Wirid Rutin Harian Sebagai Perlindungan dari Penyakit
.

(Nasihat Ulama Menghadapi Wabah Corona, Ustadz Imam Syuhada Abu Syuja’),

Ustadz Abu Qotadah-FENOMENA VIRUS CORONA
http://bit.ly/2wKBBs8
*6 Renungan Menghadapi Wabah Corona-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Lc hafizhahullah*
https://drive.google.com/file/d/1OISTLyAoclJ_xL72ExLBLDuxxZBiBCV_/view?usp=drivesdk
*Nasihat Ulama Menghadapi Virus Corona (Ust.Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah)-18Mb 40Menit*
https://app.box.com/s/9g5av2uh0dj6yebot2w9kbsiryqopctj
*Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A-SIKAP MUSLIM MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA*
Audio : http://bit.ly/2TqlNDO

*Sikap Muslim Dalam Menghadapi Virus-Corona-Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil-Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr*

*Cara Menghadapi VIRUS CORONA-Ustadz Khaidir M.Sunusi Hafidzhahullah*
https://drive.google.com/file/d/159H520t9wDOiv3Ix3X3XOuCUMF92_bVu/view?usp=drivesdk
*(Menyikapi Virus Corona, Ustadz Sahl-Abu Abdillah)*Bag1; Bag2

*Sikap Muslim Terhadap Corona-Ust.Firanda Andirja*

*BIMBINGAN AGAMA DALAM MENYIKAPI VIRUS CORONA-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Bin Amrin Al – Barowy*
https://drive.google.com/file/d/1KGtt-nt7RuuG5r5kVR3K-L7CiJOsUwR6/view?usp=drivesdk
*6 Nasihat Ulama Menghadapi Virus Corona (Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah)*

*Pandangan Islam Tentang Penyakit Corona-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi*

*Menyikapi Wabah Virus Corona – Ustadz-Abdullah Zaen, Lc., MA.*

=…
Ebook
6 PILAR BUKTI BUTUHNYA HAMBA KEPADA ALLAH DI MASA-MASA SULIT-Syaikh kami Syaikh Sholeh bin Abdullah al-‘Ushoimiy
https://drive.google.com/file/d/1ae-G_HNdn6U3LMhko6yP2kBpINaXDNJ4/view
10 Wasiat Agar Terhindar Dari Wabah-Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr
https://drive.google.com/file/d/1_lVeRJpIWIsO4ESksQnEJDsVDNcj6xZC/view
*Dzikir dan Doa Untuk Kesehatan Badan dan Perlindungan Bagi Seorang Muslim 22Hlm*

Klik untuk mengakses DZIKIR%20DAN%20DOA%20PERLINDUNGAN%20MUSLIM.pdf


*Zikir dan Sunnah Harian Nabi shallallahu alaihi wasallam-Dr.Abdullah bin Hamod Al-Forih 173Hlm*
https://app.box.com/s/s8qh0awonemdq5spgdued67y5zc9io19
*Nasehat Wabah Corona.*
https://drive.google.com/file/d/14Is2_sAs4DR6lCq7zz1SmjVtEQiuiWcc/view?usp=drivesdk
*MAJALAH KESEHATAN MUSLIM*
*(Kemanakah Anda Berobat ?) 58Hlm*
https://drive.google.com/file/d/0B-vSWkCwom_gV1ZoVk8zaGFJbVE/view
*( Antara Tawakal Dan Pengobatan) 66Hlm*
https://drive.google.com/file/d/0B-vSWkCwom_gbWpYdnB0NFJ5Tm8/view
*Untukmu Dokter dan Pasien-143Hlm*

Klik untuk mengakses untukmu-dokter-dan-pasien.pdf


*Doa-doa Bagi Orang Sakit-69Hlm*

Klik untuk mengakses doa-doa-bagi-orang-sakit.pdf


*Apa yang Anda Perbuat Setelah Sembuh-20Hlm*

Klik untuk mengakses apa-yang-anda-perbuat-setelah-sembuh.pdf


*Sakitmu, Ladang Pahala-Dr.Abdul Aziz as-Sadhan*
https://drive.google.com/file/d/1jqUnT2i59755BtMYOxL5hExAUwLuTXsF/view
*Fiqh Sakit*

Klik untuk mengakses 41-fiqih-ketika-sakit.pdf


*Kumpulan Doa Dan Dzikir – Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz(107Hlm)*

Klik untuk mengakses indu21.pdf


*Dzikir-Dzikir Penjagaan dan Perlindungan Dari Segala Sesuatu Menurut Al-Qur’an dan As Sunnah-Syaikh ‘Abdullah Bin-Muhammad As-Sad-han 50Hlm*

Klik untuk mengakses Mujarobat.pdf


*Dzikir-Dzikir Di Waktu Pagi dan Petang Hari-Abdullah bin Abdul Aziz Aidan 34Hlm*
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-51.pdf
*DZIKIR PAGI DAN PETANG DAN SETELAH-SHOLAT FARDHU-SyaikhDr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni& Syaikh Abdullah bin Shalih-al-Fauzan(51Hlm)*
https://app.box.com/s/9dd4dchewnx5125gwro1r5y8g8m5vmmn
Di antara bacaan-bacaan yang sebaiknya jangan sampai terlupa untuk dibaca adalah:
.

  • 1. Membaca ayat kursi sebanyak satu kali ketika pagi dan sore hari.

.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ  لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ  يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
.
Allah, tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin dari-Nya. Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255)
.


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika jin berkata kepada Ubay bin Ka’ab tentang Ayat Kursi,

.
مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ. فلَمَّا أَصْبَحَ أتَى رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: صَدَقَ الْخَبِيثُ.
.
 “Barang siapa membacanya (ayat kursi) pada pagi hari, dia akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) sampai sore. Barang siapa membacanya pada sore hari, akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) hingga pagi.”  
.
Esoknya, Ubay mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya menyebutkan kisahnya semalam, maka beliau besabda, “Makhluk khabis itu telah benar.” (Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 662)

.

Selain itu, ayat kursi juga disyariatkan dibaca setiap selesai shalat fardu.
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

.
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ
.
Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.”  (HR. an-Nasai dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 182, dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 408 no. 478)
.
Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menceritakan, “Sampai berita kepadaku bahwa guru kami, Abul Abbas Ibnu Taimiyah (Syaikhul Islam) mengatakan, ‘Aku tidak pernah meninggalkan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).’” (Zad al-Ma’ad 1/304)
.


Ayat Kursi juga disyariatkan dibaca setiap akan tidur.

Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika setan berkata kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
.
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ
.
Apabila kamu menuju pembaringanmu, bacalah Ayat Kursi; niscaya kamu akan senantiasa bersama penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai datang waktu pagi.”
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dia benar meski dia adalah seorang pendusta. Dia adalah setan.” (HR. al-Bukhari no. 3275)
.

Kesimpulan

Ayat kursi disyariatkan dibaca setiap pagi dan sore, setiap selesai shalat waijb, dan sebelum tidur; dengan keutamaan masing-masing sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits di atas.
.
2. Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari.
.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۞ اللَّهُ الصَّمَدُ ۞ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۞ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۞
.

Katakanlah, “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۞ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۞ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۞ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۞ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۞
.
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki ketika dia mendengki.”
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۞ مَلِكِ النَّاسِ ۞ إِلَٰهِ النَّاسِ ۞ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۞ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۞ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۞

Katakanlah, “Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia, dari kalangan jin dan manusia.”
.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
قُلْ: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وَالمُعَوِّذَتَيْنِ حَينِ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
.
Bacalah surah al-Ikhlas dan al-mu’awwidzatain (surah al-Falaq dan surah an-Nas) tiga kali ketika sore dan tiga kali ketika pagi; niscaya akan mencukupimu dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud no. 5082. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5082)
.

Makna “ketiga surat tersebut akan mencukupimu dari segala sesuatu” adalah melindungimu dari segala macam keburukan (termasuk penyakit, -pe
nt.) (Lihat ‘Aunul Ma’bud ‘ala Syarhi Sunan Abi Dawud hlm. 2317)
.
3. Ketika pagi dan petang hari membaca doa ini sebanyak tiga kali:
.
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
.

BISMILLAHIL LADZII LAA YADHURRU MA’AS MIHII SYAI`UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’I WA HUWAS SAMII’UL ‘A
LIIM.
.
Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit yang bisa memudaratkan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
مَن قَالَ: بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ؛ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ، ومَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ

“Barang siapa mengucapkan BISMILLAHIL LADZII LAA YADHURRU MA’AS MIHII SYAI`UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’I WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM tiga kali (ketika sore), tidak akan menimpanya wabah atau bencana hingga pagi. Barang siapa mengucapkannya ketika pagi, tidak akan menimpanya wabah atau bencana hingga sore.” (HR. Abu Dawud no. 5088, dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 2 hlm. 10 no. 910)
.

Suatu ketika, salah seorang perawi hadits yang bernama Aban bin Utsman bin Affan bin Abil ‘Ash bin Umayah al-Qurasyi al-Umawi (putra Utsman bin Affan) tiba-tiba terkena suatu penyakit yang menyebabkan lumpuh separuh badan. Salah seorang yang pernah mendengar hadits di atas dari Aban bin Utsman melihat Aban dengan pandangan keheranan.
.
Mengetahui yang demikian, Aban menjelaskan, “Mengapa engkau melihatku (dengan pandangan seperti itu)? Sungguh, demi Allah, aku tidaklah berdusta atas nama Utsman bin Affan (yang menyampaikan hadits tersebut kepada Aban). Demikian pula Utsman sekali-kali tidak bedusta atas nama Nabi. Akan tetapi, (penyakit) yang menimpaku ini karena aku diliputi amarah (akibat sesuatu) sehingga membuatku lupa mengucapkan doa tersebut.”

.
4. Ketika sore hari membaca doa ini sebanyak tiga kali:
.
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
.
A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KH
ALAQ.
.
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِكَلمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ؛ لَمْ يَضُرَّهُ حُمَّةٌ تِلْكَ اللَّيْلةَ
.
“Barang siapa mengucapkan A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sengatan (hewan yang berbahaya) pada malam itu.” (HR. at-Tirmidzi no. 3604. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3604)
.

Salah seorang perawi hadits ini yang bernama Suhail bin Abi Shalih menceritakan, “Seluruh keluarga kami pun mempelajari hadits ini dan mereka selalu mengucapkannya ketika sore. Suatu ketika, salah seorang hamba sahaya keluarga kami disengat hewan. Namun, (dengan sebab zikir sore di atas) dia tidak merasakan sakit.”
.

5. Membaca doa meminta perlindungan dari segala sesuatu setiap pagi dan sore, serta berusaha untuk selalu membacanya.
.
Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata,
.
لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَعُ هَؤُلَاءِ الدَّعَوَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ
.
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa berikut ketika sore dan pagi hari,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ،
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي،
.
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي،
.
اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
.

ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
.
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FII DIINII WA DUNYAAYA WA AHLII WA MAALII
.
ALLAHUMMASTUR ‘AURATII WA AAMIN RAU’AATII
.
ALLAHUMMAHFAZHNII MIN BAINI YADAYA WA MIN KHALFII WA ‘AN YAMIINII WA ‘AN SYIMAALII WA MIN FAUQII WA A’UUDZU BI ‘AZHAMATIKA AN UGHTAALA MIN TAHTII

.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al-‘afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.
.
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu pemaafan dan al-‘afiyah pada agamaku, kehidupan duniaku, keluargaku, dan hartaku.
.
Ya Allah, tutuplah auratku (aurat dan aibku), berikan rasa aman padaku dari hal-hal yang aku takuti.

Ya Allah, jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagungan-Mu agar aku tidak ditenggelamkan dari arah bawahku.” (HR. Abu Dawud no. 5074, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no. 5074 dan Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 599 no. 765)
.

Keterangan

Lafal pada doa اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي ALLAHUMMASTUR ‘AURATII boleh dibaca denganاللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي ALLAHUMMASTUR ‘AURAATII (dengan memanjangkan huruf “ra”).
.

Kedua pelafalan tersebut sahih.

Lafal pada awal doa:
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
.

ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH
.
Boleh dibaca dengan:
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
.
ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH

.
sebagaimana dalam riwayat Ibnu Majah no. 3871. Hadits dengan lafal ini juga dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3135.

Kesimpulannya, kedua pelafalan tersebut sahih.
.
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan makna permohonan “al-afiyah fi ad-dunya wa al-akhirah” adalah, “Keselamatan dari setiap keburukan di dunia dan di akhira
t.” )ٍSyarah Sunan Abi Dawud  29/46)
.
Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, berarti dia telah memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia dan di akhirat. Di antara keburukan di dunia adalah penyakit, wabah, bencana, dll.; termasuk pula wabah virus Corona.
.

Al-Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan doa ini ketika menafsirkan ayat ke-16 dan 17 dari surah al-A’raf,
.
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ  ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ  ١٧
.

Iblis berkata kepada Allah, “(Ya Allah), karena Engkau telah menyesatkanku, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari Shirathal Mustaqim (jalan-Mu yang lurus). Kemudian, aku akan mendatangi mereka (manusia) dari arah depan dan dari belakang mereka, dari arah kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (al-A’raf: 16—17)
.


Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan makna “Kemudian, aku (Iblis) akan mendatangi mereka (manusia):
.
dari arah depan, maknanya “Aku akan menggoda manusia sehingga mereka ragu dan lalai terhadap perkara akhiratnya.”
.
dari arah belakang, maknanya “Aku akan memerdaya manusia agar bersemangat dalam urusan dunianya (sehingga melalaikannya dari ketaatan kepada Allah).”
.
dari arah kanan, “Aku akan membuat manusia merasa rancu dan ragu terhadap agamanya.”
dari arah kiri, “Aku akan menggoda manusia agar senang dan terus tenggelam dalam kemaksiatan.”
.


Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma juga menjelaskan bahwa makna “Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur” adalah “muwahhidin” (tidak akan mendapati kebanyakan manusia mentauhidkan Allah)
. (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir, 3/394—395. Lihat juga Umdatut Tafsir, 2/11)
.

Oleh karena itu, ketika seseorang membaca doa ini setiap pagi dan sore, selain memohon kepada Allah supaya diberi keselamatan dan perlindungan dari segala keburukan di dunia (penyakit, wabah, bencana, dll.) dan di akhirat; dia juga memohon perlindungan dari godaan iblis pada seluruh arah (depan, belakang, kanan, dan kiri) dengan perincian seperti yang disebutkan dalam keterangan Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma di atas. Demikian pula dia telah meminta kepada Allah untuk digolongkan ke dalam hamba-hambanya yang “muwahhidin” (bertauhid).

.

Pentingnya kedudukan doa ini, sampai-sampai disebutkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan rangkaian doa tersebut untuk dibaca ketika sore dan pagi ha
ri.
.

Disebutkan dalam riwayat yang lain bahwa paman Nabi, Abbas bin Abdil Muththalib mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajari aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
.
سَلِ اللهَ الْعَافِيَةَ
.
“Hendaknya engkau meminta kepada Allah ‘al-afiyah’ (keselamatan dari segala keburukan).”
.
Abbas berkata, “Setelah berlalu beberapa hari, aku pun mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lagi seraya mengulangi permohonanku, ‘Wahai Rasulullah, ajari aku  sesuatu yang bisa aku gunakan untuk berdoa kepada Allah.”
.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,
.
يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّ رَسُولِ اللهِ، سَلُوا اللهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
.
“Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah. Hendaknya engkau meminta kepada Allah al-afiyah (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 3871. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no. 3121)

.

  • Waktu Zikir Pagi dan Sore

.
Para ulama berselisih pendapat tentang batasan waktu zikir pagi dan sore. Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berpendapat bahwa waktu zikir pagi adalah sejak subuh sampai terbitnya matahari, sedangkan waktu zikir sore adalah antara asar dan maghrib (lihat al-Wabil ash-Shaib hlm. 127).
.
Untuk memudahkan perhitungan terbitnya matahari, Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz memperkirakan bahwa secara umum durasi antara terbitnya fajar dan terbitnya matahari adalah sekitar satu setengah jam (lihat Majmu’ Fatawa Ibn Baz 10/393).
.

  • Doa Memohon Dilanggengkan Sehat dan Berlindung dari Penyakit

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
.
“Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
.
ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIKA, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIKA, WA FUJAA-ATI NIQMATIKA, WA JAMII’I SAKHATHIKA”
.
“Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau limpahkan, berubahnya kesehatan yang telah Engkau karuniakan (sehat kemudian menjadi sakit), hukuman-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala hal yang bisa menyebabkan kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim no. 2739)
.

Keterangan

Makna berlindung dari تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ TAHAWWULI ‘AAFIYATIKA adalah berlindung dari bergantinya kondisi sehat menjadi sakit dan kondisi kaya (kecukupan) menjadi fakir/miskin. Oleh karena itu, seseorang yang memanjatkan doa ini telah meminta kelanggengan al-‘afiyah, yakni keselamatan dari setiap keburukan dan semua penyakit. (
Lihat al-Bahru al-Muhith ats-Tsajjaj fi Syarhi Shahihi al-Imam Muslim bin al-Hajjaj jilid 42 hlm. 482—489)
.

  • Doa Memohon Perlindungan dari Semua Penyakit yang Buruk

.
Dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
.
ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA MIN SAYYI-IL ASQAAMI”
.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari segala penyakit buruk lainnya.” (HR. Abu Dawud no. 1554. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1554 dan Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 56 no. 39)
.

  • Doa Memohon Perlindungan dari Berbagai Penyakit yang Buruk

.
اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ
.
ALLAAHUMMA JANNIB NII MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A’MAAL WAL AHWAA WAL ADWAA”
.
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, amalan yang jelek, hawa nafsu, dan berbagai penyakit yang buruk.” (HR. ath-Thabarani 3/1447. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 2 hlm. 141 no. 1084)
.

  • Doa Melihat Orang Lain yang Tertimpa Penyakit Atau Musibah sehingga Dijauhkan dari Musibah Tersebut

.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ:
.
“Barang siapa mendapati orang yang sedang tertimpa bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.) kemudian dia berdoa,
.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا،
.
ALHAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII MIMMAB TALAAKA BIHI WA FADHDHALANII ‘ALAA KATSIIRIMMIMMAN KHALAQA TAFDHILAA
.
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang Allah timpakan kepadamu (berupa penyakit atau musibah) dan (segala puji bagi-Nya) yang telah melebihkan aku atas kebanyakan hamba-hamba-Nya.”
.
إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ
.
(Barang siapa mengucapkannya), niscaya dia akan diselamatkan dari bala tersebut selama dia hidup.”
.
(HR. at-Tirmidzi no. 3432, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3
432)
.

Dalam doa ini, terdapat dua hal penting:
.
Ucapan syukur yang terkandung dalam doa ini tidak berarti bersyukur atas kesengsaraan orang lain. Namun, ucapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kita diselamatkan dari bala (penyakit atau musibah, baik menimpa badan atau agama, -pent.). Kalau bukan semata-mata nikmat dan karunia dari Allah, niscaya kita tidak akan selamat dari penyakit dan bencana tersebut.
.
Oleh karena itu, seorang yang mendapati orang lain sedang tertimpa sebuah penyakit atau bencana, hendaklah selalu mengingat nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang ada pada dirinya, kemudian dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut, sehingga Dia akan melanggengkan nikmat-Nya, bahkan menambahnya.
.
Doa ini menjadi benteng dan wiqayah (perlindungan) dari Allah supaya kita tidak terkena penyakit atau bencana yang menimpa orang lain tersebut.
..

  • Bersemangat Menghafal dan Rutin Mengamalkan Doa dan Zikir

.
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah.
.

Betapa butuhnya kita dengan pertolongan dan perlindungan Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh menghafal dan mengamalkan zikir-zikir dan doa-doa yang disyariatkan rutin dibaca setiap hari.
.
Tak lupa kami mengingatkan kembali bahwa ketika seorang berzikir, hendaknya kalbunya khusyuk dan memahami serta meresapi maknanya. Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan, “Zikir yang paling afdal dan paling bermanfaat adalah:
.
– Zikir yang bersumber dari kalbu dan lisan yang saling bersesuaian
.
– Zikir tersebut berasal dari Nabi (al-adzkar an-nabawiyah)
.
– Orang yang melakukan zikir tersebut memahami dan menghadirkan makna dan maksud dari zikir yang dibaca.”
(al-Fawaid hlm. 192)

Saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah.
Tentu, zikir-zikir dan doa yang dicantumkan pada pembahasan kali ini bukanlah pembatasan. Karena keterbatasan tempat, kami hanya memilih zikir dan doa yang memiliki keutamaan perlindungan dari penyakit, wabah, dan segala keburukan lainnya. Semoga bermanfaat terkhusus di masa-masa wabah ini.
.
Masih banyak zikir-zikir dan doa lain yang disyariatkan. Kami persilakan para pembaca merujuk pada kitab-kitab ulama Ahlus Sunnah yang membahas tentang hal ini.
.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan kita taufik untuk bisa mengingat dan berzikir kepada-Nya.
Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Arif

.
.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_