ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT JUM’AT
.

[1]- Ayyuhal Ikhwah -a’azzakumullaah-, kepada kaum muslimin dan muslimat yang mudah-mudahan dirahmati oleh Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-: Alhamdulllah kita bersyukur kepad Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- atas segala nikmat yang Allah karuniakan kepada kita: nikmat Islam, nikmat iman, nikmat sehat, nikmat ‘afiyah, nikmat dijauhkan oleh Allah dari segala malapetaka. Kita bersyukur kepada Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-: atas semua nikmat. Dan kita bersyukur kepada Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-: kita masih bisa melaksanakan ibadah-ibadah kepada Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-, karena kita diciptakan oleh Allah untuk ibadah, Allah berfirman:
.
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ}
.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
.
Allah memerintahkan kepada kita untuk ibadah, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan kita untuk ibadah, karena memang Allah menciptakan kita untuk ibadah kepada Allah. Dan kita harus luangkan waktu kita sepenuhnya untuk ibadah kepada Allah dan Allah akan jamin rezeki kita. Allah berfirman -dalam hadits qudsi-:
.
يَا ابْنَ آدَمَ ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ؛ أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ؛ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ
.
“Wahai anak Adam! Luangkan waktumu sepenuhnya untuk ibadah kepada-Ku; Aku akan penuhi dadamu dengan kecukupan, dan Aku akan hilangkan kefakiranmu. Kalau engkau tidak lakukan; maka Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan, dan Aku tidak akan menutupi kefakiranmu.”
.
Ketika orang melaksanakan ibadah kepada Allah; maka Allah akan berikan kecukupan dalam dadanya, dan Allah akan hilangkan kefakiran, Allah akan tutupi kefakirannya. Tapi kalau manusia tidak beribadah kepada Allah, dia sibuk dengan dunia, sibuk dengan yang lainnya; maka Allah akan penuhi dengan kesibukkan, dan Allah tidak akan cukupi dia, dan Allah tidak akan tutupi kefakirannya.
.
[2]- Ikhwani Fid Din -a’azzakumullaah-, ini yang harus kita ingat: bahwa kita hidup untuk ibadah kepada Allah. Dan ibadah itu banyak sekali, dan termasuk yang paling penting adalah Shalat, di samping puasa, zakat, haji, dan lainnya berupa ibadah-ibadah yang Allah syari’atkan dalam Al-Qur-an dan disyari’atkan oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.
.
[3]- Di antara yang paling penting adalah Shalat, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersbada:
.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ
.
“Ketahuilah! Sesungguhnya sebaik-baik amal kalian adalah Shalat.” [HR. Ahmad]
.
Sebagaimana juga Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- ketika ditanya oleh Shahabat ‘Abdulllah bin Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu-: Amal apa saja yang paling utama? Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- sebutkan: Shalat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, kemudian jihad di jalan Allah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.
Shalat ini masalah penting yang harus ditegakkan, yang harus dilaksanakan setiap hari; tidak boleh kita tinggalkan. Dan terutama: bagi laki-laki wajib melaksanakan Shalat jama’ah di masjid dan juga melaksanakan Shalat Jum’at.
.
[4]- Yang akan kita bahas pada keseempatan kali ini adalah: kewajiban Shalat Jum’at. Shalat Jum’at ini diwajibkan oleh Allah dalam Al-Qur-an dan diwajibkan oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.
.
Allah berfirman dalam Surah Al-Jumu’ah:
.
{يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ}
.
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at; maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
.
Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwa orang beriman apabila diseru pada hari Jum’at, disuruh untuk segera menuju Shalat Jum’at: wajib atasnya untuk berangkat menuju Shalat Jum’at.
.
[5]- Dan untuk Shalat Jum’at ini ada adab-adab yang dijelaskan oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-: ketika orang berangkat Shalat Jum’at; maka diwajibkan mereka untuk mandi. Sebagian ulama mengatakan sunnah, tapi dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh imam yang tujuh -Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah- Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersada:
.
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
.
“Mandi pada hari Jum’at itu wajib atas setiap orang yang sudah baligh.”
Berdasarkan hadits ini: wajib mandi Jum’at.
.
[6]- Yang saya akan jelaskan di sini tentang Shalat Jum’at ini, karena dalam kondisi wabah seperti ini: ada masjid-masjid yang ditutup, sehingga orang sulit untuk melaksanakan Shalat Jum’at. Padahal kalau kita lihat himbauan dari pemerintah dan juga Majlis Ulama pusat: ada daerah/zona merah, ada daerah kuning, ada hijau. Yang kita bicarakan adalah zona hijau. Maka tidak ada larangan, dan MUI tidak melarang orang untuk melaksanakan Shalat lima waktu di masjid dan juga Shalat Jum’at, ini wajib.
.
Banyak perumahan-perumahan yang tidak terkena wabah, ribuan perumahan yang tidak terkena wabah. Kalau tidak terkena wabah; maka mereka wajib untuk melaksanakan Shalat Jama’ah yang lima waktu di masjid bagi laki-laki, dan juga Shalat Jum’at.
.
Saya akan jelaskan berkaitan dengan laki-laki: sebagaimana laki-laki wajib untuk melaskanakan Shalat lima waktu di masjid; demikian juga wajib untuk melaksanakan Shalat Jum’at, karena Shalat Jum’at itu diwajibkan untuk laki-laki. Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersada:
.
الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِيْ جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً: عَبْدٌ مَمْلُوْكٌ، أَوِ امْرَأَةٌ، أَوْ صَبِيٌّ، أَوْ مَرِيْضٌ
.
“Shalat wajib adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjama’ah; kecuali empat orang yang tidak wajib: (1)hamba sahaya, (2)wanita, (3)anak kecil, dan (4)orang sakit.”
HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni, Al-Hakim, dan selainnya, dari Thariq bin Syihab -radhiyallaahu ‘anhu-. Tentang sanad riwayat ini dan jalan-jalannya bisa dilihat dalam kitab: “Irwaa-ul Ghaliil Fii Ahaadiits Manaaris Sabiil”, karya Syaikh Al-Albani, dan juga dalam kitab: “Shahiih Sunan Abii Daawuud”. Hadits ini shahih.
.
Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan bahwa Shalat Jum’at itu suatu hak yang wajib atas setiap muslim, laki-laki wajib melaksanakan Shalat Jum’at, dan dikerjakan dengan berjama’ah. Yang dikecualikan dari kewajiban ada empat orang: hamba sahaya, perempuan, anak kecil, dan orang sakit.
.
[7]- Dan kita lihat sekarang fenomena wabah ini yang merupakan ujian untuk menguji iman kita, menguji kesabaran kita, menguji tawakal kita, dan yang lainnya. Ini ujian. Maka, Shalat Jum’at ini bagaimana? Kita laksanakan atau tidak?? Wajib kita laksanakan! Dan kita bicara tentang daerah hijau. Shalat lima waktu wajib kita laksanakan di masjid, Shalat Jum’at juga demikian. Karena Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa-i:
.
رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
.
“Berangkat menuju Shalat Jum’at itu wajib atas setiap orang yang sudah baligh.” [HR. An-Nasa-i, dari Ummul Mukminin Hafshah binti ‘Umar bin Al-Khaththab -radhiyallaahu ‘anhumaa-]
.
[8]- Kalau kita kembali kepada ayat; maka disebutkan: apabila diseru untuk Shalat Jum’at; maka kita wajib bersegera. Allah berfirman:
.
{يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ …}

.
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at; maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli…” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
.
Segera datang ke masjid, tinggalkan perdagangan. Allah menyuruh untuk segera, tidak boleh ditunda-tunda, hukumnya wajib. Dan Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda bahwa Shalat Jum’at itu wajib.
.
Kalau wajib bagi laki-laki kemudian ada yang tidak Shalat; maka dosanya dosa besar; bukan dosa kecil. Ketika tidak melaksanakan Shalat Jum’at di masjid, tidak datang ke masjid: dosanya dosa besar. Dan ada sebagian orang yang tidak Shalat Jum’at, tapi Shalat Zhuhur di rumah. Kenapa dia Shalat Zhuhur?! Masjid-masjid masih banyak yang mengadakan Shalat Jum’at, dia cari, harus berusaha untuk mencari dimana diadakan Shalat Jum’at. Dan juga banyak yang kekeliruan atau kesalahan dari sebagian pengurus masjid: menutup masjid, harusnya masjid dibuka untuk Shalat Jum’at. Dan ini kita bicara untuk daerah hijau. Kenapa ditutup?! Padahal kaum muslimin banyak yang ingin melaksanakan ibadah Shalat Jum’at ini, Shalat Jum’at ini wajib, dan Shalat Jum’at ini waktunya tidak lama, paling setengah jam, khuthbahnya diringkas, shalatnya diringkas. Maka selesainya tidak lama.
.
[9]- Penting untuk mengadakan Shalat Jum’at, karena dengan Shalat Jum’at ini banyak manfaatnya, ada puluhan manfaat: kita mmenuhi panggilan Allah, memenuhi seruan Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- untuk datang, kita taat kepada Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-; beliau yang menyuruh untuk datang Shalat Jum’at, langkah kita masjid: menghapuskan dosa dan mengangkat derajat, dido’akan oleh para malaikat, juga kita bisa berdzikir, berdo’a di masjid, kemudian juga: do’anya kaum muslimin adalah maqbul; karena hari Jum’at adalah waktu yang kalau kita berdo’a: maka akan dikabulkan do’a kita. Mungkin dengan kaum muslimin yang banyak ini melakukan Shalat Jum’at di masjid, berdo’a kepada Allah agar Allah mengangkat wabah, bala’, dan juga penyakit-penyakit yang buruk, atau wabah corona ini: Allah akan angkat. Ini manfaat besar.
.
[10]- Dan ketika orang tidak melaksanakan Shalat Jum’at di masjid: ada yang tidak mengerjakan sekali, ada yang dua kali, ada yang tiga kali, dia tidak datang ke masjid, dia lebih enak di rumah. Orang yang seperti ini akan ditutup hatinya, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menjelaskan tentang laki-laki yang dia wajib untuk Shalat berjama’ah di masjid dan Shalat Jum’at; tapi dia tidak datang. Hukuman bagi orang yang meninggalkan Shalat Jum’at: sangat berat, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menjelaskan; sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu-, bahwasanya Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepada suatu kaum yang mereka tidak mengerjakan Shalat Jum’at:
.
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّيْ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُوْنَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوْتَهُمْ
.
“Sungguh, aku ingin menyuruh seorang melakukan Shalat Jum’at bersama orang-orang, kemudian aku bakar rumah orang yang tidak ikut mengerjakan Shalat Jum’at.” [HR. Muslim, dari ‘Abdullah bin Mas’ud]
.
Laki-laki yang tidak hadir Shalat Jum’at: akan dibakar rumahnya oleh Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Ini ancaman keras bagi orang yang tidak mengerjakan Shalat Jum’at: Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- akan bakar rumahnya. Ini menunjukkan bahwa orang ini telah mengerjakan suatu dosa besar, orang yang tidak Shalat Jum’at ini: meninggalkan kewajiban yang besar; karena Shalat Jum’at merupakan syi’ar yang besar dari agama Islam. Shalat Jum’at, Shalat berjama’ah, adzan, puasa, menunaikan zakat, haji: syi’ar agama Islam yang besar, wajib dilaksanakan. Ketika orang tidak mengerjakan Shalat Jum’at: diancam oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-: “Aku akan bakar rumah mereka.”
.
[11]- Kemudian, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga mengancam lagi orang yang tidak Shalat Jum’at: akan ditutup hatinya, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُوْنُنَّ مِنَ الْغَافِلِيْنَ
.
“Hendaknya orang-orang yang biasa meninggalkan Shalat Jum’at: berhenti dari kebiasaannya. Kalau tidak berhenti: maka Allah akan mengunci hati mereka sehingga mereka termasuk orang-orang yang lalai.” [HR. Muslim, dari Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah -radhiyallaahu ‘anhumaa-]
.
Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda:
.
مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، تَهَاوُنًا بِهَا؛ طُبِعَ عَلَى قَلْبِهِ


“Barangsiapa yang meninggalkan Shalat Jum’at tiga kali karena melalaikannya; Allah akan mengunci mati hatinya.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abul Ja’ad Adh-Dhamri -radhiyallaahu ‘anhu-, Hasan Shahih]
.
[12]- Jelas ada Shalat Jum’at, dikumandangkan adzan, dan ada masjid-masjid yang mengadakan Shalat Jum’at; meskipun ada sebagian yang menutup. Dan yang menutup ini: salah, di daerah hijau mestinya tidak boleh ditutup, biarkan orang Shalat Jum’at, karena ini kewajiban, ini syi’ar agama Islam yang besar, kenapa ditutup?! Kewajiban para pengurus masjid untuk membuka masjid untuk Shalat Jum’at. Ini kita bicara daerah hijau, daerah aman. Kenapa ditutup?!
.
Seandainya dia tidak dapati masjid karena ditutup; maka dia cari masjid yang lain, masih banyak, masih ratusan masjid, bahkan ribuan masjid yang mengadakan Shalat Jum’at. Kita harus datang, jangan kemudian antum tidak datang karena alasannya: ada fatwa, ada himbauan. Pemerintah tidak pernah melarang, MUI tidak pernah melarang orang untuk Shalat Jum’at, ini syi’ar agama yang besar, wajib dilaksanakan.
.
[13]- Dan ini masalah besar, bukan masalah kecil. Ketika seorang tidak melaksanakan Shalat Jum’at tiga kali: Allah akan tutup hatinya. Ini berat, karena memenuhi panggilan Allah itu akan menghidupkan hati. Kalau orang memenuhi panggilan Allah; itu akan akan menghidupkan hatinya. Ketika dia tidak melaksanakan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya; maka akan mati hatinya. Awalnya sakit dulu, lama-kelamaan: mati hatinya. Karena dia tidak Shalat, dari mulai ada wabah ini sebagian orang tidak Shalat, padahal masjid banyak yang dibuka, kenapa dia tidak Shalat? Dia lebih aman Shalat di rumah, lebih enak menurut dia, dia meninggalkan Shalat Jum’at: dosa besar; awalnya sekali, kemudian dua kali, mulai malas, tidak mau lagi cari masjid, akhirnya lama-kelamaan tambah sakit hatinya, lama-kelamaan dia dicap jadi munafik. Dalam hadits, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan:
.
مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ لَمْ يَأْتِهَا، ثُمَّ سَمِعَهُ فَلَمْ يَأْتِهَا، ثُمَّ سَمِعَهُ فَلَمْ يَأْتِهَا، طَبَعَ اللهُ عَلَى قَلْبِهِ وَجَعَلَ قَلْبَهُ قَلْبَ مُنَافِقٍ
.
“Barangsiapa mendengar seruan adzan pada hari Jum’at namun tidak mendatanginya, kemudian mendengarnya lagi pada hari Jum’at berikutnya namun tidak mendatanginya, kemudian mendengarnya lagi pada hari Jum’at berikutnya namun tidak mendatanginya: maka Allah akan tutup hatinya dan Allah akan menjadikan hatinya sebagai hati orang munafik.”
[HR. Al-Baihaqi dalam “Syu’abul Iimaan”, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib”]
.
Jadi, Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan orang yang mendengar panggilan adazan untuk Shalat Jum’at tapi dia tidak mendatanginya, sekali dia tidak datang, Jum’at berikutnya tidak datang lagi, Jum’at berikutnya tidak datang lagi; tiga kali: maka Allah akan menjadikan hatinya hati munafik.
.
[14]- Dan kalau kita lihat: banyak sekali orang-orang yang meninggalkan Shalat Jum’at ini. Sebelum ada wabah sudah banyak orang meninggalkan Shalat Jum’at, banyak sekali kita lihat: supir, petugas, pegawai, pelajar, mahasiswa, atau yang lain. Ini sebelum ada wabah. Ketika ada wabah: tambah banyak lagi, bahkan yang biasa Shalat di masjid; sekarang tidak Shalat di masjid, dia takut. Padahal kalau orang beriman: kenapa harus takut?! Kematian suatu kepastian, kenapa harus takut?! Banyak orang-orang yang melaksanakan Shalat Jum’at di kampung-kampung, desa-desa; banyak orang yang melaksanakan Shalat Jum’at. Kenapa kita takut?! Oleh karena itu ketika dia tidak Shalat Jum’at tiga kali: Allah akan tutup hatinya, Allah akan jadikan hatinya seperti hatinya orang-orang munafik. Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu- menyebutkan tentang orang-orang yang tidak datang berjama’ah lima waktu ke masjid: beliau sebutkan orang ini termasuk orang munafik. Apalagi Shalat Jum’at yang merupakan syi’ar Islam yang besar.
.
[15]- Shalat Jum’at merupakan syi’ar Islam yang besar, oleh karena itu, pada zaman Nabi -shalallaahu ‘alaihi wa sallam-: orang-orang dari tempat-tempat yang jauh datang, karena Shalat Jum’at di masjid jami’, masjid yang besar. Karena masjid-masjid yang kecil tidak mengadakan Shalat Jum’at; maka mereka semua datang ke masjid yang jauh, karena syi’ar agama Islam terlihat di sini, bersatunya kaum muslimin, kekuatan Islam, dan juga do’anya kaum muslimin. Dan banyak lagi manfaatnya.
.
[16]- Dikatakan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu-:
.
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللهَ غَدًا مُسْلِمًا، فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ، فَإِنَّ اللهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- سُنَنَ الْهُدَى، وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى، وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ كَمَا يُصَلِّيْ هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِيْ بَيْتِهِ، لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ، وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ،…وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُوْمُ النِّفَاقِ، وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ
.
“Barangsiapa yang senang untuk bertemu dengan Allah pada Hari Kiamat kelak dalam keadaan muslim: hendaklah dia menjaga Shalat yang lima waktu di mana pun diseru (dikumandangkan adzan). Sungguh, Allah telah mensyari’atkan kepada Nabi kalian -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-: sunnah-sunnah yang merupakan petunjuk, Shalat lima waktu termasuk sunnah-sunnah petunjuk. Seandainya kalian Shalat di rumah kalian seperti orang yang tertinggal ini (Shalat di rumahnya, tidak berjama’ah di masjid); niscaya kalian akan meninggalkan Sunnah Nabi kalian -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Seandainya kalian meninggalkan sunnah-sunnah Nabi kalian; niscaya kalian akan sesat…Dan saya melihat pada zaman kami (zaman Shahabat): tidak ada orang yang meninggalkan Shalat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya. Dan sungguh, sampai ada orang yang dipapah di antara dua orang sampai diberdirikan di shaff.” [Diriwayatkan oleh Muslim, dalam “Kitaabul Masaajid Wa Mawaadhi’ish Shalaah, Baab: Shalaatil Jamaa’ah Min Sunanil Hudaa”. Diriwayatkan juga oleh Imam Abu Dawud dan An-Nasa-i]
.
.
Ada orang yang udzur karena sakit; tapi mereka tetap mendatangi Shalat Jama’ah dikarenakan besarnya fadhilah dan keutamaannya. Secara hukum syar’i: orang yang sakit itu ada udzur, dia boleh tidak ke masjid, dia tidak bisa untuk berangkat ke masjid, dia betul-betul sakit. Tapi tetap mereka mau datang. Dan Shalat lima waktu ini termasuk sunnah-sunnah petunjuk, apalagi Shalat Jum’at!
.
[17]- Di hari Jum’at: yang ada bagi laki-laki adalah Shalat Jum’at, tidak ada Shalat Zhuhur bagi laki-laki. Kalau untuk perempuan: dia mengerjakan Shalat Zhuhur. Bagi yang sakit: mengerjakan Shalat Zhuhur. Bagi anak-anak: mengerjakan Shalat Zhuhur. Tapi bagi laki-laki: dia mengerjakan Shalat Jum’at.
.
Diawali dengan khuthbah Jum’at, dan khuthbah Jum’at ini bermanfaat karena berisi nasehat, sudah berapa kali ditinggalkan? Padahal manfaatnya besar sekali. Setelah khutbhah; kemudian Shalat Jum’at.
.
Ketika seorang meninggalkan Shalat Jum’at, dia tidak berjama’ah; maka dia dikatakan: orang munafik. Seperti yang telah disebutkan haditsnya: tiga kali meninggalkan Shalat Jum’at; maka Allah akan tutup hatinya, Allah jadikan hatinya seperti hatinya orang-orang munafik. [Hadits Hasan: HR. Al-Baihaqi dalam “Syu’abul Iimaan”]
.
[18]- Jadi, ikhwaani fid din -a’azzakumullaah- ini sebagai peringatan bagi kaum muslimin, bagi laki-laki: jangan lagi meninggalkan Shalat Jum’at, jangan beralasan lagi dengan himbauan, fatwa, atau yang lainnya. Kita bicara daerah hijau. Antum wajib untuk Shalat Jum’at, tidak ada alasan bagi antum untuk tidak Shalat Jum’at. Kenapa tidak Shalat Jum’at?! Orang lain Shalat Jum’at berangkat ke masjid, kenapa antum tetap di rumah?! Antum laki-laki! Bukan perempuan!! Kenapa tidak berangkat?! Berarti sudah ada sakit hatinya dengan tidak berangkat. Padahal banyak sekali perumahan-perumahan yang orang luar tidak boleh masuk, Shalat Jum’at hanya untuk perumahan itu saja, tapi kenapa dia tidak datang?! Yang lain datang, kenapa dia tidak keluar dari rumahnya?! Ini sakit yang seperti ini! Takut apa?! Kematian adalah satu kepastian! Yang lain bisa berangkat ke masjid, kenapa antum tidak?!
.
Adapun alasan himbauan pemerintah; maka tidak benar, karena daerahnya daerah aman. Tidak ada yang terkena corona, tidak ada yang kena wabah; kenapa antum takut?! Mulai terlihat dia sakit.
.
Bahkan yang lebih berbahaya lagi: sekarang orang-orang yang tidak Shalat Jum’at dan tidak berjama’ah di masjid: dia menakut-nakuti orang yang Shalat Jum’at, kemudian menteror orang yang Shalat Jum’at, kemudian mencela, mengejek orang yang Shalat Jum’at. Tidak benar yang seperti ini! Sakit yang seperti ini!! Jadi, justru dengan di rumah terus: dia bukan tambah sehat, dia tambah sakit.
.
[19]- Jadi, ikhwaani fid din -a’azzakumullaah- ini nasehat. Saya sebagai seorang da’i: memberikan nasehat seperti ini, maka mulai sekarang: Shalat Jum’at, datang Shalat Jum’at, untuk pengurus masjid: buka masjid-masjid. Kita bicara daerah hijau yang aman. Dan Shalat Jum’at tidak lama, sebentar dilaksanakan. Ini perintah Allah, ini perintah Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Kalau kita dipanggil untuk memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya: wajib atas kita untuk bersegera:
.
{…فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ…}
.
“…maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli…” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
.
Dan juga akan menghidupkan hati kita, karena Allah menyebutkan dalam Surah Al-Anfaal:
.
{يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا للهِ وَلِلرَّسُوْلِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ…}
.
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu…” (QS. Al-Anfaal: 24)
.
Shalat lima waktu itu menghidupkan hati manusia, Shalat Jum’at itu menghidupkan hati manusia. Ini panggilan Allah, mengidupkan hati. Ketika tidak dipenuhi; maka hatinya lama-kelamaan sakit, bahkan nantinya bisa mati, karena Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menyebutkan: akan ditutup hatinya kalau sampai tiga kali Jum’at tidak Shalat.
.
[20]- Mudah-mudahan yang saya sampaikan ini bermanfaat untuk saya dan untuk antum sekalian.
.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَآحِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
-ditranskrip oleh: Ahmad Hendrix