.

Alhamdulillah

.

*FIQIH MUSUH-MUSUH MANUSIA (MUSUH KEENAM: AHLI KITAB) Bag.6*

.

Ebook

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 1(Bab1-26)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(383Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GF4-Ejg-yyIKHbykxQQ81oyjckfQDX5e/view?usp=drivesdk

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 2(Bab27-46)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(332Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GFAnS9G2kocL65XZO07B9rM2n4fBoSHg/view?usp=drivesdk

Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Jilid 3(Bab47-66)-Ust. Dr.Firanda Andirja Lc.MA.(250Hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GI77MngSwB4-7Uys0Dqry3shYwp8Oljg/view?usp=drivesdk

Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah dan Al Qawa’id al-Arba’-Ust.Firanda Andirja(142hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GEqgCagAzA8oaoU3VrdD5hhMc4f1ynsi/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 1-Ust.DR.Firanda Andirja(415hlm)

https://drive.google.com/file/d/1G_tSzxNZexJoxmeiMXt76w5qEaGbAER5/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 2-Ust.DR.Firanda Andirja(431hlm)

https://drive.google.com/file/d/1GeBGtRauuPyf1T_YlrsHje0dtGlwW03D/view?usp=drivesdk

Syarah Rinci Rukun Imam Jilid 3-Ust.DR.Firanda Andirja(215hlm)

https://drive.google.com/file/d/1Gf-ej2oBWYoLUxvrMOLGzmoaDGqz2Ild/view?usp=drivesdk

*KASYFUS SUBHAT Mengungkap Kebatilan Argumen Penentang Tauhid 89Hlm*

https://drive.google.com/file/d/1V6XKHSbIBaJx0s2Xst_VegQA0KHwjh-f/view

*Kasyfu Syubuhat (Bantahan Terhadap Syubhat-Syubhat Para Penyeru Kesyirikan)-47hlm*

https://archive.org/download/trjmh-kasyfu-syubhat/Kasyfu%20Syubuhat%20(Bantahan%20Terhadap%20Syubhat-Syubhat%20Para%20Penyeru%20Kesyirikan).pdf

*Syarah Masail Jahiliyah( Permasalahan Jahiliyah)Syaikhul Islam, Pembaharu, Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab.Rahimahullah ta’ala.Pensyarah :Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan(408hlm)*

https://app.box.com/s/atks2x0f8uio8yhauxndrc5g0jb0dhnp

https:/

*Dosa Syirik-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray,Lchafizhahullah(55Hlm)*

https://app.box.com/s/opnhygtt9gdolri0ar9bnyxlnikajchv

https://drive.google.com/file/d/18sZxlqxphrNKA2qUxckVStd5w87X7Hj_/view

*HAL HAL YANG MERUSAK AQIDAH-42Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-101.pdf

*MEMBONGKAR SYRIK DAN BID’AH DARI AKARNYA-102Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-100.pdf

*RINGKASAN TAUHID DAN SYIRIK – Nor Kandir.ST (72Hlm)*

https://norkandirblog.files.wordpress.com/2018/03/ringkasan-tauhid-dan-syirik-pustaka-syabab.pdf

*Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman)*

https://app.box.com/s/es1kbzaocj3lye1xeki5rze1g49ixt4t

*Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman*

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id-menjaga-tauhid.pdf

Kesyirikan Pada Umat-umat Terdahulu (membahas kesyirikan sebelum kaum nabi Musa sampai nabi Isa ‘alaihissalam)-Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria 192hlm

https://drive.google.com/file/d/121ekZULdXfgSyRg-4nBRK7TC9gL39u0N/view?usp=drivesdk

Kesyirikan Pada Umat-umat Terdahulu (membahas Ideologi dan Sejarah Awal Kesyirikan Pada Masyarakat Arab hingga Masa Jahiliah) -Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria 310hlm

https://drive.google.com/file/d/122JMp-zxhHm4Owsw-dr3XNKeyiGNg-8l/view?usp=drivesdk

Makalah Islam Jilid 1-Abu Asma Andre

https://archive.org/download/tautan-makalah/Tautan%20Makalah.pdf

Jangan Tertipu-Ari Wahyudi

https://archive.org/download/jangantertipu/Jangan%20Tertipu.pdf

Melihat Allah di Akhirat Anugerah Teristimewa-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(56hlm)

https://drive.google.com/file/d/1auBgk5gtyZuERKlasqoxmKtvM23KfT_E/view?usp=sharing

Keajaiban Peristiwa Isra’ Mi’raj-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(59hlm)

https://drive.google.com/file/d/1shCQsWftXBy05-rRmXd0Df64RVRe9umk/view

Cambuk Hati Sahabat Nabi-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(79hlm)

https://drive.google.com/file/d/1_SjI_IrKCGu3sQL0FHmc8zbxyRCu8wSo/view

Kesempurnaan Agama Islam-Ust.Abu Ubaidah as-Sidawi(71hlm)

https://drive.google.com/file/d/12sKGFvsKQ7t4bUSr9-gLW_XT9LgsLzPX/view

Masjid al-Aqsa yang Terzalimi-Ust Syahrul Fatwa(20hlm)

https://drive.google.com/file/d/1MNq5bX1Wzjy7pLoEUu_VncVpModD4_BJ/view?usp=drivesdk

.

Gabung Grup FB Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

Gabung Grup WA

Khusus Ikhwan

https://chat.whatsapp.com/IZlFH3S1yTMDDwByL7jpLu

Khusus Akhwat

https://chat.whatsapp.com/CkYZuMBZ4cS9pbNzWxvAlD

https://mobile.facebook.com/dakwahsalafushsholih/

https://www.instagram.com/zainudinayyubi

Join Channel Telegram

Ebook Sunnah

https://t.me/pemurniantauhid

.

*Seorang muslim harus berjihad di jalan Allah Ta’ala melawan para-musuh, supaya jangan ada fitnah (gangguan-gangguan terhadap Islam)dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَقَا تِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِ ۚ فَاِ نِ انْـتَهَوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

.

*”Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”*

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 39)

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْـكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

.

*”Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 73)

.

*Berjihad melawan musuh pertama kali dilakukan dengan berdakwah-menyeru mereka kepada Allah Ta’ala, jika mereka tidak mau beriman-maka diwajibkan bagi Ahli Kitab untuk membayar jizyah, jika mereka-tetap tidak mau, maka kaum muslimin wajib memeranginya.*

.

*Adapun kepada orang-orang kafir dan munafik, maka tidak diterima-dari mereka kecuali Islam. Jika mereka enggan, maka-kaum muslimin harus memeranginya, dan maksud dari Fi Sabilillah (di jalan Allah) adalah-jihad, menuntut ilmu dan menyeru manusia dengannya kepada Allah.*

.

*Orang-orang Yahudi dan Nasrani telah mengetahui bahwa Al-Qur`an adalah kebenaran dari sisi Allah Ta’ala, mereka mengetahui benar-bahwa di dalamnya terdapat kekuasaan dan kekuatan, kebaikan dan perbaikan, kemampuan untuk membentengi umat yang berpegang teguh-terhadapnya, mengetahui akhlak yang dibawanya, syariat-syariat yang-diperintahkannya, dan memperhitungkan matang-matang terhadap kitab ini dan para pemegangnya.*

.

*Mereka mengetahui dengan pengetahuan yang benar bahwa bumi-tidak menyukai mereka tetapi menyukai pemeluk agama yang benar ini,mereka mengetahui kebenaran yang ada di dalamnya, mereka mengetahui kebatilan yang ada pada diri mereka, dan mengetahui bahwa agama-ini tidak mungkin berdamai dengan kejahilan yang mereka berjalan-menujunya.*

.

*Mereka mengetahui dengan baik bahwa agama ini tidak mungkinakan tinggi, kecuali akan membinasakan kejahilan yang mereka masih-berada di dalamnya, dan tidak mungkin agama ini akan menjadi semata-mata untuk Allah, hingga kejahilan benar-benar lenyap dari muka bumi-ini.*

.

*Mereka mengetahui semua itu, dan mereka mempelajari agama inisecara detail dan seksama, berusaha menutup rapat-rapat rahasia kekuatannya, supaya tidak masuk ke dalam jiwa, mereka mencari cara ngan serius bagaimana bisa merusak kekuatan yang ada di dalam agama-ini.*

.

*Mencari cara bagaimana melemparkan keraguan, syubhat dan kebimbangan dalam hati para pemeluknya? Bagaimanamerubah perkata­an dari tempatnya? Bagaimana menghalangi pemeluknya dari ilmu hakiki tentangnya? Bagaimana menyimpangkannya dari gerakan pembelaan yang-menghancurkan kebatilan dan kejahilan, menguasai kembali-kerajaan Allah Ta’ala di muka bumi, mengusir musuh-musuhnya, dan-menjadikan agama ini semata-mata hanya untuk Allah Ta’ala, menuju-pergerakan wawasan yang dingin, gerakan penelitian teori yang tidak-berdaya, perdebatan pemahaman atau kelompok yang kosong, dan perlombaan-perlombaan serta teka-teki?*

.

*Bagaimana cara mengosongkan pemahaman, kaidah, dan pokok-pokoknya dalam undang-undang dan bentuk-bentuk yang asing darinya,yang justru menghancurkannya, disertai dengan usaha memasukkan-syubhat kepada para pemeluknya bahwa akidah mereka mulia dan terjaga?*

.

*Sesungguhnya mereka mempelajari agama ini dengan penelitian-yang sangat dalam lagi teliti, bukan dalam rangka untuk mencari hakikat-agama ini dan tidak untuk berbuat adil terhadapnya, sama sekali tidak.*

.

*Mereka berusaha mempelajari agama ini secara mendalam karenamereka sedang mencari celah untuk membantai habis agama ini, mereka-mencari lubang-lubang yang menuju fitrah untuk ditutup, mencari rahasia-rahasia kekuatannya untuk dijadikan alat melawannya, dengan cara-meminjam tangan-tangan kaum munafik dan orang-orang yang-lalai..*

.

*Seandainya mereka memiliki kemampuan untuk menghabisi Islamdengan besi dan api, niscaya mereka telah melakukannya, namun mereka sama sekali tidak mampu, sehingga mereka memeranginya dengan-menyebarkan syubhat-syubhat di sekitarnya, menanamkan keraguan-padanya; agar kaum muslimin berlari darinya, dan menghalangi manusia darinya*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَا للّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

.

*”Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.”*

(QS. As-Saff 61: Ayat 8)

.

*Ahli kitab mengetahui setiap yang kecil dan yang besar dari agama-ini, mereka bahkan mengenalnya seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Mereka juga mengetahui bahwasanya penyerangan secara-terang-terangan terhadap agama ini hanya akan mengobarkan semangatpembelaan dan perlawanan. Oleh karena itu mayoritas mereka meng­gunakan cara lain dengan memuji agama ini hingga me-ninabobo-kan-perasaan yang bergejolak, meracuni semangat yang berkobar, akhirnya-memperoleh kepercayaan pembaca dan merasa tenang dengannya, baru-setelah itu meneteskan racun ke dalam gelas dan menyodorkannya kepada orang-orang bodoh dan lalai.*

.

*Ahli Kitab mengetahui bahwa Al-Qur`an ini diturunkan dari sisi AllahTa’ala dengan kebenaran, dan mereka masih mengetahui bahwa kekuatan agama ini dan kekuatan pemeluknya terpancar dari agama hak yang-dibawa oleh Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ini.*

.

*Dan karena pengetahuan mereka tentang itu semua, mereka senantiasa memerangi agama ini, memerangi kitab ini dengan peperangan-tanpa henti. Peperangan yang paling keras yang dipancangkan oleh Ahli-Kitab dan para pecundangnya adalah mencoba melakukan perubahan-hukum dengan syariat dari kitab ini menuju syariat-syariat kitab lain yang-dibuat oleh manusia, menciptakan hukum selain hukum Allah Ta’ala,hingga tidak tersisa satu pilar kitab Allah yang tegak, dan-menghilangkan-agama Allah Ta’ala dari keberadaannya.*

.

*Menegakkan sesembahan-sesembahan lain di berbagai negeri yang-dahulu penyembahan itu dilakukan hanya kepada Allah Ta’ala saja, pada-hari hanya berhukum kepada syariat Allah sesuai dalam kitab-Nya, dan-tidak dicampuri dengan syariat lain, tidak ada kitab-kitab lain selain-kitab Allah yang dijadikan sandaran dalam peraturan dan undang-undang, apalagi rujukan, diminta persaksiannya sebagai seorang muslim,diminta-persaksian dengan kitab Allah Ta’ala dan ayat-ayatnya. Hal itu -telah menjadi kenyataan sekarang, tidak perlu dalil untuk membuktikannya, dan Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani adalah dalang-di balik itu semua, lantas apakah akal yang lurus merasa ridha dengan-itu semua?*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَتَّخِذُ وَلِيًّا فَا طِرِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ اِنِّيْۤ اُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَسْلَمَ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

.

*”Katakanlah (Muhammad), Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan? Katakanlah, Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”*

(QS. Al-An’am 6: Ayat 14)

.

*Duhai.. betapa bahayanya permusuhan kaum Yahudi, merekalah-yang berkelana di balik rumah-rumah mode, di balik toko-toko hiasan-keindahan, di balik pencanangan keterbukaan dan menyingkap aurat, di-balik film-film dan gambar-gambar yang menggiring ambisi mereka yang-menyala dan gila.*

.

*Sesungguhnya orang-orang alim Yahudi tersebut telah mengeluarkan berbagai perintah, lantas dipatuhi oleh para pecundang dan binatang-binatang telanjang di seluruh penjuru dunia dengan ketaatan yang-murni. Merekalah orang-orang Yahudi yang telah mengeluarkan perintah-perintah kepada binatang-binatang yang terkalahkan perkaranya,agar mau diajak telanjang, sesat, berlebih-lebihan dan kafir. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:*

.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تُطِيْعُوْا فَرِيْقًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوْكُمْ بَعْدَ اِيْمَا نِكُمْ كٰفِرِيْنَ

.

*”Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.”*

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 100)

.

*Sesungguhnya mereka tanpa diragukan lagi telah mencapai pada-apa yang mereka harapkan semuanya, dari balik gelombang yang gila-ini di setiap tempat. Tujuan mereka adalah menghibur alam seluruhnya-dengan kobaran ini, menyebarkan pencampakan tubuh dan akhlak dari-baliknya, merusak fitrah manusia, dan menjadikannya sebagai barang-mainan di tangan-tangan orang yang mencanangkan mode dan keindahan tersebut.*

.

*Dari terealisasinya permainan-permainan ini ternyata memberikan-keutamaan ganda untuk mendapatkan tujuan-tujuan ekonomi, menarik harta-harta manusia ke saku-saku mereka, dari balik sikap berlebih-lebihan dalam mencari mode pakaian, alat-alat kecantikan dan perhiasan, serta seluruh buatan mereka yang tegak di atas ide gila ini. Alangkah-lemahnya umat ini yang memudahkan orang-orang Yahudi untuk mempermainkan tubuh dan akhlak mereka, sehingga merampas harta-harta-mereka sedangkan mereka tidak mengetahuinya.*

.

*Orang-orang Yahudi telah mengeluarkan umat ini dari masjid-masjid, dari medan-medan jihad dan dakwah, serta dari mimbar-mimbar-pengajian, digiring menuju pasar-pasar, tempat-tempat permainan dan-kelalaian, pasar-pasar kehinaan, gedung-gedung olah raga dan kesenian,serta menenggelamkan mereka dalam gemerlapnya harta dan syahwat.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ تَبْغُوْنَهَا عِوَجًا وَّاَنْتُمْ شُهَدَآءُ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَا فِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

.

*”Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok, padahal kamu menyaksikan? Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”*

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 99)

.

*Allah Ta’ala telah banyak menyebutkan keadaan bani Israil bersama nabi mereka, yang itu merupakan kisah terbanyak yang disebutkan-dalam Al-Qur`an. Semua itu tidak lain untuk dijadikan pelajaran oleh-umat ini, supaya tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan fatal yang-telah terjadi di dalamnya, terjadinya peperangan melawan agama Allah-Ta’ala dan pembunuhan terhadap para Rasul-Nya. Orang-orang bani-Israil, merekalah yang pertama kali mengadakan perlawanan terhadap-dakwah Islamiyah, melancarkan permusuhan, tipu daya, dan menabuh-genderang perang di Madinah dan sekitarnya, mereka telah memerangi-kaum muslimin sejak hari pertama sampainya Islam di sana.*

.

*Merekalah yang mendukung kemunafikan dan orang-orang munafik di Madinah, memberikan bala bantuan kepada mereka dengan berbagai sarana tipu muslihat terhadap kaum muslimin, merekalah yang-mengobarkan semangat kaum musyrikin, mengumbar janji, dan mengeluarkan ide-ide jitu bersama mereka untuk memerangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat beliau. Merekalah yang bertanggungjawab terhadap serangan bertubi-tubi, celaan dan tipu muslihat ke dalam barisan muslimin, sebagaimana mereka biasa menebarkan-syubhat, keraguan dan penyimpangan-penyimpangan dalam konteks-akidah, dan yang berkenaan dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam. Allah Ta’ala berfirman*

.

وَقَا لَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اٰمِنُوْا بِا لَّذِيْۤ اُنْزِلَ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَجْهَ النَّهَا رِ وَا كْفُرُوْۤا اٰخِرَهٗ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۚ 

.

*”Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya,agar

mereka kembali (kepada kekafiran).”*

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 72)

.

*Semua itu mereka lakukan sebelum mereka membuka topeng mereka di dalam peperangan yang dilakukan secara terang-terangan.*

.

*Maka kebobrokan semua itu harus disingkapkan kepada kaum muslimin, agar kaum muslimin menjaga diri dan berhati-hati dari mereka.*

.

*Allah Ta’ala telah memberitahukan bahwa mereka adalah para musuh-umat ini dalam sejarah kehidupan mereka, sebagaimana mereka adalah-musuh ajaran Allah pada masa lalu. Maka Allah Ta’ala membeberkan-secara panjang lebar tentang keadaan mereka kepada umat ini, dan menyingkapkan segala sarana yang mereka pergunakan.*

.

*Bani Israil adalah para pemilik agama terakhir sebelum Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus, sejarah mereka telah berlalu begitu lama sebelum Islam, telah terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam akidah mereka, banyak perjanjian-perjanjian bersama-Allah yang mereka langgar. Lantas bekas pelanggaran ini tetap berpengaruh pada kehidupan mereka, demikian juga penyimpangan-penyimpangan yang ada.*

.

*Ini dalam rangka memberitahukan umat muslim yang mewarisi risalah-risalah seluruhnya dari sejarah kaum, agar mereka tidak tergelincir-di tengah jalan, tidak masuk dalam perangkap-perangkap setan dan buruknya penyimpangan-penyimpangan.*

.

*Allah Ta’ala telah memberitahukan bahwa panjangnya waktu terhadap umat-umat akan memperkeras hati, generasi-generasi akan banyak menyimpang, sedangkan umat tersebut akan terus berlalu sejarahnya hingga hari Kiamat tiba. Maka Allah Ta’ala menjadikan umat tersebut sebagai contoh penyakit di hadapan para imam, supaya mereka bisa-mencarikan obatnya setelah mengetahui tabiatnya.*

.

*Allah Ta’ala telah mengaruniakan kepada Ahli Kitab dengan nikmat-nikmat yang melimpah, Allah bahkan telah memilih mereka di atas-semua alam pada zaman mereka, dan memenuhi karunia-Nya kepada-mereka*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢـبِيَآءَ وَجَعَلَـكُمْ مُّلُوْكًا ۖ وَّاٰتٰٮكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ

.

*”Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.”*

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 20)

.

*Akan tetapi Ahli Kitab tidak mau mensyukuri nikmat-nikmat Allah-tersebut, mereka malah melanggar perjanjian, melupakan kitab, merubah perkataan dari tempat-tempatnya, berkubang dalam kemaksiatan,sehingga mereka berhak mendapatkan amarah dan laknat Allah Ta’ala,telah tetap hukuman atas mereka dengan sebab perbuatan mereka, dan-mereka mendapatkan kemurkaan yang berlipat ganda.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ عَلٰى لِسَا نِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَا نُوْا يَعْتَدُوْنَ

.

*”Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”*

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 78)

.

*Selanjutnya laknat abadi ditujukan kepada seluruh Bani Israil kecuali orang-orang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi-wa Sallam dan mengikuti apa yang beliau bawa, ini adalah hukum yang-tidak bisa ditolak dan tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيْعُ الْعِقَا بِ ۖ وَاِ نَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

.

*”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”*

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 167)

.

*Dan kita wajib melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, menyampaikan agama ini kepada manusia, dan berjihad untuk-meninggikan kalimat Allah*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَا دِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَا عْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

.

*”Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”*

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)

.

*Adapun tingkatan berjihad melawan orang-orang munafik adalah-sebagai berikut:*

.

*• Pertama: Mengancam dan menakuti-nakuti mereka dengan keberadaan Allah Ta’ala, dan janji yang telah Allah Ta’ala persiapkan-untuk mereka berupa siksa yang pedih*

.

*Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:*

.

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللّٰهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَ عْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَّهُمْ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ قَوْلًاۢ بَلِيْغًا

.

*”Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.”*

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 63)

.

*Kedua: Berlepas diri dari mereka, memboikot, tidak mengambil sebagai pemimpin atau teman, dan tidak menghadiri majelis-majelis-mereka jika mereka tidak juga mau bertaubat*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ ‏ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَا مِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعًا ۙ

.

*”Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,”*

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 140)

.

*Ketiga: Tidak ridha terhadap mereka, atau menerima alasan dari-ketetapan dusta mereka.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

يَحْلِفُوْنَ لَـكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚ فَاِ نْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِ نَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

.

*”Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 96)

.

*Keempat: Tidak menerima mereka dalam amalan-amalan dan posisi-posisi keagamaan yang penting; karena besarnya bahaya mereka-terhadap umat ini.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

فَاِ نْ رَّجَعَكَ اللّٰهُ اِلٰى طَآئِفَةٍ مِّنْهُمْ فَا سْتَـأْذَنُوْكَ لِلْخُرُوْجِ فَقُلْ لَّنْ تَخْرُجُوْا مَعِيَ اَبَدًا وَّلَنْ تُقَا تِلُوْا مَعِيَ عَدُوًّا ۗ اِنَّكُمْ رَضِيْتُمْ بِا لْقُعُوْدِ اَوَّلَ مَرَّةٍ فَا قْعُدُوْا مَعَ الْخٰلـِفِيْنَ

.

*”Maka, jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 83)

.

*Kelima: Berjihad melawan mereka sebagaimana halnya melawan-orang-orang kafir, dengan lisan dan tangan*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْـكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

.

*”Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 73)

.

*Keenam: Memberikan peringatan keras kepada mereka tentang kesudahan mereka yang mengerikan, peniadaan mereka dan pembinasaan mereka.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:



لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنٰفِقُوْنَ وَ الَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّا لْمُرْجِفُوْنَ فِى الْمَدِيْنَةِ لَـنُغْرِيَـنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُوْنَكَ فِيْهَاۤ اِلَّا قَلِيْلًا,مَلْـعُوْنِيْنَ ۖ اَيْنَمَا ثُقِفُوْۤا اُخِذُوْا وَقُتِّلُوْا تَقْتِيْلًا

.

*”Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar,”dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun.”*

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 60-61)

.

*Ketujuh: Tidak menyalati mereka, tidak memintakan ampun untuk mereka, atau tidak bersikap lemah lembut terhadap mereka.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

وَلَا تُصَلِّ عَلٰۤى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّا تَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖ ۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَا تُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ

.

*”Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 84)

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

اِسْتَغْفِرْ لَهُمْ اَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ اِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً فَلَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

.

*”(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 80)

.

*Kedelapan: Membunuh orang munafik yang telah pasti kemunafikannya dengan keterangan yang jelas, jika dia tetap tidak mau-bertaubat.*

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

.

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُوْنَ بِنَاۤ اِلَّاۤ اِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۗ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ اَنْ يُّصِيْبَكُمُ اللّٰهُ بِعَذَا بٍ مِّنْ عِنْدِهٖۤ اَوْ بِاَ يْدِيْنَا ۖ فَتَرَبَّصُوْۤا اِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبِّصُوْنَ

.

*”Katakanlah (Muhammad), Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”*

(QS. At-Taubah 9: Ayat 52)