SERIAL BULAN RAJAB (Bag 2)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Ustadz Ratno, Lc-Keutamaan Puasa Satu Hari Pada Bulan Rajab
https://bit.ly/SerialRajab1440H_H03
Ustadz Ratno, Lc-Isra’ Mi’raj
https://bit.ly/SerialRajab1440H_H04
Ust.Ratno-Hadīts tentang Isra’ Mi’raj
https://bit.ly/SerialRajab1440H_H05
Serial Bulan Rajab
https://drive.google.com/open?id=1CFUWNO2FVLJ8VLvK1B_6BNc7irH5KXwP
KEUTAMAAN BULAN RAJAB _ USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS
https://app.box.com/s/kyp32183vcn1yw1cd0ri2q2fp764w22o

Ustadz Zainal Abidin Amalan Bulan Rajab Menurut Ulama Syafi’iyyah

Kemuliaan Bulan Rajab dan Amalannya – Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Mengupas Bulan Rajab-Ustadz Zainal Abidin, Lc.

Rahasia Di Balik Bulan Rajab-Ust.Ahmad Zainuddin

Amalan di Bulan Rajab (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Amalan-Amalan di Bulan Rajab (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

=…

Ebook
Buku Ritual Bid’ah Dalam Setahun penulis Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiry,
Jilid1 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%201.pdf
Jilid 2 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%202.pdf
Jilid 3 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%203.pdf
Jilid 4 : https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%204.pdf
Puasa Rajab

https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/46-puasa-rajab.pdf


Amalan Di Bulan Rajab

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_work_in_the_month_of_rajab.pdf


Keutamaan-keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_Keutamaan_Bulan_Rajab_dalam_Timbangan.pdf


Puasa Di Bulan Rajab

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/id_islam_qa/id_islam_qa_75394.pdf


Bid’ah Bid’ah Di Bulan Rajab

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_Bidah_dibulan_Rajab.pdf


Nasehat Tentang Bid’ah Di Bulan Rajab

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_Nasehat_Tentang_Bidah_dibulan_Rajab.pdf


Keutamaan Bulan-bulan Haram Dalam Islam

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single3/id_Keutamaan_Bulan_bulan_Haram_dalam_Islam.pdf


Hadits-hadits Palsu Seputar Rajab
http://www.box.net/shared/l2ie78qcey
.

بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

~~~~~~~~~~~~.
➡ *Keutamaan Puasa Satu Hari Pada Bulan Rajab*
.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي جعل من يريده بخير فقيها في الدين
والصلاة والسلام على أشرف الخلق وسيد المرسلين نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
.
Dalam sebuah artikel disebutkan:
“Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama Rajab, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dari sungai itu.”
(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)
.

Begitu kata salah satu artikel yang menyebarkan keutamaan amalan ini, dengan menisbatkan hadītsnya kepada Imām Al Bukhāri dan Imām Muslim
..
✅ Padahal tidak satupun hadīts dalam shahīh Bukhāri atau shahīh Muslim yang berbunyi seperti itu.

.
✅ Bahkan Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan:
.
لم يرد في فضل شهر رجب , ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين , ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة
.
‼ “Tidak ada hadīts yang menyebutkan tentang keutamaan amalan pada bulan Rajab, tidak pada puasanya, tidak pula pada puasa khususnya, begitu juga pada shalāt malam yang dilakukan secara khusus pada bulan tersebut, tidak ada satupun hadīts shahīh yang bisa dipakai untuk sandaran hukum.”
.
Sehingga sudah sepantasnya seorang muslim, tidak perlu melakukan shalāt malam khusus pada bulan Rajab.
.
‼ Semisal shalāt malam pada tanggal 27 Rajab, yang dianggap sebagian orang sebagai malam Isrā’ dan Mi’rāj.
.
✅ Syaikh ‘Utsaimin rahimahullāh pernah ditanya tentang puasa dan shalāt malam khusus pada tanggal 27 Rajab.
.

‼ Maka beliau menjawab dengan mengatakan:
Mengkhususkan tanggal 27 Rajab dengan puasa dan shalāt adalah kebid’ahan dan semua kebid’ahan adalah kesesatan.”
(Majmu’ fatawā Ibnu ‘Utsaimin juz 20/4
40)
.
✅ Namun jangan disalahpahami bahwa tanggal 27 Rajab tidak boleh shalāt malam atau tidak boleh puasa.
.
‼ Bukan seperti itu maksudnya, yang tidak diperbolehkan adalah mengkhususkannya.
.
√ Seperti orang yang tidak pernah shalāt malam, lalu pada tanggal tersebut ia melakukan shalāt malam.
.
√ Orang yang tidak punya kebiasaan puasa, lalu ia puasa pada tanggal tersebut.
.
‼ ==> yang seperti ini yang dilarang.
.

Adapun orang-orang yang sudah memiliki kebiasaan untuk shalāt malam atau puasa senin kamis, puasa Dāwūd, puasa 3 hari setiap bulan, maka boleh-boleh saja berpuasa pada tanggal 27 Rajab, yang tidak diperbolehkan adalah mengkhususkannya.
.
✅ Dalam hadīts Ibnu Abbās disebutkan:
.
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُف
.
‼ “Dahulu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berpuasa pada bulan Rajab sampai kita katakan, ‘Beliau berpuasa terus’. Dan di lain waktu beliau tidak berpuasa, hingga kami katakan, ‘Beliau sama sekali tidak berpuasa pada bulan tersebut’.”
(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1157)
.

Sehingga bagi siapapun yang ingin berpuasa pada bulan Rajab, diperbolehkan.
.
‼ Namun jika meyakini keutamaan khusus maka hal tersebut bisa terjatuh pada amalan bid’ah yang tertolak.
.
✅ Kemudian kita tutup pertemuan kali ini dengan perkataan Ibnu Hajar rahimahullāh dalam bukunya “Tabyinul Ajab”, buku yang beliau tulis untuk menerangkan hadīts-hadīts yang tidak bisa dipakai menjadi sandara hukum berkaitan dengan bulan Rajab.

.
✅ Pada kitāb tersebut beliau (rahimahullāh) berkata :
.
لم يرد في فضل شهر رجب , ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين , ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة
.
‼ “Tidak ada hadīts yang shahīh berkaitan keutamaan bulan Rajab, bahkan tenang puasa, shalāt malam khusus pada bulan Rajab, juga tidak ada satupun hadīts shahīh yang bisa dipakai sebagai sandaran hukum.”
(Kitāb Tabyinul Ajab hal 23)
.

~~~~~~~~~~~~
➡ *ISRĀ’ DAN Mi’RĀJ*
.
✅ Isrā’ dan Mi’rāj merupakan perjalanan malam yang dilakukan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dari kota Mekkah menuju Baitul Maqdis di Palestina.
.
‼ Kemudian dari Baitul Maqdis naik hingga Sidratul Muntahā guna menerima perintah shalāt dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
.
‼ Di Indonesia, sebagian kaum muslimin merayakan kejadian ini dan ada libur nasionalnya yang jatuh pada tangga 27 Rajab.
.
✅ Pendapat ini merupakan pendapat Imām An Nawawi dalam kitāb Ar Raudhah. Namun sebenarnya permasalahan ini adalah permasalahan yang diperdebatkan dikalangan ulamā. Mereka berselisih pendapat tentang tahun kejadian Isrāi dan Mi’rāj maupun bulan terjadi Isrā’ dan Mi’rāj.
.
✅ Dalam Fathul Barī, Ibnu Hajar, menyebutkan perbedaan pendapat ini.
.
‼ Ada yang menyebutkan bahwa Isrāil dan mi’rāj terjadi pada bulan:
⑴ Rabiul Awwal (bulan ke-3) penanggalan Islām.
⑵ Rabiul Akhir (bulan ke-4) penanggalan Islām.
⑶ Bulan Ramadhān (bulan ke-9) penanggalan Islām.
⑷ Bulan Syawwāl (bulan ke-10) penanggalan Islām.
⑸ Bulan Rajab (bulan ke-7) penanggalan Islām.
.

✅ Karena perbedaan yang sangat banyak ini, kemudian Syaikul Islām mengatakan yang maknanya :
.
وَلَمْ يَقُمْ دَلِيلٌ مَعْلُومٌ لَا عَلَى شَهْرِهَا وَلَا عَلَى عَشْرِهَا وَلَا عَلَى عَيْنِهَا، بَلِ النُّقُولُ فِي ذَلِكَ مُنْقَطِعَةٌ مُخْتَلِفَةٌ لَيْسَ فِيهَا مَا يُقْطَعُ بِهِ
.
‼ _”Dan tidak ada dalīl yang kuat yang mengabarkan tentang bulan dan tanggalnya terjadi Isrā’ Mi’rāj. Bahkan kabar-kabar tentang hal tersebut terputus dan berbeda-beda, sehingga tentang kapan terjadinya tidak bisa dipastikan.”_
(Zadul Ma’ad 1/58)
.

✅ Ibnu Rajab dalam Lathaif Al Ma’arif (1/121) juga mengatakan:
Bahwa pada bulan Rajab ini ada riwayat yang menyatakan adanya kejadian besar Isrā’ Mi’rāj dan tidak ada hadīts shahīh yang berkaitan dengan hal tersebut.”
.

‼ Kesimpulannya:
Kita mengimani Isrā’ Mi’rāj, namun tidak memastikan kapannya.
Kemudian pada Isrā’ dan Mi’raj ini ada pelajaran penting bagi kita:
.
✅ ⑴ Bahwa dalam ‘aqidah, ahlus sunnah wal jama’ah mengatakan bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla berada di atas, dan beristiwā’ di atas ‘Arsy Nya, dan hal ini diselisihi oleh beberapa orang terkenal di indonesia ini.
.
✅ ⑵ Dan dalam Isrā’ dan Mi’rāj ini ada dalīl yang kuat untuk menyatakan hal tersebut.

.
Bahwa Allāh berada di atas, karena arti Mi’rāj secara istilah adalah perjalanan naik ke atas dari Baitul Maqdis hingga langit ketujuh atau Sidratul Muntahā.
.

Ini menjadi dalīl kuat bagi pendapat yang menyatakan Allāh berada di atas. Karena jika Allāh berada dimana-mana sebagaimana ‘aqidah sebagian orang, tentu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak perlu Isrā’ dan Mi’rāj.

Beliau tidak perlu susah susah menaiki burāq kemudian naik kelangit.
.
‼ Sehingga kita mengatakan bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla berada di atas, bukan dimana-mana. Dan Allāh beristiwā di atas ‘Arsy Nya, dan hanya Allāh yang tahu hakikatnya.
Kita hanya diberi kabar dalam Al Qurān dan hadīts Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
.

Maka kewajiban kita adalah mengimani, walaupun kita tidak tahu bagaimananya, karena jika diterangkan pun, mungkin akal kita tidak bisa membayangkannya, karena kita hanyalah makhluk Allāh yang sangat kecil lagi lemah.
=…
~~~~~~~~~~~~

Hadīts tentang isrā’ dan mi’rāj
.
✅ Pada kesempatan kali ini, kita akan Mencoba membawakan hadīts tentang kisah Isrā’ dan Mi’rāj.
.
‼ Kisah Isrā’ dan Mi’rāj ini Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dibawakan oleh Imām Al Bukhāri dan Imām Muslim dalam shahīhnya.

.
Berikut kisah beliau dari shahīh Muslim nomor hadīts 164:
Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Ketika aku berada di samping Baitullāh dalam keadaan separuh tidur, tiba-tiba aku mendengar pembicaraan dari salah seorang dari tiga lelaki yang berada di tengah-tengah. Lalu mereka menghampiriku dan membawaku ke suatu tempat.
.
✅ Kemudian mereka membawa sebuah wadah dari emas yang berisi air zamzam. Setelah itu dadaku dibedah dari sini dan sini.
.
‼ Qatādah berkata:
“Aku telah bertanya kepada orang yang bersamaku ketika itu, “Apakah yang beliau (Anas bin Mālik) maksudkan?”
Dia menjawab: “Hingga ke bawah perut beliau”.
.
✅ Beliau melanjutkan sabdanya:
“Jantungku dikeluarkan dan dibersihkan dengan air zamzam, kemudian diletakkan kembali di tempat asal.
‼ Setelah itu diisi pula dengan iman dan hikmah,lalu didatangkan kepadaku seekor binatang tunggangan berwarna putih yang disebut Burāq.
.
‼ Ia lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada bighal. Panjang langkahnya sejauh mata memandang, sementara itu aku dibawa di atas punggungnya.
.
✅ Kemudian kami pun memulai perjalanan hingga sampai ke langit dunia, setelah itu Jibrīl meminta agar dibukakan pintunya, ditanyakan kepadanya, ‘Siapa? ‘ Jawabnya, ‘Jibrīl’.
Kemudian ditanya lagi, “Siapakah yang bersamamu?”
“Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam”, jawab jibril.
Lalu ditanya lagi, “Apakah dia orang yang telah diutus ?”
Jawabnya, “Ya”.
.
✅ Lalu malāikat yang menjaga pintu tersebut membuka pintu sambil berkata, “Selamat datang, sungguh tamu mulia telah tiba”.
Lalu kami mengunjungi Nabi Ādam.”
.
‼ Dalam riwayat Al Bukhāri nomor 349 disebutkan bahwa disamping kanan nabi Ādam ada ruh anak keturunannya penghuni surga dan disamping kiri juga ada ruh anak keturunannya yang menghuni neraka. Ketika beliau melihat ke kanan beliau tertawa dan jika melihat kekiri beliau menangis.
.
✅ Ketika itu beliau mengucapkan: “Selamat datang nabi yang shālih, anak yang shālih”
Lalu perawi membawakan hadīts tersebut dengan kisahnya, dia menceritakan bahwa Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertemu dengan nabi Īsā dan nabi Yahyā di langit kedua.
.
✅ Dan pada langit ketiga beliau berjumpa dengan nabi Yūsuf.
Lalu di langit keempat bertemu dengan nabi Idrīs.
Setelah sampai di langit kelima beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) bertemu dengan nabi Hārun.
.
✅ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kemudian bersabda:
“Kemudian kami meneruskan perjalanan sehingga sampai di langit keenam, lalu aku menemui nabi Mūsā dan memberi salam kepadanya”.
.
‼ Dia segera menjawab, “Selamat datang wahai saudaraku dan nabi yang shālih”.
Ketika aku meningalkannya, beliau menangis. Lalu dia ditanya, “Apakah yang menyebabkan kamu menangis?”
‼ Dia menjawab, “Wahai Tuhanku! Engkau mengutus pemuda ini setelahku, tetapi umatnya lebih banyak memasuki Surga daripada umatku”.
.
✅ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Kami meneruskan lagi perjalanan sehingga sampai di langit ketujuh, lalu aku mengunjungi nabi Ibrāhīm”.
.
‼ Dalam hadīts tersebut “Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menceritakan bahwa dia melihat empat sungai yang keluar dari sumbernya dua sungai yang jelas kelihatan dan dua sungai yang samar-samar.
.
✅ Lalu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertanya, “Wahai Jibrīl! Sungai-sungai apakah ini?” Jibrīl menjawab, “Dua sungai yang samar-samar itu merupakan sungai Surga, sedangkan sungai yang jelas kelihatan adalah sungai Nil dan Euphrat”.
.
‼ Lalu aku dibawa naik ke Baitul Makmur, lalu aku bertanya, “Wahai Jibrīl, apakah ini?”
.
✅ Lalu Jibrīl menjawab, “Ini adalah Baitul Makmur yang mana dalam setiap hari, tujuh puluh ribu malāikat akan memasukinya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan memasukinya lagi”.
‼ Kemudian dibawakan dua wadah kepadaku, yang satunya berisi arak dan satu lagi berisi susu.
.
✅ Keduanya ditawarkan kepadaku, lalu aku memilih susu.
Maka dikatakan kepadaku, “Kamu membuat pilihan yang tepat!”.
.
‼ Allāh menghendakimu dan umatmu dalam keadaan fitrah (kebaikan dan keutamaan).
Kemudian difardukan pula kepadaku shalāt lima puluh waktu pada setiap hari..
.
✅ Dalam hadīts Al Bukhāri nomor 349 disebutkan:
‼ Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Kemudian Allāh ‘Azza wa Jalla mewajibkan kepada ummatku shalāt sebanyak lima puluh kali. Maka aku pergi membawa perintah itu hingga aku berjumpa dengan nabi Mūsā, lalu ia bertanya, “Apa yang Allāh perintahkan buat umatmu?
.
‼ Aku jawab, “Shalat lima puluh kali”
Lalu dia berkata, “Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tidak akan sanggup”.
Maka aku kembali dan Allāh mengurangi setengahnya.
.
✅ Aku kemudian kembali menemui nabi Mūsā dan aku katakan bahwa Allāh telah mengurangi setengahnya
.
‼ Tapi ia berkata, “Kembalilah kepada Rabbmu karena umatmu tidak akan sanggup”.
Aku lalu kembali menemui Allāh dan Allah kemudian mengurangi setengahnya lagi.
Kemudian aku kembali menemui nabi Mūsā, ia lalu berkata, “Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tetap tidak akan sanggup”
.
✅ Maka aku kembali menemui Allāh Ta’āla , Allāh lalu berfirman:
“Lima ini adalah sebagai pengganti dari lima puluh. Tidak ada lagi perubahan keputusan di sisi-Ku!”
.
‼ Maka aku kembali menemui nabi Mūsā dan ia kembali berkata, “Kembailah kepada Rabb-Mu!”
Aku katakan, “Aku malu kepada Rabb-ku”
Jibrīl lantas membawaku hingga sampai di Sidratul Muntahā yang diselimuti dengan warna-warni yang aku tidak tahu benda apakah itu.
.
✅ Kemudian aku dimasukkan ke dalam Surga, ternyata di dalamnya banyak kubah-kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi.”
.
‼ Semoga cerita hadīts dalam riwayat Imām Bukhāri dan Imām Muslim ini menambah iman kita dan membuat kita semakin giat untuk beramal dengan benar.
Wallāhu Ta’āla A’lam
.
Semoga bermanfaat.
Wallāhu A’lam Bishawāb.

.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_