.

Alhamdulillah

.

*Adakah Kuburan Keramat dan Siapakah Wali – Wali Allah (Bag.5)*

.

Ebook

*SYUBHAT PARA PENGAGUNG KUBUR*

*Fenomena ditengah masyarakat menunjukan bahwa animo untuk mengunjungi benda² bersejarah, terkhusus kuburan para wali semakin tahun terus meningat, bahkan perkaranya diperparah dgn dijadikan objek bisnis menjadi ’WISATA RELIGIUS’. Berbagai argumen mereka kemukakan untuk melegalkan acaranya tersebut, tapi, apakah benar hal tersebut dibolehkan. Untuk lebih jelas silahkan baca risalah ini*

https://drive.google.com/file/d/1CUX5yFlHNen_CWLYdU6Bf2bLUbjpVjKZ/view?usp=drivesdk

.

Peringatan Penting Menggunakan KuburanSebagai Mesjid (Tahdzirus Sajid)

Muhammad Nashiruddin Al-Albani 95Halaman

https://archive.org/download/Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani/Peringatan%20Penting%20%20Menggunakan%20Kuburan%20Sebagai%20Mesjid%20(Tahdzirus%20Sajid)%20–%20al%20Albani.pdf

*MEMBONGKAR SYRIK DAN BID’AH DARI AKARNYA-102Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-100.pdf

*RINGKASAN TAUHID DAN SYIRIK – Nor Kandir.ST (72Hlm)*

https://norkandirblog.files.wordpress.com/2018/03/ringkasan-tauhid-dan-syirik-pustaka-syabab.pdf

*Pandangan Ulama Bermazhab Syafi’i Tentang Syirik-DR.Muhammad binAbdurrahman Al Khumayyis 73Hlm*

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-40.pdf

*Kupas Tuntas Tentang Tawassul-Abu Anas Ali bin Husain Abu Lauz(198halaman)*

https://app.box.com/s/u5ck27z03klxxcr94psyzi2dwoto73e

Tawassul- Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani 197Hlm

https://archive.org/download/Kumpulan_Hadist_karya_Al_Albani/Tawassul.pdf

TAWASSUL YANG DIPERBOLEHAKN DAN YANG DILARANG

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-094.pdf

Pengakuan Mantan Pemuja Kubur(KUBURIYYUN)-Abdul Mu’nim Al Jaddawi 44Hlm

https://drive.google.com/file/d/16rLxdADkWKVc8Gh2ftgNNhM8c0Rr9dNd/view?usp=drivesdk

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-46.pdf

Tawassul Masyru’ dan Mamnu’-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah al Juhani

45Hlm

http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-78.pdf

Kesyirikan Pada Umat-umat Terdahulu (membahas kesyirikan sebelum kaum nabi Musa sampai nabi Isa ‘alaihissalam)-Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria 192hlm

https://drive.google.com/file/d/121ekZULdXfgSyRg-4nBRK7TC9gL39u0N/view?usp=drivesdk

Kesyirikan Pada Umat-umat Terdahulu (membahas Ideologi dan Sejarah Awal Kesyirikan Pada Masyarakat Arab hingga Masa Jahiliah) -Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria 310hlm

https://drive.google.com/file/d/122JMp-zxhHm4Owsw-dr3XNKeyiGNg-8l/view?usp=drivesdk

*Dosa Syirik-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray,Lchafizhahullah(55Hlm)*

https://app.box.com/s/opnhygtt9gdolri0ar9bnyxlnikajchv

https://drive.google.com/file/d/18sZxlqxphrNKA2qUxckVStd5w87X7Hj_/view

●●●●●●●●●●

*Bekal Muwahid (Menjawab Dalih Pengagungan Wali) 55Hlm*

https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQQjhMRldwLTFxbkU/view

*Wali Allah Bukan Wali Setan by Ustadz Ibnu ‘Abidin As-Soronji*

https://archive.org/download/WaliAllahBukanWaliSetan/Wali%20Allah%20Bukan%20Wali%20Setan.pdf

*Wali Allah Versus Wali Syaithan*

https://www.box.com/s/4af883fb72f0f2e93740

*Para Wali Allah*

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single2/id_Para_Wali.pdf

*Keramat Para Wali*

https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/single/id_Keramat_Para_Wali.pdf

*7 Kaedah Tentang Karomah Wali*

https://www.dropbox.com/s/lqzbw6z6orjiahz/buletin-dakwah-jumat-edisi-18.zip?dl=1

*Wali Allah Vs Wali Setan*

https://www.dropbox.com/s/fen3lf346vsoxns/buletin-dakwah-jumat-edisi-16.rar?dl=1

*KASYFUS SUBHAT Mengungkap Kebatilan Argumen Penentang Tauhid 89Hlm*

https://drive.google.com/file/d/1V6XKHSbIBaJx0s2Xst_VegQA0KHwjh-f/view

*Kasyfu Syubuhat (Bantahan Terhadap Syubhat-Syubhat Para Penyeru Kesyirikan)-47hlm*

https://archive.org/download/trjmh-kasyfu-syubhat/Kasyfu%20Syubuhat%20(Bantahan%20Terhadap%20Syubhat-Syubhat%20Para%20Penyeru%20Kesyirikan).pdf

Kupas Tuntas Masalah Syafa’at-Ust.Abu Ubaidah As Sidawy (41Hlm)

https://app.box.com/s/bo5npihb6xp19mue87fmlqij90ttiy9w

https://drive.google.com/file/d/1gwO7IZhon_N2lFp6PNJJvE0ZsUtXyXVx/view

*Syarah Masail Jahiliyah( Permasalahan Jahiliyah)Syaikhul Islam, Pembaharu, Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab.Rahimahullah ta’ala.Pensyarah :Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan(408hlm)*

https://app.box.com/s/atks2x0f8uio8yhauxndrc5g0jb0dhnp

*“LANDASAN-LANDASAN IMAN DI BAWAH CAHAYA AL KITAB DAN AS SUNNAH”(591Halaman)*

https://ibnumajjah.files.wordpress.com/2018/03/landasan-landasan-imam.pdf

Kesalahan-Kesalahan Ketika Ziarah Kubur

https://imnasution.files.wordpress.com/2017/01/kesalahan-kesalahan-ketika-ziarah-kubur.pdf

*KEHIDUPAN ALAM KUBUR 42HLM*

https://archive.org/download/KEHIDUPANALAMKUBUR/KEHIDUPAN%20ALAM%20KUBUR.pdf

KupasTuntas Masalah Syafa’at-Ust.Abu Ubaidah As Sidawy (41Hlm)

https://app.box.com/s/bo5npihb6xp19mue87fmlqij90ttiy9w

https://drive.google.com/file/d/1gwO7IZhon_N2lFp6PNJJvE0ZsUtXyXVx/view

Syafaat

https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/10-syafaat.pdf

Syafaat Agung Rasulullah

https://imnasution.files.wordpress.com/2014/06/syafaat-agung-rasulullah.pdf

MayitTidak Mendengar Menurut PengikutImam Hanafi-M Nashruddin Al-Albani (194hlm)

https://drive.google.com/file/d/0BzDT5zrhbMyDcDFkQjJZbER5bVk/view

●●●●●●●●●●●●

Mengenal Wali-Wali Allah-Ustadz Afifi Abdul Wadud

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Afifi%20Abdul%20Wadud/Aqidah%20Islam/Afifi%20Abdul%20Wadud%20-%20Aqidah%20Islam%2036%20-%20Mengenal%20Wali-Wali%20Allah.mp3

Di Balik Keramat Wali-Wali Allah-Ustadz Ahmad Zainuddin

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Zainuddin/Di%20Balik%20Keramat%20Wali%20Allah/Di%20Balik%20Keramat%20Wali%20Allah.mp3

Pembeda Antara Wali-Wali Allah dan Wali-Wali Syaithan -Ustadz Abdurrahman Thayyib

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdurrahman%20Thayyib/Al-Furqan%20baina%20Auliya%20Ar-Rahman%20wa%20Auliya%20Asy-Syaithan

Pembeda Antara Wali-Wali Allah dan Wali-Wali Syaithan -Ustadz Aris Munandar

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Aris%20Munandar/Pembeda%20Antara%20Wali%20Allah%20dan%20Wali%20Syaithan

Wali-Wali Allah-Ustadz Muhammad Nurul Dzikri

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Nuzul/Wali%20Allah%20%20Keistimewaannya/Wali%20Allah%20%20Keistimewaannya.mp3

Wali-Wali Allah Versus Wali-Wali Syaithan-Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Zainal%20Abidin%20Syamsudin/Wali%20Allah%20vs.%20Wali%20Syaitan/Wali%20Allah%20vs.%20Wali%20Syaitan.mp3

Wali-Wali Allah-Ustadz Abu Ubaidah Sidawy

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Aqidah%20Thahawiyah/Aqidah%20Thowawiyah%202013-11-21%20Wali%20Allah.mp3

Tentang Wali Allah-Ustadz Abu Ubaidah Sidawy

https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Ubaidah%20Yusuf%20As-Sidawi/Aqidah%20Thahawiyah/Aqidah%20Thowawiyah%202014-09-17%20Aqidah%20Tentang%20Wali%20Allah.mp3

Gabung Grup WA

Khusus Ikhwan

https://chat.whatsapp.com/IZlFH3S1yTMDDwByL7jpLu

Khusus Akhwat

https://chat.whatsapp.com/CkYZuMBZ4cS9pbNzWxvAlD

https://mobile.facebook.com/dakwahsalafushsholih/

https://www.instagram.com/zainudinayyubi

Join Channel Telegram

Ebook Sunnah

https://t.me/pemurniantauhid

.

●●●●●●●●●●

.

*BAB KETIGA:*

*”WALI-WALI ALLAH”*

.

*(Abdurrahman bin Hammad Al-Umr, Haqiqat Da’wat Al-Imam-Muhammad ibn Abd Al-Wahhab wa Namadzij min Rasailihi, Wa-Syahadati Ulama’ Al-Haramain Lahu, Dar Al-Ashimah)*



*Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah menjelaskan bahwa sesungguhnya wali-wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan selalu-bertakwa. Sifat mereka yang menonjol ialah mengesakan-Allah Ta’ala, memurnikan agama untuk-Nya, mengikuti-Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam,menyuruh kepada yang maruf, mencegah dari yang-munkar, mencintai dan membenci demi Allah, dan berlepas-diri dari kesyirikan berikut orang-orangnya. Hal itu bisa-diketahui dikarenakan ilmu mereka, kebaikan mereka,dakwah mereka kepada Allah, dan jihad mereka pada jalan-Nya. Contohnya para Khulafaurrasyidin, sepuluh shahabatlainnya yang dijanjikan masuk surga, shahabat-shahabat-yang ikut dalam Baiat Ar-Ridhwan, dan orang-orang yang-mendapat kesaksian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.Yang paling menonjol di antara mereka ialah wanita-wanita-yang bergelar Ummahatul Mukminin, para pemimpin-keluarga Nabi, dan orang-orang yang datang setelah para-shahabat dari kalangan para pemimpin tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Atau orang-orang yang tidak terkenal dari orang-orang muttaqin yang-selalu menjaga kesucian, dan yang selalu setia menjalankankewajiban serta sunnah seperti halnya para wali yang terkenal. Mereka itulah wali-wali Allah yang tidak dikenal. Sebagian mereka disifati oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam-dgn sabdanya.*

.

*“Kerapkali orang yang kusut rambutnya, yang miskin, dan-yang tidak punya harga di mata manusia (di depan pintu-mereka), namun kalau ia bersumpah kepada Allah atas terjadinya sesuatu, niscaya Allah pun akan mengabulkannya.”*

.

*Contohnya seperti Uwais Al-Qarni, seorang tabi’in terbaikRahimahullah. Orang yang berdalil atas dibolehkannya meminta pertolongan dan bertawasul kepada orang yang telah

meninggal dunia, berdasarkan firman Allah Ta’ala,*

.

*“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62)*

.

Firman Allah Ta’ala,

.

*“Dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” (Al-Maidah)*

.

*Hal itu disanggah oleh Syaikh Muhammad bin Abdul-Wahhab, bahwa predikat wali yang diberikan oleh Allah itu-hanya bermanfaat bagi orang yang bersangkutan saja, yaitu-orang yang tidak ada kekhawatiran terhadapnya dan tidak-pula bersedih hati, dikarenakan ia memiliki iman kepada-Allah Ta’ala. Dan ia benar-benar mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, tekun beribadah kepada-Nya dengan-ikhlas, benar-benar mengenal Rasul-Nya Shallallahu Alaihi-wa Sallam, setia mengikutinya, melaksanakan rukun-rukun-Islam berikut hal-hal yang diwajibkan dan hal-hal yang-disunnahkannya dengan cara yang benar, percaya pada-rukun-rukun iman yang lain, beribadah dengan sebaik-mungkin kepada Sang Pencipta, dan bermuamalah dengan-cara yang baik terhadap sesama makhluk.*

.

*Tidak benar kalau kebaikan seorang wali itu bisa dijadikan sarana untuk beribadah, dengan cara berdo’a kepadanya, bernadzar untuknya, atau bahkan menjadikannya-sebagai perantara di sisi Allah. Sesungguhnya, itulah substansi syirik, dan itulah yang dilakukan oleh orang-orang-Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang musyrik terdahulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala membatilkan keyekinan-keyakinan yang rusak tersebut dalam beberapa ayat-Al-Qur’ an Al-Karim. Contohnya firman Allah Ta’ala,*

.

*“Sesungguhnya, yang paling mulia di antara kamu di sisi-Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu.” (Al-Hujurat: 13)*

.

Firman Allah Ta’ala,

.

*“Apabila sangkakala ditiup, tidaklah ada lagi pertalian nasab-di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling-bertanya.” (Al-Mukminun: 101)*

.

Dan firman Allah Ta’ala,

.

*“(Yaitu) di hari ketika harta dan anak laki-laki tidak berguna,kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati-yang bersih.” (Asy-Syu’ara’: 88-89)*

.

Juga sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

.

*“Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non-Arab(ajam), dan juga tidak ada keutamaan bagi orang non-Arab-atas orang Arab, kecuali dengan takwa. Kalian semua itu-anak cucu Adam, dan Adam itu diciptakan dari tanah.”*

.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,

*“Salman termasuk dari kita Ahlulbait.”*

.

Ketika turun firman Allah Ta’ala,

.

*“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yangterdekat.” (Asy-Syu ‘ara’: 214)*



*Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam naik ke atas Bukit-Shafa di Makkah, lalu beliau berseru kepada kerabatnya yang-terdekat, kemudian yang dekat, seraya bersabda,*

.

*“Hai Fathimah putri Muhammad, selamatkanlah dirimu dari-neraka. Aku sama sekali tidak dapat menolongmu dari Allah.Wahai Shafiyah bibi Rasulullah, selamatkanlah dirimu dari

neraka. Aku juga sama sekali tidak bisa menolongmu dariAllah.”*

.

Beliau terus menyeru,

.

*“Wahai keluarga fulan dan keluarga fulan, selamatkanlah diri-kalian dari neraka. Aku sama sekali tidak dapat menolong-kalian dari Allah.”*

.

*Bahkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberitahukan bahwa ia berlepas diri dari sebagian kaum kerabatnya yang berbuat durhaka kepada Allah dan tidak mau-mgikutinya. Beliau bersabda,*

.

*“Keluarga fulan itu bukan orang-orang yang kucintai. Yangkucintai ialah Allah dan orang-orang Mukmin yang shalih.”*

.

*Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa Nabi Nuh-Alaihissalam sama sekali tidak dapat memberikan manfaat-dan menimpakan mudharat kepada putranya sendiri yangmengingkari Allah. Dan Nabi Ibrahim Alaihissalam berlepas-diri dari ayahnya sendiri, Azar, ketika mengingkari Allah.Demikian pula Nabi Nuh dan Nabi Luth Alaihimassalam-berlepas diri dari istri mereka masing-masing.*

.

*Dengan demikian jelas bahwa yang membuat seseorangmendapat tempat terhormat di sisi Tuhannya ialah amalnya-yang shalih, yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala dengan-memurnikan ketaatan kepada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya-Shallallahu Alaihi wa Sallam. Itulah bentuk wasilah yang-dpt-digunakan untuk mendekatkan diri kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Jadi, bukan lewat seorang nabi atauwali: bukan dengan meminta pertolongannya dan bukan-dengan menjadikannya sebagai perantara.*

.



*BAB KEEMPAT:*

*TENTANG KARAMAH PARA WALI”*

.

*(Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syarah Aqidah Wasithiyah,Daar Ats-Tsurayya)*

.

*Karamah para wali adalah sesuatu yang sangat-penting dan harus diketahui kebenaran di dalamnya dari yang bathil. Apakah karamah itu sesuatu yang nyata-adanya dan baku, atau apakah semua itu masuk ke dalam-bab takhayyul saja?*

.

*Penyusun Rahimahullah menyebutkan pendapat Ahlussunnah berkenaan dengan perkara ini.*

.

*Di antara prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah adalah pembenaran adanya berbagai karamah pada diri para-wali.*

.

*Maka, siapakah para wali itu?*

.

*Jawabnya: Allah telah menjelaskan tentang mereka dalam firman-Nya,*

.

*“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tiada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih-hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu-bertakwa.” (Yunus: 62-63)*

.

*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,“Siapa saja yang Mukmin dan bertakwa, dia adalah wali-Allah.”*

.

*Kewalian bukan dengan klaim atau angan-angan, kewalian adalah dengan iman dan takwa. Jika kita melihat-orang mengatakan, “Dia adalah seorang wali”, tetapi dia-tidak bertakwa kepada Allah, maka ucapannya itu ditolak.*

.

*Adapun(Karomata) adalah bentuk jamak dari(karomaha) dan ia adalah perkara yang di luar kebiasaan. Diberlangsungkan oleh

Allah di tangan seorang wali sebagai bentuk dukungan,pertolongan, peneguhan, dan pembelaan agama.*

.

*Seseorang memiliki kuda yang dihidupkan kembali oleh-Allah Ta’ala, yaitu Shilat bin Asyim, setelah kuda itu mati,sehingga shilat tiba di rumah keluarganya. Ketika ia berada-di rumah keluarganya, berkata kepada anaknya, “Lepaskan-pelana dari punggung kuda! Karena pelana itu pinjaman(titipan).” Maka, ketika pelana dilepas darinya, ia jatuh dan-mati kembali. Ini adalah bentuk karamah bagi orang itu sebagai bentuk pertolongan baginya.*

.

*Adapun yang berfungsi sebagai pembelaan Islam adalahseperti apa yang pernah terjadi pada diri Al-Ala’ bin Al-Hadhrami Radhiyallahu Anhu, ketika ia menyeberangi laut.Juga sebagaimana yang pernah terjadi pada diri Sa’ad bin-Abi Waqqash Radhiyallahu Anhu ketika menyeberangi-Sungai Dijalah. Kisah keduanya sangat terkenal di dalam-sejarah.*

.

*Jadi, karamah adalah sesuatu yang di luar kebiasaan.Sesuatu yang berlangsung sebagaimana biasa adalah bukan-karamah.*

.

*Perkara ini diberlangsungkan oleh Allah melalui tangan-seorang wali, sebagai bentuk pemeliharaan dari perkara-perkara yang berbau sihir dan mantra. Sihir dan mantra-adalah perkara yang di luar kebiasaan, tetapi berlangsung di-tangan orang-orang yang tidak bertakwa kepada Allah. Bahkan, berlangsung di tangan para musuh Allah. Maka, yang-demikian bukan karamah.*

.

*Karamah itu menjadi sangat banyak dan dinyatakan-sebagai kararmah, padahal di tangan mereka yang menggunakan mantra-mantra itu yang melakukan penghalangandari jalan Allah. Maka, kewajiban kita adalah waspada dari-mereka dan tindakan mereka yang suka mempermainkan-akal dan pemikiran orang.*

.

*Karamah itu telah baku dengan dasar Al-Qur’an dan-As-Sunnah. Kejadiannya bisa di masa lalu atau di masa yang-akan datang.*

.

*Di antara karamah yang telah baku dan berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah bagi Ashhabul Kahfi yang-telah berlalu kisahnya. Mereka hidup di tengah-tengah kaum-yang musyrik, sedangkan mereka telah beriman kepada-Allah. Lalu, mereka merasa takut jika diketahui dan diperangi. Sehingga mereka keluar dari kampungnya berhijrah-kepada Allah Azza wa Jalla. Dimudahkan bagi mereka-untuk mendapatkan gua di sebuah gunung. Mulut gua ini-menghadap ke Utara sehingga cahaya matahari tidak menimpa mereka sehingga tidak menghancurkan jasad-jasad-mereka, dan mereka bukan tidak mendapatkan cahayanya.Jika matahari terbit, ia condong ke arah kanan dari gua-mereka: jika ia terbenam, maka condong menjauh ke arah-kiri-mereka. Mereka berada di dalam tempat yang sangat-luas di dalam gua itu. Mereka tinggal di dalam gua itu-selama tiga ratus sembilan tahun dalam keadaan tertidur.Allah Subhanahu wa Ta’ala membolak-balikkan mereka ke-kanan dan ke kiri di musim panas dan di musim dingin.Mereka dibuat terkejut oleh panas dan tidak dijadikan-merasa sakit karena dingin. Mereka tidak merasa lapar, tidak-merasa haus, dan tidak bosan tidur. Tidak diragukan bahwa-semua ini adalah karamah. Mereka tetap demikian hingga-dibangkitkan oleh Allah dan kesyirikan telah musnah dari-kampung itu sehingga mereka selamat darinya.*

.

*Di antaranya lagi adalah kisah Maryam Alaihassalam,Allah memberinya karamah. Rasa sakit melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Allah memerintahkan kepadanya untuk menggoyang batang kurma-itu agar berguguran buah kurma yang masak.*

.

*Di antaranya lagi kisah seorang pria yang telah dimatikan oleh Allah selama seratus tahun, lalu dibangkitkan kembali sebagai karamah baginya dan agar jelas baginya kekuasaan Allah Ta ala sehingga imannya bertambah kokoh.*

.

*Adapun di dalam As-Sunnah, karamah itu sangat banyak jumlahnya.”'(Rujuklah Kitab Al-Anbiya’, Bab “Maa Dzukira bani Israil” di dalam-Shahih Al-Bukhari dan Kitab Al-Furqan baina Aauliya’ Ar-Rahman wa Auliya’Asy-Syaithan, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)*

.

*Sedangkan di dalam dunia kenyataan berkenaan dengan berbagai macam karamah sudah demikian nyata. Seseorang mengetahuinya di zamannya, baik dengan menyaksikan langsung dengan mata kepala atau lewat berita-yang dapat dipercaya.*

.

*Maka, mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah adalah membenarkan semua karamah para wali.*

.

*Di sana juga muncul mazhab yang menentang mazhabAhlussunnah wal Jama’ah. Yaitu, mazhab Mu’tazilah dan-semua yang mengikutinya. Mereka mengingkari berbagai

macam karamah dan mengatakan, “Sesungguhnya jika-engkau menetapkan karamah, akan ada kerancuan antara-seorang penyihir dengan seorang wali dan seorang wali-dengan seorang nabi. Karena, masing-masing mereka mendatangkan sesuatu yang di luar kebiasaan.”*

.

*Maka, dikatakan, “Tidak mungkin terjadi kerancuan, karena karamah berada di tangan seorang wali. Seorang wali-tidak mungkin mengklaim bahwa dirinya adalah seorang-nabi. Jika ia mengklaim demikian, tentu dia bukan seorang-wali. Tanda-tanda seorang nabi hanya ada di tangan seorang nabi. Mantra dan sihir berada di tangan seorang-musuh yang sangat jauh dari kewalian Allah. Terjadi dengan-perbuatannya dengan meminta pertolongan kepada para-syetan sehingga hal itu didapatkan dengan upayanya. Ini-sangat berbeda dengan karamah yang datang dari Allah-Ta’ala dan bukan dicari oleh wali itu sendiri dengan upayanya.*

.

*Para ulama berkata, “Setiap karamah adalah milik seorang wali. Karamah adalah tanda bagi seorang nabi yang-diikutinya, karena karamah adalah kesaksian dari Allah bahwa jalan seorang wali tersebut adalah jalan yang benar.”*

.

*Dengan demikian, berbagai karamah yang terjadi di-tangan para wali di tengah-tengah umat ini adalah tanda-tanda bagi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.*

.

*Oleh sebab itu, sebagian ulama berkata, “Tiada satu-tanda pun pada seorang nabi di antara para nabi terdahulu,melainkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memiliki semisalnya.”*

.

*Telah dikeluarkan berita bahwa Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam tidak pernah dilemparkan ke dalam api,lalu keluar dalam keadaan hidup sebagaimana yang dialami-oleh Nabi Ibrahim.*

.

*(Klaim itu disanggah bahwa peristiwa sedemikian pernahterjadi pada diri para pengikut Rasulullah Shallallahu Alaihi-wa Sallam sebagaimana disebutkan oleh para sejarawan-dari Abu Muslim Al-Khaulani. Para pengikut Rasulullah-Shallallahu Alaihi wa Sallam dimuliakan dengan jenis kejadian yang di luar kebiasaan itu menunjukkan bahwa-agama Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah benar.Karena didukung dengan tanda-tanda sedemikian yang-pernah terjadi dengan diri Nabi Ibrahim.*

.

*Juga dikeluarkan kepada mereka bahwa laut tidak-terbelah di tangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa-Sallam sebagaimana yang pernah terjadi di tangan Nabi-Musa!*

.

*Hal itu disanggah, di tengah-tengah umat ini telah-terjadi suatu peristiwa berkenaan dengan laut yang lebih-agung daripada yang pernah terjadi di tangan Musa, yaitu-berjalan di atas air. Sebagaimana dalam kisah Al-Ala” bin Al-Hadhrami, bahwa orang-orang berjalan di atas permukaan-air. Ini lebih agung daripada-yang pernah terjadi dengan-Musa, karena Musa berjalan di atas tanah yang kering.*

.

*Juga dikeluarkan kepada mereka bahwa sebagian dari-tanda-tanda Isa adalah menghidupkan orang mati, hal itu-tidak terjadi pada diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa-Sallam.**

.

*Dibantah bahwa kejadian demikian telah terjadi pada-diri para pengikut Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.Sebagaimana dalam kisah orang yang keledainya mati di-tengah perjalanan. Maka, ia berdoa kepada Allah agar sudi-menghidupkan kembali keledainya. Maka, Allah Ta’ala-menghidupkannya.*

.

*Juga dikeluarkan tentang penyembuhan orang buta sejak lahir dan orang sakit sopak.*



*Hal itu dibantah, bahwa kejadian sedemikian pernah-terjadi pada diri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa-Qatadah bin An-Nu’man ketika terluka pada Perang Uhud,keluar matanya hingga menggantung di pipinya. Maka,datanglah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, lalu mengambilnya dengan tangan beliau, lalu meletakkannya di-tempatnya. Sehingga kedua matanya menjadi lebih bagus.Ini bagian dari tanda-tanda yang paling agung.*

.

*Tanda-tanda yang ada di tangan para nabi terdahulu-terjadi pada diri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam atau-pada umat beliau. Siapa saja yang ingin tahu lebih banyaktentang hal ini, hendaknya ia merujuk kitab Al-Bidayah wa-An-Nihayah fii At-Tarikh, karya Ibnu Katsir.*

.

*Peringatan:*

.

*Karamah-karamah, kita katakan bahwa semua itu dijadikan sebagai bentuk dukungan, penetapan, dan pertolongan atas seseorang, atau pembelaan atas suatu kebenaran.Oleh sebab itu, berbagai macam karamah yang terjadi di-tangan para tabiin lebih banyak daripada yang terjadi di-tangan para shahabat. Karena, para shahabat telah mendapatkan dukungan, pembelaan, dan penetapan yang tidak-lagi membutuhkan berbagai karamah. Karena, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berada di-tengah-tengah mereka. Adapun para tabi’in tidak demikian-halnya. Oleh sebab itulah, karamah sangat banyak terjadi di-masa mereka sebagai bentuk pengukuhan, penetapan, danpembelaan atas kebenaran yang mereka terapkan.*

.●●●●●●●●●●●●●●●●

*“Apa-apa yang dilangsungkan oleh Allah di tangan-tanganmereka adalah bagian dari kejadian-kejadian di luar kebiasaan. Yang berupa berbagai ilmu dan mukasyafat(pembukaan rahasia), berbagai kemampuan dan pengaruh-pengaruh.”*

.

*Berbagai karamah ini memiliki empat macam sasaran yangditunjukkan olehnya:*

.

*1). Sebagai penjelasan akan kekuasaan Allah Azza wa Jalla,karena semua kejadian yang berbeda dengan kebiasaanalamiah itu terjadi atas dasar perintah Allah.*

.

*2). Kebohongan bagi orang-orang yang mengatakan alam-adalah yang memperbuat sesuatu. Karena jika alam yang-melakukannya, maka tentunya alam ini akan berada-dalam kondisi yang tetap dan tidak pernah akan berubah.Jika semua kebiasaan dan alam mengalami perubahan,maka menunjukkan bahwa alam ini memiliki Pengelola-dan Pencipta.*

.

*3). Semua itu adalah tanda bagi Nabi yang diikuti sebagaimana telah berlalu penjelasannya.*

.

*4). Di dalamnya peneguhan dan karamah bagi wali tersebut.*

.

*Yakni, karamah itu terbagi menjadi dua bagian:*

.

*Pertama berkaitan dengan ilmu dan mukasyafat: dan satu-bagian yang lain berkaitan dengan kekuasaan dan pengaruh-pengaruh.*

.

*Adapun ilmu, bahwa manusia akan mendapatkan ilmu-yang tidak didapatkan oleh orang lain.*

.

*Sedangkan mukasyafat adalah terlihat olehnya sesuatuyang dibuka untuknya dan tidak untuk selain dirinya.*

.

*Contoh untuk yang pertama -—ilmu- adalah apa-apa-yang disebutkan oleh Abu Bakar bahwa Allah menunjukkan-kepada dirinya apa yang ada di dalam perut istrinya -kehamilan—. Allah memberitahu dirinya bahwa kandungannya-adalah seorang anak perempuan.”*

*(Al-Ishabah fii Tamyiz Ash-Shahabah (4/261).*

.

*Contoh untuk yang kedua —mukasyafat- apa yang-terjadi pada diri Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab-Radhiyallahu Anhu ketika ia berkhutbah di hadapan orang-banyak pada hari Jum’at di atas mimbar. Orang-orang-mendengar dirinya mengatakan, “Wahai Sariyah! Gunung!”Orang-orang terheran karena ucapannya itu. Lalu, mereka-bertanya kepadanya tentang kejadian itu?*

.

*Maka, ia menjawab bahwa dibukakan rahasia tentang-Sariyah bin Zanim -dia adalah salah satu panglimanya di-Irak-, dan dia dalam keadaan dikepung oleh musuhnya.Maka, Umar mengarahkannya untuk naik ke gunung. Dia-berkata kepadanya, “Wahai Sariyah! Gunung!” Sariyah men-dengar suara Umar dan ia pun membelok ke gunung untuk-berlindung diri di sana.”(Al-Bidayah wa An-Nihayah, (731).*

.

*Itulah sebagian dari perkara-perkara yang disebutmukasyafat.*

.

*Adapun kekuasaan dan berbagai pengaruh adalah seperti yang terjadi pada diri Maryam ketika dirinya menggoyang pohon kurma sehingga berguguran buahnya yang-sudah masak. Juga seperti yang terjadi pada “orang yang-memiliki ilmu tentang Al-Kitab”, yang berkata kepada-Sulaiman,**

.

“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum-matamu berkedip.” (An-Naml: 40)*

.●●●●●●●●●●●●●

*“Sebagaimana yang ma’tsur dari pendahulu-pendahulu-umat ini di dalam surat Al-Kahfi dan lainnya. Juga dari-dalam umat ini dari para shahabat, tabi’in, dan seluruh-generasi umat.Semua itu akan ada di tengah-tengah-mereka hingga tiba Hari Kiamat.”*

=================

*Karamah-karamah selalu ada dalam berbagai umat.Di antaranya kisah para penghuni gua yang tertutup-pintunya oleh batu besar.“*

*(Al-Bukhari, Kitab Al-Anbiya’, Bab “Hadits Al-Ghaar”: dan Muslim, Kitab-Adz-Dzikr wa Ad-Du’a)*

.

*Juga pernah terjadi di zaman-Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, seperti kisah-Usaid bin Hudhair*

*(Al-Bukhari, Kitab Fadhail Al-Quran: dan Muslim, Kitab Shalat Al-Musafirin)*

.

*dan pembanyakan jumlah makanan di-zaman para shahabat.*

*(Bukhari, Kitab Mawagiit Ash-Shalat, dan Muslim, Kitab Al-Asyribah)Juga ada di kalangan para tabi’in,seperti, kisah Shilat bin Asyim yang Allah hidupkan kembali-kudanya yang telah mati.*

.

*Di dalam kitab Al-Furqan, Syaikhul Islam berkata, “Bab-tentang hal ini sangat luas. Telah dibahas tentang berbagai-karamah para wali di dalam selain bagian ini. Adapun apa-apa yang kita lihat dengan mata kepala kita dan apa-apa-yang kita ketahui di zaman sekarang ini juga sangat-banyak.”*

.

*Dalil yang menunjukkan bahwa semua itu ada hinggaHari Kiamat adalah dalil sam’i (naqli) dan aqli.*



*Sedangkan dalil sam’i (nadli) adalah bahwa RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam dalam kisah Dajjal memberitahukan bahwa dia memanggil seorang pemuda. Dia-dtang, lalu dia berkata, “Engkau dusta, engkau adalah Al-Masih Ad-Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh-Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.” Maka, datanglah-Dajjal dan membunuhnya dengan memotongnya menjadi-dua bagian. Satu potong di sini dan satu potong lagi di sana-dengan jarak yang jauh. Kemudian, dia berjalan di antara-keduanya seraya memanggilnya sehingga ia bangkit seraya-bertahlil. Lalu, dia memanggilnya dan menetapkan ubudiyah-pada dirinya. Maka, pemuda itu berkata, “Engkau terhadap-dirimu sendiri tidak lebih tajam penglihatannya daripadaku-terhadap engkau sekarang ini.” Dajjal pun hendak membunuhnya lagi, namun dia tidak bisa-menguasainya.”(Diriwayatkan Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab “Laa Yadkhulu Ad-Dajjal Al-Madinah”, dan Muslim, Kitab Al-Fitan, Bab “Fii shifat Ad-Dajjal”)*

.

*Maka ketidakmampuan Dajjal untuk membunuh pemuda itu tidak diragukan adalah karena beberapa karamah.*

.

*Sedangkan dalil aqli dikatakan, “Selama penyebab-karamah adalah kewalian, maka kewalian akan tetap ada-hingga Hari Kiamat.”*

*Lihat jilid 7, halaman 135 kitab ini)*

.