Ibadah, Iman, Tauhid, dan Islam

*Ebook*
RINGKASAN TAUHID DAN SYIRIK – Nor Kandir.ST (72Hlm)

Klik untuk mengakses ringkasan-tauhid-dan-syirik-pustaka-syabab.pdf


Pembatal-Pembatal Pahala – Syaikh Salimbin Id Al-Hilali(99Hlm)
https://docs.google.com/uc?export=download&id=1IOlGgoBCbQPpiEI9zP8H8Rg1DODEvQAm
*IBADAH YANG PALING DICINTAI OLEH ALLAH Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid (80hlm)*

Klik untuk mengakses ibadah_yang_paling_dicintai_allah.pdf


Pedoman Tauhid(103hlm)-Prof DR Abdurrazzaq Al-Badr
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQVUc4eU02SXMtYmM/view
PETUNJUK BAGI MUSLIM DALAM AQIDAH IBADAH DAN MUAMALAH-66Hlm

Klik untuk mengakses indonesian-095.pdf


Dasar-Dasar Akidah dan Fikih untuk Anak(102hlm)-Syaikh Yahya bin Ali al Bajuri
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQRmVINWg0dWJoRjA/view
4 Kaidah Memahami Tauhid(125hlm)-Syaikh Shalih bin Shalih Al Fauzan
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQRmVINWg0dWJoRjA/view
Berinteraksi Dengan Perintah Allah(111hlm)-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQd1pNUzMyNGQwUjQ/view
*Pengaruh Ibadah Dalam Kehidupan Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad 54Hlm*

Klik untuk mengakses pengaruh-ibadah-dalam-kehidupan_cetak.pdf


*KITAB TAUHID*

Klik untuk mengakses indonesian-06.pdf


*TANYA JAWAB TAUHID DR.Ibrahim Sholih Al-Khidairiy (145Hlm)*
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-081.pdf
*TAUHID UNTUK TINGKAT PEMULA DAN LANJUTAN-DR.Abdul Aziz Muhammad 242Hlm*

Klik untuk mengakses indonesian-082.pdf


*CATATAN ATAS KITAB TAUHID (karya Ahmad Hendrix)*
*Penjelasan mudah -insyaa Allaah- atas Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad-bin ‘Abdul Wahhab -rahimahullaah*
*JILID PERTAMA(214hlm)*
https://drive.google.com/file/d/1QQ11B0bSXUwj6sCDeDYh4gzKxXojOpfa/view?usp=drivesdk
*JILID KEDUA(150Hlm)*
https://drive.google.com/file/d/1W1S9JibfZapfZYjL2eGGNtOguLHuUZmo/view?usp=drivesdk
*Ghoyatul-Murid (Keterangan Tentang Kitab Tauhid – Syekh Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad (218Hlm)*

Klik untuk mengakses indu11.pdf


*Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman*

Klik untuk mengakses id-menjaga-tauhid.pdf


*Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab(matan & terjemahan)*
https://drive.google.com/file/d/0Bx7DPlyk_AgSbzFhMjhSckYtMnc/view?usp=docslist_api
*Ebook*
*Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Iman-(304Hlm)*
https://app.box.com/s/35icrzj45z5diwtru3s76cc1csjj9nzx

Klik untuk mengakses e-book-penjelasan-shahih-bukhori-kitab-iman-edisi-lengkap.pdf


*Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix*
https://drive.google.com/file/d/0B3FT6ui1GzNVRW9XeGNaMGFTOTQ/view?usp=drivesdk
*Tingkatan Di Dalam Islam (Islam,Iman dan Ihsan)-370Hlm*

Klik untuk mengakses 88-tingkatan-di-dalam-islam-pdf.pdf


*Penjelasan Tentang Rukun Iman-116Hlm*

Klik untuk mengakses 84-penjelasan-rukun-iman-pdf.pdf


*”KHUDZ AQIDATAK” (INILAH AQIDAHMU”)
Ambillah Akidahmu dari Al-Quran danHadist yang Shahih Karya:Syaikh Muhammad JamilZainu 80Hlm*
https://drive.google.com/file/d/1tbIwzF0P9HPfylEhjJIAKwaymnw-rCBZ/view
*Indonesia Bertauhid: Negara Berkah & Makmur-Dengan Bertauhid – Tim Indonesia Bertauhid 92Hlm*
https://indonesiabertauhid.com/wp-content/uploads/2015/12/Negara-Berkah-Makmur-Dengan-Bertauhid-Buku-Indonesia-Bertauhid.pdf

Ibadah, Iman, Tauhid, dan Islam

Bismillah.
.
Para ulama menjelaskan bahwa ibadah adalah perendahan diri kepada Allah dengan dilandasi kecintaan dan pengagungan dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ibadah mencakup segala ucapan dan perbuatan yang dicintai oleh Allah; baik yang tampak/lahir maupun yang tersembunyi/batin. Ibadah bisa dengan lisan, dengan hati, dan bisa juga dengan anggota badan.
.
Para ulama juga menjelaskan bahwa iman adalah pembenaran di dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan. Dengan demikian iman adalah bagian dari ibadah. Karena iman adalah perkara yang dicintai Allah. Pokok keimanan adalah keimanan kepada Allah; yang di dalamnya terkandung ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya. Ibadah kepada Allah dan meninggalkan syirik inilah yang disebut dengan tauhid.
.
Tauhid itu sendiri merupakan pengesaan Allah dalam hal ibadah. Mempersembahkan segala bentuk ibadah kepada Allah saja dan meninggalkan syirik kepada-Nya. Tauhid inilah tujuan diciptakannya jin dan manusia.
Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat : 56)
.
Ibadah kepada Allah tidak diterima tanpa tauhid. Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu; Jika kamu berbuat syirik pasti akan lenyap seluruh amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (az-Zumar : 65). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah atas segenap hamba adalah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tauhid inilah keadilan yang paling tinggi, sedangkan syirik adalah kezaliman yang paling berat. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (Luqman : 13)
.


Tauhid kepada Allah inilah asas dalam agama Islam. Karena Islam tegak di atas kalimat syahadat laa ilaha illallah; tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Sehingga setiap nabi dan rasul mengajak kepada kalimat tauhid.
Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami utus sebelum kamu -Muhammad- seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya; bahwa tidak ada ilah/sesembahan yang benar selain Aku maka sembahlah Aku.” (al-Anbiya’ : 25)
.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun ketika mengutus Mu’adz bin Jabal untuk berdakwah ke negeri Yaman, beliau berpesan kepadanya, “Hendaklah yang paling pertama yang kamu serukan kepada mereka adalah syahadat laa ilaha illallah.”
dalam riwayat lain disebutkan, “Supaya mereka mentauhidkan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh sebab itu tauhid merupakan prioritas utama dalam dakwah dan amal, sebagaimana ia menjadi prioritas utama dalam belajar dan mengajar.
.

Para ulama menjelaskan bahwa islam adalah kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya. Inilah islam yang diajarkan oleh setiap nabi dan rasul kepada umatnya. Semuanya menyerukan untuk menghamba kepada Allah dan meninggalkan syirik. A
llah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (an-Nahl : 36). Agama para nabi adalah satu yaitu Islam.
.
Allah berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran : 85). Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu sedikit pun penolong.” (al-Ma-idah : 72) 
.


Oleh sebab itu keimanan yang diterima, islam yang benar adalah iman dan islam yang bersih dari syirik dan kekafiran.
Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-Kahfi : 110). Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan seandainya mereka berbuat syirik pasti akan lenyap semua amal kebaikan yang pernah mereka kerjakan.” (al-An’am : 88)
.


Iman yang bersih dari syirik inilah yang mendatangkan keamanan dan petunjuk bagi pemiliknya. Iman yang dibangun di atas keikhlasan dan tauhid kepada Allah
. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang akan diberi keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk.” (al-An’am : 82). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka mengazab orang yang mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlas karena mencari wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.


Ikhlas bukan semata-mata ucapan di lisan. Karena ikhlas adalah amalan hati dan ia menuntut pemurnian segala bentuk ibadah kepada Allah; baik itu amalan lisan maupun amal anggota badan
. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan bagi-Nya agama/amalan dengan hanif….” (al-Bayyinah : 5). Para ulama menjelaskan bahwa hanif artinya menghadapkan diri kepada Allah dan berpaling dari segala bentuk sesembahan selain-Nya. Orang yang hanif adalah orang yang ikhlas dan bertauhid.
.
Oleh sebab itu Allah memuji Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sebagai seorang teladan yang hanif.
Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat/teladan, orang yang selalu patuh kepada Allah, dan orang yang hanif. Dan dia tidaklah termasuk golongan orang-orang musyrik.” (an-Nahl : 120). Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan bukanlah Ibrahim itu beragama Yahudi atau Nasrani. Akan tetapi dia adalah seorang yang hanif lagi muslim. Dan bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (Ali ‘Imran : 67)
.


Dan umat akhir zaman ini wajib beriman kepada ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti tuntunannya dalam beribadah kepada Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah mendengar kenabianku dari kalangan umat ini; apakah di beragama Yahudi atau Nasrani kemudian dia meninggal dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran/risalahku melainkan dia pasti termasuk golongan penghuni neraka.” (HR. Muslim)
.

Dengan demikian seorang hamba tidak bisa mewujudkan ibadah kepada Allah, keimanan yang benar, tauhid yang lurus dan islam yang diterima kecuali dengan mengikuti petunjuk dan ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya/ajarannya dari kami maka itu pasti tertolak.” (HR. Muslim). Inilah yang disebut sebagai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; yaitu ajaran beliau dalam beragama. Maka islam tidak bisa dipisahkan dari sunnah, sebagaimana iman tidak bisa dipisahkan dari keikhlasan, dan tauhid tidak bisa dipisahkan dari ketaatan.
.


Dengan kata lain, tidak bisa kita mewujudkan islam tanpa mengikuti sunnah/ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak bisa kita mewujudkan keimanan yang benar tanpa mengikhlaskan ibadah kepada Allah. Dan tidak bisa kita wujudkan tauhid yang lurus kecuali dengan taat mengikuti ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka.” (Thaha : 123)
.
Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman atau perempuan yang beriman; apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara kemudian masih ada bagi mereka pilihan lain bagi urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (al-Ahzab : 36)
.
Allah berfirman (yang artinya), “Sekali-kali tidak, demi Rabbmu. Mereka tidaklah beriman sampai mereka menjadikan kamu -Muhammad- sebagai hakim/pemutus perkara atas apa yang diperselisihkan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa sempit dalam hati terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya.” (an-Nisaa’ : 65)
Kajian Islam al-Mubarok
=…

  • *Sebab kekalahan kaum muslimin ...*


Allah telah memberikan janji dan jaminan kepada kaum muslimin,
ﺇِﻥ ﻳَﻨﺼُﺮْﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻏَﺎﻟِﺐَ ﻟَﻜُﻢْ ۖ ﻭَﺇِﻥ ﻳَﺨْﺬُﻟْﻜُﻢْ ﻓَﻤَﻦ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻨﺼُﺮُﻛُﻢ ﻣِّﻦ ﺑَﻌْﺪِﻩِ
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﻮَﻛَّﻞِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ .
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong
kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”[Ali imron:160]

.
Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,

Maksudnya apabila Allah membantu kalian dengan pembelaan dan pertolonganya, ”maka tidak ada orang yang dapat mengalahkanmu, ” walaupun orang yang ada di setiap penjuru berkumpul untuk mengalahkan kalian dengan segala sesuatu yang mereka miliki berupa jumlah pasukan dan perlengkapan, karena tidak ada orang yang dapat mengalahkannya.
.
Allah telah menguasai hamba-hamba-Nya dan telah mengandalikan hidup mereka, dan tidaklah ada seekor hewan melatapun yang bergerak melainkan atas izinNya dan tidak pula diam melainkan dengan izin-Nya. “jika Allah membiarkanmu tidak memberi pertolongan, ” maksudnya membuat diri kalian bersandar pada diri kalian sendiri, ”maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu dalam keadan
itu, ” Maka pastilah kalian akan terlantar walaupun seluruh makhluk menolong kalian.
.
Dalam ayat ini terkandung perintah
untuk meminta pertolongan dan bergantung hanya kepada Allah, dan berlepas diri dari segala daya upaya dan kekuatan diri. Kerenanya Allah berfirman “dan kepada Allahlah bertawakkal orang-orang yang beriman”, didahulukan ma’mulnya sebagai Batasan bahwa hanya kepada Allah saja bertawakkal, tidak kepada selain-Nya. Karena sudah pada tahu bahwa hanya Dialah satu-satunya sang penolong, maka bergantung kepadanya adalah bukti tauhid yang dituju, dan bergantung kepada selain-Nya adalah perbuatan syirik yang tidak mendatangkan manfaat bagi pelakunya bahkan mendatang madhorot baginya. Ayat ini mengandung perintah untuk bertawakal kepada Allah semata, dan bahwasanya sebesar kadar keimanan seorang hamba, maka sebesar itulah kadar tawakalnya
. (An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi)
.

Mengapa sekarang ini kaum muslimin dalam kehinaan yang belum pernah terjadi seperti ini dimasa-masa sebelumnya?
.
Apakah karena musuh lebih kuat dari mereka?
Tidak ..!
.
Tidak … Wahai saudaraku kaum muslimin.
Bahkan jumlah musuh-musuh Islam dulu lebih banyak dan kuat.
.
Ada kafir Qurays dengan pasukan ahzabnya yang pernah mengepung Madinah dari berbagai penjuru, ada negeri Bizantium Romawi yang sudah ribuan tahun malang melintang menguasai dunia di barat, sedangkan di timur ada Kisra Persia yang juga ribuan tahun menjadi penguasa dunia.
.
Tapi semua takluk dibawah imperium Islam dalam waktu yang singkat.
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ menjelaskan sebab utama kekalahan mereka bukan kuatnya musuh tetapi karena dosa-dosa mereka:
.

ﻟﻢ ﺗﻨﺘﺼﺮ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻗﻂ ﻋﻠﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﻨﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺑﺴﺒﺐ ﺫﻧﻮﺑﻬﻢ، ﺛﻢ ﻳﺆﻳﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻋﻠﻴﻬﻢ
.
Nashara tidak akan pernah menang terhadap semua kaum muslimin sama sekali, tetapi hanya menang terhadap sebagian kelompok kaum muslimin disebabkan dosa-dosa mereka,
kemudian Allah akan menolong orang-orang yang beriman untuk mengalahkan mereka.”
(Al-Jawab ash-Shahih, jilid 2 hlm. 266)
.

Sekarang ini bukan hanya menyusu
n kekuatan yang kokoh untuk mengembalikan kejayaan Islam, tetapi lebih pokok lagi adalah mendakwahi ummat ini untuk kembali kepada Allah dan meninggalkan dosa-dosa mereka.
Wallahu a’lam
Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc