.

alhamdulillah

.

*Bagaimana Menjadi Istri Shalihah dan Ibu yang Sukses Bag.1*

.

EBOOK

*PANDUAN PRAKTIS WANITA HAID*

https://drive.google.com/file/d/1K0UXm9qjkZoJRwFI1hnzipfbmPfGAxAQ/view?usp=drivesdk

*FIQIH KESEHATAN WANITA-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin*

https://drive.google.com/file/d/15PNh_AELF7-mLVCtJyZFDxiOce9W9JBR/view?usp=drivesdk

*WANITA MUSLIMAH BERDANDAN DAN BERSOLEK MENURUT BIMBINGAN ISLAM-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin*

https://drive.google.com/file/d/10wZNip8yPJoqVeh5c_5kvTFcszHNiBNK/view?usp=drivesdk

*KPRIBADIAN DAN JATI DIRI MUSLIMAH – Dr. Muhammad Ali al-Hasyimi (667Halaman)*

https://archive.org/download/indun/indu17.pdf

*Mengapa Muslimah Harus Berhijab*

https://pustaka.hisbah.net/wp-content/uploads/2016/11/mengapa-muslimah-harus-berhijab.pdf

*DAHSYATNYA FITNAH WANITA-Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A*

https://app.box.com/s/rpzqjgf7c1wl1v8arn5y8mt2xv72zfa

*Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam –Syaikh Abdul Ghaffar Hasan(55Hlm)*

https://rofistera.files.wordpress.com/2011/10/hak-dan-kewajiban-wanita-dalam-islam-syaikh-abdul-ghaffar-hasan-gratis.pdf

*Kado Emas Untuk Membantah Syubhat Anti Hijab-Ust.Alif el Qibty (22hlm)*

https://drive.google.com/file/d/1CWk95N1msar6X8nUXD5zIodtv-6qXcTX/view

*Wanita Penghuni Neraka-Dr.Abdul Muiz Khotob(100Hlm)*

https://drive.google.com/file/d/1I5Eg6mAKzq4ix1n6oZlLm7Bu6nh9xT7k/view

*Perhiasan Wanita (Tadabbur Surah An-Nuur ayat 30 dan 31)-Ust.M.Abduh-Tuasikal (58hlm)*

https://app.box.com/s/41rxj8zm93lf92puadqv0viuk9ml4a6s

Mahram Bagi Wanita

https://bbg-alilmu.com/wp-content/uploads/2015/06/mahram-WANITA-final.pdf

*40 HaditsTentang Wanita (24Hlm)*

https://app.box.com/s/89v840ddf5kjg5y2oe8gnksqme9e15bi

*Nasehat Indah Bagi Para Muslimah-106Hlm*

https://alqiyamah.files.wordpress.com/2010/03/akhwat-02.pdf

*Saudariku Muslimah Sampai Kapan Kau Terlena? 76Hlm*

https://alqiyamah.files.wordpress.com/2010/03/akhwat-01.pdf

*Kisah-Kisah Wanita Teladan*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-089.pdf

*Ketika Wanita Hadir Di Mesjid-dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D.*

https://app.box.com/s/cp7n7y4kdmi615zvqovpcb9xnwfxfli1

*Jihad Wanita Dalam Membela Islam*

https://archive.org/download/JILBAB/Jihad%20Wanita.pdf

*Mengapa Muslimah Harus Berhijab*

pustaka.hisbah.net/wp-content/uploads/2016/11/mengapa-muslimah-harus-berhijab.pdf

*(Hukum Cadar) – Muhammad Nashirudin Al Albani 172Hlm*

https://archive.org/download/WANITA-KELUARGA/ar-rad%20al-mufhim.pdf

*Jilbab Wanita Muslimah – Muhammad Nashirudin Al Albani 238Hlm*

https://archive.org/download/WANITA-KELUARGA/jibab-wanita-muslimah-al-albani.pdf

*(Dalil-Dalil Tentang Hijab) Dengan Disertai Penjelasan Para-Ulama dan Ahli Tafsir Syaikh Dr. Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Ismail AlMuqaddam-237Hlm*

https://archive.org/download/WANITA-KELUARGA/105.bahas%20tuntas%20hijab.pdf

*Menjadi Bidadari Cantik Ala Islam- Ummu Ahmad Rifqi.66Halaman*

https://app.box.com/s/8n22xjuw5e9rxug00tquq7ww1a18vx7e

*Hukum Hukum Wanita Muslimah-54Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-38.pdf

*Kepada Ukhti AlMuslimah-40Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-59.pdf

*Wanita Muslimah Berdandan dan Bersolek Menurut BimbinganIslam-33Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-27.pdf

*Nasehat Untuk Muslimat-Syaikh Abdul Azin Bin Abdullah Al Muqbil 63Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-72.pdf

*Fikih Muslimah 363Halaman*

https://app.box.com/s/43zyp242n5vn4hb9p8puzopos16k0vmu

https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2015/11/123-fiqih-muslimah_2-isi.pdf

*Dosa Dosa Besar yang Sering Tidak disadari Kaum Wanita – Syaikh Abdullah bin Abdurraham al-Jibrin*

http://www.mediafire.com/file/nv6mogyata0x6ie/dosa-wanita.pdf/file

*Suamiku Surgaku-Abu Muhammad Ibnu-Shalih bin Hasbullah 64hlm*

http://www.mediafire.com/file/8dh6agjd5i6rxhw/suamiku-surgaku.pdf/file

*Tabarruj (Menampilkan Kecantikan dan Perhiasan Wanita Untuk Dinikmati Secara Umum)-Rashid Ridha*

https://archive.org/download/Buku_Bacaan_Waktu_Santai/Ni’mah%20Rasyid%20Ridha%20-%20Tabarruj.pdf

*Muslimah Cantik Aqidahnya Benar-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (159Hlm)*

https://drive.google.com/file/d/1_Z6guhSpppyrjmW_nKCe20cxYxLliEIt/view

*Ranjau Ranjau Dosa Wanita – Muhammad Ash Shayim (158hlm)*

https://drive.google.com/file/d/1psfreBL2sT6rvLTnWPo1Ma_xIwmxb1ub/view

.==

*Bagaimana Menjadi Istri Shalihah dan Ibu yang Sukses*

Ummu Ibrahim Ilham Muhammad Ibrahim

.

*BAGIAN PERTAMA:*

.

*BAGAIMANA-MENJADI ISTRI SHALIHAH?*

.

*Pengertian Perkawinan dalam Islam.*

.

Allah befirman,

*”Dan, segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan, supaya kalian mengingat akan kebesaran-Allah.” (Adz-Dzariyat: 49).*

.

*Perkawinan adalah sunnah alam yang fundamental danmerupakan salah satu urgensi yang pasti dibutuhkan kehidupan. Allah befirman,*

.

*”Mahasuci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan-oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang-tidak mereka ketahui.” (Yasin: 36).*

.

*“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa-Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada-mereka istri-istri dan keturunan.” (Ar-Ra’d: 38).*

.

*Aturan perkawinan bukan merupakan medan yang-sempit dan terbatas bagi manusia, hewan dan tetumbuhan,tetapi ini merupakan hukum alam yang mendetail dan luas-cakupannya, mengambil tempat pada setiap benda-benda-alam, dan masing-masing jenis pasti terbagi menjadi dua bagian. Pada masing-masing bagian ini ada rahasia yang berbeda dengan rahasia bagian lainnya, seperti muatan positif dan-negatif dalam listrik. Rahasia yang terkandung di dalam-muatan positif pada sunnatullah, berbeda dengan apa yang-terkandung di dalam muatan negatif. Sunnatulah tidak memberikan hasilnya kecuali jika dua rahasia ini dipersatukan-dan dipertemukan dengan cara-cara yang lazim. Jika dua rahasia ini tidak dipertemukan, maka sunnatullah tetap seperti-sedia kala, dua benih akan selalu berjauhan, sekalipun sebenarnya keduanya ingin saling bertemu.*

.

*Benar. Itulah fitrah yang diberikan Allah kepada manusia. Untuk itu Allah menciptakan seorang istri dari tulang-iga Adam, agar beliau merasa tenang bersamanya dan mengasihinya.*

.

*Maka dari itu Islam menetapkan perkawinan. Rasulullah Shallallahu Aluihi wa Sallam juga telah menyerukan di dalam sabda beliau,*

.

*”Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian-sudah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah,karena pernikahan itu lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.” (Diriwayatkan Al-Jama’ah).*

.

*Oleh karena itu beliau melepaskan diri dari orang yangmenghindari perkawinan, sekalipun tindakannya itu dimaksudkan untuk beribadah. Beliau bersabda, ,*

.

*”Barangsiapa tidak menyukai Sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.”*

.

*Ini merupakan penggalan dari hadits yang diriwayatkan-Asy-Syaikhany, dari Anas Radhiyallahu Anhu, dia berkata,”Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, untuk menanyakan ibadah beliau.Setelah diberitahu, seakan-akan mereka menganggapnya sedikit. Maka mereka berkata, “Apalah kita dibandingkan Nabi-Shallallahu Alaihi wa Sallam, padahal dosa beliau yang terdahulu dan yang akan datang telah diampuni?”*

.

*Salah seorang di antara mereka berkata, “Kalau saya,maka sesungguhnya saya senantiasa shalat malam.”*

.

*Orang kedua berkata, “Saya puasa setahun penuh dan-senantiasa tidak berbuka.”*

.

*Orang ketiga berkata, “Saya menghindari wanita dan-sama sekali tidak menikah.”*

.

*Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan bersabda, “Kaliankah yang telah berkata begini dan begini? Sesungguhnya saya benar-benar orang yang paling takut dan-bertakwa kepada Allah dari kalian. Tetapi saya puasa, berbuka, shalat, tidur dan mengawini wanita. Barangsiapa tidak-menyukai Sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.”*

.

*Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjadikan perkawinan sebagai satu paroh agama, sebagaimana sabda beliau,*

.

*”Jika seorang hamba menikah, maka dia telah menyempurnakan separoh agamanya. Maka bertakwalah-kepada Allah dalam separohnya lagi.”*

.

*Oleh karena itu beliau lebih mementingkan pertimbangan agama dan akhlak dalam masalah perkawinan ini daripada pertimbangan yang lain, sebagaimana sabda beliau,*

.

*”Jika ada orang yang kalian ridhai agama dan amanatnya datang kepada kalian (untuk meminang), maka-kawinkanlah dia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan menjadi cobaan di bumi dan kerusakan yang-besar.” (Diriwayatkan At-Tirmidzy).*

.

*Faidah-faidah Perkawinan dalam Islam.*

.

*Perkawinan dalam Islam mempunyai beberapa faidah,di antaranya*

.

*1. Kelanggengan jenis manusia dengan adanya keturunan-dan populasi.*

.

*Perkawinan merupakan satu-satunya jalan tanpa pengganti untuk menambah keturunan manusia, kelangsungan-dan kelanggengannya hingga hari kiamat tiba, yang didasarkan kepada firman Allah,*

.

*”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri,dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki-dan wanita yang banyak.” (An-Nisa’: 1).*

.

*”Dan, Allah menjadikan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu anak-anak dan cucu-cucu.” (An-Nahl: 72).*

.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

.

*”Menikahlah, niscaya kalian saling berketurunan dan-menjadi banyak. Sesungguhnya aku bangga kepada kalian yang berbangsa-bangsa.” (Diriwayatkan Al-Baihaqy).*

.

*2. Menjaga suami istri agar tidak melakukan perbuatan-keji, menangkal penyimpangan seksual dan menundukkan mata agar tidak memandang hal-hal yang diharamkan.*

.

*Maka dari itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam-menyeru para pemuda agar menikah, guna mewujudkan faedah tersebut, sebagaimana sabda beliau, “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu menikah,maka hendaklah dia menikah, karena pernikahan itu lebih-mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.”*

.

*3. Menentramkan dan menenangkan jiwa karena kebersamaan istri serta kesenangan kepadanya.*

.

*Rasa kasih sayang adalah wujud ketenangan jiwa. Ia-bisa mengenyahkan kesusahan, menentramkan hati dan menyingkirkan rasa bosan yang kadang-kadang datang.*

.

*Al-Imam Al-Ghazaly berkata tentang sebagian faidah-perkawinan, “Perkawinan adalah penenangan jiwa dan kesenangan kepada istri, yaitu tatkala bersanding bersamanya,memandang dan bercanda. Perkawinan juga menentramkan-hati dan menambah kekuatan untuk beribadah. Karena jiwa-itu mudah jemu lalu menghindari kebenaran. Sebab ia berbeda dengan tabiatnya. Andaikata jiwa terus-menerus dibebani-sesuatu yang kurang disukai, maka ia akan berteriak dan lari.Namun jika sekali waktu ia dihibur dengan kesenangan,maka ia menjadi kuat dan bersemangat.*

.

*Rasa cinta kepada wanita termasuk ketentraman yang-bisa menghilangkan kesusahan dan menyenangkan hati. Jiwa-orang-orang yang bertakwa pun juga memiliki kesenangan-terhadap hal-hal yang mubah. Maka dari itu Allah befirman,”Agar dia merasa senang kepadanya (wanita).”*

.

*Ali bin Abu Thalib berkata, “Tentramkanlah hati kalian-barang sejenak. Karena jika dipaksa terus, maka ia bisa menjadi buta.”*

.

*Al-Ustadz Mahmud Asy-Syarif berkata di dalam-bukunya, Al-Islam Wahl-Hayatul-Jinsiyyah, “Istri adalah-tempat tumpuan kesenangan suami, setelah dia berusaha sepanjang hari untuk memperoleh sesuap penghidupan. Setelah-bekerja, berusaha dan membanting tulang, akhirnya suami-menumpukan kepenatannya ke tempat yang disenanginya-ini, kepada istri yang menerima kedatangannya dengan wajah berseri, keceriaan dan bibir yang menyunggingkan seulas-senyuman. Pada saat itulah dia akan mendapatkan suara yang-lembut, hati yang penuh kasih, ucapan yang manis, sehingga-membuat badannya terasa ringan dan kepenatannya hilang.Istri adalah kesenangan bagi suami, menampung kehausan-seksualnya di dalam wadah kasih dan sayang serta kesucian.”*

.

*4. Bahu-membahu antara suami istri.*

.

*Wanita berperan sesuai dengan tabiat dan sifat kewanitaan-yang menjadi ciri penciptaannya, seperti memenuhi-hak-hak suami, mengatur rumah dan mendidik anak-anak.Sedangkan tugas laki-laki ialah bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup semua anggota keluarganya.*

.

*Bahu-membahu seperti ini akan menciptakan rasa kasih-dan sayang di dalam rumah, sesuai dengan pola berkeluarga-yang diletakkan Islam, sebagai upaya untuk menegakkan keluarga Muslim.*

.

*Pinangan dan Adab-adabnya.*

.

*Ada dasar-dasar dan adab dalam pinangan. Selagi wanita Muslimah mengikutinya saat pinangan, maka dengan-seizin Allah dia akan mendapat taufik dan akan tercipta perkawinan yang bahagia. Adab-adab pinangan dapat disimpulkan sebagai berikut:*

.

*1. Pandai-pandai memilih suami.*

.

*Memilih suami ini dianggap sebagai masalah tabu yang-dialami para remaja Muslimah pada zaman sekarang, karena-adanya berbagai perubahan yang menyusup ke masyarakat-Islam, seperti menyebarnya berbagai kerusakan, kekejian,dominasi tradisi Barat di kalangan pemuda kita. Sehingga-hal-hal ini mempersulit remaja putri dan walinya untuk memilih suami yang cocok, yang bisa menjaga diri wanita dan-agamanya.*

.

*Karena masa depan kehidupan suami istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran-agar memilih suami yang memiliki akhlak yang baik, shalih-dan taat beragama, yang didasarkan kepada firman Allah,*

.

*”Dan, kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian dan orang-orang yang layak (kawin) dari-hamba-hamba sahaya kalian yang laki-laki dan hamba-hamba sahaya kalian yang wanita.” (An-Nur: 32).*

.

*Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa kemampuan-dalam perkawinan adalah dalam masalah kelayakan dan bukan dalam masalah kekayaan. Sebab Allah telah menjanjikan-orang-orang yang miskin, bahwa Dia akan memberikan kecukupan kepada mereka dari karunia-Nya,*

.

*”Jika mereka miskin, Allah akan memampukan merekadengan karunia-Nya. Dan, Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32).*

.

*Islam tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan danmenjadikan kekayaan sebagai pujian. Tetapi Islam memilikitimbangan dan ukuran tersendiri, dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak. Ada riwayat Al-Bukhary mengenai hal ini, bahwa ada seorang laki-laki berlalu di depan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Lalu beliau bertanya (kepada para shahabat di sekitarnya), “Apa pendapat kalian tentang orang ini?”*

.

*Mereka menjawab, “Dia adalah orang yang pantas. Jikameminang dia pantas dinikahkan. Jika memberi syafaat,maka syafaatnya pantas dikabulkan. Jika berkata, maka dia-pantas didengarkan.”*

.

*Beliau diam saja. Lalu ada seorang laki-laki miskin di-antara orang-orang. Muslim yang juga lewat. Beliau bertanya, “Apa pendapat kalian tentang orang ini?”*

.

*Mereka menjawab, “Dia juga orang yang pantas. Namun jika meminang, dia tidak pantas dinikahkan, jika memberi syafaat, maka syafaatnya tidak pantas diterima, dan jikaberkata, perkataannya tidak pantas didengarkan.”*

.

*Lalu beliau bersabda, “Orang ini lebih baik daripada isi-dunia. Siapakah yang seperti dia?”*

.

*Jadi, yang menjadi timbangan dan ukuran untuk menentukan masa depan kehidupan rumah tangga adalah agama-dan akhlak.*

.

Beliau telah bersabda,

.

*”Jika ada orang yang kalian ridhai agama dan amanatnya datang kepada kalian (untuk meminang), maka-kawinkanlah dia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan menjadi cobaan di bumi dan kerusakan yang-besar.” (Diriwayatkan At-Tirmidzy)*.

.

*Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam, beliau bersabda,*

.

*”Barangsiapa mengawini wanita karena kemuliaannya(saja), maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya kecuali kehinaan, dan barangsiapa mengawini wanita karena hartanya (saja), maka Allah tidak menambahkan kepadanya kecuali-kemiskinan, dan barangsiapa mengawini wanita karena kedudukannya (saja),maka Allah tidak menambahkan kepadanya kecuali kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena-tidak menginginkan kecuali agar dia bisa menundukkan pandangannya, menjaga kemaluannya atau menyambung ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan-memberkahinya pada wanita itu dan memberkahi wanita pada dirinya.” (Diriwayatkan Ath-Thabrany).*

.

*Al-Hasan bin Ali Rahimahullah pernah berkata kepada-seorang laki-laki, “Kawinkanlah putrimu dengan laki-lakiyang bertakwa. Sebab jika laki-laki itu mencintainya, maka-dia akan memuliakannya dan jika tidak menyukainya, maka-dia tidak akan menzhaliminya.”*

.

*Laki-laki yang memiliki keistimewaan karena keshalihan dan akhlaknya, tentu mengetahui hukum-hukum Allah-tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, menjaga diri dan agamanya, tidak menyuruhnya bertabarruj dan bepergian, tidak menyuruhnya bergaul dengan-kaum laki-laki, tetapi dia meletakkannya di atas manhaj Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jika dia merasa ada kekurangan pada diri istrinya, maka dia akan mengingat sabda-Nabi, “Berkehendaklah yang baik terhadap wanita.” Dia-akan mencari mana yang terbaik, lalu memperlakukan istrinya dengan cara yang baik. Jika dia merasa ada kekurangan-pada-diri istrinya lalu dia tidak menyukainya, maka dia segera mengingat sabda beliau, “Janganlah seorang Mukmin-laki-laki membenci Mukminah. Jika dia tidak menyukai sebagian akhlaknya, tentu dia meridhai akhlaknya yang lain.”*

.

*Dengan begitu dia akan mampu menguasai gejolak di dalam-dirinya dan bisa menerima kekurangan istrinya. Akhirnya-mereka berdua menjadi pasangan suami istri yang berbahagia, bernaung di bawah atap rumah tangga yang memancarkan kebahagiaan dan kebaikan.*

.

*2. Masing-masing harus melihat pihak lain.*

.

*Jika memilih suami merupakan dasar pertama dan yang-terpenting sebelum ada pinangan dan perkawinan, makamelihat calon pasangannya tidak kalah penting. Islam adalah-agama yang hanif, yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar, dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing-masing pihak benar-benar mendapat kejelasan tatkala-menjatuhkan pilihan pasangan hidupnya.*

.

*Al-Mughirah bin Syu’bah meriwayatkan, bahwa dia-meminang seorang wanita, lalu Nabi Shallallahu Alaihi waSallam bersabda kepadanya,*

.

*”Lihatlah wanita itu, karena hal ini lebih mampu merukunkan kalian berdua.” (Diriwayatkan Al-Bukhary,At-Tirmidzy dan An-Nasa’y).*

.

*Merukunkan kalian berdua artinya melanggengkan kasih sayang dan kebersamaan. Laki-laki melihat wanita yang-dipinang dan wanita yang dipinang melihat laki-laki yangmeminang adalah masalah yang sangat penting yang disyariatkan Islam, agar di kemudian hari masing-masing pihak tidak kaget oleh hal-hal yang tidak disukainya pada diri pasangan hidupnya, sehingga menimbulkan akibat yang tidak-terpuji.*

.

*Sebab yang seperti ini pun pernah terjadi pada masa-Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Suatu kali istri Tsabit-bin Qais mendatangi beliau, untuk meminta cerai dari suaminya. Tatkala dia ditanya, mengapa dia lari dari suaminya,maka dia menjawab, “Saya melongok dari sisi tenda pada-malam pernikahan. Lalu dia datang dengan beberapa orang-laki-laki. Ternyata kulitnya paling hitam di antara mereka,paling pendek dan juga paling buruk wajahnya. Padahal aku-memiliki kecantikan seperti yang engkau lihat sendiri. Memang saya tidak mencela agama dan akhlaknya wahai Rasulullah. Tetapi saya tidak menyukai kekufuran dalam Islam.”*

.

*Dengan kata lain, dia khawatir menjadi murtad jikaTsabit bin Oais tidak menceraikannya.*

.

*Maka beliau bersabda kepada Tsabit, “Ambillah kembali sebidang kebun itu (maskawinnya) dan ceraikanlah dia-dengan satu kali talak.”*

.

*Jika Islam mensyariatkan laki-laki peminang untuk melihat wanita yang hendak dipinang sebelum benar-benar menyampaikan pinangan, maka Islam juga meletakkan hukum-hukum bagi laki-laki peminang dan wanita yang dipinang,agar tidak terjadi kesalahan menurut syariat, seperti yang-seringkali terjadi di tengah masyarakat yang membuka kran-kebebasan antara laki-laki yang meminang dan wanita yang-dipinang, di luar ketentuan syariat, yaitu seperti saling melempar pandangan secara bebas, berjabat tangan, berduaantanpa disertai mahram dan berbagai bentuk pergaulan yang-selama ini sudah merebak di mana-mana.*

.

*Di antara ketentuan hukum yang diletakkan Islamdalam masalah ini adalah:*

.

*1. Larangan berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram.*

.

*Seringkali terjadi laki-laki peminang berkhalwat dengan wanita yang dipinangnya sebelum diselenggarakan-akad nikah menurut syariat, dengan alasan agar lebih saling-mengenal dan mengetahui tabiat masing-masing pihak. Inilah-yang disebut kemajuan dan modern.*



*Islam mengharamkan yang demikian itu dan menganggap masing-masing yang terlibat dalam pinangan ini adalah-orang asing (bukan mahram), selagi belum ada pelaksanaan-akad menurut syariat di antara keduanya. Padahal berkhalwat-dengan wanita lain yang bukan mahram adalah haram, yang-didasarkan kepada hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam, beliau bersabda,*



*”Janganlah sekali-kali laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali disertai mahramnya.”*



*Islam adalah agama yang hanif dan bijaksana dalammeletakkan hukum ini. Sebab seringkali terjadi tindak amoralitas dari laki-laki dan wanita yang berkhalwat karena alasan pinangan ini, yang akhirnya mengakibatkan penyesalanbagi keluarga dan wanita yang dipinang, seperti kehormatan-yang terampas, laki-laki peminang yang kemudian menjadi-bosan lalu meninggalkannya setelah mendapatkan apa yang-dia inginkan darinya. Maka yang menyisa pada diri wanitahanyalah penyesalan dan kerugian karena dia meninggalkanketentuan syariat Islam. Sementara penyesalan itu sudah tidak ada lagi gunanya.*



*2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan-laki-laki yang meminangnya.*

.

*Seperti yang sudah saya katakan di atas, laki-laki peminang adalah bukan mahram selagi belum ada akad nikah menurut ketentuan syariat di antara keduanya. Sementara laki-laki lain mahram tidak boleh berjabat tangan dengannya,yang didasarkan kepada hadits Aisyah Radhiyallahu Anha,bahwa dia berkata, “Sekalipun tangan Rasulullah Shallallahu-Alaihi wa Sallam tidak pernah menyentuh tangan seorang-wanita tatkala berbaiat. Pembaiatan wanita hanya dengan perkataan.”*

.

Beliau juga bersabda,

*”Sesungguhnya kami tidak menjabat tangan wanita.”*

.

*3. Laki-laki yang meminang boleh berbincang-bincang dengan wanita yang dipinang dan bertukar pendapat dalam-masalah-masalah fiqih*

.

*Hal ini dilakukan jika disertai mahram dan mengenakan pakaian menurut ketentuan syariat. Sebab suara wanita-menurut mayoritas ahli fiqih, bukanlah aurat. Nabi sendiri-pernah berbicara dan mendengarkan suara wanita. Kaum-laki-laki- juga bermusyawarah dengan Ummul-Mukminin,Aisyah dalam mengupas beberapa hukum syariat. Hal ini dilakukan dari balik hijab. Dalil-dalil tentang hal ini cukup banyak dan sudah dikenal. Tetapi wanita yang dipinang itu tidak boleh membuat suaranya merdu mendayu tatkala-berbicara, yang didasarkan kepada firman Allah,”Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang di dalam hatinyaada penyakit.” (Al-Ahzab: 32).*

.

*Maskawin.*



Allah befirman,

*“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang-kalian nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari maskawin itu dengan senang hati,maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa’”: 4).*

.

*Islam memuliakan wanita dan mewajibkan penyerahanmaskawin kepada laki-laki yang hendak menikahinya. Islam-tidak menetapkan nilai tertentu dalam maskawin ini, tetapi-menyerahkan kepada kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih menyukai maskawin yang mudah dan sederhana serta tidak perlu berlebih-lebihan dalam memintanya. Hal ini didasarkan kepada hadits-Aisyah, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,*

.

*”Wanita yang paling besar barakahnya adalah yang-paling mudah maskawinnya.” (Diriwayatkan Ahmad-dan Al-Hakim).*

.

*Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membenci sikap yang berlebih-lebihan dalam masalah maskawin. Beliau-mengingkari tindakan salah seorang shahabat, tatkala dia-mengharuskan dirinya untuk memberikan maskawin di luar-kemampuannya, lalu dia mendatangi beliau dan memohon-bantuan.*

.

*Dalam riwayat Muslim disebutkan, ada seorang laki-laki mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, serayaberkata, “Sesungguhnya saya menikahi seorang wanita dari-kalangan Anshar.”*

.

*Beliau bertanya, “Apakah engkau sudah melihatnya?*

*Karena ada sesuatu di mata orang-orang Anshar.”*

.

*Orang itu menjawab, “Saya sudah melihatnya.”

.

*Beliau bertanya, “Berapa maskawinmu untuk menikahinya?”*

.

*Dia menjawab, “Empat uqiyah.”*

.

*Beliau bertanya, “Empat uqiyah? Seakan-akan kalian-menggali perak dari lereng gunung ini. Kami tidak mempunyai sesuatu yang bisa kami berikan kepadamu. Tetapi boleh-jadi kami akan mengirimmu bersama utusan perang, sehingga engkau mendapat bagian dari sana.”*

.

*“Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menganjurkan maskawin yang seminim-minimnya dalam perkawinan. Bahkan-beliau pernah menikahkan seorang shahabat dengan maskawin berupa bacaan Al-Our’an yang mudah dibacanya. Al-Bukhary dan lain-lainnya meriwayatkan bahwa ada seorang-wanita mendatangi Rasulullah, seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu.”*

.

*Beliau memandang wanita itu, lalu memandang ke arah-atas dan mengangguk-anggukan kepala. Karena melihat beliau tidak membuat keputusan apa-apa tentang dirinya, maka-wanita itu pun duduk. Kemudian ada seorang laki-laki dari-para shahabatnya berdiri, seraya berkata, “Wahai Rasulullah,jika engkau tidak mempunyai keperluan terhadap wanita ini,maka kawinkanlah saya dengannya.”*

.

*Beliau bertanya kepada laki-laki itu, “Apakah engkaumempunyai sesuatu untuk maskawinnya?”*

.

*Orang itu menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah.”*

.

*Beliau bersabda, “Temuilah keluargamu dan periksalah, apakah engkau bisa mendapatkan sesuatu?”*

.

*Orang itu beranjak pergi lalu kembali lagi dan berkata,”Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Saya tidak mendapatkan sesuatu pun.”*

.

*Beliau bersabda, “Periksalah, sekalipun engkau hanya-mendapatkan cincin dari besi.”*

.

*Orang itu beranjak lalu kembali lagi dan berkata, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah. Saya tidak mendapatkan-apa-apa sekalipun hanya cincin dari besi. Tetapi saya mem-punyai sarung ini. Dia mendapatkan separohnya.”*

.

*Beliau bertanya, “Apa yang hendak engkau lakukan dengan sarungmu ini? Sebab jika engkau memakainya, dia tidak bisa mendapat bagian dari sarung itu, dan jika dia yang-memakai, engkau tidak bisa mendapatkan bagian darinya.”*

.

*Orang itu duduk. Setelah sekian lama, dia pun beranjak-pergi. Rasulullah melihat orang itu beranjak sambil memalingkan muka. Maka beliau menyuruhnya untuk kembali lagi. Setelah tiba, beliau bertanya, “Apa yang bisa engkau hapalkan dari Al-Qur’an?”*



*Orang itu menjawab, “Saya hapal surat ini dan ini.”*

.

*Beliau bersabda, “Engkau betul-betul hapal?”*

.

*”Benar,” jawabnya*

.

*Beliau bersabda, “Pergilah. Sesungguhnya engkau telahmemiliki diri wanita itu dengan maskawin dari Al-Qur’an.”(Diriwayatkan Al-Khamsah, dan lafazh ini bagi Al-Bukhary).*

.

*Dari Amir bin Rabi’ah, bahwa ada seorang wanita dari-bani Fazarah yang menikah dengan maskawin berupa sepasang selop. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam-bertanya kepadanya, “Apakah engkau ridha terhadap dirimu-dan hartamu dengan maskawin sepasang selop ini?”*

.

*Wanita itu menjawab, “Saya ridha.”*



*Maka beliau memperbolehkannya. (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan At-Tirmidzy).*

.

*Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah teladan-yang paling baik dan agung dalam masalah ini. Maskawin istri-istri dan putri-putri beliau tidak ada yang lebih dari lima-ratus dirham, kecuali Ummu Habibah, yang maskawinnya-mencapai empat ratus dinar. Namun maskawin ini pun atas-pemberian seorang Najasyi atas nama Rasulullah, karena sebagai penghormatan terhadap beliau.*

.

*Para shahabat juga selalu mencari cara yang sederhana-dan mudah tatkala menikahkan putri-putrinya. Istri-istri mereka juga merupakan wanita yang paling besar barakahnya.*

.

*Al-Faruq Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu-juga menyeru agar tidak berlebih-lebihan dalam memberikan-maskawin terhadap wanita. Suatu hari dia berpidato di hadapan manusia, “Wahai sekalian manusia, janganlah kaliansaling berlebih-lebihan dalam memberikan maskawin kepadawanita. Sebab kalau pun urusan maskawin ini merupakan kehormatan di dunia dan cermin ketakwaan di sisi Allah, tentunya Rasulullahlah orang yang paling mulia di antara kalian.Padahal RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam tidak-pernah memberikan maskawin kepada seorang pun dari istri-istri beliau, tidak pula kepada putri-putri beliau, lebih dari-dua belas uqiyahSesungguhnya ada seorang laki-laki yangmendapat cobaan karena maskawin istrinya, sehingga terjadi-pertentangan di dalam dirinya, sehingga dia berkata, ‘Saya-membebankan kepadamu, agar engkau bergelayut kepada-gunung”.*

.

*Banyak orang pada masa sekarang yang berlebih-lebihan dalam masalah maskawin, dengan anggapan maskawin-yang mahal bisa menambah kesetiaan suami terhadap istri, di-samping karena ingin membanggakan diri di hadapan orang-lain. Padahal tindakan seperti itu justru akan menimbulkan-bencana dalam perkawinan, yang merupakan sunnah kehidupan paling tinggi, menyebarkan kerusakan di kalangan pemuda, mengurangi barakah di antara suami istri, menimbulkan berbagai problem rumah tangga, memperbanyak kasus-perceraian, dan memang perceraian pada masa sekarang lebih banyak daripada perceraian pada awal masa Islam. Andaikata mereka mengikuti Sunnah Rasulullah dan para shahabatnya dalam masalah maskawin ini, tentu mereka tidak-akan menghadapi berbagai problem rumah tangga yang hampir tak terbendung seperti yang ada pada masa sekarang.*

.

*Yang paling penting adalah kasih sayang wahai para-orang tua dalam menuntut maskawin ini, sebagai upaya untuk menjaga pemuda-pemuda kalian. Jadilah seperti orang-orang yang difirmankan Allah,*

.

*”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang-yang bersama dengan dia adalah keras terhadap-orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang di antara-mereka.” (Al-Fath: 29).*

.

*Akad Nikah.*

.

*Agar akad nikah menjadi sempurna menurut konsep Islam yang benar, maka harus ada wali wanita atau wakilnya,dua orang saksi dan kesepakatan wanita.*

.

*1. Wali Wanita.*

.

*Orang yang menjadi wali dalam perkawinan seorang-wanita jalah laki-laki baligh dan berakal yang paling dekat-hubungan kekerabatannya, yang didasarkan kepada sabda-Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang mulia,*

.

*”Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali.”*

.

*Wali ini harus meminta perkenan dan pendapat wanita-yang hendak dinikahkan serta merasa yakin bahwa dia menerima pernikahan itu sebelum ada pelaksanaan akad.*

.

*2. Suami atau wakilnya.*

.

*Suami bisa mewakilkan peranannya kepada orang lain-dalam pelaksanaan akad nikah. Rasulullah Shallallahu Alaihi-wa Sallam juga pernah mewakilkan kepada Amr bin Umayyah tatkala menikahi Ummu Habibah. Saat itu Ummu Habibah sedang hijrah ke Najasyi, dan orang Najasyi pula yang-membayarkan maskawinnya.*

.

*3. Saksi.*

.

*Akad nikah tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan kehadiran dua orang saksi yang berakal, baligh, adil dan Muslim. Hal ini didasarkan kepada sabda beliau,*

.

*”Tidak sah pernikahan kecuali dengan adanya wali-dan dua orang saksi yang adil. Selagi ada pernikahan-yang selain demikian, maka pernikahan itu adalah batil.” (Diriwayatkan Ibnu Hibban).*