*RITUAL BID’AH BULAN SHAFAR (Bag.1)*
.

Di Rumah Saja? Ibadah Ini Cocok Menemani Anda

Di Rumah Saja? Ibadah Ini Cocok Menemani Anda


Pentingnya Pemahaman dalam Mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah

Pentingnya Pemahaman dalam Mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah


Tiga Tingkatan Kaum Muslimin, Golongan Manakah Kita?
https://almanhaj.or.id/22921-tiga-tingkatan-kaum-muslimin-golongan-manakah-kita-2.html
Hukum Wanita Shalat Memakai Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Wanita Shalat Memakai Cadar dan Sarung Tangan


Menjadikan Islam sebagai Sarana Meraih Dunia

Menjadikan Islam sebagai Sarana Meraih Dunia


.
Gabung Grup WA
Khusus Ikhwan
https://chat.whatsapp.com/IZlFH3S1yTMDDwByL7jpLu
.
Khusus Akhwat
https://chat.whatsapp.com/CkYZuMBZ4cS9pbNzWxvAlD
=
*Menepis Anggapan Sial Bulan Shafar-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Mitos Sial di Balik Bulan Shafar-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Adakah Bulan Shafar yang Sial-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Bulan Shafar bukan bulan yang sial-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Cerita Tentang Bulan Shafar-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Keyakinan Bulan Shafar Bulan Sial-Ust.Ahmad Zainuddin*

*Bulan Shafar Bukan Bulan Sial-Ust.Ahmad Zainuddin*

.
*Rebo Wekasan Apakah Syirik-Ust Firanda Andirja*
https://app.box.com/s/ou14qxo5gx04tjiqt2yvwen5g2myfja6
*Beranggapan SialYang Berbau Syirik, Thatoyyur dan Thiyarah-Ust Firanda Andirja*
https://app.box.com/s/rp6gst5gk8pohofde50h3181o2gtnegu
*Bulan Shafar Apakah Bulan Sial-Ust Mizan Qudsiyah*
https://app.box.com/s/es5gmhtmaudhfqa93v1ltgibobvgt8xg
=
Ebook
*Pelajaran Penting Di Bulan Shafar*

Klik untuk mengakses id_Pelajaran_di_Bulan_Shafar.pdf


*Keyakinan Seputar Bulan Shafar*

Klik untuk mengakses id_Keyakinan_Seputar_Bulan_Shafar.pdf


*Buku Ritual Bid’ah Dalam Setahun penulis Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijir*
Jilid1 https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%201.pdf
Jilid2 https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%202.pdf
Jilid3 https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%203.pdf
Jilid4 https://archive.org/download/BAHAYA_BIDAH_GIBAH_GHULUW_RIYA_TASYABUH_ISBAL_DLL/Ritual%20Bid’ah%204.pdf
*15 Faidah Bulan Safar-Muhammad Shalih al-Munajjid*
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQbDJ2bVV5aEhyMUk/view
.
*MEMBANTAI AHLUL AHWA DAN BID’AH-Tsaqil bin Shalfiq Al-Qasimi*

Klik untuk mengakses Tsakil%20bin%20Tsalfiq%20-%20Membantai%20ahlul%20hawa%20dan%20bid’ah.pdf


*WASPADA TERHADAP BID’AH Oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (67Halaman)*

Klik untuk mengakses waspada%20terhadap%20bid’ah.pdf


*SEGALANYA TENTANG BID’AH Oleh: Farid Nu’man Hasan 33Halaman*

Klik untuk mengakses Ust_Farid_Nu’man_-_SEGALANYA_TENTANG_BID’AH.pdf


*Sheikh Muhammad Bin Shalih al-Utsaimin-BahayaBid’ah-34Halaman*

Klik untuk mengakses Sheikh%20al-Uthaimin%20-%20Bahaya%20Bid’ah.pdf


*Ringkasan Al-I’thisam Imam Asy Syatibi Membedah Seluk Beluk Bid’ah 220Halaman-Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy Syathibi*

Klik untuk mengakses Mukhtasar%20itishom.pdf


*BID’AH-Pengertian, Macam dan Hukumnya-Syaikh Dr.Sholeh al Fauzan 45Halaman*

Klik untuk mengakses Bid’ah%20-%20Pengertian%2C%20Macam%20dan%20Hukumnya.pdf


*Ebook Ikuti Sunnah Jauhi Bid’ah-Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al Abbad*

Klik untuk mengakses ebook-ikutisunnah2.pdf


*Ebook Al Itisham(Buku Induk Pembahasan Bid’ah)-Imam Asy Syathibi-954Halaman*

Klik untuk mengakses imam%20asy%20syathibi%20-%20al%20i’tisham%20(buku%20induk%20pembahasan%20bid’ah%20%26%20sunnah).pdf


*Amalan Bid’ah yang Sering Terjadi-Islamic Center Muadz Bin Jabal 123Halaman*

Klik untuk mengakses Amalan%20Bid’ah%20yang%20Sering%20Terjadi.pdf


*Bid’ah Hasanah Istilah Yang Disalah Fahami-DR.Mohd Asri Zainal Abidin(54Halaman)*

Klik untuk mengakses Bid’ah%20hasanah%20istilah%20yang%20disalah%20fahami.pdf


*Memahami Bid’ah Hasanah-Abdul Qoyyum Muhammad As-Sahibany 28Halaman*

Klik untuk mengakses Bid’ah%20Hasanah.pdf


*Hakikat Bid’ah dan Kufur – Muhammad Nashirudin Albani(76Halaman)*

Klik untuk mengakses Hakikat%20Bid’ah%20dan%20Kufur%20-%20%20Nashirudin%20Albani.pdf


*Mengupas Tuntas Akar Bid’ah-Penulis : Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid al-Halabi al-Atsar-200Halaman*

Klik untuk mengakses Membedah%20Akar%20Bid’ah.pdf


*Bantahan Terhadap Buku Mana Dalilnya-Ust.Abu Hafizhah al Atsary 85Halaman*

Klik untuk mengakses Bantahan%20Buku%20_Mana%20Dalilnya.pdf


==. 

A BEBERAPA HADITS YANG BERBICARA TENTANG BULAN SHAFAR*
.
_Diriwayatkan dari Abu Huraiah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, *”sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,’Tidak ada penyakit yang menular, tidak ada larangan atau pantangan pada bulan.Shafar, dan tidak ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung malam’. Kemudian, seorang badui bertanya, ‘Ya Rasulullah! Bagaimana dengan ontaku yang berada di padang, yang bergerak bebas bersih laksana kijang, kemudian.didatangi oleh onta berkudis dan setelah bergaul, maka onta tesebut berkudis?’ Beliau bersabda, Siapakah yang menjangkitkan kudis kepada onta yang pertama?”*_
(Diriwayatkan-Bukhari)
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya, dicetak bersama Fath Al-Barri, X, 171, kitab Ath,-Thibbi,hadits no.5717;Muslim dalam sahihnya,V,1742-1743, kitab As-Salam, hadits no.2220.124)_
.
_Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu-Anhu, dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, *”Tidak ada penyakit menular,-tidak ada tanda atau firasat kesialan, tidak ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung malam, dan tidak ada pantangan pada bulan Shafar.”*_
(Diriwayatkan Bukhari)
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya yang.dicetak bersama Fath Al-Baari, X, 215, kitab Ath-Thibbi hadits no. 5757)_
.
_Dalam riwayat Muslim disebutkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, *”Tidak ada penyakit menular, tidak ada malapetaka karena hantu, dan tidak ada.pantangan pada bulan Shafar.”* (Diriwayatkan Muslim)_
_(Muslim meriwayatkannya dalam sahihnya, lV,1745, kitabAs-Salam, hadits no.2222/108)_
.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, beliau berkata
_*”Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri.di hadapan kami semua bersabda, ‘Sesuatu.tidak akan menulari sesuatu yang lain’. lalu.seorang badui berkata, ‘Ya Rasulullah,bagaimana dengan onta yang kudisan pada ujung zakarnya, lalu menularkannya kepada onta-onta lainnya hingga semua menjadi kudisan?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Lalu siapa yang.menjangkitkan kudis kepada onta yang pertama? Tidak ada penyakit menular dan tidak ada pantangan pada bulan Shafar. Allah menciptakan setiap jiwa, lalu menetapkan kehidupan, rezeki, dan musibahnya sendii-sendiri.”*_
_(Diriwayatkan lmam Ahmad dalam musnadnya,1,440; At-Tirmidzi dalam sunannya, lll,305-306,Bab”Al-Qadar, haditsno.2230: Ath-Thahawi dalam Syarh Ma’ani Al-Atsar,IV/308-dengan-sanad sahih. Lihat Silsilah Hadits Ash-Shahihah, lll, 143, hadits no.1152)_
.
_Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma ,dia berkata, *(orang-orang jahiliah) berpendapat bahwa melakukan umrah pada bulan haji merupakan dosa yang paling besar di muka bumi. Mereka menjadikan bulan Muharram sebagai bulan Shafar. Mereka berkata, Apabila kepenatan telah hilang, kesan tapak kaki sudah hilang, dan bulan Shafar telah berlalu, orang-orang yang berumrah boleh bertahallul’. Pada pagi hari tanggal 4 bulan Dzulhijjah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya datang dalam keadaan beihram haji, lalu beliau memerintahkan mereka-supaya segera melakukan ihram untuk umrah. Namun,mereka keberatan dan berkata,’Wahai Rasulullah!Apa yang telah dihalalkan? ‘Beliau menjawab,’Semua perkara telah dihalalkan.”*_
(Diriwayatkan-Bukhari dan Muslim)
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya yangdicetak bersama Fath Al-Baari,X, 215, kitab Al-Hajj, hadits no. 1564;dan Muslim dalam sahihnya, 11,909-910,kitabAl-Hajj, hadits no.1240)_
.
_Abu Daud berkata, *”Dibacakan kepada Harits bin Miskin dan saya menyaksikan, Asyhab berkata, Malik ditanya tentang sabda Rasulullah, “Tidak ada pantangan pada bulan Shafar. Dia menjawab, ‘Sesungguhnya-penduduk jahiliah dulu menghalalkan bulan.shafar, mereka menghalalkan setahun dan mengharamkan setahun sehingga Nabi shallallahu-Alaihi wa Sallam bersabda,”Tidak ada pantangan dalam bulan Shafar.”*_
_(Lihat Sunan Abu Daud, lV, 233, kitab Ath-Thib, hadits no. 3914.)_
.
*Imam Bukhari berkata didalam sahihnya,Bab’Laa Shafara’, yaitu-penyakit yang menyerang perut.”*
_(Shahih Bukhari yang dicetak bersama Fath AlBaari,X,171,kitab Ath-Thib, Bab XXV)_
.
*Abu Daud, Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Al-Asy’ab bin lshaq bin Basyir bin Syadad Al-Azadi As-Sajastani. Abu Daud, seorang yang tsiqah, hafidz, dan penulis kitab sunan, di-lahirkan tahun 202 H.Dia berkata tentang sunannya, “Saya menulis dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sebanyak-500.00 hadits, yang saya pilih hanya yang saya cantumkan dalam kitab sunan ini saja, yang di-dalamnya ada sekitar 4800 hadits.” Abu Hatim bin Hibban berkata, “Dia adalah salah seorang-pemimpin dalam bidang fikih, ilmu, hafalan, ibadah, wara’, dan keyakinan. Dia telah-mengumpulkan,menulis, dan memilih sunah-sunah. Wafat pada tahun 275 Hijriah di Bashrah.’Lihat biografi lengkapnya dalam Tazkirah Al-Huffadz,II.591-593, biografi no. 615, dan Tahdzib At-Tahdzib,lV, 169-173.*
.
*Yaitu, Harits bin Miskin bin Muhammad bin yusuf, pemimpin keluarga Marwan, seorang imam-besar, ahli fikih, ahli hadits yang kuat, dan qadhi di Mesir. Lahir tahun 154 Hijriah, dibawa oleh Al-Makmun ke Baghdad dalam kesulitan dan dipenjara hingga masa Khalifah Al.Mutawakkil, lalu-dibebaskan. Lalu dia mengeluarkan hadits di Baghdad dan kembali ke Mesir menjadi wali di sana.Dia wafat tahun 250 Hijriah diMesir dalam usia 96 tahun.Lihat biografi lengkapnya dalamTartiib Al-Madaarik, l, 569-577 dan Sairu A’laam An-Nubala X11,54-59.*
.
*Yaitu, Asyhab bin Abdul Aziz bin Daud Al-Qaysi Al-Ma’aarifi Al-Ja’di. Nama aslinya adalah-Miskin, sedangkan Asyhab adalah gelarnya. Asy-Syaf i berkata, -saya tidak melihat orang yang-lebih pandai ilmu fikihnya dari-Asyhab,jika tidak ada-Thaus-dan kepemimpinannya di-Mesir-sehabis-setelah lbnu Qasim wafat. Dia dilahirkan tahun 140 Hijriah dan wafat di Mesir tahun 204 H. Biografi lengkapnya lihat dalam TartibAl-Madarik,l,447-453 dan Taqrib AtTahdzib,l,80*
.
*yaitu, Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir bin Amru bin Al-Harits Al-Ashbahi, Abu Abdullah-Al-Madani, seorang fakih, Imam Darul Hijrah, pemimpin orang-orang bertakwa, dan pembesar-orang-orang yang teguh. Bukhari berkata, “Sanad yang paling sahih adalah Malik dari Nafik dari-lbnu Umar. Dia adalah salah seorang pemimpin-tabi’at-tabi’in dan-pembesar fukaha dan salihin. Dia-adalah orang-yang banyak menolong sunah dan di antara7tulisan-tulisannya yang terkenal adalah-At-Muwatha’, dilahirkan tahun 93 Hijriah, wafat-tahun 179 H. Lihat biografi lengkapnya dalam-Masyahir’ Ulama Al-Amshar, h. 140, biografi no. 1110, Tartib Al-Madaik,l,102-246, dan Tahdzib-At-Tahdzib,X,5-9*
.
*BID’AH PESIMIS DALAM BULAN SHAFAR*
.
Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam-bersabda,
_*”Tidak ada penyakit menular, tidak ada tanda atau firasat kesialan, tidak-ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung mala., dan tidak ada-pantangan pada bulan Shafar”*_
(Diriwayatkan Bukhari dan Muslim)
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya yang dicetak bersama Fath Al-Baarri X,215,kitab Ath-Thibbi Hadits no.5757)_
.
*Para ulama berselisih pendapat mengenai firman Allah,”Laa ‘adwa”(tidak ada penyakit menular), apakah kata laa itu berarti larangan (jangan) ataukah penolakan?*
.
_Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, *”Kata laa memang bisa berarti-penolakan dan bisa pula-berarti larangan. Misalnya, kalimat laa tathayyaruu janganlah kalian meramal dengan suara burung’. Akan tetapi,sabda Rasulullah dalam hadits, ‘Tidak ada penyakit menular, tidak ada tanda atau firasat kesialan, tidak ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung malam, dan tidak ada pantangan pada bulan shafar’. Menunjukkan makna penolakan dan membatalkan perkara yang dipercayai-masa jahiliah. Penolakan dalam hal ini lebih keras daripada larangan-karena penolakan berarti-membatalkannya dan tidak mengutamakannya, sedangkan larangan hanya menunjukkan pada larangan saja.”*_
_(Miftah Daar As-Sa’adah ll,234)_
.
_lbnu Rajab berkata, *”Mereka berselisih pendapat tentang makna-firman Allah, ‘Tidak ada penyakit yang menulari Pengertian yang paling-banyak dikenal adalah penolakan terhadap keyakinan orang-orang jahiliah bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya tanpa meyakini adanya takdir Allah di dalamnya. Hal ini ditunjukkan sabda Rasulullah, ‘Lalu-siapa yang menularkan penyakit kepada onta yang pertama?’Maksudnya, Rasulullah ingin menunjukkan bahwa onta pertama itu terkena kudis-karena ketetapan dan takdir Allah, begitu juga onta yang kedua dan-seterusnya.”*_
_(Lathaaif At-Ma’arif, 68)_
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
.
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۖ
.
_*”Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”*_
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)
.
*Adapun mengenai sabda Rasulullah, “laa shafara ” (tidak ada kesialan pada bulan Shafar), diperselisihkan penafsirannya.*
.
_*Pertama, kebanyakan orang lama berpendapat bahwa makna-shafar adalah ‘penyakit di dalam perut’. Dikatakan bahwa shafar adalah’ulat’ yang besar, sebesar ulat yang lebih ganas dari kudis menurut orang-Arab. Lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menolak keyakinan itu. Di-antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah lbnu Uyainah,Imam-Ahmad, lmam Bukhari, dan Ath-Thabari.*_
.
*Yaitu, Sufyan bin Uyainah bin Maimun Al-Hilali Al-Kufi, Abu Muhammad Al-Allamah,Al-Hafidz Muhaddits Al-Haram. Dilahirkan tahun 107 Hijriah dan mencari ilmu sejak kecil. Dia adalah-seorang imam, kuat hujahnya, hafidz, berilmu luas, dan berkedudukan tinggi. Asy-Syaf’i berkata,”Seandainya tidak karena Malik dan Sufyan, tentu ilmu Hijaz telah punah.”Ahmad berkata, “Saya-tidak menemukan orang yang lebih tahu tentang sunah daripadanya. Para imam sepakat untuk-berhujah dengan riwayatnya, walaupun ada yang mudallas, tetapi diriwayatkan dari matan yang-tsiqat.Wafat tahun 198 Hijriah dalam usia 91 tahun. Lihat biografi lengkapnya dalam Tadzkirah Al-Huffadz,I,262-265, biografi no.249 dan Taqrib At-Tahdzib,l,312, biografi no.31.*
.
*yaitu, Imam Hafidz Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir, Abu Ja’far Ath-Thabari, penulis-banyak kitab. Dia adalah seorang yang hafal Al-Qur’an dengan makna-maknanya, memahami-hukum-hukum Al-Qur’an, memahami sunah, mengetahui jalannya.Mengetahui mana yang sahih-dan mana yang cacat. Dia tahu tentang keadaan shahabat dan tabi’in, hari-hari manusia dan berita-berita mereka. Dia memiliki sebuah kitab yang terkenal dalam bidang sejarah umat, dia juga-memiliki kitab tafsir yang dikarangnya sendiri, serta memiliki kitab Tahdizb Al-Atsaf satu-satunya-kitab yang berbicara tentangnya, tetapi belum sempuma. Dia juga memiliki.kitab-kitab dalam ushul dan furu’. Dikatakan bahwa dia pernah diam 40 tahun untuk menulis setiap hari 40 lembar. Jika-seluruh tulisannya dibagi dengan umumya, sejak dia balig, maka setiap hari dia menulis 14-halaman. Dia dilahirkan tahun 224 H, wafat tahun 310 H dan dikubur di dalam rumahnya sendiri..Lihat biografi lengkapnya dalam Tadzkirah Al-Huffadz,ll,710-716, Al-Bidayah wa An’Nihayah,Xl,163-165.*
.
_*Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata shafar-adalah ular, tetapi bila kaitannya dengan penolakan adalah penolakan-terhadap keyakinan mereka bahwa siapa yang bertemu dengannya, dia-pasti mati. Oleh karena itu, keyakinan itu ditolak oleh Allah. Kematian-tidak akan terjadi, kecuali bila sudah datang ajalnya.*_
.
*Penafsiran semacam ini datang dari Jabir, salah seorang perawi-hadits “laa shafara”(tidak ada pantangan dalam bulan Shafar).*
_(FathAl-Baari,X,171danShahihMuslim,lV,1745,kitab As Salam,hadits no.2222,109.)_
.
*Kedua, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘shafar” adalah bulan Shafar. Kemudian, mereka berselisih pendapat dalam penafsirannya dan terbagi menjadi dua pendapat:*
.
_*l. Pendapat pertama mengatakan bahwa sabda Rasulullah tentang “laa-shafara”itu adalah untuk menolak tradisi jahiliah yang menunda pembayaran. Mereka menghalalkan untuk tidak membayar hutang di bulan-Muharram dan mengharamkannya dibulan Shafar. lni adalah pendapat-Imam Malik.*_
_(Lathaaif Al-Ma’aarif h.74 dan Fath al-Baari, X, 171)_
.
_*2.Pendapat kedua mengatakan bahwa orang orang jahiliah pesimis pada-bulan Shafar dan mereka mengatakan bahwa bulan itu adalah bulan-sial. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membatalkan-tradisi itu. lbnu Rajab Al-Hambali menguatkan pendapat yang kedua-ini.*_
_(Lathaaif Al-Ma’aarif 74.)_
.
_*Bisa juga dikatakan bahwa yang dimaksudkan dengan perkataan-itu adalah binatang yang ada di dalam perut, yang menurut mereka lebih-berbahaya dari kudis. Bisa juga berarti mengakhirkan pembayaran hutang pada bulan Muharram hingga Shafar. Kedua hal itu sama-sama-batalnya, tidak ada dasarnya, dan tidak ada landasannya.*_
_(Syarh An-Nawawi ala Shahih Muslim, XlV, 215)_
.
*Bisa juga shafar berarti menolak paham kesialan pada bulan Shafar-karena pesimisme di bulan Shafar merupakan ramalan tahayul yang dilarang berdasarkan sabda Rasulullah, “laa thaira” (tidak ada ramalan-akan datangnya hal buruk).*
_Begitu juga sabda Rasulullah Shallallahu-alaihi wa Sallam, *”Ramalan akan datang hal buruk adalah Syirik, dan Ramalan akan datang-hal buruk adalah syirik.”*_
_(Diriwayatkan Ahmad dalam musnadnya, 1,440; Abu Daud dalam sunannya, lV, 230, kitab-Ath-Thibb hadits no. 3910; At-Tirmidzi dalam sunannya, lII 84-85, Bab “As-Sair’, hadits no.1663,dan berkata bahwa ini adalah hadits hasan sahih. lbnu Majah dalam sunannya, ll, 1.170, kitab Ath-Thibb, hadits no.35-38, AlHakim dalam Al-Mustadrak, l, 17-18, kitab Al-lman, dan berkata ini-adalah hadits.sahih sanadnya, Tsigat perawinya. Akan tetapi, Bukhari Muslim tidak men-takhrijnya.dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dalam Talkhis-nya)._

Dengan demikian sabda Rasulullah, *’Tidak kada kesialan pada bulan-Shafar”, termasuk pernyataan khusus dari yang umum dan dikhususkan-penyebutannya karena kemasyhurannya.”*
.
_*Akan tetapi -demi Allah- penolakan itu mencakup seluruh-makna yang ditafsirkan oleh para ulama dari kata laa shafara dan juga-yang saya sebutkan. Semua itu adalah batil, tidak ada dasarnya, dan tidak-ada sandarannya.*_
.
*Kebanyakan orang jahiliah merasa pesimis dibulan Shafar sehingga banyak di antara mereka yang enggan bepergian. Sebagian dari-mereka berkata, “Orang-orang pintar mengatakan bahwa setiap tahun-turun 320.000 penyakit.Semuanya terjadi pada hari Rabu terakhir bulan-Shafar sehingga hari itu merupakan hari ternaas selama setahun.*
.
_*Barang-siapa yang pada hari.itu shalat empat rakaat, di setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah sekali, surat Al-Kautsar 17 kali, Al-lkhlas 15 kali,muawidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) sekali, dan setelah salam membaca-doa tertentu, maka Allah dengan kemuliaan-Nya akan menjaganya dari-semua penyakit yang turun pada hari itu dan mereka tidak akan terkena-penyakit.dalam setahun penuh. Adapun doa itu adalah,*_
.
*(Setelah membaca basmalah) Ya Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha-mulia, wahai Dzat yang karena kemuliaan-Mu semua makhluk-Mu menjadi hina. Jauhkan aku dari kejahatan makhluk-Mu. Wahai Dzat Yang-Mahabaik, Indah, dan Mulia, wahai Pemberi Nikmat dan Kemuliaan,Wahai Dzat yang tiada Tuhan, kecuali Engkau, kasihanilah aku dengan-Rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih. Ya Allah,dengan Rahasia-Hasan, saudaranya, ayah, ibu, dan keturunannya*
_(Bolehkah seseorang mendekatkan diri kepada-Allah dengan lafal-lafal dan tawasul musyrik-semacam ini? lni merupakan bukti.yang jelas atas kebid’ahan dan kesesatan doa-Doa yang dibuat-oleh sebagian oleh sufi/Tasawuf yang bodoh dan yang semisal dengan mereka)_
.
*jauhkan aku dari-kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini, wahai Dzat Yang-memenuhi segala kebutuhan dan penolak segala bencana. Semoga Allah-menjauhkannya karena Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Muhammad,keluarga, dan seluruh shahabatnya.”*
_(Risalah Rawi Adz-Dzam’an fi Fadhaail At-Asyhur Al-Ayyam, h. 4)_
.
*Begitu juga perkumpulan yang dilakukan oleh sebagian manusia-pada hari Rabu terakhir bulan Shafar, antara shalat maghrib dan isya’ di-beberapa masjid. Setelah itu mereka berkumpul dihadapan seorang juru-tulis, yang menuliskan kepada mereka di atas kertas-kertas yang disediakan, tujuh ayat salam kepada para nabi,* seperti firman Allah,
*”Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.”* (Ash-Shaffat: 79)
.
_*Kemudian, mereka meletakkannya dalam gelas yang diberi air dan-meminum airnya. Mereka-berkeyakinan bahwa rahasia penulisan itu akan-muncul pada hari itu, kemudian sisanya mereka sebarkan ke sekitar-rumah.*_
.
*Bentuk kepesimisan manusia lainnya adalah seperti yang terjadi di-beberapa negara lslam, yang mana mereka menganggap bahwa menjenguk orang sakit pada hari Rabu bisa membawa kesialan.*
_(Ishlaah At-Masal’,4 h.116)_
.
*Tidak diragukan lagi bahwa merasa pesimis pada bulan Shafar atau-hari-hari tertentu lainnya, merupakan jenis ramalan yang dilarang-agama.*
_(Tafsir At-‘Aziz Al-Hamid, h. 380)_
.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda
_*”Tidak ada penyakit menular, tidak ada tanda atau firasat kesialan, tidak-ada kecelakaan yang ditandai oleh suara burung malam, dan tidak ada-pantangan pada bulan Shafar”*_
(Diriwayatkan Bukhari dan Muslim )
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya yang dicetak bersama Fath At-Baari,X,215,kitab Ath-Thibb, hadits no. 5757)_
.
_Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi-wa Sallam pernah bersabda, *”Tidak ada istilah menular dan tidak ada-tanda atau firasat kesialan. Dan yang mengherankanku ialah kalimat yang baik.” Mereka bertanya, “Dan apakah kalimat.yang baik itu?” Beliau bersabda, “Kalimat yang bagus.”*_ (Diriwayatkan Bukhari)
_(Diriwayatkan Bukhari dalam sahihnya yang dicetak bersama Fath Al-Baari,X,244,kitab Ath-Thibbi,hadits no.5776 dan Muslim dalam sahihnya,lV, 1746, kilab As-salam,hadits no.2224.)_


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
_*’Barangsiapa yang menangguhkan hajat karena Ramalan, maka dia telah berbuat syirik.” Para-shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah lalu apa-penebusnya?” Beliau bersabda, “Hendaklah kamu mengatakan, ‘Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu dan tidak ada kesialan kecuali-kesialan dari-Mu dan tidak ada Tuhan selain-Mu.”*_
_(Diriwayatkan lmam Ahmad dalam musnadnya,II.220;lbnu Sini dalam Amal Al-Yaum.wa Al-Lailah, h.117, hadits no. 293. AlHaitsami.berkata dalam Maima’Az’Zawaid,V, 105,’Diriwayatkan-Ahmad dan Ath-Thabrani, yang di dalamnya ada lbnu Luhai’ah. Haditsnya hasan,tetapi.di dalamnya ada sanad yang dhaif, dan sebagian rijalnya tsiqat.)_
.
*(Menurut saya, akan tetapi, yang meriwayatkandari lbnu Luhai’ah dalam riwayat lbnu As-Sini-adalah Abdullah bin Wahab bin Muslim AlMasri. lbnu Hibban berkata dalambukunya, Ma’radh.Al-Kalam, dari lbnu Luhai’ah, sahabat-sahabat kami berkata bahwaada beberapa orang yang-mendengar darinya sebelum buku-bukunya dibakar, seperti,Abdullah bin Wahab, lbnu Mubarak,Abdullah bin Yazid Al-Muqri’, dan Abdullah bin Muslimah Al-Qa’nabi, dan apa yang didengamya itu Benar.Lihat.Mizan.Al-l’tidal,ll,482sehingga sanad riwayat lbnu Sini adalah benar)*
.
*Masih banyak lagi hadits-hadits lain yang melarang ramalan semacam itu.*
.
Abdullah bin Abdul Aziz At Tuwaijiry