Peran Ibu dan Rumah Dalam Pendidikan Anak
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

130 AUDIO MP3 Fiqh Pendidikan Anak-Ust.Abdullah Zaen
https://archive.org/details/UstAbdullahZaen-PendidikanAnak


Ebook
40 HADITS SEPUTAR PARENTING-Karya Syaikh Abdul Aziz al-Huwaithan(190Hlm)
https://bit.ly/ebookparenting4
https://drive.google.com/file/d/1iANBhZ-zntY4dj1pRGpUcthbWSpiy2r-/view
PANDUAN MENDIDIK ANAK SESUAI SUNNAH-Karya Syaikh Abdussalam as-Sulaiman(223Hlm)
https://bit.ly/ebookparenting1
https://drive.google.com/file?d/1E3OFaHTxkcezzN_zSL1hCUawhsqmQ35e/view
MENGAJARKAN ANAK TAUHID & MENDIDIK ANAK DENGAN BERTANYA JAWAB-Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab,dan Syaikh Salim bin Thawil(116Hlm)
https://bit.ly/ebookparenting2
https://drive.google.com/file/d/1iqIwbcsXAeDfHIChp69r6jvywCS6PKXy/view
BIMBINGAN PRAKTIS MENDIDIK ANAK-Karya Syaikh Yusuf Muhammad al-Hasan(143Hlm)
https://bit.ly/ebookparenting3
https://drive.google.com/file/d/1fBLzelrblMGJYGMB8wjIuclj1mHdjRNX/view
dasar-dasar Tauhid dan Fikih bagi Anak-Anak-Yahya Bin Ali Al Hajuri 78Hlm
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQdnFTRmV3Qk5yTlE/view
Konsep Pendidikan Anak 71Hlm

Klik untuk mengakses 78-konsep-pendidikan-anak-pdf.pdf


JURUS JITU MENDIDIK ANAK UST ABDULLAH ZAEN

Klik untuk mengakses JurusJituMendidikAnak_moslemsunnah.wordpress.com.pdf


Dua Anak Bahagia , Apalagi Banyak! – Ust.Nor Kandir.ST& Fatin Jauharah(45Hlm)

Klik untuk mengakses dua-anak-bahagia-apalagi-banyak.pdf


=… 

.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/GpvCDblLxObGJz57QLAFMW
https://chat.whatsapp.com/FQuJdk6n3rv28Lx0x1pJq7
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..

➡ Peran Ibu Dalam Pendidikan Anak
.

✅ Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan-suatu hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa-Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
.
ﺗُﻨْﻜَﺢُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﻷَﺭْﺑَﻊٍ : ﻟِﻤَﺎﻟِﻬَﺎ، ﻭَﻟِﺤَﺴَﺒِﻬَﺎ، ﻭَﺟَﻤَﺎﻟِﻬَﺎ، ﻭَﻟِﺪِﻳﻨِﻬَﺎ، ﻓَﺎﻇْﻔَﺮْ ﺑِﺬَﺍﺕِﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﺗَﺮِﺑَﺖْ ﻳَﺪَﺍﻙَ
‼ .
‼ “Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya,kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya.Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu-beruntung.”
.
➡ Seorang penyair berkata :
.
ﺍﻷُﻡُّ ﻣَﺪْﺭَﺳَﺔٌ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻋْﺪَﺩْﺗَﻬَﺎ ﺃَﻋْﺪَﺩْﺕَ ﺷَﻌْﺒًﺎ ﻃَﻴِّﺐً ﺍﻟْﺄَﻋْﺮَﺍﻕِ

✅ .“Ibu adalah madrasah (tempat belajar) bila kaumempersiapkannya, kau telah menyiapkan bangsa yang-hebat.”
.
‼ Allah telah membekali seorang ibu dengan naluri keibuannya-yang tidak diberikan kepada seorang ayah. Naluri ini secara-fisik merupakan naluri yang paling kuat dari semua naluri
fisik lainnya. Para Ahli ilmu kejiwaan telah melakukan-penelitian pada tikus, dan dari percobaan itu mereka telah-menemukan bahwa stimulan fisik seorang ibu akanmenghasilkan berbagai hal sebagai seperti : keibuan,kehausan, kelaparan, dan seksualitas. Karena itu, seorang-ibu siap untuk melindungi anak dan berkorban demi-anaknya, baik dalam kondisi istirahat maupun tidur,sedangkan dirinya tetap ridha.
.
✅ Faktor tersebut dapat membuat ibu kuat untuk bergadang-demi kenyamanan anaknya, terutama pada usia dua tahun-pertama, dimana peran seorang ayah pada saat seperti itu
masih sangat sedikit. Dua tahun pertama-memiliki pengaruh-sangat besar terhadap kepribadian anak. Ilmu kejiwaan-belum bisa mendeteksi di manakah letak rahasianya.
.
‼ Diantara fenomena itu, bahwa bayi dapat mengenali ibunya-dari baunya, kemudian mengenali suaranya. Sebagaimana-pula bahwa bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang
diikuti oleh anak. Mayoritas emosi seorang anak pada tahun-pertama berkaitan dan terpusat pada ibu, atau orang yangmenggantikan peran ibu tersebut.
(Daur Bait Fii Tarbiyatith Thiflil Muslim )
.
✅ Konsep pendidikan islam adalah konsep pendidikan yang-berlandaskan wahyu, bukan konsep percobaan atau-penelitian. Maka bagi seorang muslim harus menyakini,membenarkan dan melaksanakan apa yang Rasulullah
sampaikan. Tanpa perlu meneliti dan mengkaji kembali.
.
‼ Sebagian kaum muslimin baru meyakini konsep Nabi adalah-konsep terbaik setelah para peneliti Barat membuktikan-kemukjizatan Nabi. Bagi kaum muslimin yang taat pada Allah-dan Rasul-Nya hendaknya mendahulukan perkataankeduannya dibandingkan dengan yang lain. Bila kita sudah-paham konsep Nabi yang terbaik, maka untuk apa mencari-konsep yang lain.
.
✅ Selanjutnya, bila kita sudah paham bahwa anak sejak bulan-keenam telah mulai terbentuk hubungan sosialnya dengan-lingkungan sekitarnya, maka menjadi jelaslah bagi kita
pentingnya peran ibu bagi pendidikan anak. Seorang-peneliti, Samiyah Hamam menemukan bahwa dampak ketidak-hadiran ibu jauh lebih besar daripada dampak ketidak-hadiran ayah bagi anak-anak. Karena ibu yang bijaksana-dapat mengisi sebagian kekosongan yang tidak diisi oleh-ayah.
.
‼ Mengingat pentingnya peran ibu dalam pendidikan, kita akanmengisyaratkan keistimewaan syariat islam yang telah-megumpulkan alasan-alasan yang cukup untuk menjadikan-seorang ibu berada dalam posisi yang tepat sesuai dengan-tujuan Allah menciptakannya. Sehingga kaum ibu bisa
beribadah kepada Allah dalam rumahnya-sendiri. Diantara-alasa-alasan tersebut adalah :
.
➡ 1. Asal dari wanita adalah tinggal dirumah.
.
✅ Allahberfirman : Dan berdiamlah kalian di rumah-rumah-kalian …. (QS. Al-Ahzab 33 : 33). Allah juga menjadikan-shalatnya wanita dirumah lebih utama daripada shalat-di masjid.
.
➡ 2. Laki-laki (suami, ayah, anak laki-laki, atau saudara-laki-laki) dibebani menafkahi seorang wanita (atau-istri), agar dia bisa nyaman di rumah dan fokus-terhadap tugas yang sebenarnya.
.
✅ Mari kita lihat bagaimana Al-Qur’an, hadist dan Atsar ulama-yang mengisahkan betapa pentingnya peran ibu bagi anak,dan ibu mampu mendidik anaknya tanpa seorang ayah.
.
‼ Diantara kesuksesan seorang ibu adalah Hajar. Ia wanita-teladan dalam akhlaknya yang baik dan perilakunya yang-indah. Ia mendidik anaknya, Nabi Ismail, dan mengasuhnyasejak kecil hingga dewasa, sehingga akhirnya Nabi Ismail-menjadi orang yang mampu mendaki di tangga kehidupan.Hajar menggadaikan kehidupannya agar anaknya hidup-dengan kehidupan yang baik dan anaknya adalah buahranum yang mendatangkan manfaat dengan izin Allah. Siapa-saja yang membuka lembaran kehidupan Nabi Ismail, ia pasti-mendapati kehidupannya serat dengan aroma wangi dan-parfum harum.
.
✅ K ehidupan Nabi Ismail Alihis Salam menegaskan bahwa-beliau adalah seorang laki-laki dengan segala makna laki-laki itu sendiri. Beliau sabar terhadap musibah dan cobaanyang datang kepadanya, ridha dengan qadha’ dan takdir-Allah. Beliau tanaman baik milik ibu yang juga baik. Apakahsemua ini terjadi begitu saja tanpa adanya pendidikan danperan seorang ibu ?
.
✅ Kisah sebaiknya, kita lihat contoh pada Istri Nabi Nuh AlahisSalam yang gagal dalam mendidik anaknya, akhlak buru-lebih mendominasinya, akibatnya fitrahnya hancur lebur dan-ia tidak mampu mendidik anaknya dengan baik. Akibatnya,anaknya menjadi kafir seperti dirinya.
.
‼ Pada kedua contoh diatas, kita lihat bahwa ayah keduanya-adalah Nabi dan keduanya pasti mendidiknya dengan baik-tanpa ada keragu-raguan didalamnya. Tapi, ibu mempunyai
peran lebih besar dan lebih perpengaruh pada anak-anaknya.
.
✅ Contoh lain ada pada Mariyam binti Imran yang mampu-mendidik Isa Alahis Salam , Asiah istri Fir’aun yang sukses-mendidik Musa Alaihis Salam ditengah keluarga yang-diktator dan kejam.Dalam buku yang ditulis oleh Ustadz Dr. Sufyan bin Fuad-Baswedan, MA Hafidhohullah yang berjudul Ibunda Para-Ulama, beliau menulis beberapa ulama dari kalangan sahabat
dan tabi’in yang sukses dalam mendidik anaknya.-Atau buku yang ditulis oleh Syaikh Dr. Abdullah Al-Luhaidan-dan Syaikh Dr. Abdullah al-Muthawwi’ yang berjudul Aitam-Walakin Udzoma menyebutkan beberapa ulama yang lahir-dalam keadaan yatim, diantaranya sahabat Nabi, Zubair bin-Awwam, Abu Hurairah, Umar bin Sa’id al-Anshari-Radhiallahu Anhum , atau ulama seperti Imam Sufyan Ats-Tsauri, Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hajar Al-
Asqalani, Syaikh Al-Amin Asyinqithi, Syaikh Abdurrahman-As-Sa’di, Syaik Abdul Aziz bin Baz dan yang lainnya. Dari-contoh kehidupan diatas, maka jelaslah bahwa peran ibu-sangat penting bagi pendidikan anak. Maka musuh-musuh-islam sangat gencar memperdayai wanita agar keluar dar-fitrahnya.
.
✅ Perhatikan bagaimana campur tangan Yahudi Internasional-dan para agennya dalam merusak jati diri wanita. Karena-dengan rusaknya wanita berarti kerusakan bagi-keluarga dankehancuran masyarakat sekaligus bangsa. Sebagaimana inihampir terjadi diseluruh dunia.-Saya perhatikan di beberapa Negara yang berada dibawahpenindasan kolonialisme dalam waktu yang lama, mereka(para penjajah) lebih terfokus untuk merusak wanita-daripada merusak pria, berangkat dari kesadaran mereka-tentang pentingnya peran wanita dalam masyarakat. Selain-itu keluarnya wanita dari rumah untuk bekerja bukanlah-suatu kebetulan belaka, tetapi merupakan hasil rancangan-kaum kapitalis yang dikendalikan oleh Yahudi yangbertujuan menghancurkan keluarga.
.
✅ Dr. Khaid Ahmad Asy-Syantut, Tarbiyatul Banaat Fii BaitilMuslim, hal. 14-15).
.
‼ Para gembong penjajah berkata : “Gelas (khamr) dan-biduanita, akan sanggup menghancurkan umat Muhammad-lebih hebat dari seribu mariam, maka propogandakanlah-kepada mereka kecintaan terhadap materi dan syahwat.
.
✅ Seorang dedengkot Masoniah (salah satu organisasi Yahudi)-berkata : “Kewajiban kita adalah untuk memperalat wanita,kapan saja mereka siap mengeluarkan kedua tangannya
kepada kita sehingga mereka menghiasi yang haram dan-mempropogandakan para pahlawan pembela islam.”Telah disebutkan dalam protokolat, “Kita harus bekerja keras-untuk merusak akhlak di setiap tempat untukmempermudah-rencana kita, sesungguhnya Sigmund Freud berada dipihak-kita. Dia akan mempropogandakan pergaulan bebas disegala penjuru hingga tidak ada lagi istilah tabu bagi para-pemuda, maka jadilah kemauan mereka yang utama adalah-melampiaskan nafsu libidonya, maka ketika itu akanhancurlah akhlaknya.”
(Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyatul
Aulad I/286-287).
.
✅ Dari pernyataan mereka diatas, tentunya program mereka-sangat sukses. Mereka sukses mengeluarkan wanita dari-fitrahnya. Ketika wanita keluar dari rel agama. Maka bukan
saja dirinya yang rusak. Akan tetapi generasimuda,keluarga, masyarakat dan Negara akan hancur.
.
‼ Sebagian wanita mungkin bertanya :”Bukankah pengasuh (baby sitter), pendidik atau pembantu dapat menggantikan-posisi ibu yang harus keluar untuk bekerja di luar rumah ?”
.
✅ Jawaban untuk pertanyaan tersebut sederhana. Bahwa-hubungan antara ibu dan anak adalah hubungan fisik dengan-seluruh maknanya, karena anak adalah bagian darinya.Disamping itu, faktor keibuan akan mendorongnya untukmenghiasi dan menjaga anaknya.Faktor lainnya adalah ibu merawat anaknya dengan dorongancinta, bukan dorongan kewajiban, seperti yang dilakukan-oleh pengasuh atau pembantu. Terdapat perbedaan besar-antara cinta dan kewajiban. Seorang ibu akan menemukankegembiraan dan kebahagiaan saat-memandikan anaknya,karena ia ingin memperbaiki kondisinya. Sementara-pengasuh dan pembantu akan merasakan lelah dan bosandengan pekerjaan itu, bahkan muak ketika mengerjakan-tugasnya. Sang bayi pun akan merasa muak dan bosan-sebagaimana dia bisa merasakan ridha, cinta dan kasih-sayang ketika melihat wajah ibunya, ketika ibunya memandikan dan menyusuinya.
.
✅ Alexs Karl sangat paham betul tentang peran seorang ibu, ia-pernah berkata; “Masyarakat modern telah melakukan-kesalahan serius dengan menggantikan pendidikan
dilingkungan keluarga dengan pendidikan disekolah secara-total. Oleh karenanya, ibu-ibu meniggalkan anak-anakmereka pada masa menyusui.”
(Laila Al-Iththar , hal. 62).
.
✅ Oleh karena itu, hendaknya setiap wanita (ibu) untuk-bertaqwa kepada Allah dan meniti jalan para salafush shalih-dalam mendidik anak-anaknya. Sehingga pada akhirnya-lahirlah dari rahim-rahim mereka orang-orang yang shalih.
.
‼ Untuk laki-laki posisikanlah wanita diposisi yang agung.Jagalah mereka dengan penjagaan yang baik,-bermuamalahlah dengannya dengan akhlak dan adab yang
indah. Wallahu A’lam.
.
➡ Peran Rumah Dalam Pendidikan Anak
.
✅ Jika rumah, sekolah dan masyarakat merupakan pilar-pilar-pendidikan dasar, maka rumah adalah pilar pertama lagi-utama dan paling kuat dari semua itu.
.
‼ Rumah menampung anak sejak tahap pertamanya. Waktuyang dihabiskan oleh anak-anak di rumah pun lebih besar-dibandingkan di tempat yang lain, dan bahwa orang tuaadalah orang yang paling berpengaruh bagi-anak.
(Manhaj Tarbiyah Islamiyah 2/93 dan Tarbiayul Athfal FiilHadits Asy-Syarif )
.
✅ Jika peran rumah, sekolah dan lingkungan dibagi dengan-prosentase sederhana, rumah memiliki peran 60 %, sekolah-20 % dan lingkungan 20 %. Dengan akumulasi waktu yangdihabiskan anak-anak di tiga tempat tersebut, maka-seberapapun kerusakan yang terjadi di sekolah dan-lingkungan tidak akan berpengaruh besar pada anak.
.
‼ Namun sebaliknya jika peran rumah rendah, maka anak akan-mudah terpengaruh oleh lingkungan diluar rumah. Maka-rumah harus memiliki peran yang lebih besar dibandingkan
sekolah dan lingkungan. Di zaman kebesaran islam, rumah-menjadi sekolah yang lengkap, karena anak-anak belajar dari-ayah, ibu, paman, dan kakek. Tapi di zaman ini di rumahbermasalah, di sekolah bermasalah dan lingkungan punbermasalah.
.
✅ Pentingnya peran rumah tampak jelas ketika kita diingatkan-bahwa anak dilahirkan dalam kondisi fitrah dan diterima(mulai dibentuk) di rumah dalam keadaan seperti itu pula.
Rumah bisa tetap meneguhkan fitrah itu atau-malahmenyimpangkannya.
.
✅ Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda,
.
ﻛُﻞُّ ﻣَﻮْﻟُﻮْﺩٍ ﻳُﻮْﻟَﺪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ، ﻓَﺄَﺑَﻮَﺍﻩُ ﻳُﻬَﻮِّﺩَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻤَﺠِّﺴَﺎﻧِﻪِ ﺃَﻭْﻳُﻨَﺼِّﺮَﺍﻧِﻪِ
.
‼ “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari).
.
✅ Ayah dan ibu menjadi tolak ukur baik atau tidaknya seorang anak. Terutama Orang tua paling bertanggungjawab atas aqidah, adab dan akhlak anak-anaknya yang suatu saat nanti akan ditanyakan dihadapan Allah. Sebagian orang tuaketika mendapati anaknya tidak baik, maka ia limpahkan tanggung jawab pendidikan anaknya ke sekolah. Padahal masa kanak-kanak lebih mudah dirubah apabila orang tua memperhatikan pendidikan anak dengan baik karena anak ada dalam fitrah yang baik.
.
‼ Allah Yang Maha Kuasa telah meletakkan fitrah-Nya dalam anak dan menjadikan orang tuanya sebagai penjaga bagi anak yang dilahirkan tersebut, agar ia tumbuh dengan baik seperti difitrahkan Allah. Karena itu, islam sangatmemperhatikan peran keluarga.
.
✅ Keluarga diharapkan menjadi tempat asuhan yang tenangdan tempat berlindung bagi anak. Hal ini menjadi jelas sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai hukum yang berkaitan dengan keluarga. Diantaranya adalah nafkah suami
untuk istrinya, agar istri dapat berkonsentrasi menunaikan tugasnya yang besar dalam mengasuh anak keturunan.
.
‼ Peranan penting rumah lainnya bagi pendidikan anak tampak jelas ketika kita tahu bahwa masa kanak-kanak bagi manusia lebih panjang dari semua masa kanak-kanak makhluk hidup lainnya. Selain itu masa kanak-kanak
manusia memiliki kekhususan, berupa fleksibelitas, kepolosan, dan fitrah. Disamping itu, masanya cukup lama, sehingga pendidikan dapat menanamkan apa yang diinginkannyaterhadap anak selama periode panjang tersebut .
✅ Ia dapat mengarahkan anak sesuai dengan gambaran yang telah dirancanakan, dan dapat mengidentifikasi potensi- potensinya, sehingga dapat mengarahkannya sesuai dengan
apa yang bermanfaat baginya.
(Muhammad Nur Suwaid dalam kitabnya Manhaj At Tarbiyah An Nabawiyah li Thifl, hal. 79).
.
✅ Seorang peneliti memperhatikan bahwa persiapan individu muslim yang sempurna pada saat ini adalah di rumah yang islami. Seorang bayi akan dengan cepat merasakannya,bsehingga ia akan tetap berada dalam fitrah yang ditetapkanbAllah kepadanya.
.
‼ N antinya, anak tersebut akan tumbuh dewasa menjadi pemuda muslim, dan tidak akan berbuat menyimpang dari fitrahnya. Dalam hal ini memerlukan kesungguhan dan waktu, sebagaimana anak-anak para sahabat Rasulullah dididik.
.
✅ Berdasarkan hal ini, kita berharap agar rumah tangga muslim kini mampu memainkan perannya dalam menyiapkan individu-individu luar biasa yang akan membangun generasi
peradaban islam. Ketika rumah menjadi baik. Dengan izinnAllah masyarakat muslim pun akan baik. Hal ini tidaklah jauh dari pertolongan Allah.


Disusun oleh:
Ustadz Abu Rufaydah, Lc., MA. ﺣ
.•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Semua kebenaran di dalamnya adalah berkat taufiq dari Alloh. Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi dan dari setan, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq*_
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_