KEHIDUPAN DUNIA DAN HARI AKHIR
.

(Perjalanan Menuju Allah dan Negeri Akhirat, Ustadz Abu Izzi Masmu’in),


Bekal Menghadapi Hari Kiamat-Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah MA


PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT KESENGSARAAN-ATAUKAH KEBAHAGIAAN-Ustadz Abu Qotadah Al-Barowy ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ
https://drive.google.com/file/d/11uNqWJ6xYxdBiOmV08ZDuQc2I1lLf_2B/view?usp=drivesdk
Ustadz Wahyudi ,LC-Bekal Menuju Akhirat
https://drive.google.com/file/d/1FZf6AF-xQqWu3hQaVcrV7Wdsia5OrZW1/view?usp=sharing
*”Perjalanan Menuju Negeri AKHIRAT”-Ust. Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy
https://drive.google.com/file/d/14Ii5QwKHHoKGhHv1wNw3QyeJLvhMC4Rs/view?usp=drivesdk


Betapa Hinanya Dunia dan Mulianya Akhirat-Ust.Salman Mahmud


Nikmat Di Dunia Bahagia Di Akhirat-Oleh Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah MA
https://radiomuslim.com/download/7779/
Tempat Manusia di Akhirat – Ustadz Ahmad Firdaus, Lc.13.8Mb
https://app.box.com/s/wu9ipet0mrc5fkhy2pt9vqo1uxjx58oa
Inilah Tips Sukses Dunia Akhirat – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/wsvqr874wja0bpxlf4lb05jb4yhhwfu2
TIADA KEHIDUPAN KECUALI KEHIDUPAN AKHIRAT UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT
https://app.box.com/s/mgvd871aq5n5jz9t298xdfe3qvv9yxix
=…
Al ZAADUL MA’AD – Bekal Perjalanan Ke Akhirat Ibnu Qayyim AlJauziyyah 432Halaman

Klik untuk mengakses ZAADUL%20MAAD%20-%20Bekal%20Perjalanan%20Ke%20Akhirat%20%20Ibnu%20Qayyim%20full.pdf


Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat-Hakam Bin Adil Zamo An Nuwairy 89Hlm

Klik untuk mengakses id_terjemahan_fikri.pdf


Kedahsyatan Setelah Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI50Hlm

Klik untuk mengakses 165.-kedahsyatan-setelah-kematian-isi.pdf


Dahsyatnya Hari Kiamat-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 60Hlm

Klik untuk mengakses 142-dahsyatnya-hari-kiamat-pdf.pdf


Hari Kiamat
https://www.box.com/s/fc8b7887620a138a4a4f
Pejalanan Panjang Setelah Kematian”, Syarah kitab “Lum’atul I’tiqad” Karya Syaikh Ustaimin-75Halaman

Klik untuk mengakses Perjalanan-Panjang-Setelah-Kematian.pdf


=…


KEHIDUPAN DUNIA DAN HARI AKHIR
.
Terkadang banyak manusia memandang kehidupan dunia-terpisah dan terlepas dari akhirat. Atau bisa Anda katakan,mayoritas manusia tidak mau melihat faktor untuk-menghubungkan keduanya. Atau bisa juga-Anda katakan, mereka sama-sekali tidak beriman akan adanya akhirat. Mereka itulah-orang-orang-kafir, musyrik, dan sesat yang kejelekan, dosa, dan kekejian mereka berat
timbangannya.
.
Saya telah mendapati beratus-ratus orang semisal mereka dari ayat-Al-Qur’an dalam perjalanan manusia semenjak masa Adam sampai-masa turunnya Al-Qur’an dengan adanya isyarat akan datangnya orang-orang semisal mereka secara berturut-truut, hingga Allah mewariskan-bumi beserta apa yang ada di atasnya. Allah tidak menciptakan segenap
makhluk supaya mereka hidup di atas burni ini selamanya. Karena, bumi-berikut manusia dan kenikmatannya ini tidak diciptakan Allah, melainkan-sebagai negeri yang bersifat sementara. Allah telah menciptakan dunia-dengan ilmu- Nya untuk menguji manusia dalam hal keimanan, kekufuran,ketaatan, dan kemaksiatan.

.

Allah berfirman,
.
الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)
.

Allah menganggap bahwa iman kepada hari akhir merupakan sesuatu-yang tidak bisa dipisahkan dari ujian dan cobaan’ Karena itu, dalam-berpuluh-puluh ayat Al-Qur’an kita mendapati, Dia tidak memisahkan-antara keimanan kepada-Nya dan kepada hari akhir.
.
Sebab, Dialah Sang-Pencipta yang mengetahui bahwa kehidupan akhirat ialah kehdupan abadi yang Dia ridhai untuk seluruh makhluk-Nya.
.


Allah berfirman:
.
لٰـكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُـؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ اُولٰٓئِكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا
.
“Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 162)
.

Allah juga menganggap bahwa orang-orang yang tidak beriman-kepada akhirat telah menyimpang-dari jalan yang lurus.
.

Allah berfirman:
.
وَاِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَـنٰكِبُوْنَ
.
“Dan sungguh orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus).” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 74)
.


TUJUAN PENCIPTAAN DAN RAHASIA UJIAN SERTA COBAAN
.
Saya tidak ingin masuk terlalu dalam pada perincian filosofi-keberadaan manusia sebab hal ini butuh pembahasan terpisah. Namun,
dengan ringkas kita bisa menguraikan tulisan secara panjang lebar-berkenaan dengan makhluk ini. Sementara yang bisa menetapkan intisari-ini dengan ketelitian puncak ialah Allah. Dia adalah Pencipta Yang Maha-Mengetahui,bukan hanya perihal manusia saja, namun juga segala hal-terkecil yang ada di alam semesta yang sangat luas ini.
.
Karena Allah dialah Sang Pencipta, maka Dialah yang berkehendak-dan menciptakan. Dia telah menjelaskan kepada kita tujuan penciptaan
kitar, dan Dia tidak bakhil dalam menjelaskan dan menerangkannya.
.
Penjelasannya sebagai Berikut:
.
Pertama, Allah tidak menciptakan kita dengan main-main dan sia-sia. Dia berfirman mengenai pnciptaan langit dan bumi berikut isinya

.

Allah berfirman:
.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
.
لَوْ اَرَدْنَاۤ اَنْ نَّـتَّخِذَ لَهْوًا لَّا تَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّاۤ ۖ اِنْ كُنَّا فٰعِلِيْن
.
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.”
“Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 16-17)

.
Dia juga berfirman mengenai penciptaan manusia
.

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
.
“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 115)
.


Kedua, agar penciptaan manusia, langit, dan burni tidak sia-sia, Allah pun menciptakan dan mengadakan negeri akhirat.Hal itu agar Dia
Memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa-apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang-yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

.

Allah berfirman:
.
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۙ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَآءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰى
.
“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).”
(QS. An-Najm 53: Ayat 31)
.


Karena itu, Allah menjadikan keimanan mutlak kepada akhirat-termasuk asas akidah. Dia telah bersumpah didalam kitab-Nya, bahwa kita akan dibangkitkan, dihidupkan kembali, dan dihisab.

.

Allah berfirman:
.
زَعَمَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنْ لَّنْ يُّبْـعَـثُـوْا ۗ قُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَـتُبْـعَـثُـنَّ ثُمَّ لَـتُنَـبَّـؤُنَّ بِمَا عَمِلْـتُمْ ۗ وَذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
.
“Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. At-Taghabun 64: Ayat 7)
.


Ketiga, Allah tidak menciptakan manusia untuk dimusnahkan,namun Dia menciptakannya untuk selamanya. Mati tidak lain hanyalah-suatu tahapan. Di dalam penegasan ayat-ayat Al-Qur’an, kematian ialah-makhluk sebagaimana kehidupan juga makhluk.


Sebagaimana firman-Nya, ” Yang menjadikan mati dan hidup.” (Al-Mulk: 2).
.


Karena kematian ialah makhluk, maka ia mempunyai batas akhir,sebagaimana kehidupan dunia juga mempunyai batas akhir. Setelah-berlalunya hari kiamat, dimulailah kehidupan abadi, di surga atau neraka
.
Sebagaimana Allah telah bersumpah bahwa kita akan dihidupkan-kembali. Dia juga menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang kafir-dan orang-orang musyrik berada di neraka lahannam. Mereka kekal di-dalamnya. Sementara itu, orang-orang yang beriman kepada Allah dan-beramal shalih, mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di
dalamnya
.


Allah berfirman:
.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
.
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 82)
.
Allah berfirman:
.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
.
“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.” (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 6)
.


Bersamaan dengan hakikat dari ilahi ini, Anda dihadapkan pada-hakikat kehidupan Anda dan hakikat kehidupan secara keseluruhan.
.
Hakikat ujian dan cobaan; sebuah kaidah pokok bagi sebuah kehidupan.

.

Allah berfirman, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji-kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha-Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Mulk: 2).
.
Dia juga berfirman, “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi-dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air,agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan-jika kamu berkata (kepada penduduk Mekkah), ‘sesungguhnya kamu-akan dibangkitkan sesudah mati,’ niscaya orang-orang yang kafir itu akan-berkata, ‘Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata’.” (Hud: 7).
.
Allah berfirman, ” sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang dibumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Al-Kahfi: 7).

.

Dengan demikian, dalam kehidupan ini Anda diuji dan diawasi oleh-Allah dalam setiap amal Anda, dari yang terkecil hingga yang terbesar. juga, dalam setiap gerak-gerik, diam, keadaan tersembunyi, keadaan-terang-terangan, serta dalam amal Anda yang Anda lakukan dengan terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.
.


Allah berfirman, “Sama saja (bagi Rabb), siapa di antara kamu yang-merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan-ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan-(menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat-yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka-menjaganya atas perintah Allah…” (Ar-Ra’d: 10-11).
.
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang-disembunyikan oleh hati.” (Ghafir: 19).
.
“Dan sesungguhnya-kami telah menciptakan manusia dan mengetahui-apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaf: 16).
.
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di-dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaf:18)
.
“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabb-mu), tiada sesuatu-pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (Al-Haqqah: I8).
.
“Padahal sesungguhnya bagi-kamu ada (malaikat-malaikat) yang-mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat-pekerjaan- pekerjaanmu itu).” (Al-Infithar:10-11).
.
“Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.” (Ath-Thariq:4).
.


Berdasarkan kaidah yang sangat jelas dalam hal pengawasan yang-ketat dari Allah ini, Allah menjelaskan kaidah lain yang dihasilkan dari pengawasan ini, yaitu kaidah hisab yang sangat cermat dan mendetail,yang jauh di atas pemahaman akal, pengetahuan, dan perasaanh-kita.
.

Allah berfirman:
.
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَـفْسٌ شَيْـئًـا ۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 47)
.
Allah berfirman:
.
يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ
.
“(Luqman berkata), Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Mengetahui.” (QS. Luqman 31: Ayat 16)
.
Allah berfirman:
.
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَ يَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَـتَـنَا مَالِ هٰذَا الْـكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّاۤ اَحْصٰٮهَا ۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا ۗ وَ لَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا
.
“Dan diletakkanlah Kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, Betapa celaka Kami, Kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya, dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 49)

Oleh: Syaikh Mahir Ahmad