.

alhamdulillah

.

*Sikap & Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina(Mendoakan Mereka dan Memberikan Bantun Sosial Jika Punya-Kemampuan)*

.

Kekayaan Pemimpin Hamas:Ismail Haniyeh dan Khalid Mashel

https://www.facebook.com/100002234975362/posts/4086046714813121

*Menyingkap Organisasi Hamas(IM) Dan Kaitannya Dengan Syiah Atau Iran serta Keburukan Demokrasi*

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2018/07/03/menyingkap-organisasi-hamas-dan-kaitannya-dengan-syiah-atau-iran-serta-keburukan-demokrasi/

*Organisasi Hamas dan Syiah Rafidhah*

https://muslim.or.id/490-pelajaran-dari-palestina.html

*Fatwa Lajnah Da ’imah Tentang Serangan Yahudi KepadaMuslim Palestina di Jalur Gaza*

https://www.alquran-sunnah.com/artikel/buku-islam/22-ulama/fatwa-ulama/59-fatwa-lajnah-daimah-tentang-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza.html

*Derita Palestina Akibat kekejaman Yahudi*

https://muslim.or.id/21542-derita-palestina-akibat-kekejaman-yahudi.html

*Fatwa ttg Palestina*

https://www.alquran-sunnah.com/artikel/buku-islam/22-ulama/fatwa-ulama/59-fatwa-lajnah-daimah-tentang-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza.html

*Pentingnya “Al Quds” Bagi Kaum Muslimin Dan Apakah Orang Yahudi berhak memilikinya…*

https://islamqa.info/id/answers/7726/pentingnya-al-quds-bagi-kaum-muslimin-dan-apakah-orang-yahudi-memiki-hak-atasnya

https://almanhaj.or.id/8053-yahudi-musuh-agama-2.html

*Misteri Haikal Sulaiman*

https://abangdani.wordpress.com/2013/09/16/misteri-haikal-sulaiman/#more-10478

.

*Kami Tidak Tinggal Diam-Wahai Palestina!!!*

.

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

*Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih,wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih.Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa annaMuhammadan rasuulullaah… wa ba’d…*

.

*Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju-pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi keGaza menelan banyak korban terutama wanita-dan anak-anak. Korban luka-luka semakin-memperbanyak deretan korban meninggal-dunia. Dunia pun merespon dengan berbagaimacam aksi.*

.

*Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas-musibah yang menimpa kaum muslimin di-Palestina itu adalah aksi berupa bantuan-kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam halbantuan tersebut adalah Saudi Arabia, dibawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz–ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti.Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk-Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak-lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit-ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat-serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan-berupa makanan, pakaian dan obat-obatanjugaterus mengalir sampai tulisan ini-diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal-diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh danSyeikh Abdurrahman As Sudais mengecam-dengan keras aksi serangan tersebut dalam-khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya-para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akankaum muslimin Palestina secara khusus.*

.

*Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan-pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur-Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk-bantuan baik materi maupun moril/spirit.Namun ada segelintir orang menutup mata-dengan kenyataan ini dan berkomentar, “Saudi-Arabia adalah negara yang takut denganAmerika dan kurang memberikan bantuan yang-konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.”atau kalimat yang semisalnya.*

.

*Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti-di atas, saya katakan:Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’-bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah-Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina-untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah-jika memang demikian, apakah Amerika akan-tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang-artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan-diri-diri kalian dalam kebinasaan…” (Qs. AlBaqarah: 195)*

.

*Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan-bahkan lebih dari itu -semua pemerintah-negara muslim mengizinkan rakyatnya untukberjihad ke palestina dan saya-berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di-dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah-bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera-HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH?Atau barangkali di bawah komando Jihad-Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin-laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara-mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy-kariiman… aw Mut syahiidan…” (Hiduplah-dalam kemuliaan atau matilah sebagai-syahid)? Namun jihad membutuhkan seorangimam dan tandhim (taktik dan siasat perang).*

.

*Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin-bahwa masing-masing front/partai/hizb itu-berperang untuk meninggikan kalimat Laa-ilaaha illallaah? Qul Haatu burhaanakum in-kuntum shaadiqiin.Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus-berada dalam satu barisan dalam menghadapi-dan menyikapi Yahudi.” , maka saya tidak-berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak-ada dua orang muslim yang berselisih-pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimanaditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya):“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang-yang berperang di jalan-Nya dalam barisan-yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu-bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. AshShaff: 4)*

.

*Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan-barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih-banyak kaum muslimin yang menyembah-kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau-menjalankan lelaku walaupun bertentangandngan syari’at), paranormal (dengan-membenarkan berita gaib yang sampai-kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana-pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun-di medan jihad, banyak di antara mereka yang-memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah-dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak-terdeteksi oleh radar?! Bagaimana Anda akan-mempersatukan kaum muslimin dalam rangka-jihad, kalau segolongan di antara mereka tidak-akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang-dianggap wali? Atau bagaimana pula jika-segolongan yang lain tidak akan berperang-kalau yang menjadi imam bukan darigolongannya? Atau bagaimana kaum muslimin-akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau-mereka ketika dikumandangkan seruan azan“Mari mencapai kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktufajr/shubuh)?*

.

*Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam-bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al-Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya-adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih).*

.

*Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah-diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya,dan inqiyaad (patuh) dengan mentaatiNya, dan-baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan danpelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum-muslimin tidak akan berhasil menggapai-puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya-keropos.*

.

*Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya-menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara-yang berbatasan dengan Palestina adalah-Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria?*

.

*Seharusnya negara-negara tersebut yang-paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkanartileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan-politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu-adalah: Apakah negara-negara Arab yang-disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politikluar negerinya merupakan politik anti-Amerika???*

.

*Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya-negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam-menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun,kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.Buktinya salah satu negara yang berbatasan-dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang-menyebabkan tragedi berdarah di kota yangberhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru-l Mutawassith ) itu. Sedangkan Saudi Arabia-dan beberapa negara arab lainnya menilai-Israel telah melakukan sesuatu yang tidak-berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara-Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang-demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah-terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan dikalangan negara Arab dalam menghadapi-Israel pada tahun 1967 dalam perang yang-dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari.*

.

*Berbeda halnya dengan yang terjadi pada-tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu-padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul-Aziz –rahimahullah – akhirnya berhasil-memukul mundur dan mengusir Israel keluar-dari Sainaa’.*

.

*Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana-dalam menilai segala sesuatu. Jangan-sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta.Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan-mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita-sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba-melebihi Saudi Arabia dalam membantu-korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan-saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan-negara mana saja dalam hal donasi untuk-Program Peduli Palestina.Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin-yang muwahhid yang menjadi korban-kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza-khususnya, dan Palestina umumnya, agar-mendapatkan syahadah fii sabiilillah dansemoga kita dikumpulkan bersama para Nabi,shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang-shalih.*

.

*Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad,wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil‘aalamiin.*

.

MONGGO DISHARING SELUASNYA

*Donasi Kemanusiaan Peduli Palestina*

*Akhir Ramadhan 1442, tanah suci kaum muslimin Masjidil Aqsha, dinodai-oleh agresor Yahudi yang memakai nama baju negara Israel. Di awal tahun2021, negara ini bahkan mengeluarkan kebijakan yang terang benderang-menampakkan tindakan penjajahan di mata dunia, yaitu perintah untuk-membangun sekitar 800 rumah di tujuh wilayah Tepi Barat Palestina, dengan-klaim ketujuh wilayah itu disebutkan dalam kitab suci mereka dengan nama-Yudea dan Samaria.*

.

*Tindakan klaim sepihah tersebut, ditentang keras oleh Perserikatan BangsaBangsa (PBB), hingga Antonio Gutteres selaku sekretaris jenderal PBBsampai berkata”Pendirian permukiman oleh Israel di wilayah Palestina yang diduduki sejak1967, termasuk wilayah Yerusalem Timur, tidak memiliki validitas hukum-dan merupakan pelanggaran mencolok hukum internasional.”*

*Demikianlah, hati Nurani manusia, sekalipun bukan muslim, akan-mengatakan bahwa tindakan pendudukan paksa kaum Yahudi yang-mengatasnamakan negara Israel merupakan tindakan kejahatan interasional,sampai ada yang menyebut bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina-merupakan salah satu pendudukan militer paling lama di zaman modern.Kita sebagai umat muslim, memiliki kewajiban untuk memberikan perhatianterhadap penduduk Palestina, minimal karena dua hal:*

.

*Keberadaan Masjidil Aqsha yang merupakan salah satu tanah suci kaum-muslimin.Rasa persaudaraan sesama muslim bagi penduduk Palestina, terlebih-mereka merupakan penduduk Syam yang hadits shahih menyebutkan keutamaan mereka.Oleh karena itu, kami mengajak segenap kaum muslimin untuk bahumembahu membantu saudara-saudara kita di Palestina. Yang paling-utamanya adalah menguatkan doa-doa kita, karena doa adalah senjata kaum-mukminin. Kemudian, bagi yang ingin membantu dalam harta, insya Allah-Tim Peduli Muslim membuka layanan donasi kemanusiaan.*

.

*Donasi yang disalurkan melalui Peduli Muslim, akan difokuskan untuk-membantu dhuafa Palestina, yang terusir dari kampung halamannya, yang-tak bertempat tinggal karena rumah mereka dibom, anak-anak, orang tua,janda, dan wanita berkondisi lemah, serta warga sipil lainnya yang-memerlukan bantuan. Tim Peduli Muslim tidak menyalurkan bantuannya-kepada kelompok-kelompok politik ataupun milisi, karena kita perlu-menyerahkan domain urusan tersebut kepada para pemimpin negaraMuslim.Salurkan donasi anda melalui:*

http://bit.ly/cintapalestina

.

*KENAPA MUSUH MENGUASAI ?*

.

*Kenapa sebagian negeri-negeri kaum muslimin dikuasai oleh orang-orang-kafir dalam segala hal, bahkan sampai wilayahnya dicaplok dan dijajahseperti Palestina*

.

*Itu semua akibat sebagian kaum muslimin sudah jatuh kepada perbuatan-nifak, bid’ah dan kemaksiatan secara terang-terangan, yang banyak-menyelisihi ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa-sallam.*

.

Berkata Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

.

ﻓﻠﻤﺎ ﻇﻬﺮ ﺍﻟﻨﻔﺎﻕ ﻭﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ، ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ؛ ﺳُﻠِّﻄﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ

.

*Maka tatkala kenifakan, kebid’ahan dan kemaksiatan telah tampak (secara-terang-terangan), yang menyelisihi agama Rasul, pasti mereka dikuasai-musuh-musuh. Majmu’ Fatawa 13/178. Lihat lengkapnya baca disini http://iswy.co/e13kcf*

.

Berkata Syekh Sholeh Al Fauzan hafidzahullah :

.

ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻦ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺃﻧﻬﻢ ﻳﻘﺎﻭﻣﻮﻥ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻭﻣﻮﺍ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻴﻨﻬﻢ، ﻳﻌﺎﻟﺠﻮﻥﺃﻣﺮﺍﺿﻬﻢ ﺃﻭﻟًﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﻨﺘﺼﺮﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ،

.

*Tidak mungkin bagi kaum muslimin bahwasanya mereka bangkit (melawan)Yahudi dan Nashrani kecuali kalau mereka bangkit (melawan) bid’ah yang-ada diantara mereka, mengobati penyakit-penyakit mereka terlebih dahulu :sehingga mereka bisa mengalahkan Yahudi dan Nashrani.*

.

ﺃﻣّﺎ ﻣﺎ ﺩﺍﻡ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻣﻀﻴِّﻌﻴﻦ ﻟﺪﻳﻨﻬﻢ ﻭﻣﺮﺗﻜﺒﻴﻦ ﻟﻠﺒﺪﻉ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ ﻭﻣﻘﺼِّﺮﻳﻦ ﻓﻲ ﺍﻣﺘﺜﺎﻝ ﺷﺮﻉ ﺍﻟﻠﻪﻓﻠﻦ ﻳﻨﺘﺼﺮﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺳُﻠِّﻄﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺴﺒﺐ ﺗﻘﺼﻴﺮﻫﻢ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻬﻢ ،

.

*Adapun selama kaum muslimin menyia-nyiakan agama mereka, melakukan-perbuatan bid’ah dan yang haram dan melalaikan dalam mematuhi syariat-Allah, maka mereka tidak akan menang melawan Yahudi dan Nashrani, dan-sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) akan menguasai atas mereka(kaum muslimin) disebabkan kelalaian mereka terhadap agama mereka.*

.

ﻓﻴﺠﺐ ﺗﻄﻬﻴﺮ ﺍﻟﻤﺠﺘﻤﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺗﻄﻬﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮﺍﺕ ﻭﻳﺠﺐ ﺍﻣﺘﺜﺎﻝ ﺃﻭﺍﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻭﺍﻣﺮ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻧﺤﺎﺭﺏ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺣﺎﺭﺑﻨﺎ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻭﻧﺤﻦ ﻋﻠﻰﻫﺬﻩ ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﻓﻠﻦ ﻧﻨﺘﺼﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﺑﺪًﺍ ﻭﺳﻴﻨﺘﺼﺮﻭﻥ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻹﺟﺎﺑــﺎﺕ ﺍﻟﻤﻬﻤــﺔ ﻓــﻲ ﺍﻟﻤﺸﺎﻛــﻞ ﺍﻟﻤﻠﻤّــﺔ

.

*Maka wajib membersihkan masyarakat dari bid’ah dan membersihkan dari-kemungkaran-kemungkaran, dan wajib menegakkan perintah-perintah Allah-dan perintah-perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum kita-memerangi Yahudi dan Nashara, kalau tidak, apabila kita memerangi Yahudi-dan Nasharani sementara keadaan kita seperti ini, maka kita tidak akan-menang melawan mereka selama-lamanya, bahkan mereka akan menang-atas kita, disebabkan dosa-dosa kita. Al Ijabaat Al Muhimmah fiil Masyakil AlMulimmah, Jilid 1, halaman 150 – 151).*

.



*PERTOLONGAN ALLAH AZZA WA JALLA-KEPADA UMAT ISLAM*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَكَا نَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

.

_*Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.”*_

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 47)

.

*Ayat Al‐Qur’an ini menjelaskan bahwa Allah Azza Wa-Jalla menjanjikan pertolongan bagi orang‐orang beriman-atas musuh‐musuhnya. Ini adalah janji yang tidak mungkin-diingkari.*

.

_*Allah Azza Wa Jalla telah menolong RasulNya dalam-peperangan Badr, Ahzab dan lainnya dari peperangan yang-beliau lakukan. Demikian juga menolong para sahabatRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sepeninggal beliau-dalam menghadapi musuh‐musuhnya. Karena itu Islam-tersebar luas di banyak penjuru dunia. Islam mencapai-kemenangan meskipun melalui banyak tragedi dan-musibah.*_

.

*Kesudahan yang baik memang pada akhirnya milik-orang‐orang yang benar‐benar percaya kepada Allah Azza-Wa Jalla. Yaitu mereka yang beriman kepadaNya,mengesakanNya di dalam beribadah dan berdo’a, baik-dalam masa kesempitan maupun kelapangan.Renungkanlah, bagaimana Al‐Qur’an mengisahkankeadaan orang‐orang beriman ketika terjadi perang Badar.*

.

_*Jumlah mereka relatif sedikit, juga perbekalan yang merekabawa. Dalam kondisi seperti itu mereka kemudian berdo’a-kepada Allah Azza Wa Jalla.*_

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَا سْتَجَا بَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَ لْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ

.

_*”(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”*_

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 9)

.

*Allah Azza Wa Jalla mengabulkan do’a mereka,menurunkan bala bantuan malaikat yang berperang-bersama‐sama mereka. Para malaikat memenggal kepala-orang‐orang kafir dan memancung ujung‐ujung jari mereka.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُ لْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَا ضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَ عْنَا قِ وَا ضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَا نٍ ۗ 

.

_*”(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.”*_

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 12)

.

*Akhirnya tercapailah kemenangan di tangan orang‐orang beriman yang mengesakan Allah Azza Wa Jalla*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْـتُمْ اَذِلَّةٌ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

.

_*”Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.”*_

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 123)

.

_*Dan di antara do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi WaSallam ketika perang Badar yaitu,”Ya Allah, seandainya Engkau hancurkan kelompok dari-orang-orang Islam ini, niscaya Engkau tidak disembah di-bumi”.* (HR Muslim)_

.

*Pada saat ini, di banyak negara, kita menyaksikan umat-Islam melakukan peperangan dengan musuh‐musuhnya.Tetapi mereka tidak mendapat kemenangan. Lalu apa-gerangan sebabnya? Apakah Allah Azza Wa Jalla-mengingkari janjiNya kepada orang‐orang beriman? Tidak,sama sekali tidak! Allah Azza Wa Jalla tidak mengingkari-janjiNya. Tetapi yang perlu kita tanyakan kemudian adalah,di manakah orang‐orang beriman sehingga datang kepada-mereka kemenangan sebagaimana yang dijanjikan oleh ayat-Allah Azza Wa Jalla di atas? Marilah kita bertanya kepada-para mujahidin:*

.

*1. Apakah mereka mempersiapkan diri dengan iman dan-tauhid yang dengan keduanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi-Wa Sallam memulai dakwahnya di Makkah sebelum beliau-melakukan peperangan?*

.

*2. Apakah mereka melakukan ikhtiar sebagaimana-diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam firmanNya,*

.

وَاَ عِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ

.

_*”Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki*_

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

.

*Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menafsirkanayat di atas dengan (persiapan) melempar.*

.

*3. Apakah mereka berdo’a kepada Allah Azza Wa Jalla danmengesakanNya dalam berdo’a, saat berkecamuk perang.*

.

_*Atau sebaliknya, mereka menyekutukanNya dengan yang-lain sehingga meminta pertolongan dari selainNya, yang-mereka percayai memiliki kekuasaan. Padahal mereka-adalah hamba Allah Azza Wa Jalla , yang tidak memilikimanfaat dan mudharat untuk dirinya sendiri.*_

.

*Lalu, mengapa mereka tidak meneladani Rasulullah-Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam berdo’a yang hanya-ditujukan kepada Allah Azza Wa Jalla semata? Bukankah-Allah Azza Wa Jalla telah berfirman,*

.

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِكَا فٍ عَبْدَهٗ ۗ 

.

_*”Bukankah Allah yang mencukupi untuk menolong hamba-Nya?*_

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 36)

.

*4. Apakah mereka bersatu, saling mengasihi dan-menyayangi satu sama lain, sehingga semboyan dan syi’ar-mereka adalah firman Allah Azza Wa Jalla,*

.

وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَا زَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُم

.

_*”Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang*_

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)

.

*5. Yang terakhir, ketika umat Islam meninggalkan aqidah-dan perintah‐perintah agama mereka, maka mereka-menjadi umat yang terbelakang. Sebaliknya jika mereka-kembali lagi kepada agama mereka, niscaya akan kembali-pula kemajuan dan kemuliaan mereka, sebab pada-hakekatnya Islam mewajibkan umat untuk maju di bidang-ilmu dan kebudayaan.*

.

_*Sungguh jika kalian merealisasikan iman sebagaimana-yang telah diperintahkan, niscaya akan datang pertolongan-yang dijanjikan kepa‐da kalian.*_

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَكَا نَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

.

_*Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.”*_

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 47)

.

Ketika Kita Kembali Kepada Aqidah Tauhid.*

.

_*saling berkasih sayang dalam ikatan persaudaraan-Islam, serta telah siap menghadapi musuh dengan berbagai-senjata yang dimiliki. Maka insya Allah Azza Wa Jalla akan-turunlah pertolongan buat kaum muslimin, sebagaimana-pertolongan itu telah diturunkan kepada Rasulullah-Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam , dan kepada para sahabat-sesudah beliau wafat*_

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ

.

_*”Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”*_

(QS. Muhammad 47: Ayat 7)

..

*Sikap & Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina(Mendoakan mereka dan memberikan bantuan sosial jika punya-kemampuan)*

.

*Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza – Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat.*

***********

*Kewajiban terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Jalur Ghaza Palestina baru-baru ini adalah sebagai berikut :*

.

Pertama :

.

*Merasakan besarnya nilai kehormatan darah (jiwa) seorang muslim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah (no. 3932) dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar berkata : Saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berthawaf di Ka’bah seraya beliau berkata (kepada Ka’bah) :*

.

مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ مَالِهِ وَدَمِهِ

.

*“Betapa bagusnya engkau (wahai Ka’bah), betapa wangi aromamu, betapa besar nilaimu dan besar kehormatanmu. Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau, baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.” [1])*

.

Dalam riwayat At-Tirmidzi (no. 2032)dengan lafazh :

.

*Dari shahabat ‘Abdullah bin ‘UmarRadhiyallah ‘anhuma, bahwa RasulullahShallahu ‘alaihi wa Sallam naik ke atas mimbar kemudian beliau berseru dengan suara yang sangat keras seraya berkata :*

.

« يَا مَعْشَرَ مَنْ قَدْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ! لاَ تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ! وَلاَ تُعَيِّرُوهُمْ! وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ! فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِى جَوْفِ رَحْلِهِ »

.

*“Wahai segenap orang-orang yang berislam dengan ucapan lisannya namun keimanannya tidak menyentuh qalbunya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian mencela mereka, dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya muslim, maka pasti Allah akan terus mengikuti aibnya. Barangsiapa yang diikuti oleh Allah segala aibnya, maka pasti Allah akan membongkarnya walaupun dia (bersembunyi) di tengah rumahnya.”*

.

*Maka suatu ketika Ibnu ‘Umar Radhiyallah ‘anhuma melihat kepada Ka’bah dengan mengatakan (kepada Ka’bah) : “Betapa besar kedudukanmu dan betapa besar kehormatanmu, namun seorang mukmin lebih besar kehormatannya di sisi Allah dibanding kamu.”*

.

*Al-Imam At-Tirmidzi berkata tentang kedudukan hadits tersebut : “Hadits yang hasan gharib.” Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi (no. 2032).*

.

*Seorang muslim apabila melihat darah kaum muslimin ditumpahkan, atau jiwa dibunuh, atau hati kaum muslimin diteror, maka tidak diragukan lagi pasti dia akan menjadikan ini sebagai perkara besar, karena terhormatnya darah kaum muslimin dan besarnya hak mereka.*

.

*Bagaimana menurutmu, kalau seandainya seorang muslim melihat ada orang yang hendak menghancurkan Ka’bah, ingin merobohkan dan mempermainkannya, maka betapa ia menjadikan hal ini sebagai perkara besar?!! Sementara Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menegaskan bahwa“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau (wahai Ka’bah), baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.”*

.

*Maka perkara pertama yang wajib atas kita adalah merasakan betapa besar nilai kehormatan darah kaum mukminin yang bersih, yang baik, dan sebagai pengikut sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, yang senantiasa berjalan di atas bimbingan Islam. Kita katakan, bahwa darah (kaum mukminin) tersebut memiliki kehormatan yang besar dalam hati kita.*

.

*Kita tidak ridha -demi Allah- dengan ditumpahkannya darah seorang mukmin pun (apalagi lebih), walaupun setetes darah saja, tanpa alasan yang haq (dibenarkan oleh syari’at). Maka bagaimana dengan kebengisan dan peristiwa yang dilakukan oleh para ekstrimis, orang-orang yang zhalim, para penjajah negeri yang suci, bumi yang suci dan sekitarnya??! Innalillah wa inna ilaihi raji’un!!*

.

*Maka tidak boleh bagi seorang pun untuk tidak peduli dengan darah (kaum mukminin) tersebut, terkait dengan hak dan kehormatan (darah mukminin), kehormatan negeri tersebut, dan kehormatan setiap muslim di seluruh dunia, dari kezhaliman tangan orang kafir yang penuh dosa, durhaka, dan penuh kezhaliman seperti peristiwa (yang terjadi sekarang di Palestina) walaupun kezhaliman yang lebih ringan dari itu.*

.

Kedua :

.

*Wajib atas kita membela saudara-saudara kita. Pembelaan kita tersebut harus dilakukan dengan cara yang syar’i. Cara yang syar’i itu tersimpulkan sebagai berikut :*

.

*– Kita membela mereka dengan cara do’a untuk mereka. Kita do’akan mereka pada waktu sepertiga malam terakhir, kita do’akan mereka dalam sujud-sujud (kita), bahkan kita do’akan dalam qunut (nazilah) yang dilakukan pada waktu shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr (pemerintah).*

.

*Jangan heran dengan pernyataanku “dalam qunut nazilah yang dilakukan dalam shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr.” Karena umat Islam telah melalui berbagai musibah yang dahsyat pada zaman shahabat Nabi, namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa para shahabat melakukan qunut nazilah selama mereka tidak diperintah oleh pimpinan (kaum muslimin).*

.

*Oleh karena itu aku katakan : Kita membantu saudara-saudara kita dengan do’a pada waktu-waktu sepertiga malam terakhir, kita bantu saudara-saudara kita dengan do’a dalam sujud, kita membantu saudara-saudara kita dengan do’a saat-saat kita berdzikir dan menghadap Allah agar Allah menolong kaum muslimin yang lemah.*

………….



*Semoga Allah membebaskan kaum muslimin dari cengkraman tangan-tangan zhalim, dan mengokohkan mereka (kaum muslimin) dengan ucapan (aqidah) yang haq, serta menolong mereka terhadap musuh kita, musuh mereka, musuh Allah, dan musuh kaum mukminin.*

.

*Ketiga dan Keempat, terkait dengan sikap kita terhadap peristiwa Ghaza :*

.

*Kita harus waspada terhadap orang-orang yang memancing di air keruh, menyeru dengan seruan-seruan yang penuh emosional atau seruan yang ditegakkan di atas perasaan (jauh dari bimbingan ilmu dan sikap ilmiah), yang justru membuat kita terjatuh pada masalah yang makin besar.*

.

*Kalian tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berada di Makkah, berada dalam periode Makkah, ketika itu beliau mengetahui bahwa orang-orang kafir terus menimpakan siksaan yang keras terhadap kaum muslimin. Sampai-sampai kaum muslimin ketika itu meminta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam agar menginzinkan mereka berperang. Ternyata Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa Sallamhanya mengizinkan sebagian mereka untuk berhijrah (meninggalkan tanah suci Makkah menuju ke negeri Habasyah), namun sebagian lainnya (tidak beliau izinkan) sehingga mereka terus minta izin dari Rasulullah untuk berperang dan berjihad.*

.

Dari shahabat Khabbab bin Al-AratRadhiyallahu ‘anhu :

.

شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ، قُلْنَا لَهُ : أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلا تَدْعُو اللهَ لَنَا؟ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللهَ أَوْ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ”

.

*Kami mengadu kepada RasulullahShallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau sedang berbantalkan burdahnya di bawah Ka’bah –di mana saat itu kami telah mendapatkan siksaan dari kaum musyrikin–. Kami berkata kepada beliau : “Wahai Rasulullah, mintakanlah pertolongan (dari Allah) untuk kami? berdo’alah (wahai Rasulullah) kepada Allah untuk kami?”*

.

*Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam[2]) : “Bahwa dulu seseorang dari kalangan umat sebelum kalian, ada yang digalikan lubang untuknya kemudian ia dimasukkan ke lubang tersebut. Ada juga yang didatangkan padanya gergaji, kemudian gergaji tersebut diletakkan di atas kepalanya lalu ia digergaji sehingga badannya terbelah jadi dua, akan tetapi perlakuan itu tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya. Ada juga yang disisir dengan sisir besi, sehingga berpisahlah tulang dan dagingnya, akan tetapi perlakuan itu pun tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya. Demi Allah, Allah akan menyempurnakan urusan ini (Islam), hingga (akan ada) seorang pengendara yang berjalan menempuh perjalanan dari Shan’a ke Hadramaut, dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah atau (dia hanya khawatir terhadap) srigala (yang akan menerkam) kambingnya. Akan tetapi kalian tergesa-gesa.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 3612, 3852, 6941).*

.

*Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallamterus berada dalam kondisi ini dalam periode Makkah selama 13 tahun. Ketika beliau berada di Madinah, setelah berjalan selama 2 tahun turunlah ayat :*

.

﴿أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ﴾ (الحج: 39 )

.

*“Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena mereka telah dizhalimi. Sesungguhnya Allah untuk menolong mereka adalah sangat mampu.” [Al-Haj : 39]*

.

*Maka ini merupakan izin bagi mereka untuk berperang.*

.

Kemudian setelah itu turun lagi ayat :

.

﴿وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ﴾ ( البقرة:190)

.

*“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Baqarah : 190]*

.

Kemudian setelah itu turun ayat :

.

﴿فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ﴾ (التوبة: من الآية12)

.

*“Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti”. [At-Taubah : 12]*

.

﴿قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ﴾ (التوبة: من الآية29)

.

*“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Akhir” [At-Taubah : 29]*

.

*Yakni bisa kita katakan, bahwa perintah langsung untuk berjihad turun setelah 16 atau 17 tahun berlalunya awal risalah. Jika masa dakwah Rasulullah adalah 23 tahun, berarti 17 tahun adalah perintah untuk bersabar. Maka kenapa kita sekarang terburu-buru??!*

.

*Kalau ada yang mengatakan : Ya Akhi, mereka (Yahudi) telah mengepung kita! Ya Akhi mereka (Yahudi) telah menzhalimi kita di Ghaza!*

.

*Maka jawabannya : Bersabarlah, janganlah kalian terburu-buru dan janganlah kalian malah memperumit masalah. Janganlah kalian mengalihkan permasalahan dari kewajiban bersabar dan menahan diri kepada sikap perlawanan ditumpahkan padanya darah (kaum muslimin).*

.

*Wahai saudara-saudaraku, hingga pada jam berangkatnya aku untuk mengajar jumlah korban terbunuh sudah mencapai 537 orang, dan korban luka 2.500 orang. Apa ini?!!*

.

*Bagaimana kalian menganggap enteng perkara ini? Mana kesabaran kalian? Mana sikap menahan diri kalian? Sebagaimana jihad itu ibadah, maka sabar pun juga merupakan ibadah. Bahkan tentang sabar ini Allah berfirman :*

.

﴿إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ﴾

.

*“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Az-Zumar : 10]*

.

*Jadi sabar merupakan ibadah. Kita beribadah kepada Allah dengan amalan kesabaran.*

.

*Kenapa kalian mengalihkan umat dari kondisi sabar menghadapi kepungan musuh kepada perlawanan dan penumpahan darah?*

.

*Kenapa kalian menjadikan warga yang aman, yang tidak memiliki keahlian berperang, baik terkait dengan urusan-urusan maupun prinsip-prinsip perang, kalian menjadikan mereka sasaran penyerbuan tersebut, sasaran serangan tersebut, dan sasaran pukulan tersebut, sementara kalian sendiri malah keluar menuju Beirut dan Libanon??! Kalian telah menimpakan bencana terhadap umat sementara kalian sendiri malah keluar (dari Palestina)??!*

.

*Oleh karena itu saya katakan : Janganlah seorang pun menggiring kita dengan perasaan atau emosi kepada membalik realita.*

.

*Kami mengatakan : bahwa wajib atas kita untuk bersabar dan menahan diri serta tidak tidak terburu-buru. Sabar adalah ibadah. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabar dengan kesabaran yang panjang atas kezhaliman Quraisy dan atas kezhaliman orang-orang kafir. Kaum muslimin yang bersama beliau juga bersabar. Apabila dakwah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam selama 23 tahun, sementara 17 tahun di antaranya Rasulullah bersabar (terhadap kekejaman/kebengisan kaum musyrikin) maka kenapa kita melupakan sisi kesabaran?? Dua atau tiga tahu mereka dikepung/diboikot! Kita bersabar dan jangan menimpakan kepada umat musibah, pembunuhan, kesusahan, dan kesulitan tersebut. Janganlah kita terburu beralih kepada aksi militer!!*

.

*Wahai saudaraku, takutlah kepada Allah! Apabila Rasulullah merasa iba kepada umatnya dalam masalah shalat, padahal itu merupakan rukun Islam yang kedua, beliau mengatakan (kepada Mu’adz) : “Apakah engkau hendak menjadi tukang fitnah wahai Mu’adz?!!” karena Mu’adz telah membaca surat terlalu panjang dalam shalat. Maka bagaimana menurutmu terhadap orang-orang yang hanya karena perasaan dan emosinya yang meluap menyeret umat kepada penumpahan darah dan aksi perlawanan yang mereka tidak memiliki kemampuan, bahkan walaupun sepersepuluh saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan. Bukankah tepat kalau kita katakan (pada mereka) : Apakah kalian hendak menimpakan musibah kepada umat dengan aksi perlawanan ini yang sebenarnya mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan tersebut!*

.

*Tidak ingatkah kita ketika kaum kuffar dari kalangan Quraisy dan Yahudi berupaya mencabik-cabik Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dalam perang Ahzab, setelah adanya pengepungan (terhadap RasulullahShallahu ‘alaihi wa Sallam dan para shahabatnya) yang berlangsung selama satu bulan, lalu sikap apa yang Rasulullah lakukan? Yaitu beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam mengutus kepada qabilah Ghathafan seraya berkata kepada mereka : “Saya akan memberikan kepada kalian separoh dari hasil perkebunan kurma di Madinah agar mereka (qabilah Ghathafan) tidak membantu orang-orang kafir dalam memerangi kami.”*

.

*Kemudian beliau mengutus kepada para pimpinan Anshar, maka mereka pun datang (kepada beliau). Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam menyampaikan kepada mereka bahwa beliau telah mengambil kebijakan begini dan begini, kemudian beliau berkata : “Kalian telah melihat apa yang telah menimpa umat berupa kegentingan dan kesulitan?”*

.

*Perhatikan, bukanlah keletihan dan kesulitan yang menimpa umat sebagai perkara yang enteng bagi beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallamtidak rela memimpin mereka untuk melakukan perlawanan militer dalam keadaan mereka tidak memiliki daya dan kemampuan, sehingga dengan itu beliauShallahu ‘alaihi wa Sallam menerima dari shahabat Salman Al-Farisi ide untuk membuat parit (dalam rangka menghalangi kekuatan/serangan musuh).*

.

*Demikianlah (cara perjuangan Rasulullah), padahal beliau adalah seorang RasulShallahu ‘alaihi wa Sallam dan bersama beliau para shahabatnya. Apakah kita lebih kuat imannya dibanding Rasulullah?! Apakah kita lebih kuat agamanya dibanding Rasulullah??! Apakah kita lebih besar kecintaannya terhadap Allah dan agama-Nya dibanding Rasulullah dan para shahabatnya??!*

.

Tentu tidak wahai saudaraku.

.

*Sekali lagi Rasulullah tidak memaksakan (kepada para shahabatnya) untuk melakukan perlawanan (terhadap orang kafir). Bukan perkara yang ringan bagi beliau ketika kesulitan yang menimpa umat sudah sedemikian parah. Sehingga terpaksa beliau mengutus kepada qabilah Ghathafan untuk memberikan kepada mereka separo dari hasil perkebunan kurma Madinah (agar mereka tidak membantu kaum kafir menyerang Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan para shahabatnya). Namun Allah kuatkan hati dua pimpinan Anshar, keduanya berkata : ‘Wahai Rasulullah, mereka tidak memakan kurma tersebut dari kami pada masa Jahiliyyah, maka apakah mereka akan memakannya dari kami pada masa Islam? Tidak wahai Rasulullah. Kami akan tetap bersabar.’*

.

*Mereka (Anshar) tidak mengatakan : Kami akan tetap berperang. Namun mereka berkata : Kami akan bersabar. Maka tatkala mereka benar-benar bersabar, setia mengikuti Rasulullah, dan ridha, datanglah kepada mereka pertolongan dari arah yang tidak mereka sangka. Datanglah pertolongan dari sisi Allah, datanglah hujan dan angin, dan seterusnya. Bacalah peristiwa ini dalam kitab-kitab sirah, pada (pembahasan) tentang peristiwa perang Ahzab.*

.

*Maka, permasalahan yang aku ingatkan adalah : Janganlah ada seorangpun yang menyeret kalian hanya dengan perasaan dan emosinya, maka dia akan membalik realita yang sebenarnya kepada kalian.*

.

*Aku mendengar sebagai orang mengatakan, bahwa “Penyelesaian permasalahan yang terjadi adalah dengan jihad, dan seruan untuk berjihad!”*

.

*Tentu saya tidak mengingkari jihad, namun apabila yang dimaksud adalah jihad yang syar’i*

.

*Sementara jihad yang syar’i memilliki syarat-syarat, dan syarat-syarat tersebut belum terpenuhi pada kita sekarang ini. Kita belum memenuhi syarat-syarat terlaksananya jihad syar’i pada hari ini. Sekarang kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan. Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya.*

.

*Apabila Sayyiduna ‘Isa ‘Alaihissalam pada akhir zaman nanti akan berhukum dengan syari’at Muhammad Shallahu ‘alaihi wa Sallam, ‘Isa adalah seorang nabi dan bersamanya kaum mukminin, namun Allah mewahyukan kepadanya : ‘Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak mampu melawannya.’Siapakah kaum tersebut? Mereka adalah Ya`juj dan Ma`juj.*

.

*Perampasan yang dilakukan oleh Ya’juj dan Ma’juj -mereka termasuk keturunan Adam (yakni manusia)- terhadap kawasan Syam dan sekitarnya seperti perampasan yang dilakukan oleh orang-orang kafir dan ahlul batil terhadap salah satu kawasan dari kawasan-kawasan (negeri-negeri) Islam. Maka jihad melawan mereka adalah termasuk jihad difa’ (defensif : membela diri). Meskipun demikian ternyata AllahSubhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada ‘Isa ‘alaihissalam – beliau ketika itu berhukum dengan syari’at Nabi MuhammadShallahu ‘alaihi wa Sallam – : “Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur. Karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak akan mampu melawannya.’*

.

*Allah tidak mengatakan kepada mereka : “Berangkatlah melakukan perlawanan terhadap mereka.” Allah tidak mengatakan kepada : “Bagaimana kalian membiarkan mereka mengusai negeri dan umat?” Tidak. Tapi Allah mengatakan : “Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur. Karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak akan mampu melawannya.” Inilah hukum Allah.*

.

*Jadi, meskipun jihad difa’ tetap kita harus melihat pada kemampuan. Kalau seandainya masalahnya adalah harus melawan dalam situasi dan kondisi apapun, maka apa gunanya Islam mensyari’atkan bolehnya perdamaian dan gencatan senjata antara kita dengan orang-orang kafir? Padahal AllahSubhanahu wa Ta’ala telah berfirman*

.

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا [الأنفال/61]

.

*“Jika mereka (orang-orang kafir) condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya (terimalah ajakan perdamaian tersebut).” [Al-Anfal : 61]*

.

Apa makna itu semua?

.

*Oleh karena itu Samahatusy Syaikh Bin BazRahimahullah menfatwakan bolehnya berdamai dengan Yahudi, meskipun mereka telah merampas sebagian tanah Palestina, dalam rangka menjaga darah kaum muslimin, menjaga jiwa mereka, dengan tetap diiringi mempersiapkan diri sebagai kewajiban menyiapkan kekuatan untuk berjihad. Persiapan kekuatan untuk berjihad dimulai pertama kali dengan persiapan maknawi imani (yakni mempersiapkan kekuatan iman), baru kemudian persiapan materi.*

.

Maka kami tegaskan bahwa :

.

*Kewajiban kita terhadap tragedi besar yang menimpa kaum muslimin (di Palestina) dan negeri-negeri lainnya :*

*– Bahwa kita membantu mereka dengan do’a untuk mereka, dengan cara yang telah aku jelaskan di atas.*

*– Kita menjadikan masalah darah kaum muslimin sebagai perkara besar, kita tidak boleh mengentengkan perkara ini. Kita menyadari bahwa ini merupakan perkara besar yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya serta kaum muslimin.*

*– Kita waspada agar jangan sampai ada seorangpun yang menyeret kita hanya dengan perasaan dan emosi kepada perkara-perkara yang bertentangan dengan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala.*

*– Kita mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah dengan cara mengingatkan diri kita dan saudara-saudara kita tentang masalah sabar. Allah telah berfirman :“Bersabarlah sebagaimana kesabaran para ulul ‘azmi dari kalangan para rasul.” [Al-Ahqaf : 35] Karena sesungguhnya sikap sabar merupakan sebuah siasat yang bijaksana dan terpuji dalam situasi dan kondisi seperti sekarang. Sabar merupakan obat. Dengan kesabaran dan ketenangan serta tidak terburu-buru insya Allah problem akan terselesaikan. Kita memohon kepada Allah pertolongan dan taufiq. Adapun mengajak umat pada perkara-perkara yang berbahaya maka ini bertentangan dengan syari’at Allah dan bertentangan dengan agama Allah.*

.

Kelima :

.

*Memberikan bantuan materi yang disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi, yaitu melalui jalur pemerintah. Selama pemerintah membuka pintu (penyaluran) bantuan materi dan sumbangan maka pemerintah lebih berhak didengar dan ditaati. Setiap orang yang mampu untuk menyumbang maka hendaknya dia menyumbang. Barangsiapa yang lapang jiwanya untuk membantu maka hendaknya dia membantu. Namun janganlah menyalurkan harta dan bantuan tersebut kecuali melalui jalur resmi sehingga lebih terjamin insya Allah akan sampai ke sasarannya. Jangan tertipu dengan nama besar apapun, jika itu bukan jalur yang resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Janganlah memberikan bantuan dan sumbanganmu kecuali pada jalur resmi.*

.

*Inilah secara ringkas kewajiban kita terhadap tragedi yang menimpa saudara-saudara di Ghaza. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menolong dan mengokohkan mereka serta memenangkan mereka atas musuh-musuh kita dan musuh-musuh mereka (saudara-saudara kita yang di Palestina), serta menghilangkan dari mereka (malapetaka tersebut). Kita memohon agar Dia menunjukkan keajaiban-keajaiban Qudrah-Nya atas para penjajah, para penindas, dan para perampas yang zhalim dan penganiaya tersebut.*

.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

.

(Dikutip dari tulisan asli berjudul “SIKAP DAN KEWAJIBAN UMAT ISLAM TERHADAP TRAGEDI PALESTINA”, diterjemahkan dari nasihat Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah.

.

Footnote :

*[1] Semula Asy-Syaikh Al-Albani mendha’ifkan hadits ini, sehingga beliau pun meletakkannya dalam Dha’if Sunan Ibni Majah dan Dha’if Al-Jami’. Namun kemudian beliau rujuk dari pendapat tersebut. Beliau menshahihkan hadits tersebut dan memasukkannya dalam Ash-Shahihah no. 3420. beliau rahimahullah mengatakan :*

.

هذا؛ وقد كنت ضعفت حديث ابن ماجه هذا في بعض تخريجاتي وتعليقاتي قبل أن يطبع (( شعب الإيمان ))، فلما وقفت على إسناده فيه، وتبينت حسنه، بادرت إلى تخريجه هنا تبرئة للذمة، ونصحا للأمة داعيا ( ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا )، وبناء عليه؛ ينقل الحديث من ( ضعيف الجامع الصغير ) و ( ضعيف سنن ابن ماجه ) إلى ( صحيحيهما ).

.

*[2] Dalam riwayat Al-Bukhari lainnya dengan lafazh disebutkan bahwa : Maka beliau langsung duduk dengan wajah memerah seraya bersabda : …*

.

**Ketahuilah wahai sudaraku Muslim, sungguh banyak dari-kalangan kaum Muslimin hari ini yang menyimpang dari kebenaran dalam masalah ini. Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa daulah Islam tidak akan tegak kecuali setelah keluarnya al-Mahdi. Ini adalah penyimpangan dan kesesatan yang-dilemparkan oleh setan ke banyak hati orang awam, khususnya-orang-orang sufi/tasawuf/tarekat-di antara mereka, padahal tidak ada satu pun-hadits-hadits tentang al-Mahdi yang menunjukkan hal itu.Malah hadits-hadits itu tidak keluar dari berita gembira dari-Nabiﷺuntuk kaum Muslimin dengan laki-laki dari ahlu baitnya,-dan beliau telah-menggambarkannya dengan ciri-ciri yang menonjol, di antaranya yang terpenting bahwa dia berhukum dengan Islam dan menyebar keadilan di tengah-tengah manusia.Maka pada hakikatnya dia merupakan satu dari para mujaddid (pembaharu) Islam yang Allah utus pada ujung setiap-seratus tahun, sebagaimana telah shahih dari Rasulullah Sebagaimana yang demikian itu tidak berkonsekuensi meninggalkan-usaha menuntut ilmu dan mengamalkannya demi pembaruan agama, begitu juga bakal munculnya al-Mahdi tidak boleh-menjadikan kita berserah diri padanya dan meninggalkan persiapan dan usalia menegakkan hukum Allah di muka bumi, justru-harus sebaliknya dan itulah yang benar. Sungguh al-Mahdi tidak-akan berandil lebih besar dari Nabi kita Muhammadﷺyang-telah bekerja keras selama dua puluh tiga tahun membangun-pilar-pilar Islam dan menegakkan daulah Islam. Apa yang diharapkan bisa diperbuat oleh al-Mahdi seandainya dia keluar-hari ini, lalu mendapatkan kaum Muslimin terpetak-petak ke-dalam berbagai golongan dan partai. pasti dia tidak akan mampu menegakkan daulah Islam kecuali setelah menyatukan kata-mereka dan mengumpulkan mereka dalam satu barisan di bawah satu bendera. Tidak diragukan lagi, ini butuh masa panjang yang hanya Allah-lah yang mengetahui. Syariat dan logika-sekalian mengharuskan orang-orang yang ikhlas dari kaum-Muslimin untuk menunaikan kewajiban ini, sehingga apabila-al-Mahdi telah keluar dia tinggal menuntun mereka meraih-kemenangan. Pun jika ia tidak keluar, maka mereka telah menunaikan apa yang telah Allah wajibkan atas mereka denganFirmanNya,*

.

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَا لْمُؤْمِنُوْنَ ۗ 

.

*”Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin…”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 105)

.