟْﻘُﺒُﻮﺭُ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﻜْﺘَﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺒْﻨَﻰﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺃَﻥْ ﺗُﻮﻃَﺄَ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭ ﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ – ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ : ﺻﺤﻴﺢ ).
.
Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menyemen kuburan, menulisinya, mendirikan bangunan di atasnya, duduk di atasnya dan menginjaknya (HR, Ibnu Majah dan At Tirmidzi. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Shahih).
.
Dan berkata Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:
.
ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃُﻟْﺤِﺪَﻭَﻧُﺼِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻠَّﺒِﻦُ ﻧَﺼَﺒًﺎ ، ﻭَﺭُﻓِﻊَ ﻗَﺒْﺮُﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻧَﺤْﻮًﺍ ﻣِﻦْ ﺷِﺒْﺮٍ .
.
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dibuatkan untuk beliau liang lahad dan diletakkan di atasnya batu serta ditinggikannya di atas tanah sekitar satu jengkal” (HR. IbnubHibban dalam kitab Shahiihnya dan al Baihaqi, Berkata Syekh AlAlbani dalam kitab ahkamul janaiz hadits ini sanadnya hasan)
.
.
Berkata Sufyan at Tamar radhiyallahu anhu:
.
ﺭَﺃَﻯ ﻗَﺒْﺮَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣُﺴَﻨَّﻤًﺎ. ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ).
.
Aku melihat makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuat gundukkan seperti punuk”. (HR. Bukhari).
.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita kaum muslimin untuk meratakan kubur, tidak meninggikannya, apalagi membangunnya.
.

Berkata Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu :
.
ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺘَﺴْﻮِﻳَﺘِﻬَﺎ
.
Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim).
.
Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku:
.
ﺃﻟَﺎ ﺃَﺑْﻌَﺜُﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺑَﻌَﺜَﻨِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺪَﻉَ ﺗِﻤْﺜَﺎﻟًﺎﺇِﻟَّﺎ ﻃَﻤَﺴْﺘَﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻗَﺒْﺮًﺍ ﻣُﺸْﺮِﻓًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺳَﻮَّﻳْﺘَﻪ
ُ
.
“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR.Muslim).
.


Kita perhatikan, dalam hadis ini, tidaklah SEMATA menunjukkan bahwa meninggikan kuburan hukumnya terlarang. Namun hadis ini memberikan penekanan bahwa makam siapapun yang ditinggikan, harus diratakan dengan tanah atau disisakan gundukan normal kuburan. Artinya di sana ada perintah untuk meratakan makam siapapun yang melanggar larangan dengan ditinggikan, agar disamakan dengan makam lainnya.
.
Namun waktu berjalan dan kondisi msyarakat berubah. Di zaman para sahabat, ketika sunah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tumbuh subur di negeri kaum muslimin, menghancurkan kijing makam yang ditinggikan adalag hal yang lumrah bahkan menjadi tugas Khalifah, semacam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
.
Berbeda dengan zaman sekarang, di saat penyakit kultus terhadap orang soleh mengakar di mana-mana, tugas memugar kuburan yang dikijing, menjadi praktek yang kontroversial dan dianggap menyalahi aturan. Kijing kuburan telah dianggap bagian dari prinsip hidup sebagian kaum muslimin. Siapa yang melawan kijing dan berusaha memugarnya, siap untuk dilawan, sekalipun harus mengorbankan nyawa. Kijing dan marmer kuburan, telahnmenjadi masalah yang bisa mengancam stabilitas masyarakat.
.
Inilah yang menjadi pertimbangan besar negara Arab Saudi. Mereka dalam buku-bukunya mendakwahkan untuk anti dengan kijing dan meninggikan kuburan, namun mengapa kubah hijau tidak dipugar?
.
Jawabannya, karena makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan semata kepentingan Saudi, tapi kepentingan jutaan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Bisa jadi akan timbul
pertumpahan darah di masjid nabawi, ketika pemerintah memugar kubah itu. Keputusan ini sejatinya meniru keputusan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang bentuk bangunan ka’bah
. Beliau pernah mengatakan kepada istri beliau A’isyah,
.
ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺣَﺪَﺍﺛَﺔُ ﻋَﻬْﺪِ ﻗَﻮْﻣِﻚِ ﺑِﺎﻟْﻜُﻔْﺮِ ﻟَﻨَﻘَﻀْﺖُ ﺍﻟْﻜَﻌْﺒَﺔَ، ﻭَﻟَﺠَﻌَﻠْﺘُﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺳَﺎﺱِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ،ﻓَﺈِﻥَّ ﻗُﺮَﻳْﺸًﺎ ﺣِﻴﻦَ ﺑَﻨَﺖِ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖَ ﺍﺳْﺘَﻘْﺼَﺮَﺕْ، ﻭَﻟَﺠَﻌَﻠْﺖُ ﻟَﻬَﺎ ﺧَﻠْﻔًﺎ
.
Kalaulah bukan karena masyarakat-mu baru saja masuk islam, aku akan memugar ka’bah dan menjadikannya sesuai dengan bangunan Ibrahim. Karena orang quraisy ketika membangun Ka’bah tidak menyempurnakan bangunannya. Aku akan buat pintu belakang.”. (HR. Bukhari 126, Muslim 1333, dan yang lainnya).
.


Ini terjadi ketika beliau telah menaklukkan kota Mekah. Beliau melihat bangunan ka’bah versi orang Quraisy, berbeda dengan ka’bah asli bangunan Ibrahim. Namun pemugaran itu tidak beliau lakukan, karena mempertimbangkan kemaslahatan. Bisa jadi ketika beliau memugar ka’bah, akan banyak orang yang murtad dan menyalahkan sikap beliau.
.
Dibawah ini penulis tuangkan mengenai pendapat para ulama mengenai meninggikan kuburan, membangunnya dan lain sebagainya.
.

Berkata Imam Syafi’i rahimahullâh :

Dimakruhkan (dibenci) menembok kuburan, menulis nama yang mati (dibatu nisan) di atas kuburan atau tulisan-tulisan yang lain dan membuat bangunan di atas kuburan.
(Al Majmu V/266).
.
Dan berkata Imam Syafi’i rahimahullâh :
Saya suka kalau tanah kuburan itu tidak ditinggikan dari selainnya dan tidak mengambil padanya dari tanah yang lain.Tidak boleh, apabila ditambah tanah dari lainnya menjadi tinggi sekali, dan tidak mengapa jika ditambah sedikit saja. Saya hanya menyukai ditinggikan (kuburan) di atas tanah satu jengkal ataunsekitar itu dari permukaan tanah”.
.
“Saya suka bila (kuburan) tidak dibangun dan ditembok, karena itu menyerupai penghiasan dan kesombongan, dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar ditembok

.
Seorang perawi menyatakan dari Thawus, bahwa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam telah melarang kuburan dibangun atau ditembok. Saya sendiri melihat sebagian penguasa di Makkah menghancurkan semua bangunan di atasnya (kuburan), dan saya tidak melihat para ahli fikih mencela hal tersebut.” (AlMajmu V/266).
.
Berkata Imam Nawawi rahimahullâh :
Dimakruhkan (dibenci) menembok kuburan, mendirikan bangunan, dan menuliskan sesuatu di atasnya. Apabila bangunan itu didirikan di atas tanah kubur yang diwakafkan fi sabilillah,maka hal itu harus dirobohkan.” (AlMuhadzdzab I/456).
.
Berkata Asy Syaukani rahimahullâh :
Kubur tidak boleh ditinggikan terlalu tinggi, tanpa ada beda antara kubur orang yang terpandang dengan yang lainnya.Zhahirnya, meninggikan kubur lebih dari kadar yang dibolehkan hukumnya haram. Demikian yang telah ditegaskan oleh rekan-rekan Imam Ahmad dan beberapa orang rekan Imam Syafi,I” ( Nailul Autar (IV/131).
.
Berkata Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullâh :
Perbuatan-perbuatan haram yang paling besar dan sebab-sebab yang menyeret kepada kemusyrikan adalah shalat di atas kuburan, menjadikan kuburan sebagai masjid, dan membuat bangunan di atasnya. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hal itu hukumnya makruh, maka kata makruh ini harus diartikan lain, yakni haram. Sebab tidak mungkin para ulama membolehkannsesuatu perbuatan di mana Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melaknat pelakunya, dan berita tentang laknat dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ini diterima dari generasi ke generasi.” (az-Zawajir’an Iqtiraf al-Kabair, I/195).
.
Dan berkata Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullâh:
Bangunan-bangunan di atas kuburan itu harus segerandihancurkan, begitu pula kubah-kubah yang ada di atasnya, karena bangunan-bangunan itu lebih berbahaya dari pada masjid dhirar. Membuat bangunan itu merupakan tindakan durhaka kepada Rasululallah shallallahu’alaihi wasallam, karena beliau melarangnya, dan beliau memerintahkan untuk menghancurkannkuburan-kuburan dibangun menonjol dari dataran tanah.Sedangkan lampu-lampu yang dipasang di atas kuburan harus dihilangkan, dan tidak boleh mewakafkan lampu-lampu, atau nadzar memasang lampu-lampu untuk kepentingan tersebut.” (az-Zawajir’an Iqtiraf al-Kabair, I/195).
.

Apakah hukumnya jika kita mengeramik makam? Alasan ana supaya ndak hilang karena dikampung pemakaman umum yang bisa siapa saja menempati. ana mau mengeramik makan Almarhumah IBU yang baru meninggal 11
bulan yang lalu.

.
Jawaban :

Membangun di atas kuburan baik dengan keramik atau lainnya adalah perbuatan yang dilarang oleh Islam,
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
.
ﻧﻬَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﻳُﺠَﺼَّﺺَ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮُ ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﻘْﻌَﺪَﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺒْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari mengkapur kuburan, duduk di atasnya dan beliau juga melarang dari membangun kuburan”. (HR Muslim : 970).
.

Dalam riwayat lain Nabi shalallahu ‘alaihi malaknat kaum yahudi dan nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid alias membuat bangunan di atas kuburan. Ini adalah resiko berat yang akan kita terima manakala kita nekat melanggar larangan ini.
.
Dan karena bakti kepada orang tua itu tidak disimbolkan dengan cara membangun kuburan. Tapi di sana ada cara lain berbakti kepada orang tua yang sudah wafat yaitu dengan cara mendoakannnya, menjalin silaturrahim dengan orang-orang yang dicintai orang tua kita, bersedekah atas nama orang tua dan lain-lain.

AFM