.

alhamdulillah

.

*TAHLILAN DAN HAUL RITUAL ISLAM?! BUKAN ITU RITUAL BID’AH DAN AJARAN AGAMA HINDU BAG.2*

.

*Sejarah Tahlilan Di Tanah Jawa*

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2020/06/20/sejarah-tahlilan-di-tanah-jawa/

Hoax Salafi Anti Tahlilan

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2020/03/02/hoax-salafi-anti-tahlilan-melarang-dan-membidahkannya/

Mengurai Benang Kusut Tahlilan

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2020/02/16/mengurai-benang-kusut-seputar-tahlilan/

Selamatan Kematian Dalam Pandangan Islam

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2019/05/19/selamatan-kematian-tahlilan-dalam-pandangan-islam/

.

Tahlilan Bid’ah-Ust.FIRANDA Andirja

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Abdil%20Muhsin%20Firanda%20Andirja/Ajaran%20Imam%20Syafii/Tahlilan%20Bid’ah%3F.mp3

Kupas Tuntas Tahlilan-Ust.Zainal Abidin Syamsudin

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Zainal%20Abidin%20Syamsudin/Kupas%20Tuntas%20Maulid%20Nabi%20%2526%20Tahlilan/Kupas%20Tuntas%20Maulid%20Nabi%20%2526%20Tahlilan.mp3

*Tahlilan Menjerumuskan Masuk Neraka-Ust.Khalid Basalamah*

https://archive.org/download/MP3CeramahUstadzKhalidBasalamah/Tahlilan%20Menjerumuskan%20Masuk%20Nerak.mp3

*Bid’ahnya Tahlilan-Ust.Firanda Andirja*

https://archive.org/download/RadioRodja.comUstadzAbuAbdilMuhsinFirandaAndirja20140522AjaranMadzhabImamSyafiiY/RadioRodja.com%20-%20Ustadz%20Abu%20Abdil%20Muhsin%20Firanda%20Andirja%20-%2020140522%20-%20Ajaran%20Madzhab%20Imam%20Syafii%20yang%20di%20Tinggalkan-%20Larangan%20Pengagungan%20Kuburan-%20Bidahnya%20Tahlilan-%20dan%20Seterusnya.mp3

*Apakah Tahlilan Bid’ah_ – Ustadz Zainal Abidin Syamsyudin 3Mb*

https://app.box.com/s/mtoqzp15mj9f95152l6gmf5zyzlv732x

*Hukum Menghadiri Selamatan Kematian-Ust.Mizan Qudsiah, Lc 2Mb*

https://app.box.com/s/srgdz7u2qljlmvraulgl4xeu1zmrzudi

*Hukum Tahlilan – Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat 7Mb 4Mnit*

https://app.box.com/s/zp5j6s29yrfn3zarnm69iernjyi4j5xk

*Bid’ah Bid’ah Pada Penyelenggaraan Jenazah – Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb 40Mnit*

https://app.box.com/s/5a7n3n29va6ux9lqaqgiqwtvexj46f2u

=…

*Ebook*

Buku Tata Cara Pengurusan Jenazah Sesuai-Sunnah

https://pustakahudaya.files.wordpress.com/2015/03/tata-cara-mengurus-jenazah-sesuai-sunnah-nabi-ed-1-0.pdf

*Al Imam Asy Syafi’i Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan 35Hlm*

https://archive.org/download/BacaanAnda/imam_syafie_mengharamkan_kenduri_arwah_tahlilan_yasinan.pdf

*Selamatan Kematian Menurut Al Imam Asy Syafi’i*

https://archive.org/download/KumpulanARTIKEL-BULETINVol2/kenduri_arwah___pdf__.pdf

*Tahlilan Ajaran Agama Hindu Bukan Sunnah Nabi*

https://archive.org/download/ADABETIKAMUSLIM/Tahlilan%20Berasal%20Dari%20Hindu.pdf

*Meninjau Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan Dalam Islam*

https://archive.org/download/ADABETIKAMUSLIM/TAHLILAN%2C%20YASINAN%20DAN%20KENDURI%20ARWAH%20SATU%20TINJAUAN%20SEMULA.pdf

*Tahlilan Dalam Timbangan Islam*

https://archive.org/download/ADABETIKAMUSLIM/Tahlilan.pdf

*Tahlilan Dalam Kaca Mata Islam*

https://archive.org/download/ADABETIKAMUSLIM/tahlilan%20dalam%20timbangan%20islam.pdf

*Tahlilan (Kenduri Arwah-Selamatan Kematian) Menurut Madzhab Imam Asy Syafi’i)57Hlm*

https://archive.org/download/ADABETIKAMUSLIM/tahlilan%20madzhab%20syafii.pdf

Tahlilan dan Haul Ritual Islam?-Ust.Abu Ubaidah As Sidawy (93hlm)

https://drive.google.com/file/d/1YTelir2-yt_5reH39ztntORdd_eUOGpB/view

“Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal

dalam Tubuh NU” karya H. Muh. Najih Maimoen

https://archive.org/download/membuka-kedok-tokoh-tokoh-liberal-dalam-tubuh-nu-informasi-penyimpangan-dan/membuka-kedok-tokoh-tokoh-liberal-dalam-tubuh-nu-informasi-penyimpangan-dan.pdf

Ajaran Ajaran Madzhab Syafii yang Ditinggalkan Sebagian Pengikutnya USTADZ DR. FIRANDA ANDIRJA, LC. MA (140Hlm)

https://app.box.com/s/5ptlw4a83ztii0lqiflxe40wg31ur39b

Fikih Bencana-Ust.Abu Ubaidah As Sidawy (62hlm)

https://drive.google.com/file/d/1lPceDUNFDmZ9PXSNYeuyi3f0y526IwoH/view?usp=sharing

Fiikih Praktis Ibadah Kurban-Ust.Syahrul Fatwa (103hlm)

https://drive.google.com/file/d/1V9V15mVSWhdcdIBB9VeBHzYQcYYRbYcq/view?usp=sharing

Sunnah-Sunnah Yang Ditinggalkan-Ustadz Syahrul Fatwa(50hlm)

https://drive.google.com/file/d/1JN4I0KDlv3xQErZAMTr03vKb8MUNlrLa/view?usp=sharing

Kitab Pertama Silsilah al-Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab(394hlm)

https://drive.google.com/file/d/1ONEbdhfCPICrjCYl_Osnyl9nhy-h0xoc/view

*7 CARA IDENTIFIKASI RIBA-Ustadz Ahmad Suryana, D.B.A.*

https://drive.google.com/file/d/191JlFX647L1rOMQ2o9sJM93wGrbOFIay/view?usp=drivesdk



Al-Fawa’id Al-Muntakhobah(Kumpulan Faedah-faedah dari Kitab-kitab Ulama-Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah Jilid Satu (300hlm)

https://drive.google.com/file/d/1AJjMfSbvRTmWudYLpDt5CdsdW4a3SN6y/view?usp=sharing

Keluarga Bahagia-Ust Abu Ghozie(50hlm)

https://drive.google.com/file/d/1llzJFBEppumvBjce3AqYJWdL_1s6VffP/view

Makalah Islam Jilid 1-Abu Asma Andre

https://archive.org/download/tautan-makalah/Tautan%20Makalah.pdf

Jangan Tertipu-Ari Wahyudi

https://archive.org/download/jangantertipu/Jangan%20Tertipu.pdf

Catatan Ilmu di Bulan Ramadhan-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(111hlm)

https://drive.google.com/file/d/1dkyCGo_2AZfNWvGGYE5hbbX-Lxy9isjC/view?usp=sharing

Melihat Allah di Akhirat Anugerah Teristimewa-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(56hlm)

https://drive.google.com/file/d/1auBgk5gtyZuERKlasqoxmKtvM23KfT_E/view?usp=sharing

Keajaiban Peristiwa Isra’ Mi’raj-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(59hlm)

https://drive.google.com/file/d/1shCQsWftXBy05-rRmXd0Df64RVRe9umk/view

Cambuk Hati Sahabat Nabi-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(79hlm)

https://drive.google.com/file/d/1_SjI_IrKCGu3sQL0FHmc8zbxyRCu8wSo/view

Kesempurnaan Agama Islam-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(71hlm)

https://drive.google.com/file/d/12sKGFvsKQ7t4bUSr9-gLW_XT9LgsLzPX/view

Masjid al-Aqsa yang Terzalimi-Ust Syahrul Fatwa(20hlm)

https://drive.google.com/file/d/1MNq5bX1Wzjy7pLoEUu_VncVpModD4_BJ/view?usp=drivesdk

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 1(Bab1-26)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(383Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GF4-Ejg-yyIKHbykxQQ81oyjckfQDX5e/view?usp=drivesdk

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 2(Bab27-46)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(332Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GFAnS9G2kocL65XZO07B9rM2n4fBoSHg/view?usp=drivesdk

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 3(Bab47-66)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(250Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GI77MngSwB4-7Uys0Dqry3shYwp8Oljg/view?usp=drivesdk

Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah dan Al Qawa’id al-Arba’-Ust.Firanda Andirja(142hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GEqgCagAzA8oaoU3VrdD5hhMc4f1ynsi/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 1-Ust.DR.Firanda Andirja(415hlm)

https://drive.google.com/file/d/1G_tSzxNZexJoxmeiMXt76w5qEaGbAER5/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 2-Ust.DR.Firanda Andirja(431hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GeBGtRauuPyf1T_YlrsHje0dtGlwW03D/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 3-Ust.DR.Firanda Andirja(215hlm)

https://drive.google.com/file/d/1Gf-ej2oBWYoLUxvrMOLGzmoaDGqz2Ild/view?usp=drivesdk

.

______

*TAHLILAN DAN HAUL RITUAL ISLAM?!*

.

*Syubhat dan Jawabannya*



*Pembahasan tentang upacara kematian inisebenarnya cukup luas dan syubhat-syubhat tentangnya juga cukup banyak. Namun, di sini sayaakan mencantumkan satu syubhat secara khusus-tentang acara peringatan haul yang dijadikan-dalil oleh sebagian orang yang merayakannya.*

Berikut kutipan ucapan mereka:

.

*“Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu-berziarah ke makam para syuhada di Bukit-Uhud pada setiap tahun. Demikian juga para-sahabat:*

.

*Al-Baihaqi meriwayatkan dari al-Wakidi mengenai kematian, bahwa Nabi SAW senantiasa berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhudsetiap tahun. Dan sesampainya di sana beliau-mngucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, “Salamun alaikum bima shabartum-fani’ma uqbad daar” — OS Ar-Ra’d: 24 — Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka-alangkah baiknya tempat kesudahan itu.*

.

*Inilah yang menjadi sandaran hukum Islam-bagi pelaksanaan peringatan haul atau acara-tahunan untuk mendoakan dan mengenang-para ulama, sesepuh dan orang tua kita.*

.

*Lanjutan riwayat:*

.

*Abu Bakar juga melakukan hal itu setiap tahun,kemudian Umar, lalu Utsman. Fatimah juga pernah berziarah ke bukit Uhud dan berdoa. Saad-bin Abi Waqqash mengucapkan salam kepada-para syuhada tersebut kemudian ia menghadap-kepada para sahabatnya lalu berkata, “Mengapa-kalian tidak mengucapkan salam kepada orang-orang yang akan menjawab salam kalian?”*

.

*Demikian dalam kitab Syarah Al-Ihya juz 10 pada-fasal tentang ziarah kubur. Lalu dalam kitab-Najhul Balaghah dan Kitab Manaqib As-Sayyidis-Syuhada Hamzah RA oleh Sayyid Ja’far Al-Barzanji dijelaskan bahwa hadits itu menjadi sandaran-hukum bagi orang-orang Madinah untuk yang-melakukan Ziarah Rajabiyah (ziarah tahunan-setiap bulan Rajab) ke maka Sayidina Hamzah-yang ditradisikan oleh keluarga Syeikh Junaid-al-Masra’i karena ini pernah bermimpi dengan-Hamzah yang menyuruhnya melakukan ziarah-tersebut.”*

http//www.nu.or.id

.

Jawaban:

.

*Sebetulnya syubhat seperti ini sangat nyata-sekali kelemahannya bagi seorang yang dikaruniai oleh Allah ilmu agama. Namun karena khawatir adanya saudara kami yang kurang berilmu-tertipu dengan syubhat ini maka izinkanlah kami-memberikan komentar terhadap syubhat ini:*

.

*Pertama, Kami telah mengecek kitab Syu’abul-Iman karya al-Imam al-Baihagi, bahkan kami juga-melacaknya melalui program “Maktabah Syamilah”, namun sayangnya hadits dengan redaksi di-atas tidak kami temukan. Oleh karena itu, tanpa-mengurangi rasa hormat kami berharap kepada-saudara kami yang membawakan hadits di atas-untuk mencantumkan sumbernya secara jelas-juz dan halamannya, agar kita lihat sanad hadits-ini, sebab bila tanpa sanad, maka semua orang-bisa berbicara, sebagaimana kata al-Imam Ibnul-Mubarok*

.

*Kedua: Kalau kita cermati nukilan di atas,kita akan merasakan kejanggalan, bagaimana al-Waqidi langsung meriwayatkan dari Rasulullah-padahal beliau (al-Waqidi) wafat tahun 207 H.Berarti ada mata rantai sanad yang terputus. Apalagi, al-Waqidi telah dilemahkan haditsnya oleh-mayoritas ulama ahli hadits seperti al-Bukhari,an-Nasa’i, ad-Daroguthni, dan lain-lain, sehingga-al-Hafizh Ibnu Hajar berkata menyimpulkan-statusnya, “Matruk (ditinggalkan haditsnya) sekalipun dia luas ilmunya.”*

*(Tahdzib Tahdzib: 9/364-365. Lihat pula as-Siroh an-Nabawiyyah-Fi Dhou’i al-Mashodir Ashliyyah: 1/32-33 oleh Dr. Mahdi Rizqullah.)*

.

*Ketiga, Anggaplah hadits ini shahih, tetap bisa-dijadikan dalil tentang perayaan haul. Coba anda-bayangkan, dari arah mana segi perdalilan hadits ini? Bukankah yang terdapat dalam hadits ini-hanya berbicara tentang ziarah kubur saja, lantas bagaimana bisa disamakan dengan perayaan-haul yang lazim diamalkan manusia zaman sekarang dengan aneka variasi acaranya Yang khas?Pernahkah model perayaan seperti ini diamalkan oleh Nabi dan para sahabatnya?! Sungguh,ini adalah penyesatan yang sangat nyata dalamberdalil.*

.

*Keempat, Kami tambahkan di sini bahwa-mimpi Syaikh Junaid al-Masro’i di atas adalah bukanlah hujjah sama sekali, karena mimpi bukanlah landasan dalam agama Islam?*

*(Lihat masalah ini secara bagus dalam al-Muqoddimat al-Mumahhidat as-Salafiyyat Fi Tafsir Ru’a wal Manamat hlm. 247-276-oleh Masyhur Hasan Salman dan Umar Abu Tholhah, dankitab Ushulun Bila Ushulin hlm. 63-76 oleh Dr. Muhammad bin-Isma’il al-Mugoddam)*

*itu hanyalah-bualan kaum sufi(tasawuf) belaka yang beribadah dengan-impian dan hawa nafsu. Demikian juga ritual-rojabiyyah itu tidak ada dasarnya dalam agama,-bahkan termasuk bid’ah dalam agama.”(Lihat Bidaun wa Akhtho’ 3 hlm. 18 oleh Ahmad-as-Sulami)*

.

*Demikianlah penjelasan singkat tentang perayaan haul. Semoga tulisan ini dapat menjadi sinar-kebenaran bagi para pencari kebenaran. Carilah-kebenaran itu dan peganglah erat-erat. Tinggalkan segala belenggu fanatik dan taklid yang acapkali-mmbutakan pandangan orang dan yakinlahbahwa timbangan kebenaran itu bukanlah pada-mayoritas atau minoritas, melainkan pada dalil-yang dibangun di atas al-Qur’an, hadits shahih-sesuai dengan pemahaman salaf shalih. Semoga-Allah menjadikan kita termasuk para pencari kebenaran dan penegak kebenaran. Amin.*

.

*PEMBAHASAN KEDUA*

.

*TAHLILAN DALAM-PANDANGAN ULAMA-MADZHAB*

.

*Istilah “Tahlilan” sudah sangat populer di telinga kita semua, lantaran sudah menjadi adat istiadat klasik dan tradisi mayoritas kaum muslimin di seantero dunia masa kini, tak ketinggalan-negeri Indonesia raya ini, baik pedesaan maupun-perkotaannya. Ritual yang satu ini seakan sudah-mengurat daging dan menjadi prevalensi (kelaziman) yang mengikat masyarakat tatkala tertimpa-musibah kematian sehingga sangat jarang sekali-keluarga yang tidak menyelenggarakan ritual ini-karena takut diasingkan masyarakatnya. Ironisnya, mereka menganggap ritual ini merupakan-salah satu bentuk ibadah dan mereka juga mencuatkan opini publik bahwa ritual ini adalah ciri-khas penganut madzhab Syaffi.*

.

*Sudah banyak ustadz dan peneliti yang menulis buku tentanghal ini, seperti Ustadzuna Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam Hukum Tahlilan-Menurut Empat Madzhab, Ustadz Abu Ihsan al-Medani dalam Bincang-Bincang Seputar Tahlilan-Yasinan dan Maulidan, ustadzuna Abu Ibrohim-dalam Penjelasan Gamblang Tentang Yasinan Tahlilan dan Selametan, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz-dalam Tarekat Tasawwuf Tahlilan danMaulidan,Shalih So’an dalam Tahlilan Penelusuran Historis-Atas Makna Tahlilan di Indonesia, Ustadz Abdul-Aziz dalam Muallaf Menggugat Tahlilan, dan yang-paling unik menurut saya adalah buku yang di-tulis oleh saudara Harry Yuniardi dengan judul”Santri NU Menggugat Tahlilan” Terbitan Mujahid-Press. Dimana penulisnya justru santri NU yang-seharusnya-mendukung ritual ini. Namun dengan-perenuangan yang dalam akhirnya penulis tersebut merasa perlu meluruskan pemutarbalikan informasi dan penyesatan opini selama ini.*

.

*Sebagaimana kami juga mendapati beberapa-buku yang ditulis oleh para pendukung ritual ini-seperti buku Status Tahlil dalam Al-gur’an dan Hadits oleh Kyai Thohir Abdullah Al-Kaff, buku Tahlil-Dalam Persepektif Al-Quran dan As-Sunnah (Kajian Kitab Kuning) oleh KH. Muhyiddin Abdushshomad, dan buku Benarkah Tahlilan dan Kenduri-Haram? Oleh Muhammad Idrus Ramli dan lain-sebagainya.*

.

*Defenisi Tahlilan dan Gambaran Acaranya*



*Tahlil berasal dari kata(al-hailalatu)yang berarti mengucapkan(laa ilaha illalllah) seperti basmalah berarti-membaca Bismillah, hamdalah mengucapkan Al-Hamdulillah dan seterusnya.*

.

*Adapun bentuk fiil-nya ialah(Hullala Yuhallalu) yang berarti membaca atau mengucapkan “Laa Ilaaha IIlallah”. Bentuk masdar-nya ialah(Tahlilan) yang berarti-pembacaan ucapan “Laa Ilaaha Illallah”(Status Tahlil dalam Al-O6uran dan Hadits hal. vii-vili oleh Thohir-Abdullah Al-Kaff.)*

.

*Adapun yang dimaksud Tahlilan adalah sebuah-acara yang diselenggarakan ketika salah seorang-dari anggota keluarga meninggal dunia. Secara-bersama-sama, setelah proses penguburan selesai,seluruh keluarga, handai taulan, serta masyarakat-sekitar berkumpul di rumah keluarga mayit hendak menyelenggarakan acara pembacaan beberapa ayat al-Qur’an, dzikir, berikut doa-doa yang-ditujukan untuk mayit di alam sana. Karena dari-sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil-yg-diulang-ulang (ratusan kali), maka acara-tersebut biasa dikenal dengan istilah “Tahlilan”.Biasanya, acara ni berlangsung setiap hari hingga-hari ketujuh dari saat kematian kemudian keempat puluhnya, seratus harinya, setahunnya dan-seterusnya. Pada acara tersebut, keluarga mayit-manyajikan hidangan makanan/minuman yang-selalu variatif kepada orang-orang yang sedang-berkumpul di rumahnya?*

*(Santri NU Menggugat Tahlilan” hal. 11-12 oleh Harry Yuniardi)Ini gambaran secara-umum, sekalipun biasanya ada beberapa perbedaan antara daerah satu dengan daerah lainnya.*

.

*Dalil Tentang Masalah*

.

*Untuk melapangkan dan menentramkan hati-para pembaca. Berikut ini kami hadirkan dua hadits sebagai hakim dalam masalah ini.*

.

*Hadits pertama:*

.

*Dari Jarir bin Abdullah Al-Bajaly berkata: “Kami(para sahabat) menganggap (dalam riwayat lainberpendapat) bahwa berkumpul-kumpul kepada ahli mayit dan membuat makanan setelah(Si mayit) dikubur termasuk kategori niyahah(meratapi).(Shahih. Dikeluarkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnyanya (2/204) dan ini lafadznya dan Ibnu Majah dalam Sunannya(1/514 no.1612) dan dishahihkan oleh Nawawi, Al-Bushairy,As-Syaukani, Ahmad Syakir dan Al-Albani dalam Ahkamul Janaizhal210 cet. Mkt Ma’arif.)*

.

*Lafadz hadits(kami berpendapat) ini-kedudukannya sama seperti meriwayatkan ijma'(kesepakatan) para sahabat atau taqrir (persetujuan) Nabi Jika benar yang kedua (taqrir Nabi) maka artinya hadits ini hukumnya marfu’hukman (sampai kepada Nabi). Bagaimanapun juga, yang jelas hadits ini dapat dijadikan-hujjah.”(Shahih Ibnu Majah (2/48))*

.

*Kalau demikian madzhab para sahabat, mereka telah bersepakat mengingkari peringatan-kematian ini, lantas jalan manakah yanga akan-kita tempuh jikalau bukan jalan mereka?!!! Camkanlah baik-baik firman Allah*

.

*Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah-jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan-yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah-dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam-Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (OS. An-Nisa’: 115)*

.

*Hadits kedua:*

.

*Buatkanlah makanan untuk keluarga Jafar-karena telah datang kepada mereka urusan yang-membuat mereka sibuk.(Shahih. Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (1/205),Syafi’i dalam Al-Umm”(1/ 317),Abu Daud (3132), Tirmidzi (998),Ibnu Majah (1610) dan selainnya dengan sanad hasan. Tetapi-hadits ini mempunyai syahid (penguat) dari hadits Asma’ binti“Umais sebagaimana diisyaratkan Syeikh Al-Albani dalam Ahkamul Jana’iz hal.211 dan beliau menguatkan dengannya))*

.

*Hadits ini sangat jelas menjelaskan bahwa-justru yang dianjurkan dalam Islam adalah kita-memberikan bantuan makanan dan semisalnya-kepada keluarga yang terkena mushibah kematian bukan malah membebani mereka agar membuatkan hidangan makanan dalam acara tahlilan-atau selametan.*

.

*Perkataan ulama empat madzhab tentang-selamatan kematian*

.

*Dari dalil di atas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat telah bersepakat mengingkari-peringatan kematian. Hal ini juga dicontoh oleh-generasi berikutnya yang telah ridha Allah sebagai Robb mereka, Muhammad sebagai Nabi-mereka dan Islam sebagai agama mereka.*

.

*Berikut ini kami turunkan sejumlah perkataan-ulama’ kaum muslimin dari berbagai madzhab:Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hanbali, agar saudara sekalian mengetahui semua bahwa mereka-sependapat dengan para sahabat dalam mengingkari selamatan ini, dan tidak ada perselisihan diantara mereka akan batilnya peringatan tersebut*

.

*A. Madzhab Syafi’i*

.

*Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka para ulama menegaskan tentang kandungannya, terutama para ulama Syaff’iyyah. Berikut ini kami nukilkan cuplikan ucapan mereka dengan teks aslinya-berikut artinya (kecuali jika ucapannya terlalu-panjang) serta sumbernya sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan dicek kebenarannya:*

.

*1. Imam Syafi’i berkata:*

.

*Dan saya membenci berkumpul-kumpul (dalam-kematian) sekalipun tanpa diiringi tangisan karena hal itu akan memperbaharui kesedihan dan-memberatkan tanggungan (keluarga mayit) serta-berdasarkan atsar (hadits) yang telah lalu*

(Al-Umm (1/318)

.

Beliau juga berkata:

.

*Dan saya menyukai agar para tetangga mayit beserta kerabatnya untuk membuatkan makanan-yang mengenyangkan bagi keluarga mayit di hari-dan malam kematian. Karena hal tersebut termasuk sunnah dan amalan baik para generasi mulia-sebelum dan sesudah kita.”(Idem (1/317).*

.

*2. Imam as-Sirozi berkata:*

.

*“Dan dibenci duduk-duduk untuk ta’ziyah, karena-itu adalah perkara baru dalam agama, dan itu-adalah bid’ah”(Al-Muhadzab 1/139)*

.

*3. Imam Nawawi berkata*

.

*“Dan adapun duduk-duduk ketika melawat-maka hal ini dibencioleh Syafi’i, pengarang-kitab ini (As-Sirozi) dan seluruh kawan-kawankami (ulama-ulama madzhab Syafi’i). Syaikh-Abu Hamid dan lain-lainnya menukil perkataan Imam Syafi’i dalam kitabnya At-Ta’liq. Mereka mengatakan: “Maksud duduk-duduk di sini-adalah keluarga mayit berkumpul dalam satu-rumah sehingga orang-orang juga berkumpul-melawati mereka. Sebaiknya mereka pergi-menyelesaikan urusannya masing-masing. Bila-ada yang melawat mereka ketika itu, maka-itulah waktunya. Tidak ada perbedaan bagi-laki-laki maupun perempuan akan dibencinya-duduk-duduk seperti itu.”(Majmu’ Syarh Muhadzab (5/278)*

.

*Beliau juga menukil perkataan pengarang-kitab As-Syamil sebagai berikut(Yaitu Imam Ibnu Shobbagh (477 H). Dan kitab asy-Syamil-adalah penjelasan terhadap Mukhtasor al-Muzani. Ibnu Khallikan mengatakan: “Termasuk kitab Syafi’iyyah yang paling bagus, valid nukilannya dan kuat dalilnya”. (Wafayatul Ayan 3/3 85).*

.

*Adapun apabila keluarga mayit membuatkan-makanan danmengundang manusia untuk makan-makan, maka hal itu tidaklah dinukil sedikitpun bahkan termasuk bid’ah, bukan-sunnah.“(Al-Majmu (5/290). Lihat pula kitab Al-Adzkar hal.127 karya-Imam Nawawi)*

.

*4. Imam al-Fairuz Abadi berkata:*

.

*“Biasanya Rasulullah ta’ziyah kepada keluarga-mayit dan menyuruh mereka agar bersabar. Dan-bukan kebiasaan jika mereka berkumpul untuk-mayit, membacakan Al-Quran untuknya, dan-mengkatamkan Al-Qur’an untuknya, baik di kuburannya atau lainnya. Kumpul-kumpul seperti-adalah bid’ah yang tercela”(Safar Saadah hlm.111)*



*5. Al-Hafidz As-Suyuthi berkata:*

.

*“Termasuk perkara bid’ah adalah berkumpul-kumpul kepada keluarga mayit…(Kemudian beliau menukil perkataan Imam Syafi’i diatas tadi).Dan juga kumpul-kumpulnya kaum lelaki di kuburan mayit pada hari kedua dan ketiga”(Al-Amru bil Ittiba’ (hal. 288)*



*6. Imam Ibnu Nahhas mengatakan ketika-menjelaskan tentang bid’ah-bidah seputar-jenazah:*

.

*“Diantaranya adalah apa yang dilakukan oleh-kerabat mayit berupa membuat umakanan dan-selainnya, dan mengundang manusia kepadanya-serta membaca khataman. Barangsiapa yang tidak melakukan hal itu maka seakan-akan telah-meninggalkan suatu kewajiban. Hal ini jika diambil dari harta ahli waris yang boleh dipergunakan-maka hukumnya bid’ah tercela, tidak ada contohnya dari salaf shalih. Dan jika dari peninggalan untuk anak yatim atau orang yang tidak ada-padahal mayit tidak mewasiatkan harta tersebut-maka haram memakannya dan menghadirinya-serta wajib mengingkari dan-melarangnya”“(Tanbihut Ghofilin hlm. 301)*

.

*7. Imam al-Munawi berkata ketika menjelaskan hadits “ ‘Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far”:*

.

*“Maka dianjurkan bagi para tetangga mayat-dan para kerabatnya yang jauh untuk membuatkan makanan keluarga mayit dan mendesaknya-untuk makan. Namun hal itu tidak dianjurkan-bagi keluarganya terdekat karena membuat-makanan itu disyaratkan ketika kegembiraan-bukan kesedihan, hal itu adalah bid’ah yang jelek-sebagaimana dikatakan oleh an-Nawawi dan-lainnya”(Faidhul-Qodir 1/534)*

.

*8. Ibnu Hajar al-Haitami pertama ditanya-tentang kebiasaan manusia pada hari ketiga-setelah kematian mereka membuat makanan-lalu membagikannya kepada orang fakir dan-sebagainya, demikian juga pada hari ketujuh-dan genap sebulannya berupa roti yang dibagikan ke rumah para wanita yang menghadiri-jenazah sebagaimana adat penduduk setempat. Barangsiapa yang tidak melakukan hal itu-maka dia akan dicela dan dicibir. Apakah jika-mereka melakukan hal itu baik dengan niat-adat atau shedekah diperbolehkan hukumnya-atau bagaimana? Beliau menjawab:*

.

*“Semua perbuatan yang disebut dalam pertanyaan di atas termasuk perkara bid’ah yang-tercela.(Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro 2/7)*



*9. Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, mufti Syaf’iyyah Makkah, pernah ditanya masalah ini-lalu dia menjawab:*

.

*Benar, apa yang dilakukan kebanyakan manusia-berupa kumpul-kumpul pada keluarga mayit dan-makanan termasuk perkara bid’ah-mungkaroh, Apabila pemerintah -yang Allah menguatkan sendi-sendi Islam dengannya- melaranghal ini, dia akan diberi pahala.*

.

*Kemudian Syaikh Zaini Dahlan menukil perkataan Ahmad bin Hajar dalam Tuhfatul Muhraj-lalu berkata:*

.

*Tidak ragu lagi bahwa melarang manusia dari-bid’ah mungkaroh ini termasuk menghidupkan-sunnah dan mematikan bid’ah, membuka pintu-pintu kebaikan dan menutup pintu-pintu kejelekan. Sebab banyak diantara manusia, mereka-memberatkan diri-diri mereka sehingga menjurus-kepada keharaman”(I’anah Tholibin juz. 2 hal.145-146 oleh Syeikh Abu Bakar Muhammad Syatho)*

.

*Setelah menukil fatwa Syeikh Zaini Dahlan,mufti Syafi’iyyah Mekkah, penulis kemudian menukil fatwa Syeikh Abdur Rohaman bin Abdulah-Siroj Al-Hanafi, mufti Hanafiyyah Mekkah lalu-berkata: “Fatwa serupa juga dikeluarkan oleh-mufti Malikiyyah dan mufti Hanabilah”’*

(idem (2/146)

.

*10. Syaikh Ali Mahfudz berkata,*

.

*Setelah menukil ucapan para ulama madzhab-empat tentang kumpul untuk ta’ziyah dan membuatkan makanan untuk mereka, beliau mengatakan:*

.

*“Kesimpulannya, apa yang dilakukan oleh manusia sekarang berupa membuatkan makanan-untuk para penta’ziyah dan mengeluarkan dana-untuk acara kematian, ke tujuh dan empat puluh harinya dan seterusnya. Semua itu termasuk-bid’ah yang tercela dan menyelisihi petunjuk Rasulullah dan para salaf shalih setelahnya. Bahkan-seringkali menyebabkan kesulitan, sebab para-keluarga mayit akan bersusah payah membuat-makanan mewah yang tidak biasanya sekalipun-dengan berhutang atau menjual barang. Anehnya-mereka menyangka bahwa hal itu adalah untuk sedekah yang pahalnya akan sampai kepada-mayit-padahal makanan tersebut kebanyakannya-malah masuk ke perut orang-orang yang mampu,sedangkan orang yang miskin, sekalipun minta-mereka tidak dapat, kalaupun dapat maka hanyalah sisa-sianya saja.*

.

*Beliau melanjutkan: Daripada menyia-nyiakan-harta untuk acara bid’ah yang tidak diizinkan-oleh syari’at dan tidak diterima oleh akal, sewajibnya bagi bagi ahli waris untuk membayarkan hutang mayit pada manusia, sebab mereka-adalah penanggung jawab setelahnya di dunia-dan akherat”(Al-Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ hlm. 211-212)*

.

*11.Syaikh Ahmad bin Hajar Alu Buthomi*



*Ketika menyebutkan tentang bid’ah-bid’ah-seputar jenazah: “Acara slametan ini tidak diperselisihkan tentang keharamannya, karena termasuk makan harta dengan cara yang bathil. Oleh-karenanya, sebagian orang belakangan yang biasanya melegalkan bid’ah dengan bid’ah hasanah(menegaskan bahwa acara ini termasuk bid’ah-yang sesat karena:*

.

*Pertama: Menyelisihi sunnah, sebab seharusnya malah para tetangganya yang seharusnya-membuatkan makanan bagi kerabat mayit sebagaimana dalam hadits: “Buatkanlah makanan-untuk keluarga Ja’far”.*

.

*Kedua: Pemborosan harta.*

.

*Ketiga: Makan harta manusia dengan cara-bathil karena bisa jadi ahli waris adalah orang-yang fakir miskin atau masih anak-anak, apalagi kadang-kadang manusia berhutang karenatakut dicemooh oleh masyarakatnya sebab tidak mengadakan acara bid’ah ini”(Tahdzirul Muslimin hlm. 278)*

.

*Demikianlah perkataan ulama madzhab Syafi’i-tetapi aneh tapi nyata mengapa para tokoh agama-di negeri ini yang menisbahkan kepada madzhab-Syafi’i malah justru sebagai pelopor utama dalam-menentang madzhab Syaff’i. Wallul Musta’an.*

.

*Dan lebih lucu lagi cerita sebagian ustadz ketika menyampaikan ucapan para ulama madzhab-Syafi’i di atas yang sangat keras menentang acara-tersebut kepada salah seorang penggiat acara,dengan entengnya dia menjawab: “Kita ini sudah-bnyak mengikuti madzhab Syafi’i, jadi sekali-kali-boleh-lah kita menyelisihinya!!!”.*

.

*Dari penjelasan singkat di atas, dapat kita simpulkan bahwa acara kematian yang biasa dikenal-dengan istilah tahlilan atau slametan adalah acara yang tidak ada dasarnya dalam agama, bahkan-bertentangan dengan sunnah Nabi serta logikayang sehat. Dan acara ini juga diingkari secara-keras oleh para ulama madzhab Syaffi. Maka selayaknya bagi masyarakat untuk membuka mata-tentang hakekat ini. Semoga Allah menjadikan-kita-para pengagung kebenaran.”*

*(Lihat kitab Juhud Syaft’iyyah fi Muharobatit Bid’a oleh ustadzuna-Dr. Muhammad Nur Ihsan)*