Hidup Mulia Dengan Qana’ah
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.


Kemuliaan Sifat Qanaah – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al- Atsary, M.A.)


Qanaah, Kekayaan yang Tak Akan Sirna – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)


Keutamaan Sifat Qanaah – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al- Atsary, M.A.)


Ringkasan Kajian Bahagia dengan Qana’ah, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah
(Silahkan unduh https://bit.ly/2zTxjjZ )
.
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/GpvCDblLxObGJz57QLAFMW
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
➡Kemuliaan Sifat Qana’ah
.
Ditulis oleh Fathimah Aliudin, dibantu Admin Dakwah Al-Hanif
.
✅ Pembahasan ini merupakan salah satu adab, akhlak, karakter, sifat dan etika Islam yang luhur. Apabila kita memilikinya maka serasa dunia dan seisinya milik kita. Hati akan tenang, jiwa akan damai, dalam kondisi apapun tetap nyaman. Raga kita selamat dari yang haram. Ini adalah salah satu akhlak para nabi, tanda-tanda orang Islam yang bertakwa dan juga menjadi kriteria orang-orang yang sukses. Inilah Qana’ah.
.
‼ Saudara saudaraku yang kucintai karena Allah, kita hidup di zaman yang berbeda dengan zaman dahulu. Bisa kita bayangkan dan bandingkan. Dahulu orang yang punya mobil dan motor sedikit jumlahnya. Dalam masalah pakaian pun demikian, berbeda antara dulu dan sekarang. Kita berada di masa yang diberikan kenyamanan oleh Allah, pintu-pintu kenyamanan dibentangkan. Di saat itulah manusia berebut mengejar harta dan berubah tak ubahnya seperti serigala yang siap memangsa apa yang ada di hadapannya. Kita berada di masa banyak manusia berkeluh kesah, galau, mengeluhkan kondisi sosial ekonomi.
.
✅ Manusia yang dalam situasi dan kondisi seperti ini perlu berburu Qana’ah. Mereka persiapkan segalanya bukan untuk berburu rusa, emas seberat satu ton. Karena semua itu tanpa Qana’ah akan tetap merasa susah.
.
‼ Kita lihat situasi ekonomi di masa pandemi ini banyak mengalami kemerosotan. Para pedagang, ojek, online, pengusaha, terimbas dengan adanya pandemi. Bahkan ada wacana PNS gajinya akan dipotong. Di saat-saat seperti inilah kita benar-benar butuh untuk berburu Qana’ah sehingga tidak ada lagi manusia yang stress. Kita harus berupaya keras bagaimana memiliki karakter ini. Jika tidak memiliki karakter ini kita lihat apa yang terjadi: pencurian, begal, riba, tersebarnya permusuhan, iri, dengki. Semua itu terjadi karena hilangnya Qana’ah.
.
✅ Jika pemerintah sekarang berupaya bagaimana menghadapi masalah dengan berbagi bantuan sosial untuk yang terkena dampak Covid-19, maka para ustadz dan setiap muslim harus memikirkan bagaimana bisa berbagi ilmu Qana’ah kepada setiap hamba Allah. Jika kita lihat berapa jumlah bansos yang diberikan pemerintah. Apakah cukup untuk mereka? Maka jawabannya adalah tergantung hati si penerimanya. Orang yang di PHK apakah sedih ataukah gembira? Maka jawabnya adalah tergantung hatinya menerima atau menolak. Di sinilah pentingnya memahami Qana’ah.
.
➡ Diantara makna Qana’ah :
.
➡ 1. Ridha dengan apa yang diberikan oleh Allah, menerima apa yang telah Allah tetapkan dan apa telah Dia bagikan. Qana’ah itu berbeda dengan sabar. Qana’ah itu ridha dan puas kepada pemberian Allah
.
➡ 2. Mencukupkan diri dengan yang ada, tanpa terobsesi mencari apa yang tidak dia miliki. Ketika dia memilki kendaraan tahun 2007 dan dia tidak berambisi memiliki kendaraan tahun 2017 dan dia merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ketika berbuka puasa dihidangkan kurma dan sedikit roti oleh istrinya, dia merasa cukup dengan yang ada tanpa membayangkan, berandai-andai menyantap hidangan ayam panggang dan dia mengucapkan terima kasih kepada istrinya. Itulah Qana’ah.
.
➡ 3. Mencukupkan diri dengan yang halal, baik, dan meninggalkan yang haram. Dia tidak mengatakan, “Cari yang haram saja susah apalagi yang halal.”
.
➡ 4. Terpenuhinya hati dengan keridhaan kepada Allah, tidak pernah mengeluh, jauh dari ungkapan-ungkapan yang menunjukkan emosi kepada takdir-Nya. Yang dia ucapkan adalah:
.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا ، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
.
➡ 4. Ketentuan dan pemberian Allah diyakini sebagai yang terbaik untuknya. Bencana yang menimpa diyakini sebagai sesuatu yang pantas diterimanya. Dia yakin Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Itulah realisasi perkataan
.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا ، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
.
✅ Al Mawadi menyebutkan beberapa tingkatan Qana’ah. Kita evaluasi diri ada di tingkat mana Qana’ah kita:
.
➡ 1. Orang itu merasa puas dengan bulghah (bekal) untuk urusan dunia ini, tanpa mengerahkan jiwanya untuk mencari tambahan. Dan ini merupakan tingkatan Qana’ah yang paling tinggi.
.
➡ 2. Orang itu jiwa nya menyampaikan kepada dirinya bahwasanya dia sudah puas dan cukup, dia tidak butuh tambahan-tambahan.
.
➡ 3. Dia menerima apa yang telah dia dapatkan. Dia tidak memaksakan dirinya untuk meraih apa yang tidak bisa diraih.
.
✅ Orang yang qana’ah bukan berarti fakir, namun dia sudah ridha dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Kita tahu bagaimana kaya rayanya Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian beliau mensedekahkan seluruh hartanya. Kemudian Umar bin Khaththab mensedekahkan setengah hartanya. Abdurrahman bin Auf seorang pengusaha kaya raya. Namun mereka semua memiliki akhlak qana’ah, tidak berambisi mendapatkan apa yang tidak bisa mereka dapatkan.
.
‼ Sebagaimana si miskin harus memiliki akhlak ini, maka orang kaya pun dituntut memilikinya. Akhlak ini akan mencegah dirinya dari menipu, menghinakan dirinya demi harta dan jabatan, pelit dengan hartanya. Orang kaya yang memiliki akhlak seperti ini dia adalah seorang yang Qana’ah walaupun hartanya seperti hartanya Qarun. Yang demikian itu karena Qana’ah itu adalah amalan hati. Jangan dianggap bahwasanya seseorang yang bajunya compang-camping atau seorang pemilik kendaraan tua sudah terkategorikan qana’ah.
.
✅ Sekali lagi qana’ah ini urusan hati. Jika dia terus memiliki ambisi untuk mengejar yang dia inginkan dan dia mengeluh atau protes kepada Allah mengapa fulan dapat seperti itu sementara dia tidak dapat, maka dia tidak qana’ah. Demikian sebaliknya. Apabila kita melihat seseorang berkendaraan bagus jangan kita tuduh bahwasanya dia tidak qana’ah.
.
‼ Seorang fakir yang qana’ah akan merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah kepada dirinya. Dia tidak bekeluh kesah kepada manusia, marah kepada Allah, dan tidak memandang apa yang ada di tangan orang lain, memandang kepada yang di bawahnya, menjaga diri dari hal-hal yang dilarang syariat.
.
➡ Ayat Al Qur’an tentang qana’ah:
.
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
.
✅ Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
.
✅ Muhammad bin Ka’ab menafsirkan:
.
فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً
.
‘Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik’ maksudnya adalah Al Qana’ah. Yaitu Allah menganugerahkan qana’ah, menerima apa yang Allah berikan. Demikian pula penafsiran Ali bin Abi Thalib, Hasan Al-Bashri.
.
✅ Allah membalas hamba hambanya yang beriman dan beramal shalih dengan menganugerahkan qana’ah, bukan dengan dibalas dengan harta. Atau dengan kata lain harta yang dia dapat bukanlah sebagai tanda bahwa Allah membalas kebaikan orang itu.
.
‼ Karena faktanya banyak orang kafir yang memiliki banyak harta, namun mereka tidak dianugerahi kehidupan yang baik. Kita bisa beli kasur namun kita tidak sanggup membeli tidur.
Ayat lainnya:
.
وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
.
✅ Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. An Nuur:32
.
✅ Dimana sisi pendalilannya? Al Baghawi mengatakan makna
يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ
adalah Al-Qana’ah.
.
✅ Demikian juga ayat
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)
.
✅ Abu Hayyan menafsirkan
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
‘kebaikan di dunia’ : القناعةبالرزق
yaitu qana’ah dengan rizki, dan taufiq serta bimbingan sehingga tidak tersesat.
.
✅ Jika kita lihat apa yang Allah berikan tidak mesti harta benda. Ada yang lebih dari itu yaitu perasaan menerima ketetapan Allah. Dan kebiasaan manusia itu jika diberi satu lembah emas dia menginginkan dua lembah. Jika tidak memiliki akhlak qana’ah maka dia akan terus bekerja dan bekerja karena tidak puas dengan apa yang ada. Orang yang kena PHK karena situasi pandemi ini apabila memiliki qana’ah tidak akan putus asa.
.
✅ Dari ’Abdullah bin ’Amr bin Al ’Ash, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ
.
”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.”
.
✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa:
.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَ آلِ مُحَمَّدٍ قُوتًا
.
“Ya Allah, jadikan rezeki keluarga Muhammad berupa makanan yang secukupnya”
.
✅ Di sini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meminta makanan yang secukupnya. Kata Imam Nawawi makanan yang secukupnya maksudnya makanan yang bisa menghilangkan lapar. Dari hadits ini ada pelajaran bahwasanya menjalani kehidupan itu tidak perlu dengan kemewahan. Perhatikanlah doa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini.
.
✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
.
“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya,[2] aman pada keluarganya, dia [3]memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”
.
✅ Dari Abu Hurairah, beliau berkata ketika beliau sedang berkumpul dengan Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda yang artinya”Siapa diantara kalian yang mau mengambil lima kalimat, kemudian dia mengamalkannya atau mengajarkannya? Lalu Abu Hurairah berkata “Aku wahai Rasulullah” Lalu Rasulullah mengambil tangan Abu Hurairah, kemudian beliau menghitung lima hal itu sambil berkata :
1. Tinggalkan yang haram-haram, maka itu akan menjadikanmu ahli ibadah,
2. Ridhalah dengan apa yang sudah Allah bagikan kepadamu, maka engkau akan menjadi orang yang paling kaya di dunia,
3. Berbuat baiklah kepada tetangga mu, maka engkau akan disebut orang beriman
4. Cintailah bagi orang lain apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi orang Muslim
5. Jangan banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati ”
.
✅ Sa’ad bin Abi Waqash radhiallahu anhu seorang shahabat yang kaya raya pernah berkata kepada anaknya, “Wahai ananda, kalau engkau berburu kekayaan atau mencari kekayaan, carilah dengan modal qana’ah. Karena qana’ah adalah harta yang tidak akan ada habisnya. Hati-hatilah, jauhi sifat tamak dan rakus, karena sifat itu adalah kefakiran yang hadir. Dan hendaklah engkau berputus asa dari mencari sesuatu (mencukupkan diri).”
.
‼ Abu Sulaiman Ad-Darini berkata: Ada orang yang berburu kekayaan dengan menyangka bahwa kekayaan itu adalah dengan mengumpulkan harta. Maka ketahuilah bahwa kekayaan itu ada pada sifat qana’ah.
.
➡ Penyebab seseorang terhalang dari Qana’ah:
1. Sering bergaul bersama orang kaya
2. Meminta tambahan, hampir mendekati sifat At Takatsur (bermegah-megahan)
3. Tidak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an 4. Jarang mengingat kematian dan akhirat
5. Tercebur dalam syahwat dunia
6. Terlalu meremehkan dan gampang melakukan hal yang mubah

✅ Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata:
السعادة فى معاملة الخلق‏:‏ أن تعاملهم لله، فترجو الله فيهم ولا ترجوهم فى الله، وتخافه فيهم ولا تخافهم فى الله، وتحسن إليهم رجاء ثواب الله لا لمكافأتهم، وتكف عن ظلمهم خوفًا من الله لا منهم
Kebahagiaan dalam bergaul dengan manusia adalah bergaul dengan mereka karena Allah. Kamu berharap keridhoan Allah pada mereka. Bukan berharap keridhoan mereka dalam beribadah kepada Allah.
Kamu takut kepada Allah ketika bergaul dengan mereka. Bukan takut kepada mereka dalam meniti jalan Allah. Kamu berbuat baik kepada mereka karena berharap pahala dari Allah. Bukan karena ingin membalas kebaikan mereka semata. Kamu tidak menzalimi mereka karena takut kepada Allah bukan karena takut dari mereka.
(Majmu Fatawa 1/51)


.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_