10 PRINSIP MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
.*SHALAT DI RUMAH SAAT ADA UDZUR ADALAH KEHIDUPAN ORANG – ORANG TERDAHULU-Al Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi*
https://drive.google.com/file/d/1U1y4jQRe4mIvIUhqTKuhOqUVUY3CZyep/view?usp=drivesdk
*Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A-SIKAP MUSLIM MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA*
Audio : http://bit.ly/2TqlNDO
*Cara Menghadapi VIRUS CORONA-Ustadz Khaidir M.Sunusi Hafidzhahullah*
https://drive.google.com/file/d/159H520t9wDOiv3Ix3X3XOuCUMF92_bVu/view?usp=drivesdk
*BIMBINGAN AGAMA DALAM MENYIKAPI VIRUS CORONA-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Bin Amrin Al – Barowy*
https://drive.google.com/file/d/1KGtt-nt7RuuG5r5kVR3K-L7CiJOsUwR6/view?usp=drivesdk
*Rekaman Audio Pembahasan Virus Corona*
*Sikap Seorang Muslim Menghadapi-Virus Corona!-Oleh Ustadz Said*
https://radiomuslim.com/download/9977/
*PEMBAHASAN FIQIH TERKAIT VIRUS CORONA-Ust. Dr.Firanda Andirja.MA*
https://drive.google.com/file/d/1eUNJP-BH1JGxguplwtUU7naqtzv1mPKk/view
*WASPADA TERHADAP CORONA-Ust.Dr.M. Saifuddin Hakim. M sc.Ph d*
https://app.box.com/s/fgceu53julsm1v9rbqxa2a6qunk6sp7o
*KENAPA ADA CORONA-Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.*
http://bit.ly/38UnSN0
*10 WASIAT AGAR TERHINDAR DARI VIRUS CORONA-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I*
http://bit.ly/38P8AsJ
*FATWA SYAIKH ABDURRAZAQ TENTANG CORONA-Ustadz Aunur Rofiq, Lc*
http://bit.ly/2TRQvWI
*‘Wasiat untuk Berlindung dari Wabah Corona’-Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. hafizhahullah*
https://drive.google.com/open?id=1GWa2DhLO-_7CvI6_TfnCtjKT6vdnh2L_
*Ustadz Abu Qotadah-FENOMENA VIRUS CORONA*
http://bit.ly/2wKBBs8
*6 Renungan Menghadapi Wabah Corona-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Lc hafizhahullah*
https://drive.google.com/file/d/1OISTLyAoclJ_xL72ExLBLDuxxZBiBCV_/view?usp=drivesdk
*Nasihat Ulama Menghadapi Virus Corona (Ust.Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah)-18Mb 40Menit*
https://app.box.com/s/9g5av2uh0dj6yebot2w9kbsiryqopctj
“Bagaimana Seorang Muslim Menghadapi Covid-19”.Oleh : Ustadz Salman Mahmud
Link Audio : https://bit.ly/2Wvw2Jg
=…=…
Ebook


Pertahanan Syariah Dari Virus Corona dan Wabah-Syaikh abu Abdirrohman Abdullah 75Hlm


*Pencegahan CoronaVirus(Covid-19)-19Hlm*
https://drive.google.com/file/d/1eEIaMRvKEkh6xnIzHPU_UXCF3_PECgUf/view
*Sepuluh Permasalahan Seputar Corona-as-Syaykh Abu ‘Umar ibnu ‘Abdillah al-Hasyimiy*

Klik untuk mengakses 10%20Masalah%20Corona.pdf


*6 PILAR BUKTI BUTUHNYA HAMBA KEPADA ALLAH DI MASA-MASA SULIT-Syaikh Sholeh bin Abdullah al-‘Ushoimiy(24Hlm)*
http://bit.ly/3935PEj
https://drive.google.com/file/d/1dBKJD_DPw72AZjHUsfH2P6H_BPHssD0k/view
*10 Wasiat Agar Terhindar Dari Wabah-Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr(29Hlm) http://bit.ly/3ag0PNW
https://drive.google.com/file/d/1dKbYVCRrIyLa25v1JCL8nsOaPmrqkM7L/view
*Dzikir dan Doa Untuk Kesehatan Badan dan Perlindungan Bagi Seorang Muslim 22Hlm*

Klik untuk mengakses DZIKIR%20DAN%20DOA%20PERLINDUNGAN%20MUSLIM.pdf


*Zikir dan Sunnah Harian Nabi shallallahu alaihi wasallam-Dr.Abdullah bin Hamod Al-Forih 173Hlm*
https://app.box.com/s/s8qh0awonemdq5spgdued67y5zc9io19
*Nasehat Wabah Corona.*
https://drive.google.com/file/d/14Is2_sAs4DR6lCq7zz1SmjVtEQiuiWcc/view?usp=drivesdk
*Sakitmu, Ladang Pahala-Dr.Abdul Aziz as-Sadhan*
https://drive.google.com/file/d/1jqUnT2i59755BtMYOxL5hExAUwLuTXsF/view
*Dzikir-Dzikir Penjagaan dan Perlindungan Dari Segala Sesuatu Menurut Al-Qur’an dan As Sunnah-Syaikh ‘Abdullah Bin-Muhammad As-Sad-han 50Hlm*

Klik untuk mengakses Mujarobat.pdf


*DZIKIR PAGI DAN PETANG DAN SETELAH-SHOLAT FARDHU-SyaikhDr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni& Syaikh Abdullah bin Shalih-al-Fauzan(51Hlm)*
https://app.box.com/s/9dd4dchewnx5125gwro1r5y8g8m5vmmn
*DEWAN FATWA PERHIMPUNAN AL IRSYAD-Himbauan Terkait Wabah COVID-19(14Hlm)*
https://app.box.com/s/qj0x0o9r2dt81q65k1i583o2hqehopyh
*(Kemanakah Anda Berobat ?) 58Hlm*
https://drive.google.com/file/d/0B-vSWkCwom_gV1ZoVk8zaGFJbVE/view
*( Antara Tawakal Dan Pengobatan) 66Hlm*
https://drive.google.com/file/d/0B-vSWkCwom_gbWpYdnB0NFJ5Tm8/view
*Untukmu Dokter dan Pasien-143Hlm*

Klik untuk mengakses untukmu-dokter-dan-pasien.pdf


*Doa-doa Bagi Orang Sakit-69Hlm*

Klik untuk mengakses doa-doa-bagi-orang-sakit.pdf


*Apa yang Anda Perbuat Setelah Sembuh-20Hlm*

Klik untuk mengakses apa-yang-anda-perbuat-setelah-sembuh.pdf


*Sakitmu, Ladang Pahala-Dr.Abdul Aziz as-Sadhan*
https://drive.google.com/file/d/1jqUnT2i59755BtMYOxL5hExAUwLuTXsF/view
*Fiqh Sakit*
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress. com/2012/12/41-fiqih-ketika-sakit.pdf
*GABUNG GRUP WA*
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7 

Dampak Negatif Terburu-Buru-Ust.Abu Asma Andre

Klik untuk mengakses Terburu%20Buru.pdf


Mahdzab Fiqih Ahlu Hadits-Ahmad Hendrix
https://drive.google.com/file/d/15Bx6i8AWFRX6bRmrz-Fn8LTwdnwrpx3t/view
PEDOMAN SYAR’I PELINDUNG DIRI DARI WABAH CORONA Syaikh Ibrahim bin Amir ar-Ruhailiy(49Hlm)
https://bit.ly/33XtxkE
https://drive.google.com/file/d/1h6bTRiZXZTTOVndad_aE8RBJY-eRxX38/view
20 Doa dan Dzikir Saat Wabah Melanda-Ust.M.Abduh Tuasikal 96halaman
https://bit.ly/doaDzikirWabah
https://www.dropbox.com/sh/6lrunxox314gmp5/AAAib5cJ6blb5zrU5Cjv1URIa?dl=1
=…

====…

  • 1. Mengimani Segala Sesuatu Terjadi dengan Takdir Allah ‘azza wa jallaw

.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
.
“Tidak ada satu misbah pun di bumi dan tidak pula pada diri kalian, kecuali telah tertulis di al-lauhul mahfuz (kitab catatan takdir) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” [Al-Hadid: 22]
.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ المَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الأَسَدِ
.
“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya tanpa izin Allah, tidak ada kesialan kecuali yang Allah tetapkan, tidak ada burung hantu pertanda musibah dan bulan Shafar tidaklah sial. Dan larilah dari penderita kusta sebagaimana engkau lari dari singa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dan ini lafaz Al-Bukhari]
.

  • 2. Bertawakkal kepada Allah ‘azza wa jalla dan Jadilah Mukmin yang Kuat (Jangan Panik)

.

Allah tabaraka wa ta’ala berfirman,
.
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
.
“Katakanlah: Tidak akan mungkin menimpa kami kecuali apa yang telah Allah takdirkan bagi kami, Dialah (Allah) Pelindung kami dan hendaklah hanya kepada-Nya orang-orang yang beriman itu bertawakkal.” [At-Taubah: 51]
.

Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
.
الواجب على كلٍّ مسلمٍ أن يكون في أحواله كلها معْتصمًا بربِّه جلّ وعلا متوكِّلاً عليه معتقدًا أنّ الأمور كلّها بيده
.
Wajib bagi setiap muslim dalam semua kondisinya untuk selalu memohon perlindungan kepada Rabb-nya, Allah yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, bertawakkal kepada-Nya dan meyakini bahwa segala sesuatu adalah takdir Allah jalla wa ‘ala”.
.

  • JADILAH MUKMIN YANG KUAT (JANGAN PANIK)

.

Rasulullah shallalahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ
.
“Mukmin yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah imannya.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anh
u]
.
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Dr. Shalih Al-‘Ushaimi hafizhahullah berkata,
.
فينبغي للعبد أن يتوكل على الله سبحانه تعالى وأن يفوض أموره إليه وأن لايتجارى مع الخيالات الفاسدة فلا يكون الإنسان ضعيفا تأخذ به خيالات كل مأخذ
.
Maka sepantasnya bagi seorang hamba untuk bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menyandarkan semua urusannya kepada-Nya, serta tidak mengikuti khayalan-khayalan yang rusak, maka janganlah seseorang itu lemah, sehingga dikuasai oleh ketakutan-ketakutan yang tidak berdasar”.
.

  • 3. Bersabar Menghadapi Musibah dan Mengharap Pahala kepada Allah ‘Azza wa Jalla
  • .


Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
.
“Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan dan kekurangan harta, jiwa dan tanaman. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah maka mereka berkata, “Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan dikembalikan”. Mereka itulah yang akan mendapatkan sholawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan (tambahan) hidayah.” [Al-Baqorah: 155-157]
.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
.
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah timpakan kepada mereka musibah, barangsiapa ridho dengannya maka Allah pun ridho kepadanya, barangsiapa marah dengannya maka Allah pun marah kepadanya.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihul Jami: 2110]
.

Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
.
أنَّ المصائب التي تُصيب المسلمَ سواءً في صحّته أو في أهله وولده أو في ماله وتجارته أو نحو ذلك إن تلقَّاها بالصَّبْر والاحتساب فإنها تكون له رِفْعَة عند الله جلّ وعلا
.
Bahwa musibah yang menimpa seorang muslim, yang membahayakan kesehatannya, keluarganya, anaknya, hartanya, bisnisnya atau yang semisalnya hendaklah dihadapi dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah ‘azza wa jalla, maka itu akan menjadi peninggi derajatnya di sisi Allah jalla wa ‘ala”.
.

  • 4. Bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla

.

Diantara sebab utama terjadinya musibah adalah karena dosa, sungguh sangat disayangkan saat terjadi musibah banyak orang berbicara tentang sebab-sebab dan solusi musibah yang lahiriah saja, lalu melupakan sebab utamanya, yaitu dosa dan solusi utamanya, yaitu bertaub
at.
.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
.
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) dosa mereka, agar mereka bertaubat.” [Ar-Rum: 41]
.

Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,
.
مَا نَزَلْ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ، وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ
.
Tidaklah terjadi suatu musibah kecuali karena dosa, dan tidaklah musibah itu dihilangkan kecuali dengan taubat.” [Al-Jawaabul Kaafi: 74]
.

  • MUNCULNYA WABAH KARENA DOSA

.
Dari Aisyah radhiyallahu’anha, bahwa beliau pernah bertanya kepada Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam tentang tho’un (wabah penyakit menular), maka Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
إنَّه كان عذابًا يَـبْـعَـثُـهُ اللهُ على مَن يشاءُ، فجَعَلَهُ اللهُ رحمةً للمُؤمنينَ، فليس مِنْ عبدٍ يَـقَعُ الطاعون، فـيَمْكُثُ في بلدِه صابرًا، يَعْلَمُ أنَّه لن يصيبَهُ إلا ما كَـتَبَ اللهُ له، إلا كان له مِثْـلُ أَجْرِ الشَّهيدِ
.
Itu adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa yang ia kehendaki, maka Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin, maka tidak ada seorang hamba yang tertimpa wabah penyakit menular, lalu ia tetap tinggal di negerinya dalam keadaan sabar, serta ia mengetahui bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali telah Allah tuliskan baginya, kecuali ia akan mendapat pahala seperti orang yang mati syahid.” [HR. Al-Bukhari]
.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
.
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا ، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ ، وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا
.
“Tidaklah perzinahan nampak pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Hibban dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]
.

  • 5. Senantiasa Bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [Al-A’rof: 96]
.
Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,
.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya, dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah sebagai Penolongnya.” [Ath-Tholaq: 2-3]
.

Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
.
إنّ الواجب على كلِّ مسلم أن يحفظ اللهَ -جلّ وعلا- بحفْظِ طاعته امتثالاً للأوامر واجتنابًا للنواهي، قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في وصيّته لابن عباس رَضِيَ اللهُ عَنْهُما : «احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ»
.
Sesungguhnya wajib bagi setiap muslim untuk menjaga (agama) Allah jalla wa ‘ala dengan cara taat kepada-Nya, yaitu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
.
Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
.

Jagalah (agama) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (agama) Allah, maka kamu akan mendapati Allah selalu menolongmu.” [HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

.

  • 6. Meningkatkan Ibadah dan Menolong Orang Lain

.

Ketika terjadi gerhana, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sangat takut akan turun azab, maka beliau memerintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak amal shalih agar terlindung dari bahaya.

.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
.
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak pula karena kelahirannya, maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbir, sholat dan bersedekah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

.
Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
.
صنائعُ المعرُوفِ تقي مَصارِعَ السُّوءِ، والآفاتِ، والهَلَكَاتِ، وأَهْلُ المعرُوفِ في الدُّنيا هُمْ أَهلُ المعرُوفِ في الآخِرَةِ
.
Perbuatan baik itu melindungi dari berbagai keburukan, kerusakan dan kebinasaan. Dan orang yang berbuat baik di dunia akan mendapatkan kebaikan di akhirat.” [HR. Al-Hakim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1908]
.

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
.
ومِنْ أَعْظَمِ عِلاجات المرضِ: فِعْلُ الخيرِ والإِحسان، والذِّكْـرُ، والدُّعاءُ، والتَّـضَرُّعُ، والابتهالُ إلى الله، والتَّوبةُ، ولهذه الأمور تأثيرٌ في دَفْعِ العِلَل، وحُصُولِ الشِّفاءِ؛ أعظمُ مِنَ الأدوية الطَّبِيعِيَّـةِ، ولكن بحَسَبِ استعدادِ النَّـفْس، وقَـبُولِها، وعَقِيدتها في ذلك ونفعِه
.
Diantara sebesar-besarnya obat penyakit adalah berbuat baik dan ihsan kepada orang lain, berdzikir, berdoa, tunduk kepada Allah, bersungguh-sungguh dalam bermohon kepada Allah dan bertaubat. Maka amalan-amalan ini memiliki pengaruh untuk menghilangkan penyakit dan meraih kesembuhan, bahkan lebih besar pengaruhnya daripada obat-obatan alami, akan tetapi pengaruhnya sesuai dengan kesiapan jiwa, penerimaan terhadapnya dan keyakinannya terhadap pengobatan itu (yaitu yakin Allah akan menyembuhkan dengan sebab itu).” [Zaadul Ma’ad, 4/132]
.

  • 7. Senantiasa Berdoa dan Memohon Perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla
  • .

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
.
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami azab mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan bahaya, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri dan khusyu’.” [Al-An’am: 42]
.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
.
يَعْنِي: الْفَقْرَ وَالضِّيقَ فِي الْعَيْشِ {وَالضَّرَّاءِ} وَهِيَ الْأَمْرَاضُ وَالْأَسْقَامُ وَالْآلَامُ {لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ} أَيْ: يَدْعُونَ اللَّهَ وَيَتَضَرَّعُونَ إِلَيْهِ وَيَخْشَعُونَ
.
Kami azab dengan kesengsaraan maknanya adalah kefakiran dan kesempitan hidup. Adapun bahaya yang dimaksud adalah berbagai penyakit. Agar mereka berdoa kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri dan khusyuk.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/256]
.
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah menyebutkan hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berdoa meminta dipindahkan wabah penyakit dari Madinah ke Juhfah, dalam Shahih Al-Bukhari,
.
بَابُ الدُّعَاءِ بِرَفْعِ الوَبَاءِ وَالوَجَعِ
.
“Bab Doa Memohon Dihilangkannya Wabah dan Penyakit”.
.
Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah juga menyebutkan hadits tersebut dalam As-Sunan Al-Kubro pada Bab,
.
الدُّعَاءُ بِنَقْلِ الْوَبَاءِ
.
“Doa Memohon Dipindahkan Wabah Penyakit”.
.


Musibah dan bahaya apa pun terjadi dengan izin Allah ‘azza wa jalla. Apa yang Allah kehendaki mesti terjadi, apa yang tidak Allah kehendaki tidak mungkin terjadi, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Kuasa menakdirkan segala sesuat
u.

  • 8. Merujuk kepada Lembaga atau Individu yang Berkompeten dan Mewaspadai Hoaks

.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
.
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا
.
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83]
.

Al-‘Allamah Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,
.
وفي هذا دليل لقاعدة أدبية وهي أنه إذا حصل بحث في أمر من الأمور ينبغي أن يولَّى مَنْ هو أهل لذلك ويجعل إلى أهله، ولا يتقدم بين أيديهم، فإنه أقرب إلى الصواب وأحرى للسلامة من الخطأ. وفيه النهي عن العجلة والتسرع لنشر الأمور من حين سماعها، والأمر بالتأمل قبل الكلام والنظر فيه، هل هو مصلحة، فيُقْدِم عليه الإنسان؟ أم لافيحجم عنه؟
.

Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan,) mendahului mereka, karena sikap mengembalikan kepada ahlinya lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.
.
Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi
?” [Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184]
.
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Dr. Shalih Al-‘Ushoimi hafizhahullah berkata,
.
ينبغي أن يجتهد الإنسان في أخذ مصادر المعلومات التي تهمه من الجهات المختصة وأن يحذر من الإشاعات
.
Hendaklah seseorang bersungguh-sungguh dalam mendapatkan info-info yang penting baginya (di masa-masa terjadi musibah) dari sumber-sumber resmi, dan berhati-hati dari isu-isu yang yang belum tentu benar”.
.
Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
.
أنَّ الواجب على كلِّ مسلم أنْ لا ينساق مع إشاعات كاذبة
.
Bahwa wajib bagi setiap muslim untuk mewaspadai berita-berita palsu (hoaks)”.
.

  • 9. Menempuh Sebab-sebab Pencegahan dan Pengobatan

.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
.
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
.
“Janganlah kamu menjerumuskan dirimu dalam kebinasaan.” [Al-Baqorah: 195]
.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
.
إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
.
“Kalau kalian mendengarkan tersebarnya wabah di satu wilayah maka janganlah kalian mendatanginya, dan apabila terjadi di satu wilayah dan kalian berada di dalamnya maka janganlah keluar untuk lari dari wabah tersebut.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
.
لَا يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
.
“Janganlah pemilik unta yang sakit menggabungkannya dengan unta yang sehat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
.

Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
.
إنّ شريعة الإسلام جاءت ببذْل الأسباب والدّعوة إلى التّداوي ، وأنّ التَّداوي والاستشفاء لا يتنافى مع التّوكّل على الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
.
Sesungguhnya syari’at Islam mengajarkan untuk mengambil sebab-sebab (pencegahan sebelum sakit) dan berobat (ketika sakit), dan itu tidaklah menafikan tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala (selama hati kita bergantung hanya kepada-Nya)”.
.

  • 10. Mewaspadai Musibah yang Lebih Besar, yaitu Kerusakan Akidah, Ibadah dan Akhlak

.
Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah,
.
أنَّ أعظم المصائب المصيبة في الدين فهي أعظم مصائب الدنيا و الآخرة
.
“Bahwa musibah terbesar yang harus lebih kita khawatirkan adalah musibah yang menimpa agama (yaitu kerusakan akidah, ibadah dan akhlak), karena itulah musibah terbesar di dunia dan akhirat”.
.


Sungguh sangat disayangkan, di masa-masa tersebar bahaya virus corona atau musibah lainnya banyak orang berusaha menjaga diri darinya, namun lalai dari musibah yang lebih besar, yaitu ancaman azab di akhirat.
.
Padahal musibah yang menimpa fisik kita hanyalah membahayakan kehidupan di dunia yang sementara ini, sedangkan musibah yang menimpa agama kita membahayakan di kehidupan akhirat yang kekal abadi.
.
Musibah yang menimpa fisik seorang muslim adalah peluang mendapat pahala sabar dan ampunan dosa, sedangkan musibah yang menimpa agama dapat merusak amalan-amalan hamba atau menghalangi diterimanya di sisi Allah ‘azza wa jalla.
.

Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1530640860418724
=…
.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_