Agungkan Rabbmu&Runtuhnya Sebuah Bangunan
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

KAJIAN KITAB ULAMA
Ustadz Andy Octavian Latief – Akhsharul Mukhtasharat
https://archive.org/details/UAL-Akhshor
Ustadz Abu Haidar As- Sundawy – Majalis Syahri Ramadhan
https://archive.org/details/UAH-MajelisRamadhan
Ustadz Andy Octavian Latief – Umdatu Ath-Thalib
https://archive.org/details/UAL-UmdahThalib
Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin – Syarhus Sunnah Al-Muzani
https://archive.org/details/UAF-SunnahMuzani Ustadz Afifi Abdul Wadud – Ad- Daa’ wa Ad-Dawaa’
https://archive.org/details/UAW-ObatHati
Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin – Ad-Durratul Bahiyyah ala Mutammimah Al-Ajurumiyyah
https://archive.org/details/UAHJY-Durroh
Ustadz Muhammad Hafizh Anshari – Kitab Durusul Lughah Al- Arabiyyah & Mukhtarot
https://archive.org/details/UMH-DLMukhtarot
Ustadz Yulian Purnama – Ta’liq ‘ala Nuril Yaqin
https://archive.org/details/UYP-TNurul
Ustadz Abu Haidar As- Sundawy – Syarah Muqaddimah Al- Ajurrumiyyah
https://archive.org/details/UAH-Jurum
Ustadz Varian Ghani Hirma -I’tiqad Imam Bukhari
https://archive.org/details/UVH-AqidahBukhori Ustadz Aris Munandar – Al-ihtimam bi Sunnah An-Nabawiyah
https://archive.org/details/UAM-PegangSunnah
Ustadz Wira Mandiri Bachrun – Syarah Al-Manzhumah Al-Haiyyah
https://archive.org/details/UWMB-Haiyyah
Ustadz Afifi Abdul Wadud – Al- Irsyad Ila Shahihil I’tiqad
https://archive.org/details/UAW-Irsyad
Ustadz Zaki Rakhmawan – Syarah Muqaddimah Al-Ajurrumiyyah
https://archive.org/details/UZR-Jurum
Ustadz Yulian Purnama – Fiqih Muyassar
https://archive.org/details/UYP-FiqhRingkas
=…


Fikih Nikah Bag.4-Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.


Fikih Nikah Bag.5-Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.


Islam Itu Indah 2-Ust.Dr. Firanda Andirja, M.A.


Islam Itu Indah 1-Ust.Dr. Firanda Andirja, M.A.


Istiqomah dalam Ibadah & Dakwah-Ust.Dr. Firanda Andirja, M.A.


Sikap Muslim Terhadap Corona-Ust.Dr. Firanda Andirja, M.A.

=…
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

  • Agungkan Rabbmu

.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
.
Alhamdulillah atas nikmat Islam dan hidayah yang Allah berikan kepada kita sampai hari ini. Tiada yang bisa kita lakukan selain berusaha memuji Allah dan mewujudkan syukur dalam hati dan perbuatan kita.
.
‼ Saudaraku yang dirahmati Allah, seorang hamba selalu membutuhkan Rabbnya di sepanjang waktu dan jejak langkah kehidupannya. Karena kita sebagai manusia terlalu banyak memiliki kekurangan dan kelemahan; dan siapa lah kita apabila berada di hadapan-Nya?!
.
✅ Para ulama terdahulu adalah orang-orang yang sangat besar perhatiannya terhadap muamalahnya dengan Allah. Bagaimana mereka bisa tampil sebaik-baiknya di hadapan Allah. Bagaimana mereka bisa mendapatkan kecintaan Allah dan keridhaan-Nya. Mereka dipuji oleh Allah di dalam al-Qur’an sebagai orang-orang yang takut kepada-Nya.
.
‼ Para ulama mengenal Allah maka mereka pun takut kepada-Nya dengan penuh pengagungan dan kepatuhan. Seperti yang dikatakan, bahwa barangsiapa semakin mengenal Allah niscaya dia akan semakin merasa takut kepada-Nya. Akan tetapi rasa takut mereka adalah rasa takut yang berlandaskan ilmu dan dihiasi dengan harapan. Rasa takut yang bergerak dalam roda kecintaan. Rasa takut kepada Allah yang membuahkan amal dan ketaatan.
.
Abdullah bin Mas’ud
radhiyallahu’anhu mengingatkan kita, “Ilmu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi ilmu adalah rasa takut.” Ilmu yang tertanam di dalam hati. Ilmu tentang Allah telah membawa generasi terdahulu umat ini pada derajat-derajat yang tinggi. Mereka mengenal Allah maka mereka pun menegakkan keadilan. Mereka takut kepada Allah maka mereka pun menjauhi kezaliman. Mereka mengenal Allah maka mereka pun selalu memanjatkan doa dan permohonan, terus bergantung kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya.
.
Diantara cara paling efektif untuk menumbuhkan pengagungan kepada Allah adalah dengan mempelajari dan mengamalkan konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifat Allah terhadap hamba-Nya. Sebagaimana disebutkan oleh Kamilah al-Kiwari -semoga Allah merahmatinya- bahwa ilmu tentang nama Allah dan sifat-sifat-Nya serta pemahaman terhadap makna dan pengamalan terhadap tuntutan/konsekuensinya serta berdoa kepada Allah dengan nama-nama itu/asma’ul husna akan membuahkan pengagungan kepada Allah di dalam hati, munculnya penyucian dan kecintaan kepada-Nya, harap dan takut kepada-Nya, tawakal dan inabah kepada-Nya. Dengan cara inilah seorang bisa merealisasikan tauhid di dalam sanubari dan terwujudlah ketenangan jiwa tunduk kepada keagungan Allah jalla wa ‘ala (lihat al-Mujalla, hlm. 22-23)
.
✅ Oleh sebab itu ilmu tentang pokok-pokok agama disebut oleh para ulama sebagai ilmu yang paling mulia. Karena kemuliaan suatu ilmu ditentukan oleh kemuliaan sesuatu yang diilmui; yaitu apa yang dipelajari. Dan tidak ada yang lebih mulia daripada Allah. Oleh sebab itu ilmu tentang aqidah disebut sebagai fiqih akbar. Kebutuhan para hamba terhadap ilmu ini jauh di atas semua kebutuhan. Keterdesakan dirinya terhadap ilmu ini melebihi semua perkara mendesak. Karena tiada kehidupan bagi hati dan tidak ada ketenangan baginya kecuali dengan mengenal Rabbnya; mengenal Pencipta dan sesembahannya, melalui nama-nama dan sifat serta perbuatan-Nya. Bersamaan dengan itu dia pun menjadikan Allah sebagai Dzat yang paling dicintai olehnya daripada segala sesuatu (lihat Syarh Aqidah Thahawiyah tahqiq al-Albani, hlm. 69)  
.
Seorang hamba yang menyadari bahwa semua keutamaan adalah di tangan Allah tentu merasa butuh dan berhajat kepada pertolongan dan ampunan-Nya. Seorang hamba yang meyakini bahwa tidak ada satu pun makhluk di dunia ini melainkan berada di bawah kekuasaan-Nya, maka dia akan bersimpuh dan pasrah kepada aturan dan hukum-hukum-Nya. Seorang hamba yang menyadari bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi manusia; tentu akan berusaha sekuat tenaga membuat ridha Rabbnya dan menjauhi murka-Nya.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pasti akan merasakan lezatnya iman; orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim)
.

Lezatnya keimanan -sebagaimana diterangkan oleh para ulama- adalah kenikmatan dalam menjalankan ketaatan. Lezatnya ibadah itulah yang membuat para salafus shalih mendapatkan pujian dari atas langit sementara jasad mereka masih di atas tanah. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka menyadari bahwa semua yang mereka lakukan selalu diawasi oleh Allah. Pengagungan kepada Allah telah mematahkan ambisi hina dan membasmi penyakit hati dalam diri mereka yang mendahulukan wahyu di atas akalnya dan mengangkat akal sehat di atas hawa nafsunya. Mereka lah orang-orang cerdas!
.
✅ Ketundukan seorang hamba kepada Allah dibuktikan dengan ketundukan dirinya terhadap perintah dan larangan Allah. Pengagungan seorang mukmin terhadap perintah dan larangan Allah merupakan tanda pengagungan dirinya kepada pemberi perintah dan larangan. Sebuah ketundukan yang harus dilandasi dengan keikhlasan dan kejujuran. Ketundukan yang dibangun di atas akidah yang lurus dan bersih dari kemunafikan akbar. Karena bisa jadi seorang melakukan perintah karena dilihat orang lain. Atau karena mencari kedudukan di mata mereka. Atau dia menjauhi larangan karena takut kedudukannya jatuh dalam pandangan mereka. Maka orang yang semacam ini ketundukannya kepada perintah dan larangan bukan berasal dari pengagungan kepada Allah; Yang memberikan perintah dan larangan
itu (lihat al-Wabil ash-Shayyib, hlm. 15-16)
.
Diantara sifat Allah yang menjadi rambu-rambu bagi seorang muslim adalah kebersamaan-Nya dengan segenap hamba. Yaitu kebersamaan ilmu dan kekuasaan-Nya. Sebagaimana Allah bersama hamba-Nya yang beriman dengan pertolongan dan dukungan-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Dia bersama kalian dimana pun kalian berada.” (al-Hadid : 4). Sebagaimana ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar ketika mereka berdua berada di dalam gua dan dibawah kejaran orang-orang kafir Quraisy (yang artinya), “Janganlah sedih. Sesungguhnya Allah bersama kita.” (at-Taubah : 40)
.
✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seutama-utama iman adalah kamu mengetahui bahwa Allah bersamamu di mana pun kamu berada.” (HR. Thabarani dalam al-Kabir). Keyakinan semacam ini akan menumbuhkan perasaan muraqabah/merasa diawasi oleh Allah. Dan apabila perasaan ini menumbuhkan ketaatan maka hal itu akan membuahkan kebersamaan Allah yang lebih khusus (ma’iyah khaashshah) yaitu berupa pertolongan dan dukungan. Sebagaimana firman-Nya (yang artinya), “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan mereka yang suka berbuat ihsan/kebaikan.” (an-Nahl : 128) (lihat Fathu Rabbil Bariyah, hlm. 49)
.

‼ Demikian sedikit kumpulan faidah, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin
.

________ Lanjut ke Halaman 2 ________

.