SERIAL BULAN RAJAB (Bag 1)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.
Bulan Rajab Bulan Mulia
https://bit.ly/SerialRajab1440H_H01
Shalāt Raghāib
https://bit.ly/SerialRajab1440H_H02
KEUTAMAAN BULAN RAJAB _ USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS
https://app.box.com/s/kyp32183vcn1yw1cd0ri2q2fp764w22o

Ustadz Zainal Abidin Amalan Bulan Rajab Menurut Ulama Syafi’iyyah

Kemuliaan Bulan Rajab dan Amalannya – Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Mengupas Bulan Rajab-Ustadz Zainal Abidin, Lc.

Rahasia Di Balik Bulan Rajab-Ust.Ahmad Zainuddin

Amalan di Bulan Rajab (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Amalan-Amalan di Bulan Rajab (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

=.

Ebook
Buku Ritual Bid’ah Dalam Setahun penulis Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiry,
Jilid1 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%201.pdf
Jilid 2 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%202.pdf
Jilid 3 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%203.pdf
Jilid 4 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%204.pdf
Puasa Rajab

Klik untuk mengakses 46-puasa-rajab.pdf


Amalan Di Bulan Rajab

Klik untuk mengakses id_work_in_the_month_of_rajab.pdf


Keutamaan-keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan

Klik untuk mengakses id_Keutamaan_Bulan_Rajab_dalam_Timbangan.pdf


Puasa Di Bulan Rajab

Klik untuk mengakses id_islam_qa_75394.pdf


Bid’ah Bid’ah Di Bulan Rajab

Klik untuk mengakses id_Bidah_dibulan_Rajab.pdf


Nasehat Tentang Bid’ah Di Bulan Rajab

Klik untuk mengakses id_Nasehat_Tentang_Bidah_dibulan_Rajab.pdf


Keutamaan Bulan-bulan Haram Dalam Islam

Klik untuk mengakses id_Keutamaan_Bulan_bulan_Haram_dalam_Islam.pdf


Hadits-hadits Palsu Seputar Rajab
http://www.box.net/shared/l2ie78qcey
=…

بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

~~~~~~~~~~~~
➡ *BULAN RAJAB BULAN MULIA*
بسم الله
الحمد لله الذي جعل من يريده بخير فقيها في الدين
والصلاة والسلام على أشرف الخلق وسيد وإمام المرسلين نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد
.
Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram.
.

Allāh berfirman dalam ayat-Nya :
.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
.
_”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allāh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allāh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”_
(QS At Tawbah: 36).

.
Dan empat bulan haram yang disebutkan dalam ayat di atas adalah:
⑴ Dzulqa’dah
⑵ Dzulhijjah
⑶ Muharram
⑷ Rajab

.
Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam sebuah hadīts, bersabda :..
.
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
.
_”Setahun terdiri dari dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan (yaitu) Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram serta Rajab yang diagungkan oleh qabilah Mudhar yang terletak antara Jumādā dan Sya’bān.”_
(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 3197, 4406, 4662, 5550, 7447 dan Muslim 1679)
.

➡ Bulan-bulan tersebut dinamakan bulan haram karena:
.
.
✅ ⑴ Seorang haram berperang pada bulan tersebut kecuali jika musuh memulai terlebih dahulu.
.
✅ ⑵ Bulan tersebut dinamakan bulan haram, karena larangan atas perbuatan dosa dan maksiat pada bulan haram lebih ditekankan lagi dari pada bulan lainnya.
.

Adapun beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengagungkan bulan ini adalah dengan berusaha untuk meminimalisir atau mempersedikit dosa.
.
‼ Memang tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari dosa, namun kita berusaha pada bulan ini untuk mengurangi kesengajaan kita berbuat dosa.

.
✅ Karena Allāh berfirman dalam ayat di atas :
.
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
.
_”Janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan yang empat itu.”_
.

Dan bulan ini (bulan Rajab) adalah salah satu dari bulan empat tersebut.
.
✅ Imām Ibnu Katsīr dalam tafsirnya membawakan perkataan Qatādah, ketika beliau mengatakan:

.
إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا, مِنَ الظُّلْمِ فِيمَا سِوَاهَا, وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيمًا, وَلَكِنَّ اللَّهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ
.
_”

Kezhāliman yang dilakukan pada bulan haram, nilai kesalahannya dan dosanya lebih besar. Dari pada kezhāliman yang dilakukan diluar bulan tersebut. Walaupun semua yang bernama kezhāliman tetap besar kapanpun itu. Akan tetapi, Allāh menganggap besar beberapa urusan, sesuai kehendak-Nya.”_
.


✅ Kesimpulan yang bisa kita ambil, adalah:

Kita harus berusaha untuk mengagungkan bulan Rajab dengan berusaha untuk mengurangi atau mengerem perbuatan dosa yang mungkin untuk dilakukan, sehingga kita bisa mengagungkan bulan Rajab ini.
.
Semoga bermanfaat

~~~~~~~~~~~~
➡ *SHALĀT RAGHĀIB*

✅ Dalam setiap perlombaan pasti ada peraturannya. Bagi setiap institusi pendidikan pasti ada peraturannya. Begitu juga dalam agama kita.
.
‼ Agama kita memiliki aturan tertentu dalam perjalanan seorang hamba menuju Rabb-Nya.
.
✅ Dalam ibadah ada aturannya sendiri yang dinamakan syar’iat. Di dalam syar’iat pasti ada rukunnya, ada syaratnya, ada sunnahnya dan ada larangannya.
.
‼ Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu sesuai dengan peraturan maka dia menjadi seorang yang beruntung dan barangsiapa yang melakukan sesuatu tidak sesuai dengan peraturan maka dia termasuk orang yang celaka.
.
✅ Pada bulan Rajab ini ada beberapa kalangan yang masih melakukan shalāt Raghāib.

.
Apakah shalāt Raghāib itu?
.
Shalat Raghāib adalah shalāt yang dilakukan pada malam Jum’at pertama pada bulan Rajab, dilakukan antara waktu Maghrib dan Isya, biasanya didahului dengan puasa pada siang harinya (hari kamis).
.

Shalāt Raghāib dilakukan sebanyak 12 raka’at.
√ Setiap raka’at membaca Al Fātihah, surat Al Qadar 3 (tiga) kali dan surat Al Ikhlās 12 (dua belas) kali.
√ Setelah selesai, lalu bershalawat dengan sebanyak 70 kali.
√ Kemudian sujud dengan membaca do’a khusus dengan jumlah tertentu.
√ Kemudian duduk dan membaca do’a khusus dengan jumlah tertentu.
√ Kemudian sujud lagi membaca do’a khusus dengan jumlah tertentu.
.
✅ Shalāt Raghāib ini dipercayai oleh sebagian orang, berdasarkan hadīts yang palsu, memiliki banyak keutamaan.
.
‼ Di antaranya keutamaan yang dijanjikan dari hadīts palsu tersebut, adal
ah:
.
✅ ⑴ Seluruh dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.
.
✅ ⑵ Saat di alam kubur pahala shalāt tersebut akan datang dalam bentuk terbaik, bau terharum dan menemani orang yang melakukan shalāt ini.
.
✅ ⑶ Di akhirat kelak orang yang melakukan shalāt ini akan diberikan izin untuk memberikan syafā’at kepada 700 kerabatnya.
.
✅ ⑷ Shalāt ini akan menjadi naungan pada hari kiamat kelak, ketika matahari didekatkan kepada semua makhlu
k.
.
Namun sebagaimana disampaikan di awal, bahwa hadīts yang menyebutkan keutamaan tersebut merupakan hadīts yang dhaif (lemah), tidak bisa dijadikan pegangan untuk beramal shālih.
.
✅ Dan tahukah anda, apa yang dikatakan oleh Imām Ramli (salah satu ulamā madzhab Syāfi’i) berkaitan dengan shalāt ini ?
.

✅ Beliau berkata :
.
لَمْ يَصِحَّ فِي شَهْرِ رَجَبٍ صَلَاةٌ مَخْصُوصَةٌ تَخْتَصُّ بِهِ
.
_”Tidak ada dalīl yang shahīh terkait shalāt khusus pada bulan Rajab.”_
.
وَالْأَحَادِيثُ الْمَرْوِيَّةُ فِي فَضْلِ صَلَاةِ الرَّغَائِبِ فِي أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبٍ كَذِبٌ بَاطِلٌ
.
_”Hadīts-hadīts yang diriwayatkan berkaitan dengan keutamaan shalāt Raghāib yang dilakukan pada awal hari Jum’at bulan Rajab, merupakan hadīts yang dusta dan bathil.”_
.
وَهَذِهِ الصَّلَاةُ بِدْعَةٌ عِنْدَ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ
.
_”Dan shalāt tersebut merupakan kebid’ahan menurut jumhur ulamā.”_
.

✅ Imām Nawawi pun ketika ditanya tentang shalāt Raghāib dan shalāt Nisyfu Sya’ban, beliau berkata :
.
الحمد لله ، هاتان الصلاتان لم يصلهما النبي-صلى الله عليه وسلم
.
_”Segala puji bagi Allāh, kedua shalāt tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.”_
.
ولا أحد من أصحابه–رضي الله عنهم
.
_”Tidak pernah dilakukan oleh salah seorang shahābat radhiyallāhu ta’āla ‘anhum.”_
.
ولا أحد من الأئمة الأربعة المذكورين–رحمهم الله
.
_”Tidak pula oleh salah seorang dari imām madzhab yang empat (Imām Abū Hanifah, Imām Mālik, Imām Syāfi’i, Imām Ahmad).”_
.
ولا أشار أحد منهم بصلاتهما
.
_”Bahkan mereka tidak ada yang mengisyaratkan akan adanya shalāt ini.”_
.
ولم يفعلهما أحد ممن يقتدي به،
.
_”Dan kalangan para ulamā yang bisa dicontoh perbuatannya belum pernah melakukannya.”_
.
ولم يصح عن النبي منها شيء ولا عن أحد يقتدي به
.
_”Dan tidak ada satu hadīts shahīh pun dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkaitan dengan shalāt tersebut atau dari salah satu imām kaum muslimin yang bisa dicontoh amalahnnya.”_
.
وإنما أحدثت في الأعصار المتأخرة وصلاتهما من البدع المنكرات ، والحوادث الباطلات
.
_”Ibadah shalāt ini diada-adakan pada masa belakangan ini dan kedua shalāt tersebut merupakan bid’ah yang mungkar, dan perbuatan yang bathil.”_
.
✅ Dan telah shahīh dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bahwasanya Beliau bersabda:
.
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
.
_”Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru. Setiap perkara-perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”_
(Hadīts shahīh Abū Dāwūd no 4607, At Tirmidzī nomor 2676, Ahmad IV/46-47)
.

Dan dalam Shahīh Bukhāri dan Muslim, dari Āisyah radhiyallāhu ta’āla ‘anhā, beliau berkata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
.
مَنْ أَحْدَثَ فِي دِينِنَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
.
_”Barangsiapa yang mengadakan perkara baru dalam agama kami maka amalan tersebut tertolak.”_
.
✅ Dan dalam Shahīh Muslim, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
.
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
.
_“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”_
(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1718)

.
Dan sudah sepantasnya masing-masing kita semua untuk tidak melakukan shalāt ini dan memperingatkan darinya dan berlari darinya dan menjelekkan perbuatan tersebut dan menyebarkan larangan akan shalāt tersebut.
Karena telah shahīh dari Nabi sha
llallāhu ‘alayhi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:
.
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
.
_”Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya.”_
.

Dan wajib bagi para ulamā untuk memperingatkan shalāt tersebut dan berpaling dari shalāt tersebut untuk urusan lainnya karena mereka akan menjadi contoh.
.
‼ Da tidak boleh ada orang yang tertipu, tidak boleh ada orang yang terkesan karena shalāt tersebut sudah tersebar yang telah dilakukan oleh orang banyak yang semisalnya.
.
✅ Karena mencontoh itu hanya boleh untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan dengan apa yang Beliau perintahkan dan bukan dengan sesuatu yang dilarang atau diperingatkan oleh Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam
).
(Fatwa AImām Nawawi dalam Kitāb Musajjalah Ilmiyah Bainal Imamaini hal 45-47).
.
Semoga bermanfaat.
Wallāhu A’lam Bishawāb
. .•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_