..

Alhamdulillah

.

*At Takfiir wa Dhowabithhu (Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran) Bag.3*

.

*Kegagalan Memahami Takfir Muthlaq-dan Takfir Mu’ayyan adalah Akar-Kesesatan dalam Pengkafiran*

https://sofyanruray.info/kegagalan-memahami-takfir-muthlaq-dan-takfir-muayyan-adalah-akar-kesesatan-dalam-pengkafiran/

Mewaspadai Fitnah Takfir

https://asysyariah.com/mewaspadai-fitnah-takfir/



*Ahmas Faiz Asifuddin · At Takfir wa Dhawabithuhu*

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmas%20Faiz%20Asifuddin/At%20Takfir%20wa%20Dhawabithuhu

*Takfir Muayyan- Ustadz Abdul Barr*

https://archive.org/download/TakfirMuayyanUstadzAbdulBarr/Takfir%20Muayyan%20-%20Ustadz%20Abdul%20Barr.mp3

*Kaidah-Kaidah Pengkafiran*

https://archive.org/details/ilmoe.com-kaidah-kaidah-pengkafiran

*Ciri-ciri Kelompok Takfiri-Ust.Abu Insan Al Atsary*

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ihsan%20Al-Atsary/Ciri-ciri%20Kelompok%20Takfiri%20(Kajian%20di%20Lombok)/Ciri-ciri%20Kelompok%20Takfiri%20dan%20Bahaya%20Pemikiran%20Mereka.mp3

*Muqodimmah Takfir – Ust Afifi Abdul Wadud*

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Afifi%20Abdul%20Wadud/Aqidah%20Islam/Afifi%20Abdul%20Wadud%20-%20Aqidah%20Islam%2045%20-%20Muqoddimah%20Takfiri.mp3

*Bahaya Vonis Kafir-Ustadz. Abu Ubaidah As-Sidawy*

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Aqidah%20Thahawiyah/Aqidah%20Thowawiyah%202013-10-31%20Bahaya%20Vonis%20Kafir.mp3

*Gerakan Takfiri-Ust.Sufyan Baswedan*

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Sufyan%20Baswedan/Nasehat%20Bagi%20Gerakan%20Takfiri%20(Kajian%20Bandung%20Juli%202012)/Nasehat%20Bagi%20Gerakan%20Takfiri.mp3

*Prinsip Ahlussunnah Terhadap Masalah Kekufuran dan Takfir – Ust Yazid Jawas*

bag1: https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Prinsip%20Ahlus%20Sunnah%20Terhadap%20Masalah%20Kekufuran%20dan%20Takfir/Prinsip%20Ahlus%20Sunnah%20Terhadap%20Masalah%20Kekufuran%20dan%20Takfir%2001.MP3

bag2: https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Prinsip%20Ahlus%20Sunnah%20Terhadap%20Masalah%20Kekufuran%20dan%20Takfir/Prinsip%20Ahlus%20Sunnah%20Terhadap%20Masalah%20Kekufuran%20dan%20Takfir%2002.MP3

.

Ebook

*Negeri Haram-DEFINISI, NAMA,KEUTAMAAN, KEKHASAN DAN HUKUM-HUKUM TENTANGNYA-PROF. DR. MAHMUD BIN-AHMAD BIN SHALIH AL-DAUSARY(25hlm)*

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id-negeri-haram.pdf

*MIRAS BIANG KERUSAKAN-Ustadz M. Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc.*

https://drive.google.com/file/d/166NUbb1Co0K8r3rSL2np4_eC81s858QB/view?usp=drivesdk

RAHASIA KEAGUNGAN AL-QUR’AN-PROF. DR. MAHMUD BIN AHMAD BIN SHALIH AL-DAUSARY(442hlm)

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id-rahasia-keagungan-alquran.pdf

Ringkasan Kajian Kitab Salaf (355hlm)

https://drive.google.com/open?id=1MHNyqHyY5o5Rv9bL7XZUuUcWTBMS2vA3

Takfir, Otak Teroris. MENGUAK IDEOLOGI

TERORIS-Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Hamd AI-‘Abbaad Al-Badr(122Hlm)

https://app.box.com/s/glh4e8ebmyacl6ujenqe1fbg27hebnjj

Mewaspadai Paham Takfir

https://www.box.com/s/7705c320d010b28ad9f8

Jangan Gegabah Memvonis Kafir-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf(134Hlm)

hafizhahullahu http://bit.ly/2Omj9vi

https://drive.google.com/file/d/1EADauvhl7GS9Cr06w6a6E1ee349Hh1BD/view

Kapan Seseorang Keluar Dari Ahlus Sunnah Kaidah dan Penerapannya-Dr.

Muhammad Shadiq An Najjar(63hlm)

https://drive.google.com/file/d/0B5IPsHNYkn4reHhNYi01ekVRRUE/view

*Sifat Karakteristik Ekstrimis Khawarij –Syaikh Abu Abdurrahman Ali bin Ali AlFuraida (32Hlm)*

https://rofistera.files.wordpress.com/2011/10/sifat-karakteristik-ekstrimis-khawarij-syaikh-abu-abdurrahman-ali-bin-ali-al-furaidan-gratis.pdf

*Dakwah ke Jalan-Allah & Akhlak-Seorang Dai-Ustadz Abu Salma Muhammad(98Hlm)*

https://app.box.com/s/k1dwf3grp3olr94li1gz2wgygjmkgha5

Terorisme – Ust. Dr. Ali Musri.Lc.Ma (38Hlm)*

https://app.box.com/s/qkhrol0kai2qw8bcakyvqot8gqowi423

*Terorisme-Bukan Dari Islam-Ust. Dr.Musyaffa’ Addariny Lc MA 66Hlm*

https://app.box.com/s/tbyh9z4edt41pzq5e6iszaxh004s8cyb

*“PENGEBOMAN” Jihad atau Terorisme? (112Hlm)*

https://app.box.com/s/cuf1eufnwruw2mq5oqp9i77n5whp0vev

https://artikel.alfurqongresik.com/wp-content/uploads/2020/04/Pengeboman.pdf

*Dengan Agama dan Akal Mana Bom Bunuh Diri Dianggap Jihad-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al’Abbad*

https://alwasathiyahcom.files.wordpress.com/2018/05/ebook-biayyi-aqlin.pdf

Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij

Luqman bin Muhammad Ba’abduh 483hlm

http://bit.ly/2GNH9GP

https://ia800105.us.archive.org/6/items/MenebarDustaMembelaTerorisKhawarij/MenebarDustaMembelaTerorisKhawarij-UstadzLuqmanBinMuhammadBaabduh.pdf

.

Dari kitab yang berjudul “At Takfiir wa Dhowabithhu“, tentang Kaidah-Kaidah Dalam Pengkafiran, ditulis oleh Syaikh DR. Ibrahim ar-Ruhaili, حفظه الله تعالى.

.

*Pembagian Kufur Berdasarkan Asli Atau Bukannya*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

Kita lanjutkan.. At Takfiir wa Dhowabithhu..



*PEMBAGIAN KUFUR DILIHAT DARI SISI ASLI ATAU BUKANNYA*

.

Ada 2 macam,

.

*KUFUR ASLI – كفر أصلي*

*Yaitu, kufur orang yang tidak masuk ke dalam agama Islam dan tidak mau beriman kepada risalah Nabi Muhammad ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam. Seperti kaum musyrikin, ahli kitab, majusi dan yang lainnya.*

.

*Dan mereka terbagi menjadi 3 macam,*

.

*MACAM KE-1: Ahli Kitab*

*Yaitu Yahudi dan Nasrani, yang mereka diberikan Taurat dan Injil.*

.

*MACAM KE-2: Yang di perselisihkan apakah mereka ahli kitab atau bukan.*

.

*Ini ada 4 jenis:*

.

*1. ASH-SHOOBIUUN – ‎١- الصا بئون*

*Di iktilafkan para Ulama, apakah mereka dari jenis ahli kitab atau bukan. Imam Ahmad mengatakan, mereka dari jenis nashoro, dan itu yang dinyatakan Imam asy-Syafi’i. Sementara Ibnu Quddamah merojihkan bahwa mereka bukan ahli kitab.*

.

*2. NASHORO BANI TAGHLIB – ‎٢- نصارى بني تغلب*

*Ibnu ‘Abbas menganggap mereka nashoro dan ahli Kitab. Dan ini pendapat Imam asy-Syafi’i dan banyak salaf terdahulu. Sementara Ali, Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah menganggap mereka bukan ahli kitab, dan tidak bisa dimasukkan sebagai agama Nashrani.*

.

*3. ‎٣- المتمسكون بصحف إبراهيم ، وشيث ، وزبور داود*

*Orang-orang yang berpegang kepada shuhuf Ibrahim, Syisy, Zabur, Dawud. Imam asy-Syafi’i memandang mereka bukan ahli kitab.*

*Itu yang masyur dikalangan para Ulama, dan ini pendapat Ibnu Qudamah dan An-Nawawi.*

.

*‎4. MAJUSI – ٤- المجوس*

*Di iktilafkan apakah mereka mempunyai kitab yang shahih, tidak. Ini pendapat hampir seluruh Ulama kecuali Abu Tsawur.*

.

*MACAM KE-3: bagian dari kafir asli, yaitu yang tidak memiliki kitab sama sekali, yaitu seperti para penyembah berhala, demikian pula dahriyyin, orang-orang yang tidak yakin akan adanya hari akhirat, dan demikan pula kaum filsafat.*

.

*Ini 3 macam kafir asli.*

.

*KUFUR THOORI’ – ‎كفر طارئ*

*Kafir yang Thoori’ (kebalikan dari kufur asli), yaitu kufur orang yang murtad dari agama Islam, yang tadinya dia menisbatkan kepada Islam lalu ia murtad dari agama Islam. Maka orang ini disebut kafir.*

.

*Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al Baqarah : 217*

.

‎وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ

‎النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

.

*“Barangsiapa yang murtad diantara kalian dari agamanya, lalu ia mati dalam keadaan ia kafir, mereka itulah orang-orang yang batal amal mereka di dunia dan akhirat, mereka itu orang penduduk api neraka, mereka kekal dalam api neraka.”*

.

*Ini kufur dilihat dari asli atau tidaknya*

.

.

Wallahu a’lam

.

*Pembagian Kufur Berdasarkan Mutlak Atau Mu’ayyan*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

Kita lanjutkan.. At Takfiir wa Dhowabithhu..

.

*Kemudian Beliau (Syaikh DR Ibrahim Arruhaili) membawakan bab pembahasan yang ke-5, yaitu..*

.

*PEMBAGIAN KUFUR DILIHAT DARI MUTLAK ATAU MU’AYYAN-NYA*

.

*Ada 2 macam:*

.

*‎PENGKAFIRAN SECARA MUTLAK*

.

*Dan ini ada 2 martabat*

.

*MARTABAT PERTAMA: Yaitu mengkafirkan sifat, yang sifatnya umum, seperti ucapan tertentu atau perbuatan tertentu atau keyakinan tertentu. Contoh misalnya, siapa yang mengucapkan begini, maka dia kafir, siapa yang melakukan begini maka dia kafir, siapa yang meyakini begini maka dia kafir.*

.

Contohnya Allah berfirman [QS Al-Ma’idah : 17]

.

‎لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

.

*“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya, Sesungguhnya Allah itu adalah Masih bin Maryam”*

.

Demikian Allah berfirman [QS Al-Ma’idah : 44]

.

‎وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

.

*“Siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka dia kafir”*

.

*Seperti juga perkataan Imam Ahmad rohimahullah, “Siapa yang mengatakan AlQur’an makhluk maka ia kafir”*

.

*MARTABAT KE-DUA : Pengkafiran terhadap sifat yang lebih khusus seperti kelompok tertentu atau firqoh tertentu, atau jama’ah tertentu. Seperti misalnya Yahudi, Nashoro, Rofidhoh, Jahmiyyah.*

.

*Contoh misalnya, kalau ada orang yang berkata Rofidhoh itu kafir, atau jahmiyyah itu kafir.*

.

Contoh misalnya Allah berfirman [QS Shaf : 14]

.

‎فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ ۖ

.

*“Berimanlah sebagian dari Bani Isra’il dan sebagian lagi kafir”*

.

*Ini macam yang pertama yaitu pengkafiran secara mutlak.*

.

*‎PENGKAFIRAN SECARA MU’AYYAN (INDIVIDU)*

.

*Apa itu ? yaitu mengkafirkan individu. Dengan mengatakan si Fulan kafir, dengan menyebut namanya.*

.

*Maka yang seperti ini para Ulama memerikan kaidah, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah dalam Kitab Al-Istiqomah jilid 1 hal 164, “bahwa pengkafiran secara mutlak sama dengan ancaman secara mutlak tidak mengharuskan pelakunya itu langsung dikafirkan, sampai tegak padanya hujjah”*

.

*Yang harus diingat, bahwa ini untuk orang Islam yang melakukan kekafiran, adapun diluar Islam jelas mereka telah kafir, seperti Yahudi, Nashoro dan yang lainnya.*

.

*Beliau juga (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah) berkata, “Bahwasanya perkataan itu terkadang kufur, seperti perkataan kaum Jahmiyyah yang mengatakan sesungguhnya Allah tidak berbicara, Allah tidak terlihat di akhirat.. namun pelakunya belum tentu dikafirkan sampai tegak padanya hujjah”* (Dalam Majmu’ Fatawajilid 7/ hal 619)

.

*Demikian pula Syaikh Muhammad bin Abdul Wahabrohimahullah dalam Kitab Adduror Asunniyah jilid 8/ hal 244), mengatakan,“Masalah kafir mengkafirkan individu itu masalah yang dikenal oleh para Ulama, yaitu apabila seseorang mengucapkan kata-kata kufur, maka dikatakan: “maka-barangsiapa yang mengucapkan ini maka dia kafir”, akan tetapi orang yang mengucapkannya belum bisa dihakimi/divonis sebagai kafir sampai tegak padanya hujjah, yang dimana bisa menjadikan pelakunya kafir (kalau sudah tegak hujjah tersebut)”?*

.

*Disini para Ulama membedakan antara takfir secara mutlak dengan takfir secara individu/mu’ayyan.*

.

*Maka contoh misalnya Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia kafir”*

.

*Ini mutlak, tapi apakah pelakunya langsung kita kafirkan secara individunya ? Belum tentu, sampai tegak dulu hujjah padanya.*

.

*Seperti misalnya Imam Ahmad rohimahullah mengatakan, “Siapa yang mengatakan AlQur’an mahluk, maka ia kafir” Tapi Imam Ahmad tidak mengkafirkan, Kholifah al-Ma’mun, demikian pula Kholifah al-Mu’tasim, demikian Kholifah al-Wathiq yang jelas-jelas mereka mengucapkan demikian, bahkan menyiksa para Ulama untuk mengucapkannya, kenapa ? Karena masih ada syubhat, masih ada penghalang.*

.

Wallahu a’lam

.

*Cabang-Cabang Kekufuran Dan Dalilnya*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

Kita lanjutkan.. kitab At Takfiir wa Dhowabithhu.. kita masuk ke pembahasan berikutnya, yaitu tentang..

.

*CABANG-CABANG KEKUFURAN DAN DALIL-DALILNYA*

.

*Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili hafizhohullah berkata, “Kufur itu mempunyai cabang-cabang yang banyak, sebagaimana halnya juga iman mempunyai cabang-cabang yang banyak”*

.

Contoh diantara cabang kekafiran misalnya, Allah berfirman [QS Al-Maidah: 44]

.

‎وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

.

*“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka dia termasuk orang kafir”*

.

*Syaikhul Islam rohimahullah berkata dalam Majmu Fatawa jilid 7/ hal 350, “Sesungguhnya manusia terkadang pada mereka ada padanya cabang keimanan dan cabang kekafiran, dan dia disebut muslim”*

.

*Sebagaimana yang dikatakan Imam Ahmad rohimahullah,”Dan Terkadang seorang muslim terdapat padanya kufur yang dibawah kekufuran” Maksudnya yaitu kufur kecil.*

.

*Sebagaimana Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa menafsirkan firman Allah [QS Al-Maidah: 44]*

.

‎وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

.

*“Bahwa yang dimaksud dengan kafir disini kafir… (( كفر دون كفر))… yaitu kafir kecil”*

.

*Dan diantara dalil yang menunjukkan bahwa adanya cabang-cabang kekafiran itu diantaranya hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari hadits Abdullah bin Amr, bahwa Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),*

.

*“ada empat perangai, siapa yang empat perangai ini ada padanya semua, maka ia munafik yang murni, dan siapa yang ada padanya satu perangai maka ada padanya satu perangai kemunafikan sampai ia meninggalkannya”*

.

*Apa itu ?*

.

‎إذا اؤتُمن خان ، وإذا حدث كذب ، وإذا عا هد غدر ، وإذا خا صم فجر

.

*“Apabila diberikan amanah dia berkhianat, apabila berbicara ia berdusta, apabila ia berjanji ia tidak menepati, dan apabila ia bertengkar maka ia berbuat jahat”*

.

*Ini menunjukkan akan adanya cabang-cabang kekufuran.*

*Maka dari itu (kata Beliau), disini ada tiga permasalahan yang hendaknya diperhatikan;*

.

*Bahwa cabang-cabang kekafiran itu derajatnya berbeda-beda, ada yang sampai mengeluarkan dari Islam, ada yang tidak sampai.*

.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

*“dan cabang-cabang keimanan ada 2 macam, Ucapan dan Perbuatan, demikian pula cabang-cabang kekafiranpun ada 2 macam, yaitu ucapan dan perbuatan*

.

*Diantara cabang-cabang keimanan ada cabang yang apabila hilang, maka hilang keimanan.*

.

*Demikian pula cabang-cabang yang bersifat perbuatan, kalau hilang bisa jadi hilang keimanannya.*

.

*Demikian pula cabang-cabang kekafiran, ada yang sifatnya ucapan dan perbuatan, ada yang sampai kepada derajat kafir murtad dari agama Islam, dan ada yang belum.“*

.

*Bahwa bisa jadi pada seseorang itu terkumpul cabang keimanan dan cabang kekafiran, dimana padanya ada kufur dan iman.*

.

*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata, dalam Kitab Majmu Fatawa jilid 7/ hal 353, “Kadang pada seorang hamba itu berkumpul padanya kemunafikan dan iman, kekafiran dan iman”*

.

*Bahwa orang yang ada padanya cabang dari cabang kekafiran.*

*Maka itu tidak menghilangkan nama Islam darinya, artinya dia sebagai seorang muslim, masih sebagai muslim, namun ia tidak berhak disebut orang mukmin yang sempurna.*

.

*Terkadang seseorang itu banyak padanya cabang-cabang keimanan sehingga ia lebih dekat kepada kesempurnaan iman, atau kadang banyak padanya cabang-cabang kekufuran sehingga ia lebih dekat kepada kekafiran.*

.

Wallahu a’lam

.

*Hukum Kufur Besar dan Pelakunya Di Dunia dan Akherat*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

Kita lanjutkan.. kitab At Takfiir wa Dhowabithhu.. kemudian beliau menyebutkan tentang bab..

.

*HUKUM KUFUR BESAR dan PELAKUNYA DI DUNIA*

.

Beliau membagi kafir menjadi dua,

.

*KAFIR ASLI: yang merupakan orang kafir, yang mereka adalah asli kafir bukan muslim.*

.

*Dan Beliau mengatakan bahwa hukum kafir asli ini ada 3 macam,*

*1. Ahli kitab*

*2. Ada keserupaan dengan ahli kitab*

*3. Tidak punya kitab, tidak pula (bukan) yang ke 2*

.

*Adapun yang ke 1 adalah AHLI KITAB, yaitu yahudi dan nasrani.*

*Adapun yang ke 2 yaitu MAJUSI.*

*Adapun yang ke 3 yaitu PARA PENYEMBAH PATUNG DAN BERHALA.*

.

*Dan mereka ini ada yang,*

*HARBY, danBUKAN HARBY*

.

*Siapa itu HARBY ?*

*Yaitu yang menampakkan kekafiran dan memerangi kaum muslimin, Maka yang seperti ini diperangi lagi, karena mereka memerangi kaum muslimin.*

.

*Adapun yang BUKAN HARBY, yaitu (ada 3 macam)*

.

*AHLI DZIMMAH atau KAFIR DZIMMI, yang tinggal di negara Islam tapi wajib bayar jiziyah dan wajib melaksanakan hal-hal yang harus diperhatikan oleh ahli dzimmah di negara Islam, seperti mereka membayar jiziyah, kemudian menjalankan sebagian hukum Islam yang wajib atas mereka, kemudian juga tidak boleh memfitnah kaum muslimin, dan yang lainnya.*

.

*KAFIR MUSTA’MAN, yaitu yang diberikan keamanan oleh kaum muslimin atau pemerintah Islam.*

.

*KAFIR MU’AHAD, yang mengadakan gencatan senjata atau perdamaian (dengan) kaum muslimin, maka mereka tidak boleh kita ganggu juga, sebagaimana Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),“Siapa yang membunuh orang kafir mu’ahad, dia tidak akan mencium bau surga”*

.

*Ini KAFIR ASLI*

.

*KAFIR THORI’: yaitu tadinya muslim kemudian kafir, yang di sebut dengan murtad, dan dalam Islam hukum yang murtad itu dibunuh, namun yang melaksanakan pembunuhan tentu pemerintah “Qodhi”, bukan sembarangan orang. Ini hukum mereka di dunia.*

.

*HUKUM KUFUR BESAR dan PELAKUNYA DI AKHERAT*

.

*Adapun hukum kufur akbar di akhirat, maka pelakunya kekal dalam api neraka selama-lamanya, mereka tidak akan masuk ke dalam surga.*

.

*Oleh karena itulah orang-orang kafirin di dalam kehidupan akhirat disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: “mereka selama-lamanya dalam api neraka”*

.

*Walaupun tentunya tingkat kekufuran itu bertingkat-tingkat.*

*IbnulQoyyim rohimahullah berkata, “tidak ragu lagi bahwa kekafiran itu bertingkat-tingkat”*

.

*Ada yang paling berat, ada yang berat, ada yang demikian, dan tentunya merekapun akan di adzab sesuai dengan tingkat kekafiran mereka di dunia.*

.

Wallahu a’lam

.

*Hukum Kufur Kecil (Asghor) dan Pelakunya Di Dunia dan Akherat*

.

*Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..*

.

*Kita lanjutkan.. kitab At Takfiir wa Dhowabithhu.. Kita masuk pembahasan berikutnya yaitu hukum kufur asghor.*

.

*Kemarin kita telah membahas hukum kufur besar di dunia dan akhirat, sekarang membahas kufur kecil di dunia dan akhirat.*

.

*HUKUM KUFUR KECIL dan PELAKUNYA DI DUNIA*

.

*Adapun di dunia seluruh Ulama sepakat bahwa kufur kecil ini tidak mengeluarkan dari Islam, akan tetapi para Ulama berbeda pendapat mengenai apakah pelakunya disebut kafir atau disebut muslim saja.*

.

*Imam Al Marwazi rohimahullah menyebutkan dua pendapat tersebut, dimana..*

.

*PENDAPAT PERTAMA*

*Orang yang melakukan kufur kecil berupa maksiat-maksiat dosa-dosa besar itu disebut muslim dan tidak disebut mukmin. Berdasarkan firman Allah [QS Al-Hujurat :14]*

.

‎قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا

.

*“Berkata orang Arab itu, kami beriman. Katakan kalian belum beriman akan tetapi katakan kami Islam”*

.

*PENDAPAT KEDUA*

*Mengatakan bahwa pelaku kufur kecil disebut kafir namun dia masih muslim, dan kafir yang dimaksud disini kafir kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.*

.

*Hujjahnya hadits bahwa Nabi ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Apabila seorang muslim berkata kepada saudaranya, wahai kafir, padahal tidak kafir maka ia akan kembali membawa kekafiran”*

.

*Artinya kekafiran itu akan kembali kepada orang yang menuduhnya.*

.

*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah menyebutkan, “bahwa orang yang melakukan kekufuran kecil dinamai dengan kafir tapi dengan kafir yang sifatnya terikat (yaitu kafir kecil) dan tidak masuk dalam kata kafir secara mutlak yang itu mempunyai makna kafir besar”*

.

*Dan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah itu yang benar, walaupun sebetulnya dua pendapat tersebut kata Syaikh Ibrahim, kedua-duanya semua sepakat bahwa pelaku dosa besar atau kufur kecil.. semua sepakat bahwa pelakunya tidak keluar dari Islam, pelakunya masih disebut muslim.*

.

*Adapun orang khowarij mengatakan bahwa pelaku dosa besar, kufur kecil itu, mengeluarkan pelakunya dari Islam dan kekal dalam api neraka. Ini merupakan keyakinan khowarij yang sesat.*

.

*HUKUM KUFUR KECIL dan PELAKUNYA DI AKHERAT*

.

*Adapun pelakunya di akhirat, semua Ulama sepakat Ahlussunnah wal Jama’ah bahwa pelakunya dihari kiamat mereka terancam masuk neraka. Namun ada yang dimaafkan oleh Allah, ada juga yang dimasukkan ke dalam api neraka. Namun meraka tidak kekal dalam api neraka. Dan adzab mereka bertingkat-tingkat sesuai dosa yang mereka lakukan, akan tetapi tetap semuanya mereka akan masuk kedalam surga di akhirnya nanti.*

.

*Kenapa ?*

*Karena semua orang Islam yang mengucapkan syahadat LAA ILAAHA ILLALLAH dan menjauhkan kesyirikan telah mendapatkan jaminan dari Allah untuk masuk ke dalam surga.*

.

*Oleh karena itulah hadits-hadits syafa’at menunjukkan bahwa pelaku dosa besar yang merupakan kufur kecil itu, mereka dikeluarkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.*

.

*Keyakinan Khowarij Terhadap Pelaku Dosa Besar*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

*Kita lanjutkan.. pembahasan kitab At Takfiir wa Dhowabithhu.. fawaaid dari kitab ini.. kemudian kita membahas (kata Syaikh Ibrahim) tentang keyakinan khowarij terhadap pelaku dosa besar.*

.

*Kaum khowarij seluruhnya sepakat bahwa pelaku dosa besar di dunia hukumnya kafir, murtad dari agama Islam, kecuali firqoh najdat dari mereka.*

.

*Berkata Abul Hasan Al Asy’ari, didalam KitabMuqolat Islamiyin jilid 1 hal 168, “mereka semua sepakat (orang-orang khowarij) bahwa setiap pelaku dosa besar itu kafir kecuali najdat”*

.

*Dan ini merupakan bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam.*

*Sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah.*

.

*Adapun di akhirat, maka orang-orang khowarij juga sepakat bahwa pelaku dosa besar itu kekal dalam api neraka. Karena keyakinan mereka pelaku dosa besar itu kafir, murtad dari agama Islam, maka konsekuensinya mengatakan bahwa mereka kekal dalam api neraka.*

.

*Berkata Syaikhul Islam, “kaum khowarij dan mu’tazilah, mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu kekal dalam api neraka”*

.

Ini adalah merupakan keyakinan orang khowarij.

.

*Apa yang menyebabkan orang khowarij itu berpendapat demikian..? Kata Syaikh Ibrahim ada dua syubhat:*

.

*SYUBHAT PERTAMA*

*Berhubungan dengan masalah nama dan hukum, yaitu keyakinan mereka tentang masalah keimanan. Mereka menyangka bahwa iman itu satu, tidak terbagi-bagi. Apabila sebagiannya hilang, maka hilang seluruhnya.*

.

*Kata Syaikhul Islam, “pokok pendapat orang khowarij, murji’ah, mu’tazilah, jahmiyah dan juga sumber perselisihan mereka itu, karena pendapat mereka tentang masalah iman, bahwa iman itu menurut mereka satu, apabila sebagiannya hilang maka hilang seluruhnya, apabila sebagiannya ada (menurut murji’ah) maka ada seluruhnya.*

.

*Sehingga itulah yang menyebabkan orang khowarij berkeyakinan kalau orang kehilangan satu saja dari cabang keimaman maka hilang seluruh iman, sehingga tidak lagi disebut muslim, maka dia kafir”*



*SYUBHAT KEDUA*

*Keyakinan orang khowarij, mereka menyangka tidak mungkin bertemu pahala dan dosa pada seseorang, siksa dan pahala tidak mungkin bertemu pada seseorang.*

.

*Berkata Syaikhul Islam, “sumber keyakinan mereka itu karena mereka menyangka katanya tidak mungkin siksa dan pahala itu bersatu pada seseorang, janji dan ancaman, pujian dan celaan tidak mungkin bersatu pada seseorang”*

.

*Sehingga akhirnya mereka mengkafirkan para pelaku dosa besar.*

.

*Jelas pendapat ini sangat bertabrakan dengan dalil-dalil yang shohih, yang shorih.. yang menyebutkan bahwa pelaku dosa besar keluar dari neraka, mereka mendapatkan syafa’at, sepert hadits Nabi ‎shollallahu ‘alayhi wa sallam (yang artinya), “Akan keluar dari api neraka orang yang ada dihatinya sebesar biji sawi dari keimanan”*

.

*Itu membantah pendapat kaum khowarij.*

.

*Keyakinan Mu’tazilah, Murji’ah Dan Ahlussunnah Wal Jama’ahTerhadap Pelaku Dosa Besar*

.

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah..

.

Kita lanjutkan.. fawaid dari kitab At Takfiir wa Dhowabithhu.. pembahasan selanjutnya yaitu..

.

*KEYAKINAN MU’TAZILAH TERHADAP PELAKU DOSA BESAR*

.

*Menurut mu’tazilah, pelaku dosa besar didunia itu diantara dua kedudukan.. artinya dia tidak disebut mukmin tapi juga tidak disebut kafir..*

.

*Sebagaimana yang dikatakan oleh Alqodhiy Abduljabbar (salah satu dari pentolan mu’tazilah), “Adapun di akhirat (menurut mu’tazilah), mereka kekal dalam api neraka selama-lamanya..” dan ini sama keyakinan mereka dengan kaum khowarij..*

.

*Dimana kaum mu’tazilah mengingkari akan adanya syafa’at Rosulullah ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam, untuk para pelaku dosa besar.*

.

*Ibnu Taimiyyah berkata (dalam Kitab Syarah Hadits Jibriil hal 327), “Mereka mengingkari syafa’at Nabi ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam bagi pelaku dosa besar dari ummatnya.. Dan juga mereka mengingkari akan keluarnya pelaku dosa besar dari api neraka setelah masuk ke dalam api neraka..”*

.

*Sehingga menurut kaum mu’tazilah orang yang sudah masuk neraka, tidak mungkin keluar selama-lamanya. Sehingga dalam masalah ini, sebagaimana sudah kita sebutkan sama keyakinannya dengan kaum kowarij.*

.

*KEYAKINAN MURJI’AH TERHADAP PELAKU DOSA BESAR*

.

*Adapun murji’ah, menurut mereka pelaku dosa besar didunia, itu sempurna imannya.*

*Kenapa ?*

*Karena mereka punya keyakinan bahwa iman itu satu, apabila ada sebagian maka ada semuanya.*

*Karena mereka tidak meyakini amal termasuk iman, sehingga mereka menganggap bahwa dosa tidak mempengaruhi iman.*

.

*Maka dari itu mereka punya keyakinan bahwa pelaku dosa besar itu sempurna imannya..*

.

*Dan hukum mereka di akhirat (menurut murji’ah) pasti masuk surga dan tidak akan diadzab sama sekali. Sehingga mereka menyamakan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa (dengan) orang-orang yang menjalani dosa besar..*

.

*Ini jelas pendapat dan keyakinan yang sangat sesat, dan itu akibat daripada keyakinan mereka yang mengatakan:*

*Bahwa iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang..*

*Dan bahwasanya amal itu tidak termasuk dari iman..*

.

*Akibat daripada keyakinan mereka yang sesat itulah, mereka jatuh kepada keyakinan yang buruk tersebut.*

.

*KEYAKINAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH TERHADAP PELAKU DOSA BESAR*

.

*Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah, mereka punya keyakinan bahwa pelaku dosa besar tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.*

.

*Dia disebut mukmin tapi dia fasik dengan dosa besarnya. Tapi dia tidak disebut mukmin secara sempurna, tapi juga tidak keluar dari Islam. Dan ini merupakan keyakinan seluruh Ahlusunnah wal Jama’ah.*

.

*Imam Ashobuni berkata, “Ahlusunnah meyakini bahwa seorang mukmin apabila ia melakukan dosa yang banyak, ia tidak menjadi kafir karenanya..”*

.

*Adapun hukumnya di akhirat, Ahlusunnah wal Jama’ah punya keyakinan, bahwa mereka dibawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki, Allah akan adzab mereka, dan jika Allah kehendaki, Allah maafkan mereka. Sebagaimana Allah berfirman [QS An-Nisa : 48 dan 116]*

.

‎إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ

.

*“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lebih rendah dari kesyirikan bagi siapa yang Allah kehendaki..”*

.

*Artinya bagi yang Allah kehendaki, Allah maafkan, dan bagi yang tidak di kehendaki, Allah tidak maafkan.*

.

*Namun Ahlusunnah semua sepakat bahwa pelaku dosa besar tidak kekal dalam api neraka. Siapapun yang wafat diatas tauhid dia pasti keluar dari api neraka. Maka dari itu Ahlusunnah menetapkan akan adanya syafa’at Rosulullah ‎‎shollallahu ‘alayhi wa sallam..*

.

*Inilah perbedaan Ahlusunnah dengan Khowarij, demikian pula dengan mu’tazilah, demikian pula dengan murji’ah.*

.

*Wallahu a’lam*

.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,

.

*Sekedar memberikan informasi bahwa menghukumi seseorang-itu kafir-adalah menetapkan hukum di dunia pada seseorang sesuai ketentuan-syariat yaitu dari apa yang tampak atau zahirnya, bukan menghukumi batin-yang tidak tidak tampak, perkara batin adalah urusan ALLAH. Penetapan-status hukum di dunia ini perlu karena terkait dengan aturan muamalah di-dunia.*

.

*Adapapun menyatakan si fulan itu ada di Neraka atau Surga itu bukan-hukum tapi memberikan kabar atau informasi, dan itu bukan ranah kita tapi-hanya ALLAH yang tahu.*

.

Singkatnya begini:

*Seorang hakim telah memutuskan bahwa fulan murtad atau kafir di-pengadilan, sehingga berlaku hukum-hukum terkait orang yang murtad –>wajar karena ini tugas seorang hakim atau qadhi.Seorang hakim telah memutuskan bahwa si fulan ada di Neraka –> ini aneh-dan bukan menghukumi tapi mengkhabarkan hal yang tidak ada yang tahu-kecuali ALLAH.*

*Semoga anda bisa membedakan, baarakallaahu fiik.*

.

*Dari pengalaman dialog dengan pengusung takfiri dan ideologi jihadi pola-pola yang sering dipakai adalah aturan IF-THEN rules, yaitu aturan JIKA-MAKA, yang memang mudah sekali masuk ke logika sederhana.*

.

*Kira-kira dialognya seperti ini, P adalah perekrut, T adalah target, tapi ini-contoh sederhana ya, modifikasinya banyak.*

.

*P: Dalam Al-Quran orang yang tidak berhukum dengan hukum ALLAH-disebut apa? (sambil menunjukkan ayatnya dan terjemahan)*

*T: Kafir ya. (sambil membaca terjemahan ayatnya)*

*P: Kalau begitu, pemerintah kita behukum dengan hukum ALLAH tidak?*

*T: Tidak.*

*P: Berarti pemerintah dihukumi apa?*

*T: Hmmm kafir ya berarti (sambil manggut-manggut)*

*P: Kalau orang kafir di Al-Quran diapakan? (sambil menunjukkan-ayat-ayat-perang)*

*T: Diperangi ya (sambil membaca terjemahan ayat-ayat-perang)*

*P: Kalau begitu pemerintah harus diapakan nih sesuai Al-Quran?*

*T: Diperangi ya (sambil manggut-manggut)*

.

*Nah kena kan? hati-hati selalu tanyakan kepada para Ustadz yang akidahnya-lurus ya gaes! Para orang tua hendaknya berhati-hati ya!*

.

*Logika di atas mungkin mudah dipahami orang IPA maka rawan kena-jebakan, mungkin lho, saya orang IPA tapi ngeyelan haha.*

.

*Semoga bisa menjadi peringatan, tidak sesederhana itu menggunakan-aturan JIKA-MAKA atau IF-THEN rules.*

*Sebaliknya, orang-orang yang tidak suka dengan Islam akan-menggunakan-ayat-ayat di atas untuk menyimpulkan dan menuduh bahwa orang Islam itu-mengkafirkan pemerintah, mengajak perang, teroris karena Al-Quran bilang-begitu katanya, karena lagi-lagi pakai aturan JIKA-MAKA atau IF-THEN rules-sederhana.

*

.

*Kuncinya apa, NGAJI terstruktur dengan GURU yang jelas riwayat-keilmuannya dan kitab-kitab yang jelas supaya tidak mudah disimplifikasi-dengan aturan JIKA-MAKA.*

*Alhamdulillah saya dapati ngaji di komunitas Salafi betul-betul terstruktur,gurunya jelas riwayat keilmuannya, kitab-kitabnya jelas, dan TIDAK ADA-RAHASIA dan TIDAK ADA SEMBUNYI-SEMBUNYI.*

*Semoga bermanfaat, baarakallaahu fiikum.*