➡ KAEDAH MEMAHAMI TAUHID (Bag.3)

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.
*Ebook*
*RINGKASAN TAUHID DAN SYIRIK – Nor Kandir.ST (72Hlm)*

Klik untuk mengakses ringkasan-tauhid-dan-syirik-pustaka-syabab.pdf


*Pembatal-Pembatal Pahala – Syaikh Salimbin Id Al-Hilali(99Hlm)*
https://docs.google.com/uc?export=download&id=1IOlGgoBCbQPpiEI9zP8H8Rg1DODEvQAm
*IBADAH YANG PALING DICINTAI OLEH ALLAH Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid (80hlm)*

Klik untuk mengakses ibadah_yang_paling_dicintai_allah.pdf


*Pedoman Tauhid(103hlm)-Prof DR Abdurrazzaq Al-Badr*
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQVUc4eU02SXMtYmM/view
*PETUNJUK BAGI MUSLIM DALAM AQIDAH IBADAH DAN MUAMALAH-66Hlm*

Klik untuk mengakses indonesian-095.pdf


Dasar-Dasar Akidah dan Fikih untuk Anak(102hlm)-Syaikh Yahya bin Ali al Bajuri
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQRmVINWg0dWJoRjA/view
*4 Kaidah Memahami Tauhid(125hlm)-Syaikh Shalih bin Shalih Al Fauzan*
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQRmVINWg0dWJoRjA/view
*Berinteraksi Dengan Perintah Allah(111hlm)-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr*
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQd1pNUzMyNGQwUjQ/view
*Pengaruh Ibadah Dalam Kehidupan Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad 54Hlm*

Klik untuk mengakses pengaruh-ibadah-dalam-kehidupan_cetak.pdf


*KITAB TAUHID*

Klik untuk mengakses indonesian-06.pdf


*TANYA JAWAB TAUHID DR.Ibrahim Sholih Al-Khidairiy (145Hlm)*
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-081.pdf
*TAUHID UNTUK TINGKAT PEMULA DAN LANJUTAN-DR.Abdul Aziz Muhammad 242Hlm*

Klik untuk mengakses indonesian-082.pdf


*CATATAN ATAS KITAB TAUHID (karya Ahmad Hendrix)*
*Penjelasan mudah -insyaa Allaah- atas Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad-bin ‘Abdul Wahhab -rahimahullaah*
*JILID PERTAMA(214hlm)*
https://drive.google.com/file/d/1QQ11B0bSXUwj6sCDeDYh4gzKxXojOpfa/view?usp=drivesdk
*JILID KEDUA(150Hlm)*
https://drive.google.com/file/d/1W1S9JibfZapfZYjL2eGGNtOguLHuUZmo/view?usp=drivesdk
*Ghoyatul-Murid (Keterangan Tentang Kitab Tauhid – Syekh Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad (218Hlm)*

Klik untuk mengakses indu11.pdf


*Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman*

Klik untuk mengakses id-menjaga-tauhid.pdf


*Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab(matan & terjemahan)*
https://drive.google.com/file/d/0Bx7DPlyk_AgSbzFhMjhSckYtMnc/view?usp=docslist_api
*Ebook*
*Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Iman-(304Hlm)*
https://app.box.com/s/35icrzj45z5diwtru3s76cc1csjj9nzx

Klik untuk mengakses e-book-penjelasan-shahih-bukhori-kitab-iman-edisi-lengkap.pdf


*Iman (Faedah-Faedah Rukun Iman), karya Ahmad Hendrix*
https://drive.google.com/file/d/0B3FT6ui1GzNVRW9XeGNaMGFTOTQ/view?usp=drivesdk
*Tingkatan Di Dalam Islam (Islam,Iman dan Ihsan)-370Hlm*

Klik untuk mengakses 88-tingkatan-di-dalam-islam-pdf.pdf


*Penjelasan Tentang Rukun Iman-116Hlm*

Klik untuk mengakses 84-penjelasan-rukun-iman-pdf.pdf


*”KHUDZ AQIDATAK” (INILAH AQIDAHMU”*
*Ambillah Akidahmu dari Al-Quran danHadist yang Shahih Karya:Syaikh Muhammad JamilZainu 80Hlm*
https://drive.google.com/file/d/1tbIwzF0P9HPfylEhjJIAKwaymnw-rCBZ/view
*Indonesia Bertauhid: Negara Berkah & Makmur-Dengan Bertauhid – Tim Indonesia Bertauhid 92Hlm*

Klik untuk mengakses Negara-Berkah-Makmur-Dengan-Bertauhid-Buku-Indonesia-Bertauhid.pdf


Orang Kata Wahabi Ialah….
50 Hujah Menangkis Fitnah Ahli Bid’ah Berdasarkan Manhaj as-Salaf as-Soleh
dan Fatwa Para Ulamak Syafi’iyyah(294Hlm)

Klik untuk mengakses OKWI.pdf


https://app.box.com/s/bi9qnp98f8lgrgf5a6d73cfa3u19nfdo
7 Tipu Daya Syaitan Ke Atas Umat Islam (141Hlm)

Klik untuk mengakses 7_tipudaya_syaitan.pdf


https://app.box.com/s/dyvtfxy57m3nlzl8fksk2w4o6py71al5
Berkenalan Dengan Ahlus Sunnah Wal Jamaah (308Hlm)

Klik untuk mengakses Berkenalan_ASWJ.pdf


Sebarkan Kebenaran-Mu: Sebarkan Cinta-Mu(555Hlm)

Klik untuk mengakses SKM.pdf


https://app.box.com/s/shfevwq2f8zx15yffzidn3r0jzy0xgun
13 Perkara Yang Mencemari Kemurnian Tauhid(197Hlm)

Klik untuk mengakses 13_pencemaran_tauhid.pdf


https://app.box.com/s/5k5k8bwjnajyld12cdsskqv9e7b3c9be
*GABUNG GRUP WA*
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7

=…
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

KAEDAH MEMAHAMI TAUHID (bag-3)
Oleh : Abu Ghozie As Sundawie
.
KAEDAH KEENAM :
.
الْانْتِسَابُ إِلَى الصَّالِحِيْنَ لَا يَنْتَفِعُ بِهِ صَاحِبُهُ إِلَّا بِالتَّوْحِيْدِ وَالْإِيْمَانِ
.
Hubungan nasab dengan orang shalih tidaklah bermanfaat kecuali memiliki Tauhid dan Iman
.


Makna dari kaedah ini adalah bahwa siapapun yang punya hubungan dekat (kerabat) dengan orang shalih (seperti para nabi dan Rasul) baik kedekatan karena nasab atau karena pernikahan maka semata mata kedekatan tidaklah bermanfaat baik didunia ataupun di akhirat apabila tidak dibangun diatas dasar tauhid dan iman yang benar.

.

Allah Ta’ala berfirman :
.
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
.
“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).” (QS At Tahrim : 10)
.
Dan Allah berfirman tentang istri Nabi Luth sebagai orang yang dibinasakan oleh adzab Allah :

فَأَنجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاّ امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
.
“Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”. (QS Al A’raf : 83)
.
Diantara dalil juga adalah firman Allah tentang Nabi Nuh dengan putranya yang tidak mau beriman sehingga putuslah hubungan nasab diantara mereka :
.
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
.
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”
.
Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS Huud : 42-43)
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
وَنَادَى نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
.
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya. Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS Huud : 45-46)
.
Allah Ta’ala juga berfirman tentang kekufuran Azar ayah Nabi Ibrahim ’alaihis-salaam :
.
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلاّ عَن مّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيّاهُ فَلَمّا تَبَيّنَ لَهُ أَنّهُ عَدُوّ للّهِ تَبَرّأَ مِنْهُ إِنّ إِبْرَاهِيمَ لأوّاهٌ حَلِيمٌ
.
“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya.Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun” (QS At Taubah : 114)
.


Tanpa terkecuali dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bahwa hubungan nasab semata mata dengan beliau tidaklah bermanfaat kecuali adanya tauhid dan Iman.

.
مَا كَانَ لِلنّبِيّ وَالّذِينَ آمَنُوَاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوَاْ أُوْلِي قُرْبَىَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيّنَ لَهُمْ أَنّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
.
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” (QS At Taubah : 113)
.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukil tafsiran Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma terkait asbabun nuzul ayat diatas :
.
فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَادَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لِأُمِّهِ، فَنَهَاهُ اللَّهُ عَنْ ذَلِكَ
.
sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hendak memohonkan ampun bagi ibundanya namun dilarang oleh Allah” (Tafsir Ibnu Katsir 4/224)
.

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ’anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam :
.
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي
.
”Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampun ibuku, dan Ia tidak mengizinkanku. Namun Ia mengizinkan aku untuk menziarahi kuburnya” (HR Muslim : 976, Abu Dawud : 3234 dan yang lainnya)
.
Dalil lainnya dari hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam :
.
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ
.
Dari Anas radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Wahai Rasulullah, dimanakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada ?”. Beliau menjawab : “Di neraka”. Ketika orang tersebut berpaling, maka beliau memanggilnya lalu bersabda : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”. (HR. Muslim : 203, Abu Dawud : 4718, Ahmad : 13861, dan yang lainnya)
.
Imam An Nawai rahimahullah berka
ta :
.
فِيهِ أَنَّ مَنْ مَاتَ عَلَى الْكُفْرِ فَهُوَ فِي النَّارِ وَلَا تَنْفَعُهُ قَرَابَةُ الْمُقَرَّبِينَ وَفِيهِ أَنَّ مَنْ مَاتَ فِي الْفَتْرَةِ عَلَى مَا كَانَتْ عَلَيْهِ الْعَرَبُ مِنْ عِبَادَةِ الْأَوْثَانِ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَلَيْسَ هَذَا مُؤَاخَذَةٌ قَبْلَ بُلُوغِ الدَّعْوَةِ فَإِنَّ هَؤُلَاءِ كَانَتْ قَدْ بَلَغَتْهُمْ دَعْوَةُ إِبْرَاهِيمَ وَغَيْرِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ صَلَوَاتُ اللَّهِ تَعَالَى وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ
.
Di dalam hadits tersebut (menunjukan) bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan kafir, maka dia akan masuk neraka. Dan kedekatannya dengan orang-orang yang mendekatkan diri (dengan Allah) tidak memberikan manfaat kepadanya. Selain itu, hadits tersebut juga mengandung makna bahwa orang yang meninggal dunia pada masa fatrah (kekosongan wahyu) dimana bangsa Arab tenggelam dalam penyembahan berhala, maka diapun masuk penghuni neraka. Hal itu bukan termasuk pemberian siksaan terhadapnya sebelum penyampaian dakwah, karena kepada mereka telah disampaikan dakwah Ibrahim dan juga para Nabi yang lain shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim” Syarah Muslim karya Imam An Nawawi 3/79 (pembahasan dinukil dari kitab : Qawa’id fi Tauhid ar Rububiyyah wal Uluhiyyah wal Asmaai was Sifat, hal. 11). Wallahu a’lam. []
.

Dahulu, para Nabi ‘alaihim assalam bisa berkomunikasi dengan Robbnya melalui,
1. Perantara wahyu (mimpi, dll)
2. Di balik hijab
3. Malaikat mulia yang menyamar menjadi manusia, atau bentuk aslinya, umumnya menjadi manusia.
.
Hal ini agar tidak mengagetkan dan menakutkan para Nabi, Pernah suatu ketika, para utusan Allah Ta’ala datang kepada Nabi Ibrahim ‘alaihi assalam.
Betapa kagetnya, ketika makanan (sapi panggang) yang disajikan tak bisa dijamah para malaikat yang menyamar tersebut.
.
Hingga akhirnya mereka menenangkan sang Nabi..
“jangan kawatir, tenanglah…”
.
Ketiga cara tersebut, semua terjadi atas izin Allah Ta’ala, khusus kepada hamba-hamba pilihanNya.
Adapun di zaman sekarang, paska era kenabian yang penuhnberkah dan rahmah.
Hampir mustahil manusia bisa berkomunikasi dengan cara parabNabi tersebut.
Paling mentok, melalui mimpi.
Sebagian riwayat mengisyaratkan, diantara mimpi-mimpi orangnsoleh adalah secuil percikan dari sekian persen kenabian.
Artinya mimpi-mimpi orang soleh, bisa jadi kabar gembira, bisa juga pelajaran atau rambu.
Misal, saat orang soleh beristikharah, mengharap sinyal jodoh, ada 3 akhwat.
Kemudian ia berdoa dengan spesifik menyebutkan akhwat tersebut.
Dalam mimpi tersebut, kemudian Allah Ta’ala mudah saja membuka tabir, gambaran ke-3 perempuan.
Setelah itu, maka si pemuda bisa memilih sesuai dengan keyakinan mimpinya.
Misal sudah diberi kode, diantara ke-3 akhwat tersebut, akhwat ke-3 yang pertanda baik.
Sosok pemalu, menjaga diri dan tidak banyak bicara, adapun ke-2 lainnya, tidak sepertinya.
Yang satu terlalu agresif, satu lagi menunjukan sinyal negatif.
Nah..dalam kondisi seperti ini, pilihan sudah jelas terbuka.
Maksudnya, jika ingin menikah, pilihlah Akhwat yang ke-3.
Adapun 2 lainnya, harus siap dengan beragam reksiko dan konsekuensinya.
Lalu bagaimana jika tidak mimpi-mimpi?
Bisa lewat kemantapan hati.
Isyarat firman Allah Ta’ala,
“Orang beriman itu, tidak ragu sedikitpun…”
.
Dalam kaidah,
“keyakinan itu tidak bisa dihilangkan dengan keraguan”
Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“tinggalkanlah segala yang meragukan kepada sesuatu yang meyakinkanmu..”
Kembali ke pokok bahasan…
.
Komunikasi, sentuhan kasih sayang dan perhatian Allah Ta’ala, sejatinya bisa sangat dirasakan meski tidak dengan cara di atas.
FirmanNya,
“Kami uji kalian semua, dengan keburukan dan kebaikan…”
Saat azan berkumandang…..
Namun terhalang dari solat berjamaah, karena darurat..
Saat Ramadhan tiba…
Namun terhalang dari taraweh berjamaah di masjid…
Terhalang pula itikaf di 10 terakhir…
Panggilan “hayya ‘ala al falaah…”
Ramadhan penuh berkah dan kemuliaan…
Keduanya adalah panggilan keselamatan dunia akherat.
Ada panggilannya, namun tidak seperti biasanya.
Sama halnya seorang ibu yang berkata kepada buah hatinya…
“nak….hati-hati yah di jalan…”
Ada panggilannya, namun tinggal kenangan.
.
•••••••••••••••••••••••

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_