MANHAJ MENCLA-MENCLE DAI-DAI HARAKAH dan BERSIKAP ADIL KEPADA PEMIMPIN MUSLIM
.

Kapan Pandemi Ini Berakhir?

Kapan Pandemi Ini Berakhir?


Perintah Untuk Menikahkan Orang Yang Sendirian Tanpa Pasangan
https://almanhaj.or.id/22864-perintah-untuk-menikahkan-orang-yang-sendirian-tanpa-pasangan-2.html
Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat

Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat


Kapan Riya’ dan Sum’ah Menjadi Syirik Besar?

Kapan Riya’ dan Sum’ah Menjadi Syirik Besar?


Kekayaan Bukan Tanda Kemuliaan, Kemiskinan Bukan Petunjuk Kehinaan
https://almanhaj.or.id/22835-kekayaan-bukan-tanda-kemuliaan-kemiskinan-bukan-petunjuk-kehinaan.html
Beberapa Hal Yang Diperselisihkan Najis-Tidaknya

Beberapa Hal Yang Diperselisihkan Najis-Tidaknya


Tidaknya Mencela dan Menjelek-jelekkan Penguasa (Pemerintah)

Mencela dan Menjelek-jelekkan Penguasa (Pemerintah)


Perintah Untuk Saling Menolong Dalam Mewujudkan Kebaikan Dan Ketakwaan
https://almanhaj.or.id/22803-perintah-untuk-saling-menolong-dalam-mewujudkan-kebaikan-dan-ketakwaan-2.html
Untuk Apa Kamu Hidup?

Untuk Apa Kamu Hidup?


Jangan Mudah Memutuskan “Ini Halal dan Itu Haram”
https://almanhaj.or.id/22764-jangan-mudah-memutuskan-ini-halal-dan-itu-haram-2.html
.
Khilafah adalah Anugerah dari Allâh-Ust.Abudllah Taslim
https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Taslim/Khilafah%20atau%20Syariah/Khilafah%20atau%20Syariah%2001%2C%20Materi.mp3?l=12
Khilafah Islamiyah-Ust.Ali Musri Semjan Putra

Khilafah-Ust.Abu Ubaidah As Sidawy

Ustadz Wira Mandiri Bachrun – Sirah Khulafaur Rasyidin
https://archive.org/details/UWMB-4Khilafah
Politik Bukan Duniamu Kembalilah Ke Majelis Ilmu-Ustadz Harits-Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/4keac9qubg02hdo08t6m5qox7cn0otwy
.
*Ebook*
Dakwah ke Jalan-Allah & Akhlak-Seorang Dai-Ustadz Abu Salma Muhammad(98Hlm)

https://app.box.com/s/k1dwf3grp3olr94li1gz2wgygjmkgha5
Dakwah Khilafah Atau Dakwah Tauhid-[71hlm]
https://app.box.com/s/df1dcrn6g760loiqxn51gdq6mixibhgt
Politik Islam-Muhammad bin Shalih Al Utsaimin[336Hlm]
https://app.box.com/s/7a7u4ur3nqyra31nrja0cagyz8h5am95
Hizbut Tahrir Dari Mereka dan Untuk Mereka-Ust.Abu Salma(41hlm)
Khilafah Di Atas Manhaj Nubuwwah
https://www.box.com/s/89558936a36fa343d368
Menelanjangi Ikhwanul Muslimin-Ust Abu Farouq Rasul bin Dahri (160hlm)

Klik untuk mengakses menelanjangi%20ikhwanul%20muslimin.pdf


Dakwah Salafiyyah versus Dakwah Hizbiyyah
https://www.box.com/s/8ffb8add48f83f9147ca
KATAKAN TIDAK PADA-HIZBIYYAH-SIKAP BERKELOMPOK-KELOMPOK(SEKTARIANSIME) DAN BERGOLONG-GOLONGAN (PARTISAN)(21hlm)

Klik untuk mengakses katakan-tidak-hizbiyah.pdf


Kesesatan ikhwanul Muslimin
https://www.box.com/s/e50a1e09a07968cea9d5
*Metode Ahli Sunnah Dalam Bermuamalah Dengan Penguasa-Ust.Abul Aswad Al Bayaty (373Hlm)*
https://app.box.com/s/qqa6dexhvikjttx7g4rm2r4obsv8khzp
https://drive.google.com/file/d/19REe15YbzCq61JLvHrCu7zN49nbst57-/view .
*Prinsip Ahlus sunnah terhadap Penguasa-(43Hlm)*
https://app.box.com/s/4zkr6vuc72ngdzm9x5abf44k8akthrdt

Klik untuk mengakses PDF-Prinsip-Ahlus-sunnah-terhadap-Penguasa-REVISI.pdf


*Fatwa Ulama Seputar Penguasa Di Era Kontemporer-Abul Fatih Ristiyan (147Hlm)*
https://drive.google.com/file/d/0B8BAdLeyTJJoTHU3bm1ZT0paZ1E/view
*Menyikapi Kejahatan Penguasa*
https://www.box.com/s/996c8e007363590f8a56
Dialog Bersama Ikhwani(Sebuah Kritik dan Koreksi Terhadap Manhaj dan Aqidah Ikhwanul Muslimin)-57hlm

Klik untuk mengakses dialog-bersama-ikhwani-syaikh-abu-abdillah-ahmad-bin-muhammad-asy-syihhi-gratis.pdf


Pandangan Tajam Terhadap Politik, Antara Haq Dan Bathil-Syaikh Abdul Malik Al-Jazairi-30Mb 368Hlm
https://drive.google.com/uc?id=1YkUOxZeTiBlYTMuWEKZ4-n__fF36dyPN *Metode Ahli Sunnah Dalam Bermuamalah Dengan Penguasa-Ust.Abul Aswad Al Bayaty (373Hlm)*
https://app.box.com/s/qqa6dexhvikjttx7g4rm2r4obsv8khzp
https://drive.google.com/file/d/19REe15YbzCq61JLvHrCu7zN49nbst57-/view .
*Prinsip Ahlus sunnah terhadap Penguasa-(43Hlm)*
https://app.box.com/s/4zkr6vuc72ngdzm9x5abf44k8akthrdt

Klik untuk mengakses PDF-Prinsip-Ahlus-sunnah-terhadap-Penguasa-REVISI.pdf


*Fatwa Ulama Seputar Penguasa Di Era Kontemporer-Abul Fatih Ristiyan (147Hlm)*
https://drive.google.com/file/d/0B8BAdLeyTJJoTHU3bm1ZT0paZ1E/view
*Menyikapi Kejahatan Penguasa*
https://www.box.com/s/996c8e007363590f8a56
Sistem Pemerintahan Khulafaur Rashidin-Abdup Malik Nazhim Abdullah 364hlm
https://drive.google.com/file/d/1u6P_MzvhlUB0JsGCVfE6H47QxVxsLdhp/view
Shahih Asbabun Nuzul(Latar Belakang Turunnya Ayat Al-Qur’an)-Syaikh Muqbil bin Hadi
https://drive.google.com/file/d/1up2uOiqZKX4tNi8eeReZ4JeiCA3dHiaH/view?usp=drivesdk

MANHAJ MENCLA-MENCLE DAI-DAI HARAKAH
.
Diantara ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah adalah konsistennya mereka dalam berpegang teguh dengan aqidah dan manhaj salaf serta tidak mencla-mencle (plin-plan) sebagaimana ciri khas ahli bid’ah (semisal dai-dai harakah). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata: Konsisten yang ada pada ahli hadits dan sunnah itu berlipat-lipat ganda jika dibandingkan dengan ahli kalam dan filsafat. [*]
.
Sekitar 14 tahun yang lalu penulis pernah mentranskip dan menerjemahkan sebuah kaset ceramah Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis hafidzahullahu yang berjudul Tanâqudhât Du’ât Ash-Shahwah (Manhaj Mencla-Mencle Dai-Dai Harakah). Pada ceramahnya tersebut, Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis membongkar kesesatan manhaj mencla-menclenya dai- dai harakah (pergerakan) yang ada di Arab Saudi semisal Aidh Al-Qarni,Awadh Al-Qarni, Salman Al-Audah dan Safar Al-Hawali. Diantara ringkasan ucapan beliau tersebut adalah:
.
1. Awadh Al-Qarni
.
Dulu dia membantah habis-habisan orang-orang liberal atau sekuler dan tokohnya (semisal Turki Hamad) bahkan mengkafirkannya. Namun tiba-tiba dia menjalin hubungan baik dengan tokoh liberal tersebut. Dan dia berbalik membantah buku-buku Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu.
.
2. Aidh Al-Qarni
.
Dulu dia mencela dan menyesatkan seorang tokoh sekuler yang bernama Ghazi Al- Qushaibi. Namun setelah berjalannya waktu dia pun berubah memuji dan menyatakan ada hubungan baik dengannya.
.
3. Safar Hawali
.
– Dulu dia membakar jiwa para pemuda untuk membenci orang-orang kafir. Namun beberapa saat setelah itu dia pun berubah dengan bukti tulisan yang dia tujukan kepada George Bush
(Presiden Amerika pada saat itu): “Jika engkau tidak memerangi kaum muslimin, maka kami akan bersamamu tanpa syarat”.
.
– Dulu dia mentahdzir orang-orang yang terpengaruh dengan Syiah Rafidhah dan Mu’tazilah semisal Fahmi Huwaidi dan Ahmad.Amaarah. Namun tidak berselang lama dia mendirikan sebuah organisasi pergerakan yang di dalamnya ada Fahmi Huwaidi dan.Ahmad Amaarah.
.
– Dulu dia sangat keras kepada Syiah Rafidhah dan menanamkanhal tersebut kepada para pemuda. Namun setelah itu dia pun berlemah lembut dengan mereka dan merekomendasi untuk didirikannya sekolah khusus bagi Syiah Rafidhah.
.
4. Salman Al-Audah
.
– Dulu dia keras dalam membenci serta memusuhi Syiah Rafidhah. Namun terakhir dia menjalin hubungan baik dengan seorang tokoh Syiah Rafidhah yang bernama Hassan As-Sattar (yang memuji pembunuhan terhadap Al-Khalifah Ar-Rasyid Dzun Nurain Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu).
.
Namun sangat disayangkan, pada akhir-akhir ini muncul dai dai yang mengaku salafi tapi mencla-mencle seperti haraki. Diantara contohnya:
.
– Kadang sang oknum melarang orang mencela pemimpin kaum muslimin atau mengkritiknya terang-terangan tapi kadang dia juga mencela atau ngeshare kritikan orang lain terhadap waliyul Amr. Dan bukan sekali sang oknum berbuat demikian.
.
– Ada lagi yang dulunya menulis buku untuk membantah tokoh JIL tentang wajibnya memprioritaskan dakwah kepada tauhid namun belakangan dia mempersoalkan dakwah tauhid ini.
.
– Dulunya orang itu keras kepada ahli bid’ah tapi sekarang bermesraan dan memujinya. Bahkan menyeru untuk bersatu dengan mereka tapi menutup mata dari kesesatan mereka demi
melawan Syiah dan Liberal serta komunis.
.
ﻳﺎ ﻣﻘﻠﺐ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺛﺒﺖ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻚ
.
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agamamu.
——————-
[*] Majmû’ Fatâwa 4/51. Lihat kitab An-Nubadz ‘ala Syarhi As-Sunnah lil Imâm Al-Barbahâri oleh Syaikh Abdullah bin Shalih
Al-‘Ubailan hal. 45.
Link PDF: https://bit.ly/33aDSto
.
KELAKUAN KHAWARIJ.
.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullahu ditanya:
“Apakah boleh mengkritik dinas pemerintahan dan para pejabatnya seperti para menteri dengan tujuan untuk memperbaiki dan menjelaskan tentang kekeliruannya dihadapan orang banyak?”
.
Beliau menjawab: “Kritikan yang bertujuan untuk mencela mereka dan mencari-cari kesalahan mereka maka ini tidak boleh. Adapun menyampaikan kritikan kepada atasan mereka untuk perbaikan maka ini tidak mengapa. Dia mengatakan dinas kementerian ini ada kekeliruan, pejabatnya demikian dan demikian di hadapan waliyul Amr (pemimpin) bukan dihadapan banyak orang.
.
Mengkritik dinas pemerintahan dan para pejabatnya dihadapan banyak orang merupakan bentuk ghibah. Ghibah plus provokasi,karena hal ini bisa menyebabkan maksiat terhadap waliyul Amr dan merendahkannya atau yang semisal dengannya. Ini merupakan kelakuan kelompok Khawarij dan.merupakan sifat
khawarij.”*
————————-
* Tanya jawab bersama Syaikh ShalIh Al-Fauzan di Youtube
– Link: https://youtu.be/WWlHzvx4AnY
– Link: https://youtu.be/g7pz3RBFYTo
.
ULAMA SALAF MEMBENCI AKHLAK MENCLA-MENCLE*
.
1. Suatu saat Abu Mas’ud menemui Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu seraya berkata: Berilah aku wasiat! Hudzaifah berkata: “Ketahuilahbahwa kesesatan yang sebenarnya adalah engkau menganggapbaik (seperti mengkritisi pemerintah secara terang-terangan) apa yang dulu engkau ingkari (sepeerti ucapan “sang oknum” kemarintentang mengkritik penguasa secara terang-terangan…ini tidak boleh) dan engkau mengingkari apa yang dulu engkau anggapbaik (alias Mencla-Mencle). Jauhkan diri kalian dari akhlak/sikap mencla-mencle dalam urusan agama, karena agama Allah itu
satu.”
.
2. Ibrahim An-Nakha’i rahimahullahu berkata: “Dahulu para salafmembenci mencla-mencle dalam urusan agama.
.
3. Beliau juga berkata: “Para Salaf memandang bahwa mencla-mencle dalam urusan agama itu bagian dari keraguan dalam hati.”
.
4. Imam Malik rahimahullahu berkata: “Penyakit kronis itu adalah bersikap mencla-mencle di dalam agama.”
————————–
* Al-Ibanah Al-Kubra 1/504-506 oleh Imam Ibnu Baththah Al-
Ukbari dengan tahqiq Syaikh Ridha bin Na’saan.
.
WASIAT SALAF TENTANG BERSIKAP ADIL KEPADA PEMIMPIN MUSLIM*
.
1. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: para senior kami dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami, beliau berkata: “Janganlah kalian mencaci maki para pemimpin kalian, janganlah berbuat curang kepada mereka dan janganlah membenci mereka. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah karena perkaranya itu telah dekat.” (As-Sunnah 2/488 oleh Ibnu Abi ‘Ashim)
.
2. Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya awal kemunafikan seseorang itu adalah (ketika) celaannya kepada pemimpinnya.” (Syu’abu Al-Iman 7/48 oleh Imam Al-Baihaqi).
.
3. Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Janganlah kalian mencaci maki Al-Hajjaj, karena dia adalah pemimpin kalian.” (At-
Tarikh Al-Kabir 7/18 oleh Imam Al-Bukhari)**
.
4. Dari Abu Hamzah Adh-Dhuba’i beliau berkata: “Ketika telah sampai kepadaku berita tentang kebakaran Ka’bah maka aku pun pergi ke Makkah dan menemuai Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma hingga beliau pun mengenalku dan menyambutku. Dan aku
mencela Al-Hajjaj dihadapan beliau. Maka Ibnu Abbas berkata:”Jangan menjadi pembantu setan.” (At-Tarikh Al-Kabir 8/104 oleh
Imam Al-Bukhari).
.
5. Dari Az-Zirbiqan dia berkata: “Aku pernah berada di samping Abu Wail Syaqiq bin Salamah. Aku pun mencela Al-Hajjaj dan aku
sebutkan kejelekan-kejelekannya. Beliau pun berkata: ‘Jangan engkau mencelanya, barangkali dia berdoa “Ya Allah ampunilah aku” lalu Allah mengampuninya’.” (Az-Zuhd 2/464 oleh Al-Hannad)
—————————–
* Diringkas dari kitab Mu’amalatu Al-Hukkam hal. 149- 156 oleh Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullah.
** Padahal Al-Hajjaj dikabarkan telah membunuh 120 ribu jiwa, diantaranya adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
.
BERSIKAP ADIL KEPADA PEMIMPIN MUSLIM
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para ulama salaf ahlussunnah wal jamaah rahimahumullahu telah menjelaskan kepada kita dengan terang benderang bagaimana kita bersikap yang adil kepada penguasa meskipun dia zhalim atau yang tidak berhukum dengan hukum Allah.
.
Berikut ini kita akan sampaikan sebagian dari wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama salaf, semoga bisa menjadi obat bagi yang terkena syubhat khawarij dan menjadi
vaksin virus mencla-mencle.
.
– Wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersikap adil kepada Pemimpin Muslim
.
1. Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyeru kami untuk membaiat beliau, diantara isi baiat tersebut adalah kami
(diwajibkan) selalu mendengar dan taat (kepada pemimpin kaum muslimin) baik kami dalam keadaan susah maupun senang, baik dalam keadaan suka maupun duka, dan agar kami mendahulukan hak mereka serta tidak memberontak kepada mereka. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kecuali jika kalian melihat kekafiran yang nyata [1] dan kalian memiliki bukti yang jelas dari Allah tentangnya”. (HR. Muslim)
.
2. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari pemimpinnya, maka hendaklah dia bersabar [2] atasnya, karena tidaklah ada yang keluar dari jamaah (pemimpin) kaum muslimin sejengkal saja lalu dia mati melainkan mati dalam keadaan jahiliyah”. (HR.Muslim)
.
3. Dari Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Akan muncul sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menelusuri jejakku dan akan muncul pula diantara kalian orang-orang yang berhati setan dalam tubuh
manusia. Aku berkata: Apa yang harus saya perbuat jika saya menemui hal tersebut?[3] Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Engkau wajib mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu, dengar dan taatilah [4]”. (HR. Muslim)
.
4. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Akan muncul di tengah umat ini sepeninggalku nanti para pemimpin yang kalian mengetahui dan akan mengingkarinya. Barangsiapa yang mengingkari (dalam hatinya).maka telah gugur kewajibannya dan barangsiapa yang membenci (kemaksiatan tersebut di dalam hatinya) maka dia telah selamat [5]. Tapi barangsiapa yang ridha dan mengikuti (kemaksiatannya maka dia berdosa). Para sahabat bertanya: Apakah boleh kita memeranginya dengan senjata? Beliau menjawab: Tidak, selama mereka mendirikan shalat diantara kalian”. (HR. Muslim)
——————–
[1] Dan ulama sepakat selama pemimpin itu masih muslimmeskipun dia zhalim maka haram untuk dikudeta. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Imam An-Nawawi dalam syarahnya terhadap hadits diatas (Syarah Shahîh Muslim 12/432). Ini bukan berarti ulama membela kezhaliman pemimpin tersebut, tetapi
inilah sikap adil (yaitu yang sesuai dengan petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam) kepada pemimpin meskipun zhalim.

Awas jangan gagal faham. Dan perlu diketahui pula, para ulama.berkata bahwa kudeta terhadap pemimpin itu ada dua bentuk:
.
Kudeta lisan/tulisan dan kudeta senjata. Dan terkadang kudeta lisan/tulisan lebih berbahaya daripada kudeta pedang. Terlebih kudeta lisan/tulisan itu merupakan sumber kudeta senjata (LihatIrsyâdu As-Sâri fi Syarhi As-Sunnah lil Barbahâri hal. 31 oleh.Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi.
.
[2] Diantaranya dengan menjaga lisan dan tulisan jangan sampai mencela atau mengkritiknya di hadapan umum.
.
[3] Inilah sikap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala keadaan yaitu mengembalikannya kepada sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan kepada perasaan atau.ikut arus manusia yang salah (meskipun sekelas ulama).
.
[4] Tidakkah kelompok Khawarij, Takfiriyyin, Harakiyyin atau yang semisal dengan mereka mendengarkan dan mengamalkan hadits yang mulia ini?! Dalam hadits tersebut Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyeru untuk mencaci maki ataupun mendemo atau.mengkritiknya di hadapan umum. Ini bukan berarti membela.kezhaliman pemimpin yang zhalim. Namun inilah sikap adil.kepada pemimpin meskipun dia zhalim..
.
[5] Tidak teriak-teriak mencela dan mengkritik di jalanan atau dmedsos bukan berarti ridha atau membela kezhaliman pemimpin.
Selama ada pengingkaran dalam hati terhadap kezhalimannya,.maka itu tidak salah dan tidak berdosa, tapi justru yang mencela.dan mengkritik di hadapan umum itu yang salah dan berdosa..Demikian pula yang ridha dan mengikuti kezhalimannya. Awas jangan gagal faham.
Link PDF: https://bit.ly/33k9DQJ